
"Lebih baik saya hancurkan dan bunuh tanpa sisa! Argadhafa minggir! Ajian bayu bajra!" Kepalan tangan kiri Yosep ditegangkan untuk mengumpulkan hawa murni di kepalannya. Aura biru menyelimuti lengan kiri Yosep, matanya menatap lekat bangunan mansion Sculd yang beberapa saat yang lalu megah kini hampir roboh.
Kepalan tangan Yosep di arahkan ke arah mansion, siluet bola biru sangat besat menghantam mansion dan sepuluh anak buah Nero dan juga Nero hingga membuatnya meledak lalu tewas seketika.
Swush!
Boom!
Keluarga Sculd sudaj hancur tak tersisa di bumi hanguskan oleh Yosep. Lagi-lagi mobil polisi bergerak cepat ke arah mansion yang sudah menjadi reruntuhan.
"Arga ayo pergi!" Yosep melompat keluar dari dinding yang membatasi mansion dengan jalan luar, lalu melompat ke arah rumah sakit Bratwurst dimana Elmo sedang dirawat karena koma.
Tidak ada kata ampun bagi mereka yang sudah melecehkan Yosep, apalagi mereka telah melakukan rencana pembunuhan terhadap Argadhafa. Sebagai bos Ochobot City, tindakan mereka sudah tidak bisa ditolerir lagi.
Malam semakin larut, pukul 23.00 WB emosi Argadhafa juga semakin memuncak setelah banyak membunuh anak buah Nero. Mereka berdua berhasil menyusup masuk ke dalam kamar Elmo. "Arga! Habisi dia!" titah Yosep menyeringai jahat.
Argadhafa mendekati tubub Elmo yang terbujur kaku di ranjang rumah sakit dibantu alat bantu pernapasan. Tangannya diangkat dan di tusukan ke bagian jantung dengan sangat cepat. Jantung Elmo hancur diremas oleh Argadhafa, mulut Elmo mengeluarkan darah segar dan tewas seketika.
Polisi dan tentara Belanda terus mencari Yosep bersama Argadhafa. Mereka ditetapkan menjadi buronan negara Belanda dengan bayaran 100 juta euro untuk kepala Yosep dan Argadhafa.
Masyarakat tidak menggubris pengumuman PM Stark Mute terkait Yosep, warga Belanda hanya menganggap itu semua hanya pengalihan isu atas dirinya perdana menteri yang punya banyak kejahatan dan korupsi.
__ADS_1
"Arga, Belanda sepertinya semakin memanas. Rakyatnya sendiri yang ingin menggulingkan kekuasaan pemerintahannya, Kita menuju Van Amblas untuk menghabisinya. Kita juga sudah jadi buronan, buat apalagi kita tahan, pasti banyak pembunuh bayaran yang akan mengincar kita. Pesta kita akan semakin seru, hahahaha." Yosep tertawa jahat di atas rooftop rumah sakit dengan muka tak memakai topeng bersama Argadhafa.
"Anda benar tuan muda, kita habisi saja semua. Bila perlu PM Stark Mute kita bantai juga karena dia yang menjadi dalangnya, hahahaha." Argadhafa ikut tertawa jahat bersama Yosep.
Kerusuhan sudah terjadi diseluruh wilayah Belanda, semakin malam semakin panas. Para polisi yang berjaga sudah memblokade jalan menuju istana Belanda sejauh radius 10 km, mereka tak berani melakukan genosida, hanya menahan rakyat agar tidak bisa masuk ke dalam istana saja.
Yosep dan Argadhafa terus melompati satu gedung ke gedung yang lain, menuju mansion Van Amblas. Yosep menggunakan reinka aksa untuk melihat keberadaan Van Amblas di mansion tapi tidak ada, "Sial, ternyata dia sudah kabur ke Kanada," gumam Yosep menyeringai kesal. "Arga! Kita ke istana saja, target kita rubah, habisi dahulu PM Stark Mute baru Van Amblas. Dia sudah kabur ke Kanada!"
