
Plak!
"Jaga bicaramu!" Don Telo menampar Wong Kam Fung. "Aku membawamu bukan untuk berkelahi. Jika ada masalah tuan Yosep, selesaikan setelah ini. Jangan ikut campur dengan urusanku saat ini!"
Don Telo setelah mendengar penjelasan Chris, rasa hormat pada Yosep memuncak dan tak berani lagi memandang rendah Yosep. Apalagi Yosep adalah presiden Uni Asian and Afrikans, pemimpin yang sangat berkuasa saat ini, PBB pun tak berkutik dibuatnya.
"Bedebah kau Don Telo berani kau memerintahku! Aku hajar kau!" bentak Wong Kam Feng berapi-api.
Greb!
Kedua tangan Wong Kam Feng dipegang oleh Chris dan juga Karwi. "Tenang man! Jangan berbuat onar disini!" ucap Chris.
"Chris lepaskan dia!" Yosep membuka jas, dasi dan sepatu miliknya. "Jika kau ingin balas dendam, saya akan layani. Tapi tidak disini, nanti merusak properti hotel, ayo kita ke atas!"
Yosep mengajak Wong Kam Feng ke rooftop hotel. Don Telo dan Jack mengikuti bersama Jin, Lin, Karwi serta Chris juga ikut ke rooftop ingin melihat pertandingan antara Yosep melawan Wong Kam Feng.
"Tuan Don Telo kami berempat mau bertaruh denganmu. Aku bertaruh pada bosku 10.000 poundsterling, bagaimana beranikah?" Chris menyunggingkan senyumnya.
"Tentu saja, aku akan bertaruh untuk Wong Kam Feng. Ini pertarungan tidak ada urusannya dengan bisnis, masa 10.000. Bos kalian itu horang kayah, pasti gaji kalian sangat besar, bagaimana kalau 200.000 berempat?" tantang Don Telo.
"Ashiyaaap!"
"Deal!"
"Setuju!"
"Saya ikut!"
Yosep dan Wong Kam Feng bersiap, keduanya memasang kuda-kuda, dan melesat cepat melancarkan pukulan.
Bang!
Bang!
Keduanya beradu pukulan dan tendangan, Yose menyunggingkan senyum. "Lumayan, bagaimana kalau ini. Pukulan gada brahma!" Yosep mengumpulkan energi hawa murni di kepalan tangan kanan dan melesatkan pukulan secepat kilat.
Bang!
Swiiing!
__ADS_1
Wong Kam Feng terpental jauh dari rooftop hotel dan menggunakan ilmu meringankan tubuh. Yosep menghilang dari pandangan, kecepatannya luar biasa dalam sekejap sudah berada di belakang Wong Kam Feng.
Bang!
Shua!
Boom!
Yosep menendang punggung Wong Kam Feng dengan tendangan mahesora dupa, tubuh Wong Kam Feng menghantam permukaan jalan hingga membuatnya berlubang.
"Aaaaargh!" Wong Kam Feng meraung keras, tubuhnya menegang, dan menumpu pada kedua lututnya lalu melompat tinggi ke arah Yosep. "Naga mendaki gunung!"
Bang!
Kedua jurus beradu, jurus pukulan gada brahma melawan pukulan Naga mendaki gunung. Gelombang kejut pukulannya menggetarkan kaca-kaca gedung disekitarnya.
"Ada apa?"
"Apa yang terjadi?"
"Kenapa seperti ini?"
Warga yang sedang bekerja di dalam kantor panik, mereka berhamburan keluar takut terjadi gempa. Mata Yosep berkeliling melihat keadaan, lalu terbang ke arah laut.
Wong Kam Feng mengikuti Yosep dan mengerti kenapa Yosep terbang ke arah laut. "Cih, seorang pembunuh juga punya rasa kasihan ya? Kenapa tidak kau musnahkan saja semua warga itu? Seperti kau menghancurkan pasukan tentara China?" Wong Kam Feng menyeringai sinis.
"Kami sudah mencoba bernegosiasi dengan presidenmu, tapi ditolak. Kakakmu yang mengirim orang untuk membunuhku, dan itu atas suruhan presidenmu. Kalau istriku membalas atas perbuatannya apa salah?" Yosep menatap Wong Kam Feng dengan rasa iba, karena ia dibutakan oleh dendam yang tidak tahu asal usulnya.
