SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP

SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP
System Kekayaan Berkedip -50 Azab Penghina Orang Miskin


__ADS_3

Jarak Anunya motor ke kantor cabang bank ABC cukup dekat hanya 8 menit. Yosep keluar dari mobilnya, seperti biasa Yosep memakai sandal jepit bermerk sky boat dan kaos oblong berwarna putih serta celana training.


Tak ada satu pun yang melihat Yosep turun dari mobil supercarnya. Antrian sudah memanjang di bank, Yosep dengan santai melewati antrian nasabah. "Hai anak muda ngantri, kamu tak tahu budaya ngantri!" Teriak bapak paruh baya berambut putih.


"Ya jadi orang tuh harus ngantri, apakah kamu bukan orang indonesia atau jangan-jangan dari planet mars." Ledek emak-emak dengan sanggul yang besar.


"Maaf pak bu, saya ini nasabah VVIP bank ABC. Jadi saya berhak mendahului bapak dan ibu semua, kalau kalian tak percaya tanya saja bapak dan ibu petugas banknya. "Jelas Yosep.


"Hahaha, orang sepertimu! mana mungkin nasabah VVIP, hahahaha. Jangan bermimpi!" Semua orang menertawakan Yosep.


"Baik mba teller tolong tarik uang 1 milyar dari kartu ini." Kata Yosep dengan raut muka kesal.


"Hahaha paling isinya cepe, hahahaaha!" Cibir security bank ABC.


"Ya, sok-sokan ngaku orang kaya, woy kampret kopimu kurang kental tidurmu kurang miring. Makanya mimpi di siang bolong. Pak usir saja orang ini, bikin gaduh saja!" Cibir emak-emak yang memakai kebaya dan tusuk konde.


Tiba-tiba Kartono datang dengan berpakaian setelan jas berwarna merah. Kartono ingin menyetor uang perusahaanya 500 juta. "Ada apa ini bapak dan ibu-ibu ribut-ribut?" Tanya Kartono.


"Nah kalau tuan ini saya percaya, kalau dia bisa mengambil uang 1 milyar dari kartu atmnya. Bukan macam kamu kampret!" Cibir teler laki-laki. "Mari tuan Kartono, anda mau menyetor uang kan!"


Kartono seperti tidak asing dengan orang yang dibicaraj oleh teler lalu menghampiri Yosep. "Oh jadi kamu si miskin dan al fakir. Kamu sok gaya-gayaan mau ambil uang satu milyar, woy jangan mimpi. Sekalipun dirimu dijual ke keluarga Wijaya juga, kamu tak akan mampu bodoh!"


Teler laki-laki mau memproses setoran Kartono tapi Yosep menyela. "Tunggu bukankan aku duluan pelanggan VVIP yang harus dilayani."

__ADS_1


"Kamu itu jangan mimpi. Pergi sana!" Teriak Kartono dan teler laki-laki bernama Kasmin.


Yosep menghela nafas panjang dan mengambil kartu di sakunya lalu meletakan di atas meja teler. Semua orang masih menertawakan Yosep, "Baik kalau di dalam kartu ini tidak ada uang satu milyar. Saya Yosep Firmansyah berjanji tak akan menginjakan kaki di bank ABC lagi dan akan menggonggong seharian di depan pintu hall."


"Tapi jika kartu ini ada uang satu milyar, kalian semua disini harus merangkak dan menggonggong tiga kali didepanku, satu persatu." Kata Yosep dengan sorot mata tajam.


"Baik kami setuju. Bersiap-siaplah jadi anjing, hahahaha." Kata semua orang didalam kantor bank ABC cabang Jatibarang termasuk Kartono.


Teler menerima kartu platinum milik Yosep, mukanya pucat dan tangannya gemetaran. Teler sangat paham kartu yang dipegangnya bukan kartu biasa, ibarat kepalang basah sudah berjanji mau tak mau harus ditepati. "Bodoh! habislah aku!" Batin teler laki-laki.


Teler laki-laki menggesekan kartu Yosep ke mesin EDC miliknya dan mengecej ternyata uangnya ada satu milyar lebih, wajahnya tambah pucat dan terduduk lemas.


Semua orang yang tertawa tiba-tiba terdiam setelah melihat teler terduduk lemas. "Pak ada apa. Bapak bercanda kan, kartu itu pasti isinya tak ada satu milyar." Kata Kartono lalu melihat angka digital yang tertera satu milyar lebih dan langsung pingsan.


