
"Anak saya mas, anak saya kena serangan jantung!" Kata wanita paruh baya dengan raut muka panik, bernama Sarmila yang seorang janda anak satu. Sarmila mempunyai anak laki-laki berumur 25 tahun bernama Krista.
"Baik bu biar saya lihat! saya dokter bu!" Kata Yosep lalu masuk ke rumah Sarmila. "Mohon tunjukan jalannya!"
Sarmila di depan dan Yosep mengikutinya di belakang. Yosep naik ke lantai dua menuju kamar Krista, "Bu tolong ada kacamata hitam? Saya akan mengecek kondisi anak ibu!" Kata Yosep dengan senyum khasnya.
"Ada mas dokter. Sebentar saya ambilkan!" Kata Sarmila lalu mengambil kacamata hitam di laci kamar Krista dan memberikanya pada Yosep. "Ini mas dokter"
Yosep menerima, memakai kacamata hitam itu dan mulai mengaktifkan byakugan. Yosep mulai mengecek seluruh kondisi tubuh Krista. "Rupanya disini ada titik penyumbatan!" Batin Yosep lalu menempelkan telapak tangan kanan pada bagian dada Krista dan mengalirkan hawa murni.
"Uhuk, uhuk, uhuk!" Krista sadar dan terbatuk. "Mah, mamah! Krista tak jadi mati mah!" Teriak Krista dengan raut wajah riang namun sedikit pucat.
"Ya mas hanya mengalami sedikt penyumbatan, namun jika sedikit telat dan salah penanganan. Nyawa mas tidak bisa tertolong, saya hanya melakukan tindakan pencegahan saja. Ini minumlah pil ini sehari 1 kali selama 7 hari untuk melancarkan aliran darah!" Kata Yosep lalu memberikan 7 butir pil kintamani dari kantung plastik ajaib yang ia selalu bawa di tas kecil miliknya.
"Terima kasih mas!" Kata Krista.
"Terima kasih mas dokter. Biayanya berapa mas dokter?" Kata Sarmila sambil memberikan cek kosong.
"Tidak usah bu. Tidak apa-apa, saya hanya kebetulan lewat saja." Kata Yosep sambil mendorong tangan Sarmila.
"Tidak mas dokter, terimalah! Anak saya sangat berarti bagi saya. Berapapun uang yang mas dokter inginkan akan saya berikan!" Kata Sarmila sambil menyodorkan kembali cek kosong itu.
"Tidak usah bu tidak apa-apa." Tolak kembali Yosep.
"Ya sudah begini saja. Saya berikan 10% saham alkimia Bharata Jaya pada mas Yosep. Nilainya memang tidak besar hanya 35 milyar, tapi saya harap mas Yosep mau menerimanya."
"Kami juga saat ini sedang menurun omsetnya, padahal harga sudah kami turunkan jauh di pasaran. Kualitas pupuk kami juga tidak kalah dengan produk lain yang beredar di pasaran. Kalau mas Yosep menerima saham ini, kami sangat berterima kasih. Jika mas Yosep mau mengganti orang-orang kami juga tidak masalah. Mungkin memang saatnya saya pensiun." Kata Sarmila dengan raut wajah iba.
[Telolet]
[Misi : Hasilkan 30 milyar dari omset penjualan pupuk Alkimia Bharata Jaya.
Hadiah : fitur seed terbuka, 50% saham Alkimia Bharata Jaya, dan 1000 poin skill.
Batas Waktu : 30hari
__ADS_1
Hukuman : Majikan kehilangan skill dokter
[Terima/tidak]
"Terima!" Batin Yosep. "Meskipun misi ini cukup sulit menghasilkan 30 milyar dalam 1 bulan."
[Tidak yang mustahil di dunia ini. Keyakinanlah yang membuat sesuatu itu mustahil atau tidak]
"Bagaimana mas dokter?" Tanya Sarmila menyadarkan lamunan Yosep.
"Baik bu, saya akan lihat formula pupuk ibu. Boleh" Tanya Yosep.
"Baik mas dokter, mari kita ke ruang tamu untuk membicarakannya! Saya akan memperlihatkan formula yang sudah dibuat suami saya." Seru Sarmila dan Krista juga mengikuti karena penasaran.
Yosep, Sarmila dan Krista turun dari lantai dua ke ruang tamu. "Jo pelajari buku alkimia dari inventory!"
[Baik majikan. Untuk mempelajari buku pengetahuan alkimia semesta secara instan membutuhkan biaya 5 milyar. Majikan mau membayarnya?]