"Baik, tuan muda!" Argadhafa menganggukan kepala, dia merasakan senang sekali, baru kali ini punha bos yang senang membantai tanpa ampun musuh-musuhnya.
Yosep melompat melewati satu gedung ke gedung yang lain sambil mengawasi jika ada polisi atau tentara yang melakukan kekerasan terhadap warga ia bisa langsung bertindak cepat.
Tuar!
Tuar!
"Ya, tuan muda!" Argadhafa menganggukan kepala, dan terus melompat dari satu gedung ke gedung yang lain menuju istana Belanda.
Yosep terjun meluncur cepat ke arah blokade jalan, ratusan polisi memakai armor lengkap anti huru-hara dengan tameng besi. Yosep tidak ingin melukai siapapun baik pihak berwenang maupun warga, keduanya hanya korban keegoisan PM Stark Mute. "Ajian gelang-gelang!" Yosep membentuk perisai api untuk menangkis dan membelokan serangan peluru karet serta bom asap yang ditembakan para polisi.
Klang!
__ADS_1
Klang!
Yosep maju di garda terdepan bak pahlawan yang melindung warga yang tertindas. Perisai api berhasil menghalangi serangan polisi untuk memukul mundur warga, "Teman-teman, lebih baik kalian pulang. Saya berjanji akan mengadili PM Stark Mute," teriak Yosep membuka topeng mister nine miliknya. "Saya Yosep Firmansyah pemimpin Ochobot City dan mantan presiden UAA berjanji dengan segenap jiwa akan membereskan masalah ini.
Di istana Belanda, Argadhafa mulai masuk menyusup dengan ajian seta kalagondang, membunuh satu persatu penjaga di Istana yang ia temui. Deru suara tembakan M173 yang dibawa pasukan elit khusus Belanda, mereka mengincar Argadhafa yang terus menghilang dari pandangan ketika peluru menyentuh tubuhnya.
"Aaakh!" banyak suara pekikan terdengar di lorong istana, PM Stark Mute sama sekali tidak gentar mendengar anak buahnya banyak yang tewas oleh Argadhafa.
Di luar Istana Warga Belands berhasil merangsak masuk 1 km menuju istana Belanda, seluruh jalan istana di kepung warga Belanda, tidak ada sudut jalan sedikit pun agar PM Star Mute bisa kabur. Yosep berhasil mengatasi para polisi dengan menotok mereka dengan jurus jari bumi, membuat semua anggota polisi yang berjaga mematung.
"Turunkan PM Stark Mute! Turunkan PM Stark Mute! Turunkan PM Stark Mute!" warga yang mengepung Istana terus berteriak, semua listrik padam di kota Amsterdam, internet di non aktifkan.
PM Stark Mute ternyata sudah kabur melalui kereta bawah tanah istana di jalur rahasia yang langsung mengarah ke laut utara. "Hahaha, kalian pikir pintar, hahaha ... aku masih punya jalan kabur dan mengambil senjata whispering armor di pantai Hearlem." PM Stark Mute tertawa jahat membayangkan kebodohan Yosep dan Argadhafa tidak bisa mengejarnya.
Yosep berhasil menyusul ke Argadhafa di ruangan rahasia PM Stark Mute, tapi tak menemukannya. "Sial! Dia sudah kabur!" Yosep memukul meja hingga terbelah dua. Mata Yosep membulat melihat bom waktu yang terpasang di bagian belakang pintu dengan reinka aksa, awas Argadhafa!"
Yosep langsung memegang tangan Argadha dan memindahkan mereka berdua dengan jurus melipat langit.
Boom!
Ruangan rahasia PM Stark Mute meledak, semua mayat prajurit elit luluh lantak dan tercerai berai. Yosep dan Argadhafa berhasil lolos dari ledakan, mereka sudah berada di pantai Haerlem mengejar PM Stark Mute. Yosep melihat dengan reinka aksa PM Stark Mute, kabur ke pangkalan militer rahasia di dalam laut dekat pantai Haerlem.
__ADS_1