SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP

SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP
System Kekayaan Berkedip 198


__ADS_3

"Ryuna, istirahat saja disini! Biar mas yang akan menangani para bedebah itu." Yosep mengelus lembut rambut Ryuna.


"Tapi mas ...."


"Sudah, tenang saja mas pasti kembali janji!" Yosep mengeluarkan sepatu kuda sembrani dan juga belati kalamurka dari inventori sistem.


Yosep memakai sepatu kuda sembrani, lalu memegang erat belati kalamurka dan mengaktifkan tenseigan. Pupil mata Yosep yang putih kebiruan ada titik merah ditengahnya, aura tubuhnya penuh dengan aura kegelapan berwarna merah kehitaman.


Yosep menuju pintu keluar Tromotron lalu terjun, kondisi dalam Tromotron juga darurat, semua pasukan elit ricuh semenjak pasukan armor mendekat.


Yosep berlari cepat seperti menginjak awan aliran listrik berada pada kakinya. "Tebasan kematian!" Yosep menghilang dari pandangan dan langsung menusuk salah satu pasukan armor.


Jleb!


Duar!


Satu meledak disusul 5 pasukan armor lainnya. Yosep menyeringai jahat dan sangat menikmati pembantaian yang dilakukannya. "Mana kekuatan yang kalian banggakan?! Tendangan mahesora dupa!" Yosep berkedip dan melakukan tendangan yang cukup kuat hingga membelah tubuh pengguna armor menjadi dua.


Bang!


Slash!


Duar!


"Murka naga bayangan!" tangan kanan Yosep mengangkat tinggi mengumpulkan hawa murni, siluet naga hitam bermata merah memutari tubuh Yosep. 30 prajurit armor mendekat dengan kecepatan penuh, bunyi desingan roket memekakan telinga. "Matilah kalian!"


Siluet naga itu mulutnya menganga dan menyeruduk satu persatu pasukan pengguna armor, cahaya ledakan berkilau di atas langit. Suara pekikan pasukan armor yang terkena jurus murka naga bayangan, menggema di langit perbatasan antara Singapura dan Indonesia.


Duar!


Duar!


Duar!


"Bedebah! Kalian jangan diam saja! Bunuh dia!" Shing Tuku berteriak, pasukannya berkurang drasti tersisa 60 pasukan armor termasuk dirinya.


Cug!


Cug!

__ADS_1


Pasukan demonic armor menembaki Yosep dengan sinar laser yang berada di kedua tangan armor. Yosep mengeluarkan tongakt dewa kera lalu memutarnya dengan cepat untuk membelokan arah sinar laser, "Cih hanya segitu saja! Kekuatan pusaka milikku masih jauh lebih hebat, pembesaran!"


Tongkat dewa kera membesar, tongkat itu Yosep hantamkan pada kumpulan pasukan armor.


Boom!


20 pasukan armor hancur luluh lantak dan terpental ke arah laut. Kapal perang dan pesawat tempur yang dikirimkan jendral Atmojoyo tiba, Shing Tuku menyeringai jahat, "Benar-benar bodoh, kalian hanya akan menjadi kapal rongsokan!" Shing Tuku terbang dengan kecepatan penuh, ekornya di cabut dijadikan cambuk di sebelah kiri dan pedang saber berwarna hijau di sebelah kanan.


Puluhan pesawat jet SU 35 menembaki Shing Tuku dengan misil dan gatling gun, Shing Tuku berhasil melewatinya dengan mudah lalu mengibaskan cambuk secara cepat ke 20 pesawat jet SU 35.


Duar!


Duar!


20 pesawat jet hancur di udara, Yosep berteriak, "Lebih baik kalian mundur! Armor itu tidak bisa dilawan dengan senjata biasa!"


Puluhan pesawat jet dan kapal perang cepat-cepat mundur, namun Shing Tuku tidak membiarkannya. "Jangan harap! Bantai semua! Jangan biarkan mereka mundur!"


39 pasukan armor bergerak dengan kecepatan penuh mengejar kapal perang dan pesawat je mundur, ribuan drone keluar dari Tromotron untuk menghalau pergerakan pasukan armor.


Swush!


Swush!


Dalam perang ini, tak ada negara tetangga yang berani ikut campur, Malaysia, Brunei Darussalam, Australia dan juga Timor Leste. Mereka berempat lebih memilih diam, salah-salah dalam keberpihakan negara mereka bisa rata dengan tanah. Lebih-lebih banyak rumor yang mengatakan jika kapal induk Tromotron milik Ochobot City membawa senjata Xerga.


