
"Maaf, maaf atas kesalahan pahaman ini, heheheh." Yosep tertawa riang dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. "Terima kasih atas bantuannya, suatu saat nanti pasti saya kembalikan uangnya."
Adila menelepon anak buahnya untuk membawakan mobil untuk menjemput Vera, Myke, Argadhafa, Alice dan Yosep menggunakan Roll Royce phantom.
Vera, Myke, dan Argadhafa segera membersihkan diri lalu berdandan untuk memenuhi undangan Adila. Myke memakai setelan jas hitam, dan Alice memakai dres merah. Argadhafa memakai setelan jas hitam yang dipinjamkan oleh Vera milik ayahnya, karena Argadhafa tidak mempunyai baju lain dan belum membelinya, Vera sendiri sudah lama tak berdandan, memakai dres seksi vinni berwarna kuning atas paha dan terlihat belahan gunung kembar Vera yang sangat besar.
"Gluk!" Arghadafa menelan salivanya melihat Vera yang sangat cantik dan seksi. "Sangat cantik sekali!"
Bletak!
Yosep memukul kepala Argadhafa, "Ingat Risadju di Indonesia apa kau mau menodai cintanya?"
"Aw sakit bos!" pekik Argadhafa, "Tidak apa-apalah. Bos saja istrinya dua bahkan kata tuan Albert dahulunya empat, apa salahnya kalau aku juga mengikuti bosnya, hehehe."
___
___
___
Mereka sampai di kafe Arrabelas dan duduk di ruangan paling istimewa SVIP dengan kaca transparan yang menghadap ke arah panggung hiburan. Pelayan laki-laki dan perempuan lalu lalang menyediakan banyak makanan di ruangan SVIP.
Adila menunduk hormat pada Yosep, "Maaf bro dokter. Aku ada satu permintaan untukmu, aku dengar dari tuan Myke kalau anda bisa menyembuhkan kanker nyonya Vera. Bolehkah bro dokter menyembuhkan ibu saya yang sedang sakit parah?" pinta Adila.
"Maaf nona, pengobatan saya tidak ada yang gratis. Ada kualitas ada uang juga, saya meminta satu juta euro, apakah anda mampu memenuhinya?" tanya Yosep menaik-turunkan alisnya. "Maaf saya juga butuh uang untuk memperbaiki food truck milik nyony Vera, untuk saya berjualan secepatnya."
"Deal!" Adila tanpa pikir panjang menyodorkan tangannya dan membsrikan uang 100.000 euro sebagai uang muka. "Ini uang muka, esok pagi aku akan menjemputmu dirumah Nyonya Vera."
"Terima kasih nona Adila atas pengertiannya," balas Yosep menunduk hormat
Di luar ruangan, banyak desas-desus penuh pertanyaan siapa yang menghuni ruangab SVIP yang sebelumnya belum pernah ada yang bisa masuk ruangan itu. Sekelas Van Amblas orang terkaya kedua di Amsterdam yang ingin mempersunting Vera dengan memberinya hutang besar supaya Vera tak mampu membayarnya lalu memperistrinya.
Nero Sculd atau bahkan jendral Wilderson pejabat tinggi Belanda sampai PM Stark Mute belum pernah ada yang bisa menyewa ruangan SVIP itu.
"Elmo, suruh Skiv untuk mencari tahu siapa yang berada di ruangan SVIP itu!" titah Nero.
"Baik ayah!" Nero menganggukan kepala lalu keluar ruangan VVIP 02 dan menghampiri Skiv yang berada di luar pintu menjaga Nero serta Elmo. "Lakukan tugasmu!"
Skiv berjalan perlahan ke arah ruangan SVIP berpura-pura berhenti di depan dan menyalakan roko. Barton juga yang disuruh Van Amblas untuk menyeldiki orang yang berada di dalam ruangan SVIP berhenti di depan pintu SVIP dan berhadap-hadapan dengan Skiv.
Yosep keluar dari ruangan dengan Adila di depan dan Yosep mengikutinya di belakang untuk memulai menghibur para pengunjung kafe. "Selamat malam tuan-tuan dan Nyonya-nyonya, malam ini kafe Arrabelas ingin mempersembahkan seorang penyanyi yang sangat berbakat dari Indonesia bernama Yosep Firmansyah,"sapa Adila dengan membungkuk hormat. "Silahkan bro Yosep!"
"Terima kasih nona Adila, saya akan menghibur anda semua!" Yosep mengedipkan matanya dan mulai bernyanyi lagu this love yang dipopulerkan Maroon 5.
I was so high, I did not recognize
The fire burning in her eyes
The chaos that controlled my mind
__ADS_1
Whispered goodbye as she got on a plane
Never to return again but always in my heart, oh
This love has taken its toll on me
She said goodbye too many times before
And her heart is breakin' in front of me
And I have no choice
'Cause I won't say goodbye anymore
Whoa
Whoa
Whoa
I tried my best to feed her appetite
Keep her coming every night
So hard to keep her satisfied, oh
Kept playing love like it was just a game
Then turn around and leave again, but uh-oh
This love has taken its toll on me
She said goodbye too many times before
And her heart is breakin' in front of me
And I have no choice
'Cause I won't say goodbye anymore
Whoa
Whoa
Whoa
I'll fix these broken things, repair your broken wings
And make sure everything's all right (It's all right, it's all right)
__ADS_1
My pressure on your hips, I'm sinking my fingertips
Every inch of you
Beacause I know that's what you want me to do
This love has taken its toll on me
She said goodbye too many times before
Her heart is breakin' in front of me
And I have no choice
'Cause I won't say goodbye anymore
This love has taken its toll on me
She said goodbye too many times before
And my heart is breakin' in front of me
And she said goodbye too many times before
This love has taken its toll on me
She said goodbye too many times before
And her heart is breakin' in front of me
And I have no choice
'Cause I won't say goodbye anymore
Semua orang menjatuhkan rahangnya, sangat menikmati lagu yang Yosep bawakan. Setelah Yosep selesai semua pengunjung bertepuk tangan sangat meriah. Adila naik ke atas panggung lalu berbisik, "Terima kasih bro dokter sepertinya para pengunjung sangat menyukaimu."
"Syukurlah kalau mereka menyukainya," ucap Yosep tersenyum dan membungkuk hormat ke arah penonton. "Terima kasih tuan-tuan dan Nyonya-nyonya."
Yosep turun dari panggung, Elmo yang masih kesal menghampiri Yosep dan memukulkan botol minuman keras ke kepala Yosep sebanyak tiga kali.
Prak!
Prak!
Prak!
Argadhafa dan Myke yang melihatnya langsung keluar ruangan. Vera memeluk Alice sangat erat agar ia tak melihat kejadian pemukulan ayah angkatnya itu.
Bam!
__ADS_1
Myke berlari ke arah Yosep dan langsung memukul Elmo hingga semua giginya lepas dari mulutnya, karena kesal pada Elmo. Argadhafa yang mau memukul Elmo ditahan oleh Yosep, untung saja kepala Yosep keras dan tak ada satu pun luka yang tergores di rambut Yosep. "Sudah, saya tidak apa-apa. Lihatlah tak ada satu pun luka yang tergores," ucap Yosep sambil menunduk ke arah Argadhafa memperlihatkan kepalanya.