
Yosep turun dari taksi online di depan halaman Raimu CRC toko pertama sekaligus terakhir, di depan halaman sangat ramai dipenuhi karyawan yang sedang berdemo, kegiatan ini hampir setiap hari hingga tak ada satu pun pelanggan yang datang.
"Terlalu mengenaskan kehidupan mantan istri saya ini. Sampai-sampai mantan mertua saya keduanya jatuh sakit yang satu sakit fisik dan yang satunya lagi sakit mental. Itu karena ulah anak mereka sendiri yang egois dan keras kepala, bisa dibilang karena saya juga yang selalu memanjakan mereka dengan harta."
"Permisi mbak! Permisi mas!" Yosep membuka jalan yang tertutup oleh kerumunan mantan karyawan dan karyawati Raimu CRC.
"Ah! Itu pak big bos!" teriak salah satu mantan karyawan.
"Eh! Ya itu pak big bos!" timpal mantan karyawati.
"Tapi ada apa ia kemari? Bukankah CEO gila itu telah mengumumkan bahwa perusahaan Raimu CRC bukan lagi bagian dari Raimu grup. CEO gila itu juga bilang kalau pak big bos bangkrut dan begitu juga dengan Raimu grup," tanya mantan karyawati menelisik.
"Hei! Kamu tahu pepatah berlian yang masuk ke dalam kotoran tidak akan merubah jati dirinya sebagai berlian?" mantan karyawan sebelahnya menyipitkan mata. "Ya itulah pak big bos, meskipun sudah bangkrut dia bangkit sekarang mendirikan Yo and Ra food truck."
"Kamu tahu darimana? kok aku gak diberitai eh diberitahu? Tahu begitu aku melamar lagi saja ke perusahaan baru big bos, enak kebijakan perusahaannya selama ini kita hidup sejahtera dan nyaman bekerja di Raimu. Tapi semenjak CEO gila itu yang memimpin, gaji juga bisa telat transfernya sampai satu setengah bulan, kan gendeng," gerutu mantan karyawati yang lain.
"Ya, kamu benar. Beberapa hari yang lalu aku melamar ke sana, tapi karena banyak yang melamar jadi di batasi sementara 10 orang/hari yang diterima. Tapi semuanya pasti bekerja menunggu food truknya saja yang sudah jadi dan siap jualan," jawab mantan karyawan di belakangnya.
"Kasihan juga mereka yang harus jadi korban," batin Yosep.
Yosep berjalan perlahan ke arah pintu kafe, di dalam hanya ada Ayane di lantai satu dan Zahra yang sedang duduk dengan raut wajah frustasi di lantai dua ruangannya, Di depan pintu juga ada 20 orang penjaga keamanan yang menjaga agar para mantan karyawan dan karyawati tidak merangsak masuk.
"Selamat siang pak! Izinkan saya masuk menemui nona Zahra!" pinta Yosep dengan tersenyum ramah, para penjaga keamanan seperti mendapatkan angin segar setelah melihat Yosep.
"Silahkan, pak big bos!" ucap salah satu sekuriti berkumis tebal. Para penjaga keamanan membukakan jalan bagi Yosep, "Kami rindu sekali dengan pak big bos!"
Yosep hanya diam, tersenyum ramah dan menatap mereka satu persatu sebagai balasan untuk semua sekuriti. Yosep berjalan masuk melewati pintu lobi kafe lalu membalikan badan, "Mohon doanya ya pak, agar saya bisa mengambil alih lagi perusahaan ini!" ucap Yosep dengan tersenyum ramah.
__ADS_1
"Aaamiin!" ucap serentak semua sekuriti.
Puluhan karyawan di depan penjaga keamanan juga mengaamiinkan doa Yosep, "Aamiin!" semua karyawan akhirnya terduduk dan ricuh lagi.
"Semuanya kita tunggu kabar baiknya! Pak big bos akan mengambil alih perusahaan ini lagi!" teriak ketua orasi.
"Hore!" semua karyawan dan karyawati bersorak gembira.