"Bedebah itu alasanmu saja. Aku tak percaya pasti kakakku dan tuan presiden punya alasan lain. Pokoknya aku harus menuntut balas atas kematian kakakku. Aaaargh! Naga mendaki Surga!" Tubuh Wong Kam Feng membesar 2 kali lipat, otot tubuhnya menonjol keluar, rambut hitam panjangnya tergerai mengikuti hembusan angin.
"Rupanya keras kepala, dan buta oleh dendam," batin Yosep.
Shua!
Bang!
Wong Kam Feng melesat sangat cepat di udara dan menghujamkan pukulan beruntun ke arah Yosep. Yosep membalas dengan pukulan juga, gelombang kejutnya menerpa ombak di lautan membuatnya hingga meninggi. "Cih! Kuat juga kau, aku akui memang hebat bisa menahan pukulan terkuatku. Ayo keluarkan semua jurus-jurusmu!" mereka berdua terus beradu pukulan dan tendangan, Wong Kam Feng terus memprovokasi Yosep agar kehilangan fokusnya.
Bang!
__ADS_1
Yosep berhasil memukul perut Wong Kam Feng. "Guhak!" Wong Kam Feng memuntahkan darah segar, Yosep berpindah tempat dan muncul di belakang Wong Kam Feng, mengangkat kakinya lalu menghantamkan tendangan ke arah punggung Wong Kam Feng.
Bang!
Byuur!
Boom!
Tubuh Wong Kam Feng terhempas masuk ke dalam laut hingga menyentuh dasar laut dan meledak, permukaan laut berguncang, gelombang ombak tak beraturan, permukaan air laut membentuk pusaran air. "Jurus trisula sambhu!" dari tangan Yosep muncul trisula dewa siwa lalu melemparnya ke arah pusaran air laut.
Shua!
Boom!
Permukaan air laut kembali bergetar hebat, pusaran air laut itu hilang ombak kembali menenang. Yosep menggunakan kemampuan matanya yaitu Reinka aksa.
(Note author dari chapter ini akan merevisi kemampuan mata byakugan menjadi maputi aksa dan mata tenseigan menjadi reinka aksa. Seluruh novel ini akan direvisi dan dihilangkan unsur agamanya).
Yosep mengedarkan pandangannya, melihat tubuh Wong Kam Feng, terluka parah. Yosep menggunakan jurus melipat bumi untuk memindahkan tubuh Wong Kam Feng mendekat ke Yosep. Tubuh Wong Kam Feng diangkat seperti karung beras dan ditaruh pada pundak Yosep.
"Jurus melipat langit!" Tubuh Yosep bersama Wong Kam Feng berkedip menghilang dari pandangan dan muncul di China, di depan rumah Wong Kam Feng.
Tok!
Tok!
Yosep mengetuk pintu rumah bergaya China dengan pintu modern, "Permisi, apa ada orang? Permisi!"
"Ya, sebentar!" terdengar suara perempuan dari dalam, bergegas membukakan pintu. "Ya dengan siapa?"
"Saya Yosep, ini tuan Wong Kam Feng terluka. Dan menemukannya di dekat pantai." Yosep berbohong karena sudah menghilangkan ingatan Wong Kam Feng. Yosep mengetahui semua informasi keluarga Wong Kam Feng dari ingatan di dalam otak Wong Kam Feng.
"Suamiku, kamu tidak apa-apa suamiku?" Ziu Zhi istri Wong Kam Feng sangat mengkhawatirkannya, ia membantu Yosep memapah Wong Kam Feng dan menghantarkannya ke dalam kamar.
"Nyonya apa kamu punya tanaman herbal ini?" Yosep menulis tanaman herbal untuk membuat pil kintamani dan pil jahe emas. "Saya juga seorang dokter."
"Baik tuan, aku akan segera menyiapkannya!" Ziu Zhi meninggalkan Yosep berdua dengan Wong Kam Feng.
"Maafkan saya, Wong Kam Feng. Hanya cara seperti ini yang bisa saya lakukan untuk menghilangkan rasa dendammu," batin Yosep.
__ADS_1
Tanga Yosep menotok titik vital pada tubuh Wong Kam Feng, seperti bagian jantung, limpa, hati, ginjal, dan pankreas dengan totok jari petir. Untuk memperlambat kerusakan sel yang diakibatkan jurus trisula sambhu.
Tubuh Wong Kam Feng yang menghitam, perlahan kembali memutih, luka bakar luarnya kembali menutup. Tapi luka dalamnya hanya sedikit yang sembuh.