[Ya/Tidak]
[System akan memulai penyelarasan buku alkimia semesta dalam 3...2...1...]
[0%]
[20%]
[40%]
[60%]
[80%]
[100%]
[Proses transfer pemahaman secara instan berhasil]
__ADS_1
[Selamat majikan telah mengupgrade skill dokter level max menjadi skill profesor level max]
Kepala Yosep dipenuhi pengetahuan-pengetahuan tentang semua pengetahuan alam, baik kimia, fisika, astro fisika, dan cara proses pembuatannya.
"Buku ini sangat luar biasa, kalau buku ini jatuh ketangan orang jahat bisa dipastikan dunia ini akan hancur. Dengan buku ini akan aku manfaatkan untuk kemaslahatan umat manusia jadi lebih baik." Batin Yosep.
Mereka bertiga duduk di ruang tamu. "Ini mas data formula pupuk yang almarhum suami saya buat." Kata Sarmila sambil memperlihatkan file di laptop miliknya.
"Ini sangat bagus formula pupuknya tak ada kecacatan namun proses perkembangan tanaman akan melambat 10-20 hari. Meskipun hasil panen akan naik 3-7 kali lipat. Apakah data di lapangan sesuai bu dengan dugaan saya?" Kata Yosep.
"Benar mas dokter. Dugaan mas Yosep sangat benar. Mungkin juga yang membuat 80% petani tidak lagi mengambil pupuk kami. Kami kehilangan omset 80% setiap tahun dalam dua tahun terakhir. Apakah mas dokter punya solusi?" Tanya Sarmila.
"Oh ya saya lupa memperkenalkan diri. Saya Yosep firmansyah, kepala dokter di rumah sakit budi Asih Technology. Dan direktur di Raimu CRC." Kata Yosep sekalian promosi.
"Senang berkenalan dengan mas dokter Yosep. Saya Sarmila dan ini putra saya Krista." Kata Sarmila dengan raut muka berseri-seri sambil menunjuk Krista.
"Saya Krista mas dokter."Kata Krista dengan raut muka tersenyum. "Jadi mas Yosep dokter heboh yang terkenal itu? Dan juga bukannya kafe Raimu CRC itu kafe yang sedang lagi viral sekarang? Saya pernah kesana mas dokter, tapi saya akhirnya menyerah dan pulang karena pengunjungnya sangat banyak serta membludak!"
"Ya, sekarang bisa order online kok di aplikasi Raimu CRC bisa didownload di google playstore. Kami telah melaunchingnya kemarin dan hari ini sudah bisa di order!" Kata Yosep.
"Oh baguslah mas dokter. Saya jadi tidak perlu repot-repot kesana meskipun saya ingin sekali makan disana sambil berswafoto di mobil supercar itu, hehehehe."Kata Krista.
"Ya sudah mas Krista kesana saja. nanti saya buatkan reservasi VVIP untuk mas Krista, saya yang traktir." Kata Yosep.
"Sungguh mas?" Kata Krista dengan raut muka berseri-seri.
"Ya sungguh. Bilang saja nanti ke waitres kalau saya yang pesan atas nama mas Krista." Kata Yosep.
"Siap mas dokter nanti saya ajak teman-teman juga, hahahaha." Kata Krista dengan tertawa terbahak-bahak. "Bu aku mau mandi dulu dan pergi ke Kafe mas dokter ya!"
"Ya sayang!" Kata Sarmila dengan raut muka senang, karena Krista tak pernah sesenang itu. Semenjak ayahnya Kardi meninggal Krista selalu murung. "Makasih ya mas dokter sudah membuat Krista bisa tersenyum kembali."
"Sama-sama bu. Saya juga ikut senang!" Kata Yosep dengan raut muka tersenyum. "Oh ya bu saya akan upgrade formula bapak. Untuk percobaan pupuk saya punya lahan padi 10 hektar nanti ibu bisa hubungi pak kades. Untuk proses produksi 30 ton pupuk butuh waktu berapa hari bu?"
"Biasanya 2-3 hari mas dokter." Kata Sarmila.
__ADS_1
Yosep mulai menulis ulang dan memodifikasi struktur formula pupuk, ia ingin membuat satu jenis pupuk yang bisa untuk semua tanaman budidaya. Tahan panas, tahan dingin, tahan segala hama dan terus berkembang meskipun kekurangan air dan bisa cepat panen hanya dalam waktu 15 untuk semua tanaman.