
"Mas handphonemu terus bunyi, sedari tadi," ucap Rany.
"Ah sudahlah tak perlu di angkat, mungkin masalah bisnis. Kita ini sedang bulan madu, kan biar kalian cepat hamil. Jadi aku tak mau diganggu," balas Yosep menyeringai kesal dan membuang mukanya. Emosinya lagi karuan gara-gara keempat istrinya tak mampu memuaskan hasrat mantap-mantapnya semalam.
"Angkat saja mas, mungkin hal yang penting, soalnya itu sudah 100 kali panggilan tak terjawab, telepon balik saja!" timpal Ryuna.
"Ya, ya, ya!" Yosep melihat smathphonenya, ternyata ada 100 panggilan tak terjawab dari Pramono. "Ada apa ya, pak Pramono meneleponku?"
Yosep menelepon balik Pramono dan langsung tersambubg, "Halo pak Pramono, ada penting apakah hingga bapak menelepon saya sampai 100 kali?" tanya Yosep dalam sambungan telepon.
"Maaf tuan Yosep. Kabupaten Aceh timur terkena wabah aneh, baru 4 kecamatan terkena wabah. Wilayah yang terkena wabah sudah kami tutup akses masuk dan keluarnya, tuan Yosep bisa ke Istana sekarang? 3 jam lagi kita akan mengadakan rapat bersama para ahli menentukan nama virus dan solusi vaksinnya," pinta Pramono.
"Bisa 2 jam lagi saya akan tiba," balas Yosep. Sambungan telepon langsung diputuskan oleh Pramono.
Yosep segera ke kamar mandi untuk membersihkan diri, Yosep sudah membuka pakaiannya tapi pintu kamar mandi tidak dikunci. Rany tiba-tiba masuk, "Maafkan Rany ya mas, semalam tidak bisa membuat mas puas. Kali ini Rany janji akan puasin mas." Rany memegang tiang tegaknya Yosep, lalu membuka tank topnya.
Rany menciumi seluruh tubuh Yosep hingga Yosep mengerang keras. Rany memegang tiang tegak Yosep yang menyusut ukurannya 18 cm diameter 8 cm, meski turun 2 cm tetap saja masih besar.
Yosep mendorong Rany ke bathtub dan mearuh tiang tegaknya pada belahan gunung kembar, Rany menghimpitnya dengan dua gunung kembar dan Yosep menggosok-gosokan tiang tegak itu hingga merasakan melayang di surga ke tujuh. Setelah 15 menit melakukan hal itu Yosep langsung memasukan tiang tegaknya ke gua merah muda Rany, hingga membuatnya menjerit keras.
Yosep menaruh Rany dibatas tubuhnya, Rany bergoyang menggeliat bagai ratu dengan lekukan tubuh menegang di setiap sudut tubuhnya. Gerakan Rany semakin cepat, Yosep juga bergerak cepat, kedua-duanya merasakan final.
Boom!
Cairan kental putih Yosep menyembur dan meledak di dalam gua merah muda Rany. Tubuh Rany mengejang dan bergetar hebat, "Sangat hangat mas. Rany mau lagi!" pinta Rany.
"Nanti sayang, mas mau ke Jakarta hari ini, Indonesia khususnya kabupaten Aceh Timur mengalami wabah. Kalau tidak cepat ditangani wabah ini akan menyebar, tenang saja mas gak lama kok," ucap Yosep lalu mencium bibir Rany.
__ADS_1
Cup!
"Ya mas. Kita mandi dulu ya!" Mereka berdua pun membersihkan diri.
___
___
___
Yosep sudah sampai di gedung menteri kesehatan. Yosep sudah sampai di ruang rapat memakai setelan jas merah, Yosep ke Jakarta di hantarkan Nyotnyokong menggunakan helikopter dan di daratkan di atas gedung menteri kesehatan.
Ada 5 profesor ahli virus menatap sinis Yosep. "Siapa dia? Muda banget, bisa apa?" batin Profesor Narman tatapannya sinis.
"Kenapa pak Pramono malah mengundang anak muda gak jelas seperti ini sih? Apa aku yang seorang profesor masih kurang hebat?" batin Profesor Wan Jebud.
"Cih, hanya dokter seperti itu saja sudah disetarakan denganku, jangan bermimpin," batin Profesor Arman mencibir.