"Kalau seperti ini terus alutsista negara Indonesia masih kurang kuat, bagaimana bisa mempertahankan serangan? Puluhan ribu drone cyoher yang menjaga perbatasan saja belum cukup," batin Yosep, tubuhnya mengejar 39 prajurit armor yang terbang mengejar kapal perang dan pesawat jet.


"Tebasan gelombang area!"


Yosep mengibaskan belati kalamurka secara horizontal, gelombang kejut tebasan berwarna merah kehitaman, membelah 39 prajurit armor menjadi dua.


Boom!


Boom!


Cahaya bersinar terang di langit seperti kembang api, Shing Tuku dari balik helm demonic armor geram, "Bangsat! Kau menghancurkan semua pasukanku, matilah!" Shing Tuku menebas Yosep dengan cambuk dan pedang saber miliknya.


Slash!

__ADS_1


Untung saja tebasan Shing Tuku hanya sedikit melukai kulit Yosep bagian paha dan perut, "Fyuh! Hampir saja, kalau tidak tubuhku ini bisa terpotong menjadi dua bagian.


Yosep memasukan belati kalamurka dan tongkat dewa kera, lalu mengeluarkan pedang ksatria nusantara. Pedang ini semenjak Yosep mendapatkannya dari keluarga Rakuti belum pernah ia gunakan. Pedang emas sepanjang 1.5 meter, Yosep bergerak cepat dengan jurus moksala rudra dan jurus angkusa sangkara menusuk Shing Tuku.


Trang!


Trang!


Shing Tuku berhasil membelokan tusukan Yosep dengan cambuk ekornya. Keduanya beradu tebasan di udara, ribuan gerakan mereka adu sekuat tenaga tapi belum ada tanda-tanda salah satu mereka yang kelelahan.


Tanpa sadar mereka terus beradu serangan sampai ke permukaan laut. Gelombang kejut dari serangan mereka berdua mengguncang permukaan laut, pusaran air memutar di bawah mereka berdua sangat cepat.


Yosep melempar pedang ksatria nusantara ke arah Shing Tuku dan berhasil memotong cambuk ekor demonic armor. Pedang itu terbang dan berbalik memotong sayap kiri demonic armor milik Shing Tuku.


Slash!


Shing Tuku terbang dalam keadaan tidak seimbang, Yosep melihat kesempatan ini untuk menghabisi Shing Tuku. "Jurus melipat bumi, matilah kau rasakan penyiksaan ini!" pusaran angin muncul di kedua kaki, kedua tangan dan atas kepala Shing Tuku lalu menghisapnya kuat-kuat.


Slurp!


Tubuh Shing Tuku terbelah lima dan masuk ke dalam pusaran angin beserta demonic armor dan pedang saber yang ia pegang. "Syukurlah, bedebah itu sudah tiada dan masuk ke dalam neraka jahanam, hah, hah, hah!" Yosep bernafas dengan terengah-engah.


Deg!


Pandangan mata Yosep mulai kabur, lama kelamaan ia pingsan. Yosep kehilangan banyak hawa murni menggunakan jurus yang banyak menguras energinya. Tubuh Yosep tercebur ke dalam laut di selat Malaka dekat kepulauan Riau.


Ryuna yang mengawasi dari monitor Tromotron segera bergegas terbang menggunakan mobil lambhorghini veneno milik Yosep.


Swush!


Mobil itu meluncur cepat ke arah Yosep tenggelam dan memasukannya ke dalam laut.


Cbur!


Ryuna segera keluar dari mobil, tanpa memperdulikan mobil itu. Jika Yosep tahu mobilnya diceburkan ke dalam laut, ia bisa menangis darah mobil kesayangannya diceburkan ke dalam laut.


Ryuna berenang sekuat tenaga untuk menggapai tubuh Yosep yang tenggelam sudah hampir dalam. Butuh perjuangan keras Ryuna untuk menggapai tangan Yosep.


"Mas bertahanlah! Kamu harus selamat!" Ryuna berhasil menggapai tubuh Yosep dan memeluknya lalu sekuat tenaga berenang menuju permukaan laut.

__ADS_1


Byur!


"Hah, hah, hah, akhirnya bisa selamat mas!" Ryuna terengah-engah.


__ADS_2