
Matahari sudah di ufuk barat, Yosep masih terus bertarung dengan wanita bertopeng naga. Kedua gerakan mereka sama-sama gesit dan lincah, mampu menahan serta menghindari serangan masing-masing.
Mereka sudah bertukar ratusan jurus dan ribuan gerakan namun belum ada tanda-tanda siapa yang akan tumbang duluan. "Hebat juga kau bocah! masih bisa meladeniku!" Kata wanita bertopeng naga yang terus menusuk dan menebas belatinya ke arah Yosep.
"Akan ku akhiri, seratus totok jari petir!" Yosep pertama menotok kedua sendi tangan wanita bertopeng untuk melumpuhkan kepalan tangannya. Kedua belati miliknya terjatuh karena tangannya mati rasa terkena totok jari petir Yosep.
"Bedebah kau bocah!" Umpat wanita bertopeng dengan raut muka kesal dibalik topengnya karena tangannya sudah tak bisa mengepal. "Jangan kau pikir tanganku tidak bisa bergerak aku sudah tak bisa menyerang dengan pukulan. Rasakan tendanganku, jurus tendangan tanpa bayangan!"
Wanita bertopeng naga melepaskan tendangan beruntun yang sangat cepat. Yosep hanya memiringkan kepala dan badannya untuk menghindari serangan tendangan tanpa bayangan. Yosep juga berhasil menotok pergelangan kaki, pergelangan lutut kedua kaki wanita bertopeng.
"Bruk!" Suara wanita bertopeng terduduk lemas akibat kakinya mati rasa terkena jurus totok jari petir.
"Hahahaha, hanya segitu saja langsung lumpuh." Yosep tertawa melihat wanita bertopeng naga tak berdaya dan terduduk lemas. Yosep lalu mengikat mereka bertiga lalu keluar melaporkannya pada polisi.
Sementara itu Siska yang sedang mengejar pria bertopeng kura-kura, masih terus berlari cepat. "Berhenti atau aku tembak!" Ancam Siska.
Pria bertopeng kura-kura terus berlari dan tak menggubris peringatan Siska yang sudah menodongkan pistol revolver miliknya. Pria bertopeng tiba-tiba berhenti dan menumpukan kaki lalu lompat ke atas dengan salto ke belakang dan jatuh di belakang Siska serta mengacungkan pisau lipat dileher Siska.
"Diam, jangan bergerak atau aku akan menusukan pisau ini ke lehermu!" Ancam pria bertopeng kura-kura.
Siska lalu menjatuhkan pistol miliknya. "Baiklah aku menyerah!" Kata Siska dengan mengangkat kedua tangannya ke atas.
Yosep mengejar Siska karena takut terjadi apa-apa dengannya. Orang yang dihadapi Siska bukan orang biasa, Yosep sudah merasakannya sewaktu mengedarkan pandangan mencari Anto.
"Woy kapten dimana kau!" Teriak Yosep yang sengaja mengalihkan fokus pria bertopeng kura-kura.
Siska segera menginjak kaki kanan dan menyikut perut pria bertopeng kura-kura. "Aw!" Pekik pria bertopeng kura-kura lalu Siska melompat dan memutar badannya di udara untuk melepaskan tendangan 180 derajat. Kaki Siska juga terkena tusukan pisau lipat pria bertopeng sebelum ambruk ke tanah.
Siska memegangi kaki kiri yang terkena tusukan, darahnya mengalir deras. Yosep berlari cepat dan menyobek kaos putih oblong miliknya dan mengikatnya pada kaki kiri Siska untuk menutupi luka tusukan pisau lipat, agar darahnya tak banyak keluar.
__ADS_1
Yosep meminumkan pil kintamani untuk menghentikan pendarahan pada kaki kiri Siska, wajah Siska sudah pucat pasi dan terkulai lemas.
Pria bertopeng berdiri dan mengumpar. "Cih sial! aku lengah. Aku akan membunuh kalian berdua disini bocah ingusan!"
Yosep yang bertelanjang dada dan memakai sandal hijau bermerk sky boat, perutnya berbentuk eight pack langsung melompat untuk melepaskan tendangan. "Rider kick!" Kata Yosep dengan sorot mata tajam.