Yosep menangkap Kartono dan memapahnya lalu menaruhnya di sofa untuk nasabah menunggu. Lalu kembali ke Kasmin, "Tolong cepat pak ambil semua uangnya. Saya berjanji tidak akan menyimpan dibank ini lagi. Kata Yosep dengan sorot muka tajam.


"Baik kalau begitu 500 juta saja. Lain kali jangan selalu menilai orang dari pakaiannya saja." Kata Yosep dengan raut mata yang tajam lalu memandangi semua orang yang terpaku karena mereka sudah membayangkan akan menggonggong tiga kali dan bersikap seperti anjing.


Kasmin menelepon manajer bank ABC Kantor cabang Jatibarang untuk transaksi sebesar itu. Manager bank bernama Sadmin turun dan menghampiri Yosep, "maaf tuan uang sebanyak itu kami tidak bisa memprosesnya satu hari. Biasanya dua sampai tiga hari."


"Baik kalau kalian mempersulitku, aku mau ambil satu milyar dan saya tak akan mau lagi menyimpan uang dibank ini." Ancam Yosep dengan menyeringai licik. Kalau kalian masih mempersulitku juga, aku akan telefon ayah mertuaku tuan Setyo Wijaya. Biar kalian semua dipecat."


Yosep tahu Setyo adalah pemilik Bank ABC, merupakan cabang perusahaan Wijaya Group dan 60% saham Wijaya group adalah milik Yosep. Berarti Yosep adalah bos besar Wijaya group, dia bisa melakukan apa saja dengan perusahaan dibawah pimpinan Wijaya group.

__ADS_1


"Ba-baik tu-tuan muda. Saya akan memprosesnya sekarang." Kata Sadmin dengan raut muka pucat pasi dan nada terbata-bata lalu mengambil uang 500 juta yang dimasukan dalam koper khusus dan memberikannya pada Yosep. "Ini tuan muda!"


Yosep menerima koper itu tanpa sepatah katapun dan bermuka datar lalu memandangi semua orang satu persatu. "Tepati janji kalian." Teriak Yosep dengan raut muka menyeringai licik.


Semua orang langsung merangkak dan menggonggong tiga kali seperti Anjing. Yosep merekam kejadian ini dan mengupload video tersebut ke media sosial miliknya dengan caption azab penghina orang miskin.


Semua netizen yang melihat video Yosep tertawa terbahak-bahak. Banyak komentar lucu yang tertulis dikolom komentar akun media sosial milik Yosep.


"Hahaha, rasakan orang ga ada akhlak!" Komen @Akukomenkamukamukomenaku.


"Sekali-kali orang songong harus di azab begitu." Komen @Enakudahkeluar.


"Sampah masyarakat harus digilas dicucian emak-emak." Komen @Salikinmencintaimusampaimati.


Yosep lalu pergi meninggalkan Kantor bank Abc cabang Jatibarang menuju desa mundakjaya blok badak untuk membeli bahan bangunan di haji Jono. Pak Awi sudah menelepon Yosep bahwa ia sudah berada di toko bangunan haji Jono.


30 menit kemudian Yosep sampai di toko bangunan haji Jono. "Maaf pak saya telat ya." Kata Yosep.


"Tidak nak Yosep, bapak juga baru sampai." Balas Awi.


"Ini pak uangnya, saya percayakan semuanya sama bapak dan saya harap estimasi pembangunan gudangnya tepat waktu atau kurang dari waktu estimasi. Semakin cepat semakin baik." Kata Yosep sambil memberikan koper dan surat tanda tangan kontrak yang sudah Yosep buat dengan materai 10000.


Pak Awi menandatangani surat kontrak tersebut. "Baik pak saya permisi, saya harap bapak bisa memberikan hasil terbaik dan sesuai ekspetasi saya." Kata Yosep lalu menyodorkan tangan untuk berjabat tangan.

__ADS_1


"Insyaa Allah, terima kasih juga nak Yosep bantuannya untuk keluarga kami. Sejujurnya bapak bersyukur ditengah ekonomi bapak yang lagi terpuruk nak Yosep memberikan Ambar dan bapak pekerjaan." Kata Awi dengan raut wajah bahagia tak terasa air matanya jatuh lalu menjabat tangan Yosep dan memeluknha


"Tidak apa-apa pak. Justru Yos dan keluarga yang banyak berhutang budi sama bapak. Kalau tidak ada bapak dan ibu Keluarga Yos, pasti sudah pergi dari desa." Kata Yosep lalu melepaskan pelukan Awi.


__ADS_2