Yosep tersenyum ke arah Ayane, "Maaf nona, saya Yosep yang akan mengakuisisi perusahaan ini dan ingin bernegosiasi dengan nona Zahra!" Yosep menunduk hormat pada Ayane dengan raut muka tersenyum. Ayane tidak tahu jika Yosep adalah ompemilik Raimu CRC sebelumnya, sekaligus mantan suami Zahra karena Ayane sekretaris baru.
Ayane mengamati Yosep dari atas sampai bawah, karena Yosep tampak bukan sebagai seorang investor atau pun pengusaha lebih mirip gelandangan, hanya memakai kaos oblong putih, celana training hitam dan juga sandal jepit putih merk skyboat.
Tiba-tiba Zahra turun dari tangga, "Hei! Hei! Hei! Apa yang kau lakukan disini, pria miskin? Mau mengemis?" cibir Zahra menyipitkan mata. "Apa mau minta uang padaku? Jangan bermimpi! Hidupku saja sedang susah, lihat diluar!"
Plak!
Plak!
"Ma-mas, le-lepaskan! A-aku bi-bisa mati!" lirih Zahra dengan nada terbata-bata, tubuhnya di lempar ke arah meja kasir.
Brak!
"Guhak!" Zahra memuntahkan darah, wajahnya meringis kesakitan, cairan bening di kelopak matanya mengalir. "Mas, maafkan Zahra mas!"
Ayane merinding, badannya gemetar, wajahnya pucat, terduduk lemas di lantai. Tim throne army yang terdiri dari 10 orang masuk bersama Syilvia dan Vanya. Yosep meminta Vanya untuk kembali untuk mengurus Raimu CRC yang akan dirubah namanya menjadi Yo and Ra Cafetaria. Raiden yang akan menjadi CEO PT. JAL, menggantikan Vanya, Yosep mengiming-imingi gaji 1 milyar/bulan dan fasilitas yang lebih mewah, tentu saja Raiden sebagai suami menyetujuinya.
Chris mengunci pintu kafe dari dalam dan tak biarkan orang berada di luar masuk. "Ayane? Apa kau sudah menyiapkan semua dokumennya yang berhasil kau ambil kembali?" tanya Sylvia yang menempatkan Ayane sebagai mata-mata di Raimu.
__ADS_1
"Sudah nona!" Ayane menganggukan kepala dan memberikan semua dokumen penting milik Raimu. "Ini nona!"
Yosep raut mukanya merah padam, urat ototnya keluar, semua orang di dalam kafe tercengang belum pernah mereka melihat Yosep semarah ini sampai-sampai aura membunuhnya keluar dan menekan semua orang hingga sesak nafas.
"Ra-rasanya sesak sekali," lirih Chris.
"Ya bro!" timpal Jin lirih.
Aura membunuhnya juga keluar menekan semua orang yang berada di luar kafe hingga radius 200 meter. Auranya sebagai kaisar benar-benar menekan dan mendominasi, "Bagaimana kalau saya habisi kau, hah?!" Yosep menarik keras rambut Zahra yang panjang.
Selama bersama dengan Yosep, Zahra belum pernah melihat Yosep semarah ini. Semua orang bergidik ngeri, badannya gemetar, dan wajahnya pucat pasi hingga terduduk lemas.
Plak!
Plak!
Yosep menampar pipih Zahra hingga membuat gigi gerahammnya atas dan bawahnya copot. "Ma-mas, maafkan aku!" lirih Zahra.
"Saya tak peduli!" Yosep menyeringai jahat, lalu kembali menyiksa Zahra sampai babak belur, bahkan kedua kakinya di patahkan. "Mulai sekarang kau tidak akan bisa berjalan lagi, hahahaha."
Krak!
Krak!
"Mas! Mas! Sudah hentikan!" Ryuna dan Zahra mencoba masuk dengan mengetuk-ngetuk pintu dengan keras. "Chris! Chris cepat buka!"
Chris dengan merangkak mendekati pintu dan membuka pintu kafe, semua sekuriti pun terduduk lemas tertekan aura kaisar milik Yosep. Ryuna dan Rany berjalan ke arah Yosep dengan cukup berat, tertekan aura kaisar pembunuh miliknya.
__ADS_1