Yosep meluncur begitu cepat, tendangannya berhasil ditangkis. Pria bertopeng terpundur karena tak kuat menahan dorongan tendangan Yosep ia terjungkal dan berguling beberapa kali serta menabrak pohon tebu.
Badannya penuh sayatan karena ketika berguling, bergesekan dengan daun tebu yang cukup tajam. Pria bertopeng berdiri dengan menahan tangan ditanah, "Bocah ingusan itu cukup sakti juga. Kekuataanya jauh di atasku, lebih baik aku kabur saja!" Batin pria bertopeng kura-kura dengan baju dan celana robek terkena sayatan daun tebu.
"Jangan berpikir untuk kabur!" Teriak Yosep yang sudah berada di belakang pria bertopeng kura-kura dan memukul tengkuknya dengan jurus jari bumi. Pria bertopeng kura-kura langsung pingsan.
Anto dan wakil kapten Marno datang bersama 10 orang anggota polisi. "Kalian ini sudah kaya film india, inspektur vijay. Musuh sudah berhasil dilumpuhkan baru datang!" Ledek Yosep sambil menggendong Siska yang masih terkulai lemas kehilangan banyak darah.
[Telolet]
[Selamat tuan berhasil menyelesaikan misi]
[Misi : Temukan Anto dan selamatkan.
Hadiah : Semua karyawan akan tunduk dan patuh 1000% pada majikan. 100% saham sam'ung elektronik.
Batas waktu : 24 jam
Hukuman: Anto mati
Status : berhasil]
[Semua karyawan Wijaya Shield sudah tunduk dan patu pada majikan. Surat kepemilikan saham sam'ung elektronik sudah ditransfer ke rumah majikan]
__ADS_1
[Selamat menghabiskan uang majikan]
Semua Anggota polisi dan Anto hanya bisa tertawa mendengar ledekan Yosep. Semua penjahat sudah berhasil di lumpuhkan polisi, mereka semua sudah di bawa ke polres Indramayu totalnya 84 tersangka.
Yosep menaruh Siska di mobil dinas miliknya dan memberikannya pil kelabang merah untuk menggantikan darahnya yang sudah keluar banyak. "Terima kasih mas Yosep. Saya gegabah, kalau tidak ada mas Yosep tak tahu mungkin apa jadinya." Kata Siska dengan raut wajah kagum.
Siska meskipun seorang polisi dia juga wanita yang cantik dan seksi. Gunung kembar ukuran D cup, rambut pendek seperti Amanda Manopo berwarna hitam, tinggi badan 175 cm, cukup tinggi bagi seorang perempuan.
"Tak perlu dipermasalahkan. Semoga lekas sembuh bu Siska!" Kata Yosep dengan raut tersenyum.
"Jangan panggil bu, kita hanya beda 5 tahun saja. Aku ini juga masih muda, masa dipanggil bu. Panggil saja Siska!" Kata Siska dengan raut muka tersenyum.
"Ya siap, Siska!" Kata Yosep sambil memberikan gerakan hormat PBB (pelajaran baris berbaris) pada Siska.
"Kenapa jantungku malah berdetak kencang ketika melihat senyum di wajahnya. Hai Siska sadar dia itu calon suami orang!" Batin Siska dengan pipi merah merona.
"Hai bro mari kita pulang!" Teriak Yosep pada Anto.
"Siap bos, tapi kita pulang naik apa?" Tanya Anto yang bingung karena semua mobil polisi sudah kembali ke kantor polres hanya menyisakan Yosep dan Anto berdua.
"Jangan khawatir!" Kata Yosep menenangkan Anto, lalu memanggil motor yamaha R15 miliknya yang masih ia sembunyikan di semak-semak pepohonan tebu. "System pengendali jarak jauh!"
[Perintah suara diterima]
Motoe Yamaha R15 yang berbentuk motocros segera menghampiri Yosep dan membuat Anto ketakutan. "Bos ada motor hantu bos, ayo pergi! aku takut!"
Yosep menjitak kepala Anto, "Dasar! badan saja besar tapi sama hal begituan saja takut. Itu motor saya yang punya kemudi automatis dan jarak jauh."
"Ampun bos ampun!" Kata Anto dengan wajah iba. Mereka berdua meninggalkan hutan tebu PG Jatitujuh menuju ke rumah sakit budi asih technology untuk memeriksa Anto dan memastikan agar tidak apa-apa.
__ADS_1