
3 hari kemudian.
"Mas, aku sudah bosen tidur begini. Una ingin pulang, masa sudah 3 hari belum ada yang menemukan kita? Pulang mas, pulang!" rengek Ryuna.
"Ya kamu sih, mobil bisa di panggil jarak jauh diceburin suruh siapa?" ledek Yosep. "Coba ada mobil itu, kita sudah pulang dua hari yang lalu."
"Maaf deh mas, Una gak sengaja. Maafin Una mas!" Ryuna memohon sambil bergelayut manja.
"Ya, ya, ya," balas Yosep dengan nada malas.
Yosep dan Ryuna sudah mencoba berbagai cara agar tim penyelamat datang namun belum menemukan hasil. Tidak ada satu pun kapal nelayan yang lewat atau helikopter penyelamat mendekat.
"Mas kita cari saja pulau yang ada penduduknya bagaimana? Nanti kita bergantian mas terbang pakai sepatu kuda sembrani, aku pakai cyborg armor suit," usul Ryuna.
"Ide bagus. Energi hawa murni saya juga sudah pulih, kita ke arah barat laut!" Yosep menunjuk berlawanan dari matahari terbit.
Yosep mengeluarkan sepatu kuda sembrani dari inventori sistem, lalu memakainya dan mengangkat tubuh Ryuna ala bridal style. "Jurus moksala rudra, kecepatan penuh!"
___
___
___
Yosep sampai di Bandara Laksamana Hang Nadim, dalam keadaan nafas terengah-engah, energinya terkuras habis setelah terbang mencari arah selama 2 jam. "Mas kita sampai di Bandara, tapi pesawat yang menuju Bandara Kertajati baru ada esok hari lagi," ucap Ryuna memapah Yosep dan menyandarkannya pada kursi yang berjejer rapi di Bandara.
"Hah, hah, hah ... ya sudah. Booking saja tiket pesawatnya dahulu, ini kartu atm SVVIP milik mas. Tahu kan kode pinnya, dan belikan mas air lalu booking hotel, mas lapar, hah, hah, hah," ucap Yosep terengah-engah.
"Hmm!" Ryuna menganggukan kepala, membawa kartu atm SVVIP milik Yosep ke arah counter booking tiket. Ryuna mendapatkan barisan ke delapan belas, tiba-tiba ada seorang pemuda menyela antrian Ryuna yang sudah dekat ke counter pembelian.
__ADS_1
Counter tiket ini dipergunakan untuk pembelian tiket darurat 24 jam sebelum keberangkatan. Jadi banyak orang baru datang yang buru-buru ingin cepat mendapatkan tiket pesawat.
"Mba, tiket ke Jakarta yang 4 jam lagi berangkat!" pemuda itu menyela antrian dan langsung memesan tiket.
Bug!
Ryuna menginjak kaki pemuda itu sekuat tenaga hingga bengkak, "Aw! Kamu gila ya!" Pemuda memegang kakinya dan memelototi ke arah Ryuna.
"Kamu yang gak waras, lihat orang di belakang sana mengantri! Tapi pemuda tolol seperti kamu malah menyela seenaknya saja. Kalau orang tidak tolol, mana mungkin menyela." Ryuna menunjuk tangannya sambil membalikan badan ke arah pelanggan yang mengantri lalu berbalik kembali memberikan kartu atm SVVIP pada petugas counter tiket. "Dua tiket mba, ke Bandara Kertajati."
Pemuda itu marah dan tidak terima melayangkan tamparan ke atah Ryuna, ia merunduk dan langsung memukul perut pemuda itu hingga terpental menabrak tempat sampah.
Bang!
Swush!
Brak!
"Mba sebaiknya jangan berurusan dengan pemuda itu, dia itu anak bos mafia di provinsi Riau," lirih petugas counter.
"Mba tidak lihat kartu ini!" Ryuna menunjuk kartu atm SVVIP milik Yosep. "Dan tahu kan nama tulisan emas yang tertera disana siapa? Jangankan geng bos mafia Provinsi Riau, Singapura saja diluluhlantakan, bahkan perdana menteri keparat itu dihabisi oleh pemilik kartu ini."
