
Malam harinya di arena bawah tanah London.
Yosep menemui Don Telo yang berjanji akan mempertemukannya dengan PM Kone Di Blangbir, Don Telo beralasan ada seseorang yang ingin berinvestasi besar di Inggris dan oranhnya sangat rahasia. Don Telo tidak menyebut nama Yosep sebab PM Kone Di Blangbir menolak sebelum bertemu.
Makanya Do Telo mengundang mereka berdua untuk negosiasi demi kepentingan rakyat Inggris, agar tidak terjadi perang seperti sebelumnya. Mereka akan bertemu di bunker rahasia milik Don Telo di bagian bawah arena bawah tanah.
Yosep menyiagakan tim terdiri dari 5 orang Jin, Lin, Karwi, Chris dan juga Septa. Mereka berlima menunggu di mobil mini van agak jauh dari gang sempit menuju pintu rahasia arena bawah tanah.
"Pak big bos lapor! Ada 5 mobil SUV Land Rovers terparkir depan gang sempit. Sepertinya PM Kone Di Blangbir telah tiba," lapor Chris dari sambungan handsfree.
"Baik Chris, terima kasih," balas Yosep dari sambungan handsfree juga.
PM Kone Di Blangbir keluar dari mobil dan dikawal oleh 10 orang agen dari MI6 berpakaian jas hitam. Mereka bersiaga mengawal PM Kone Di Blangbir menuju pintu rahasia arena bawah tanah di gan sempit.
Beberapa saat kemudian PM Kone Di Blangbir sampai di bunker rahasia arena bawah tanah. Begitu masuk PM Kone Di Blangbir disuguhkan pemandangan yang membuatnya muak.
"Kau?! Kenapa da disini?! Don Telo, jangan bilang investor besar ini adalah dia?!" PM Kone Di Blangbir membulatkan mata dan menarik pistol dari pinggang sebelah kirinya. 10 pengawalny juga mengangkat pistol dan mengarahkannya ke arah Yosep.
Yosep malah duduk santai seperti tidak terjadi apa-apa, Yosep malah mengambil pistol dari pinggang Don Telo dan membidik kepalanya sendiri lalu menarik pelatuknya.
Dor!
PM Kone Di Blangbir, Don Telo dan 10 pengawalnya menjatuhkan rahangnya, badannya gemetaran, wajahnya pucat pasi. "Yah pelurunya tidak mempan pada kulitku, senjata yang kurang hebat. Coba pakai senjata buatanku mungkin kepalaku ini sudah jadi bubur darah." Yosep kembali menembak menarik pelatuk pistol milik Don Telo sampai pelurunya habis.
__ADS_1
Dor!
Dor!
10 pengawal PM Kone Di Blangbir terkencing-kencing, celananya basah karena ketakutan. "Sudah tidak perlu ada konflik, lebih baik kita bicara baik-baik dan duduk bersama." Don Telo menenangkan PM Kone Di Blangbir dan mendudukannya, wajah PM Kone Di Blangbir masih pucat pasi.
"Manusia macam apa Yosep ini. Ditembak saja tidak mempan, benar-benar manusia baja," batin PM Kone Di Blangbir.
"Saya disini ada urusan dengan anda tuan PM Kone Di Blangbir. Saya ingin menegosiasikan masa depan Inggris dengan anda, dan menghindari konflik dengan Inggris. Saya yakin anda sangat mencintai rakyat anda dan tidak ingin membuat rakyat anda menderita bukan?" Yosep menyesap teh yang dihidangkan Jack pengawal pribadi Don Telo.
"Ya, memang kondisi Inggris saat ini sedang mengalami keterpurukan. Apalagi masalah penggunaan BBM yang sangat langka. Hanya kalangan atas yang mampu membelinya, ditambah komoditi yang kita punya tidak ada negara yang mau menerima dan semua negara asia serta afrika telah memutuskan kerjasama dengan Inggris," batin PM Kone Di Blangbir memijat keningnya.
