SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP

SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP
System Kekayaan Berkedip 257


__ADS_3

"Maaf, maaf atas kesalahan pahaman ini, heheheh." Yosep tertawa riang dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. "Terima kasih atas bantuannya, suatu saat nanti pasti saya kembalikan uangnya."


Adila menelepon anak buahnya untuk membawakan mobil untuk menjemput Vera, Myke, Argadhafa, Alice dan Yosep menggunakan Roll Royce phantom.


Vera, Myke, dan Argadhafa segera membersihkan diri lalu berdandan untuk memenuhi undangan Adila. Myke memakai setelan jas hitam, dan Alice memakai dres merah. Argadhafa memakai setelan jas hitam yang dipinjamkan oleh Vera milik ayahnya, karena Argadhafa tidak mempunyai baju lain dan belum membelinya, Vera sendiri sudah lama tak berdandan, memakai dres seksi vinni berwarna kuning atas paha dan terlihat belahan gunung kembar Vera yang sangat besar.


"Gluk!" Arghadafa menelan salivanya melihat Vera yang sangat cantik dan seksi. "Sangat cantik sekali!"


Bletak!


Yosep memukul kepala Argadhafa, "Ingat Risadju di Indonesia apa kau mau menodai cintanya?"


"Aw sakit bos!" pekik Argadhafa, "Tidak apa-apalah. Bos saja istrinya dua bahkan kata tuan Albert dahulunya empat, apa salahnya kalau aku juga mengikuti bosnya, hehehe."


___


___


___


Mereka sampai di kafe Arrabelas dan duduk di ruangan paling istimewa SVIP dengan kaca transparan yang menghadap ke arah panggung hiburan. Pelayan laki-laki dan perempuan lalu lalang menyediakan banyak makanan di ruangan SVIP.


Adila menunduk hormat pada Yosep, "Maaf bro dokter. Aku ada satu permintaan untukmu, aku dengar dari tuan Myke kalau anda bisa menyembuhkan kanker nyonya Vera. Bolehkah bro dokter menyembuhkan ibu saya yang sedang sakit parah?" pinta Adila.


"Maaf nona, pengobatan saya tidak ada yang gratis. Ada kualitas ada uang juga, saya meminta satu juta euro, apakah anda mampu memenuhinya?" tanya Yosep menaik-turunkan alisnya. "Maaf saya juga butuh uang untuk memperbaiki food truck milik nyony Vera, untuk saya berjualan secepatnya."


"Deal!" Adila tanpa pikir panjang menyodorkan tangannya dan membsrikan uang 100.000 euro sebagai uang muka. "Ini uang muka, esok pagi aku akan menjemputmu dirumah Nyonya Vera."


"Terima kasih nona Adila atas pengertiannya," balas Yosep menunduk hormat


Di luar ruangan, banyak desas-desus penuh pertanyaan siapa yang menghuni ruangab SVIP yang sebelumnya belum pernah ada yang bisa masuk ruangan itu. Sekelas Van Amblas orang terkaya kedua di Amsterdam yang ingin mempersunting Vera dengan memberinya hutang besar supaya Vera tak mampu membayarnya lalu memperistrinya.


Nero Sculd atau bahkan jendral Wilderson pejabat tinggi Belanda sampai PM Stark Mute belum pernah ada yang bisa menyewa ruangan SVIP itu.


"Elmo, suruh Skiv untuk mencari tahu siapa yang berada di ruangan SVIP itu!" titah Nero.


"Baik ayah!" Nero menganggukan kepala lalu keluar ruangan VVIP 02 dan menghampiri Skiv yang berada di luar pintu menjaga Nero serta Elmo. "Lakukan tugasmu!"


Skiv berjalan perlahan ke arah ruangan SVIP berpura-pura berhenti di depan dan menyalakan roko. Barton juga yang disuruh Van Amblas untuk menyeldiki orang yang berada di dalam ruangan SVIP berhenti di depan pintu SVIP dan berhadap-hadapan dengan Skiv.


Yosep keluar dari ruangan dengan Adila di depan dan Yosep mengikutinya di belakang untuk memulai menghibur para pengunjung kafe. "Selamat malam tuan-tuan dan Nyonya-nyonya, malam ini kafe Arrabelas ingin mempersembahkan seorang penyanyi yang sangat berbakat dari Indonesia bernama Yosep Firmansyah,"sapa Adila dengan membungkuk hormat. "Silahkan bro Yosep!"


"Terima kasih nona Adila, saya akan menghibur anda semua!" Yosep mengedipkan matanya dan mulai bernyanyi lagu this love yang dipopulerkan Maroon 5.


I was so high, I did not recognize


The fire burning in her eyes


The chaos that controlled my mind

__ADS_1


Whispered goodbye as she got on a plane


Never to return again but always in my heart, oh


This love has taken its toll on me


She said goodbye too many times before


And her heart is breakin' in front of me


And I have no choice


'Cause I won't say goodbye anymore


Whoa


Whoa


Whoa


I tried my best to feed her appetite


Keep her coming every night


So hard to keep her satisfied, oh


Kept playing love like it was just a game


Then turn around and leave again, but uh-oh


This love has taken its toll on me


She said goodbye too many times before


And her heart is breakin' in front of me


And I have no choice


'Cause I won't say goodbye anymore


Whoa


Whoa


Whoa


I'll fix these broken things, repair your broken wings


And make sure everything's all right (It's all right, it's all right)

__ADS_1


My pressure on your hips, I'm sinking my fingertips


Every inch of you


Beacause I know that's what you want me to do


This love has taken its toll on me


She said goodbye too many times before


Her heart is breakin' in front of me


And I have no choice


'Cause I won't say goodbye anymore


This love has taken its toll on me


She said goodbye too many times before


And my heart is breakin' in front of me


And she said goodbye too many times before


This love has taken its toll on me


She said goodbye too many times before


And her heart is breakin' in front of me


And I have no choice


'Cause I won't say goodbye anymore


Semua orang menjatuhkan rahangnya, sangat menikmati lagu yang Yosep bawakan. Setelah Yosep selesai semua pengunjung bertepuk tangan sangat meriah. Adila naik ke atas panggung lalu berbisik, "Terima kasih bro dokter sepertinya para pengunjung sangat menyukaimu."


"Syukurlah kalau mereka menyukainya," ucap Yosep tersenyum dan membungkuk hormat ke arah penonton. "Terima kasih tuan-tuan dan Nyonya-nyonya."


Yosep turun dari panggung, Elmo yang masih kesal menghampiri Yosep dan memukulkan botol minuman keras ke kepala Yosep sebanyak tiga kali.


Prak!


Prak!


Prak!


Argadhafa dan Myke yang melihatnya langsung keluar ruangan. Vera memeluk Alice sangat erat agar ia tak melihat kejadian pemukulan ayah angkatnya itu.


Bam!

__ADS_1


Myke berlari ke arah Yosep dan langsung memukul Elmo hingga semua giginya lepas dari mulutnya, karena kesal pada Elmo. Argadhafa yang mau memukul Elmo ditahan oleh Yosep, untung saja kepala Yosep keras dan tak ada satu pun luka yang tergores di rambut Yosep. "Sudah, saya tidak apa-apa. Lihatlah tak ada satu pun luka yang tergores," ucap Yosep sambil menunduk ke arah Argadhafa memperlihatkan kepalanya.


__ADS_2