Semua pelanggan bergidik ngeri, membayangkan video yang mereka lihat waktu Singapura di lempari bom partikel H2O dan sekarang Singapura menjadi dataran tandus yang rata.
"Dan itu suami saya pemiliknya, jika dia mau Bandara ini saja sanggup dia beli. Maafkan aku mba bukannya sombong, lebih baik jangan berurusan buruk dengan suami saya dan akhirnya selalu buruk," imbuh Ryuna sambil menunjuk Yosep sedang duduk bersandar di kursi dalam keadaan terkulai lemas.
"I-iya nona muda , ma-masf. Silahkan, tiketnya sudah dicetak!" Pelayan counter memberikan dua tiket. "Harso! Tolong layani dengan baik nona ini. Tunjukan hotel yang paling mewah di sekitar Bandara."
Setelah melihat kartu dan wajah Yosep semua orang mengenali, jika itu adalah orang terkaya di Indonesia. Mereka tak mau berurusan dengan Yosep, meskipun Yosep sangat baik tapi kalau sudah disenggol pasti dibacok.
__ADS_1
Ryuna ke minimarket membelikan Yosep minuman, dan makanan ringan. Di depan sudah ada 10 orang laki-laki berbadan kekar dengan tato di sekujur tubuhnya, "Habisi wanita itu!" tunjuk pemuda anak bos mafia di Provinsi Riau bernama Tengku Riyansyah.
Ryuna keluar dari minimarket sudah di hadang 10 orang kekar, banyak orang yang lalu lalang tapi tak ada satu pun yang berani membantu. Tanpa basa-basi 10 laki-laki kekar langsung menyergap Ryuna.
Mata Ryuna menyorot tajam, kali ini tidak ada kata main-main terpancar dari tatapan matanya. Ryuna menekan jam tangannya mengalirkan energi cyborg armor suit tanpa harus memakainya, aura membunuhnya keluar.
"Pedang energi!"
Ryuna menarik gagang pedang dengan tangan kanannya, muncul pedang saber berwarna merah. Dalam satu gerakan tebasan cepat, Ryuna memotong kedua 11 pasang tangan termasuk tangan Tengku Riyansyah.
Slash!
Potongan Ryuna sangat rapi, 11 orang memekik keras. "Aaaakh! Tanganku!" Mereka terduduk lemas sambil melihat kedua tangan masing-masing telah putus.
Ryuna meningalkan mereka tanpa menengok sedikit pun, kedua tangannya dipenuhi plastik berisi makanan ringan dan minuman.
***
Bunker Rahasia Pentagon, Amerika.
"Bagaimana langkah kita selanjutnya?" PM Belanda Stark Mute mengetuk-ngetuk meja bundar dengan lima jari tangan kanannya. "Singapura sudah rata dengan tanah, kita tidak bisa lagi berbisnis di ASEAN. Negara ASEAN, Jepang, Taiwan, Hongkong dan Macau bahkan Korea Utara serta Korea Selatan sudah menjadikan Indonesia sebagai kiblat bisnis mereka."
"Biarkan saja mereka melakukannya, kita akan menaikan biaya ekspor-impor untuk negara ASEAN dan daftar negara yang membelot. Kita akan lakukan perang dagang, apakah Ochobot Technology mampu mengatasinya?" Presiden Jasoph Checkmate menyeringai licik.
"Ya aku setuju. Untuk masalah Asia, serahkan saja padaku. Indonesia pasti akan mati kutu setelah kita menaikan harga komoditi keperluan mereka, mereka adalah pengimpor komoditi kita hampir 95% untuk kebutuhan industri mereka," timpal Presiden Nyot Suzu.
"Lalu wilayah Singapura bagaimana? Apakah kita akan melepasnya?" tanya Presiden USA Donal duck.
"Lepaskan saja, toh wilayah itu sudah tak ada gunanya lagi untuk kita. Jika mereka ingin mencaploknya berikan saja, dan buat mahkamah internasional untuk menyetujui surat pemindahan kekuasaannya pada Indonesia," jawab presiden UEA Abu Varawan.
__ADS_1
"Ya wilayah tandus dan gersang bekas bom itu bisa apa? Dan apa yang bisa dihasilkan disana? Wilayah itu menyedihkan seperti pemimpin negaranya," cibir Presiden Jerman Van Nistelrock.