
Malam hari tepat pukul 23.00 waktu Meksiko.
20 prajurit lengkap yang dipimpin oleh Kapten Moka sudah bersiap dengan pakaian hitam lengkap agar menyatu dengan kegelapan malam, mereka memakai goggle semua jenis penglihatan, mulai dari tembus pandang, penglihatan malam, penglihatan sensor panas, dan penglihatan jarak jauh.
Yosep berada di dalam drone besar antara perbatasan markas rahasia militer Ochobot Technology dengan wilayah Veracruz dekat laut gulf of mexico yang dihuni markas Pablo Esteler.
Yosep mengendalikan lebih dari 5.000 drone cypher tipe penyerang seperti drone 2-6. Drone cypher tipe dua bersenjatakan misil pengunci target, drone cypher tipe tiga bersenjatakan laser, drone cypher tipe empat bersenjatakan senjata laras panjang untuk menembak jarak jauh, drone cypher tipe lima bersenjatakan gatling gun, dan drone cypher tipe 6 bersenjatakan pelontar granat dan bom.
Masing-masing 1.000 drone, Yosep tempatkan 2500 drone mengelilingi markas rahasia dan 2500 lainnya terbang di atas markas Pablo Esteler dengan mode stealth (tidak bisa dilihat oleh mata atau sistem canggih apapun).
Sementara itu dua puluh prajurit di terjunkan dengan pesawat N-jet dari ketinggian 5.000 meter di atas markas Pablo Esteler. Misi mereka mencuri sepatu kuda sembrani.
"Tuan kami sedang turun, dalam 5 menit kami akan tiba di tepi pantai batu karang Veracruz dekat markas Pablo Esteler!" lapor Kapten Moka yang matanya berkeliling mencari tempat mendarat yang sempurna melalui sambungan handsfree. Semua prajurit super elite juga sedang dalam mode stealth, agar tidak diketahui musuh.
"Baik, hati-hati. Lakukan yang terbaik!" balas Yosep melalui handsfree, kepalanya sudah memakai helm Sachza dan matanya mengawasi dari CCTV yang terpasang dari 5.000 cypher drone. Ketika memakai helm Sachza, penglihatan Yosep akan terhubung dengan semua drone cypher yang terhubung tanpa kesulitan.
Ketika terjadi penyerangan pada satu drone atau orang yang ditandai pada sistem Sachza sebagai kawan, maka drone cypher akan mengirimkan sinyal bahaya pada Yosep untuk melakukan tindakan perlindungan.
20 prajurit elit turun menggunakan wing suit dan menukik tajam mengikuti petunjuk Moka sebagai kapten tim. Moka sudah menemukan tempat pendaratan yang sempurna, hanya dijaga dua orang tentara bayaran di atas menara pengawas.
"Tuan, kami ingin mendarat. Tolong bereskan dua penjaga di sebelah selatan dekat pantai batu karang, agar kami mendarat tidak mendapatkan gangguan!" pinta Moka, ia hanya ingin ketika mendarat pasukan musuh tidak mengetahuinya meskipun memakai mode stealth.
"Baik!" Yosep mengarahkan dua drone cypher 4 yang bersenjatakan SVD. Lalu menggerakan drone itu untuk membidik dua penjaga lalu menekan tombol menembak.
Cug!
__ADS_1
Senjata SVD milik cypher 4 yang diberikan peredam menembakan peluru dan mengenai penjaga tepat di jantung mereka, "mampus kau! Ini percobaan pertama drone miliku!" ujar Yosep sambil menyeringai jahat.
Moka mengacungkan jempol ke arah kamera CCTV cypher yang menembak dan mendarat dengan sempurna bersama 19 prajurit super elite lainnya. Moka menunjuk Koska dan Soska prajurit elit kembar untuk berjaga di atas menara pengawas menggantikan tentara bayaran yang tertembak. "Kita akan mengamankan jalan kabur di sini!" titah Moka, Koska dan Soska menganggukan kepala lalu naik ke menara pengawas.