Bagai buah simalakama PM Kone Di Blangbir bingung jika memilih berkhianat dari USF maka sudah pasti akan digempur habis-habisan. Jika tidak menerima tawaran Yosep maka ekonomi Inggris akan terjun payung.
"Saya memahami hati anda tuan PM Kone Di Blangbir. Anda takut USF memusuhi Inggris bukan?" Yosep memberikan sebuah chip bernama streamilk yang ia kembangkan untuk kendaraan roda empat dan pesawat terbang.
"Jika anda kurang yakin dengan penawaran saya, Ochobot City akan memberikan bahan bakar XNP subsidi 90%, dan cukup membayar 10%. Pasukan keamanan super elite Ochobot City juga sudah saya kerahkan di semua perbatasan Inggris. Bukan saya menekan anda tapi saya mempersiapkan segala sesuatu jika anda berniat bergabung dengan kami. Jika anda menolak konsekuensinya anda sendiri sudah paham bukan?" jelas Yosep.
PM Kone Di Blangbir benar-benar dalam tekanan. Dia mulai berpikir jernih meninbang dan memilah serta memilih baik buruknya bagaimana, demi negaranya. Karena esok adalah hari penentuan keputusan USF akan kembali bersitegang dengan Uni Asian and Africans atau malah akak tunduk pada dewan keamanan UAA.
Jika mereka kembali bersitegang Yosep hanya mengharapkan PM Kone Di Blangbir mundur dari aliansi USF dan Yosep bisa membina Inggris jadi lebih baik.
"Saya menyetujui tawaran anda tuan Yosep, saya akan membatalkan kebijakan tentang Ochobot City untuk tidak berinvestasi di Inggris. Demi rakyat saya akan menurunkan ego saya untuk Inggris keluar dari aliansi USF," tegas PM Kone Di Blangbir. "Sebelum pertemuan kita, saya akan menggelar rapat di parlemen Inggris untuk konsolidasi."
__ADS_1
"Nah begini kan enak. Kita tidak harus bertikai." Don Telo menepuk-nepuk pundak PM Kone Di Blangbir.
"Terima kasih sahabatku berkatmu mempertemukan saya dengan tuan Yosep, negara Inggris masih bisa diselamatkan." PM Kone Di Blangbir tersenyum lebar pada Don Telo.
"Ya sudah sepantasnya sebagai warga negara memberikan terbaik untuk negaranya, hehehehe. Jangan lupa kalau sudah tanda tangan makan-makan, hehehe," goda Don Telo sambil berkedip cepat ke arah Yosep.
"Beres!" Yosep mengacungkan jempol pada Don Telo.
***
Di luar Harrods Mall.
Tim ZZRR baru selesai berbelanja bersama Alice dan baru keluar dari restoran termahal di London. Mereka dikawal oleh Raisa, Isyana, Mahalini, Zira, dan Kademi, mereka membawa 3 mobil 2 SUV Land Rovers dan 1 Rolls Royce phant yang dikemudikan oleh Rany.
Sebagai istri pertama Rany dimandati oleh Ziva, Zahra, dan Ryuna menjadi kapten tim ZZRR. Tugasnya mengatur mereka bertiga supaya tertib, mulai dari makan, berdandan sampai berpakaian.
"Tante kapan Alice bertemu papah?" tanya Alice polos.
"Sekarang jangan panggil tante ya! Panggil kita berempat dengan panggilan bunda dan memanggil om jangan panggil om tapi ayah, ok!" pinta Ryuna.
"Ya tante, eh ya bunda," balas polos Alice. "Lalu kapan bertemu papah?"
"Ya sayang tunggu ya kabar dari ayah," Zahra mengelus lembut rambut Alice.
__ADS_1
Mobil mereka menuju hotel Winstringham untuk pulang. Mereka diikuti 10 mobil Range Rover berwarna hitam, "Nona kita diikuti!" lapor Raisa melalui sambungan handsfree.
"Kalian bersiap dan berhati-hati, kita sedang membawa Alice. Jangan sampai Alice terluka," balas Rany melalui sambungan handsfree.