"Para profesor sekalian, anda sudah tahu dengan kondisi saat ini. Kabupaten Aceh Timur terkena wabah dari informasi terakhir satu menit yang lalu, wabah sudah menyebar ke selurub provinsi N.A.D.. Kita berpacu dengan waktu, penyebaran virusnya terlalu cepat. Para profesor dimohon memberikan solusi atas vaksin virus ini," jelas Menteri Kesehatan Sarnoto.
Staff kementrian kesehatan memberikan berkas berisi data tentang Virud dari sampel darah yang terkena wabah, pada Yosep dan kelima profesor.
"Susuna virus ini, sepertinya aku pernah melihatnya, tapi dimana ya? Hanya inti nukluesnya saja yang meningkat semakin cepat setelah terkena air?" pikir Yosep sambil mengingat-ngingat tentang virus di berkas.
"Saya sudah menemukan vaksinnya 1x24 jam sudah bisa diproduksi masal. Ini formula vaksinya," ucap profesor Bana, mengejutkan keempat profesor.
"Mohon maaf profesor! Boleh saya melihat formulanya!" pinta Yosep.
__ADS_1
"Hahaha, anak muda sepertimu, tau apa tentang formula vaksin. Lebih baik pulang saja, mendekap di ketiak ibumu, hahahaha," cibir profesor Bana.
"Hahahaha, sungguh menyedihkan pak Pramono mendatangkan ahli vaksin atau ahli membual, hahahaha" timpal profesor wan jebud mencibir.
Di saat mereka menatap Yosep dan merendahkannya, ia sedang mengirimkan pesan pada Guavani untuk membuat vaksin dengan mesin 3 dimensi, dan satu jam lagi harus sudah dikirim ke provinsi Aceh. Yosep memesan 100 juta dosis untuk pengiriman pertama, Guavani sudah membuat seribu mesin cetak 3 dimensi untuk produksi masal dan bisa mencetak apapun termasuk obat.
"Pak Pramono saya akan langsung ke posko aman provinsi Aceh sekarang, dalam satu jam 100 juta dosis vaksin Ochobot akan segera sampai di posko aman provinsi Aceh," ucap Yosep.
Kelima profesor menjatuhkan rahangnya, disaat mereka masih merumuskan formula Yosep sudah membuat vaksin dan itu tidak sedikit 100 juta dosis.
Sarnoto menghantarkan Yosep keluar ruangan, "Terima kasih tuan Yosep, anda memang selalu jadi kartu truf kami. Kami meminta maaf atas nama kelima profesor karena berlaku tidak sopan pada anda," lirih Sarnoto.
"Cabut saja hak mereka berlima, Indonesia butuh orang yang rendah hati, bukan orang yang tinggi hati," ucap Yosep, langsung meninggalkan Sarnoto dengan raut muka datar dan terkesan dingin.
"Baik tuan, terima kasih banyak!" balas Sarnoto menunduk hormat.
"Eksekusi adalah hal penting dalam apapun, jika terlalu banyak bualan namanya bukan lagi edukasi tapi bualisasi," batin Yosep tersenyun tipis. "Profesor hanya gelarnya saja, buat formula vaksin seperti membuat mesin pembunuh masal, dasar profesor goblok."
___
___
___
Posko aman provinsi Aceh, Yosep baru tiba dengan mobil Lambhorgini veneno roadster yang ia terbangkan. Yosep memanggil Lambhorgini venenonya ke Jakarta dengan sistem R4, terbang dengan pengendali otomatis.
Dalam kondisi darurat ini, semua akses udara, darat, dan laut dari dan ke provinsi Aceh semuanya di tutup. Radius 10 kilometer dari perbatasan provinsi Aceh dan Provinsi Sumatera utara diblokade. Kondisi jalanan sepi meski di siang hari, para warga di dalam rumah.
__ADS_1
Posko aman terletak di beberapa titik, ada lima titik perkabupaten. Dan Yosep masuk ke kabupaten Aceh timur dimana virus ini pertama kali muncul, "Tindakan kalian sangat keji, jika itu yang kalian inginkan. Maka saya Yosep Firmansyah membuat kalian USF akan menyesalinya,"batin Yosep menyeringai kesal.