Riko maju ke depan, matanya berkeliling dengan menyiagakan Pistol M-17 yang sudah diberi peredam. Semua senjata prajurit elit yang dibawa menggunakan peredam. Satu tentara bayaran muncul, ia sedang berpatroli dan melaporkan bahwa kondisi aman terkendali.
Cug!
Riko menembakan pistol M-17 dari balik dinding tanpa melihat tentara bayaran dan menembus kepala tentara bayaran menyebabkan ia tewas seketika. Riko adalah prajurit super elite yang ahli dalam menembak jarak dekat maupun jarak jauh, dalam sekilas pandang Riko sudah bisa menentukan target dan melepaskan tembakan meskipun tanpa melihatnya lagi.
Riko melambaikan tangan menandakan situasi terkendali, Ronta menemani Riko berjaga mengamankan jalan kabur. 16 prajurit super elite lainnya masuk ke dalam markas bagian dalam, Banto ahli senjata jarak dekat menggunakan belatinya mengendap-endap dan menggorok leher tentara bayaran dengan cepat.
Crash!
Kinta melemparkan belati kecil dan tepat mengenai 6 tentara bayaran di kepala mereka. Mereka berdua juga sudah mengamankan jalur kabur di bagian tengah bersama 8 prajurit super elit yang sudah bersiaga.
"Tenanglah Moka, jangan terburu-buru minumlah pil kupu-kupu untuk menenangkan pikiranmu. Saya akan membukakan pintu ini segera!" Yosep langsung meretas pintu itu dengan laptopnya 10 detik sudah terbuka. "Sudah terbuka, tenanglah dan hati-hati!"
Moka menelan pil kupu-kupu lalu perlahan masuk dengan mengendap-endap, semua jebakan di dalam ruangan khusus juga sudah dinonaktifkan oleh Yosep. Moka mengambil secara cepat dengan melompat harimau lalu berguling dan menyimpan sepatu kuda sembrani di dalam tas kecilnya.
"Tuan misi berhasil kami akan keluar dalam 5 menit, segera kirimkan pengangkut!" pinta Moka lalu keluar dari ruangan khusus dan melambaikan tangan dengan jari tengah di acungkan menandakan misi berhasil.
"Baik, dalam 5 menit pengangkut akan tiba!" balas Yosep sambil mengirimkan pesawat N-jet tanpa pilot yang dikendalikan oleh Yosep. "Bergegas dalam 5 menit saya akan melakukan serangan brutal!"
Moka bersama 5 prajurit elite segera berlari, namun salah satu prajurit elite bernama Rafli ceroboh menekan tombol alarm peringatan.
__ADS_1
Wiuw!
Wiuw!
"Gawat!" gumam Moka. Rafli yang menyadari kesalahannya terpaku dan melambaikan tangan untuk kabur dahulu, ia akan menahan tentara bayaran yang akan mengejar.
Semua tentara bayaran di dalam markas langsung berhamburan mencari dimana adanya penyusup. Mereka menemukan jejak mengarah pada bagian markas di selatan, Rafli bersembunyi di balik dinding samping pintu keluar dari ruangan khusus.
Moka juga tidak tega meninggalkan Rafli dan memberikan tas berisi sepatu kuda sembrani pada Stephanie prajurit super elite wanita satu-satunya.
Dor!
Dor!
20 tentara bayaran menembaki Rafli yang bersembunyi di balik dinding, Rafli merunduk dan melempar pelan granat dengan menggelindingkannya dibawah permukaan lantai ke arah 20 tentara bayaran.
Boom!
Duar!
"Aaakh ...!" 20 tentara bayaran memekik dan lalu tergelatak di tanah dengan luka parah kemudian tewas seketika. Rafli keluar dari balik dinding menuju Moka yang melindungi Rafli dengan menembakan senjata M-407 untuk menghalau 30 tentara bayaran.
Dor!
Dor!
__ADS_1
Dor!
20 tentara bayaran terkena tembakan Moka, tepat di tengah dahi mereka dan langsung tewas seketika.