SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP

SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP
System Kekayaan Berkedip 192


__ADS_3

"Tuan Yosep!" panggil Guavani dari kejuahan. "Disini!"


Yosep mendekati Guavani di posko aman Provinsi Aceh bagian kab. Aceh Timur. "Bagaimana berapa dosis yang kamu bawa, Guavani?" tanya Yosep.


"Ada 30 juta dosis disini, sisanya sudah diberikan pada pemerintah Indonesian melalui kementrian kesehatan. Dikirim melalui pesawat hercules. Tromotron juga sedang mengudara di atas wilayah udara Indonesia," balas Guavani. "Aku juga sudah menyiapkan misil yang tuan minta."


"Good job! Guavani, cepat luncurkan misil dan sebarkan vaksin ke seluruh hulu sungai. Kita akan memulainya dari sini!" titah Yosep.


Guavani menganggukan kepala, para prajurit super elit segera bergerak. Pesawat jet menembakan ratusan misil ke udara melepaskan vaksin anti flow untuk menetralisir udara di seluruh Provinsi Aceh.


Banyak kembang api di uadara provinsi Aceh. Membuat warga yang menjalani karantina mandiri sangat ketakutan, seluruh sungai juga sudah dinetralisir. Yosep mulai bekerja, ia memakai pakaian APD lengkap masuk ke zona berbahaya, ia membawa kotak berisi 100 dosis Vaksin anti flow. 1 dosis bisa menyembuhkan 100 orang, karena dosisnya sangat kuat.


Dibantu dari tim relawan dan prajurit elit super berpakaian APD lengkap, warga di ketuk rumahnya satu persatu untuk berkumpul. Mereka mengalami fase pertama virus flow, batuk dan bersin serta cairan merah kental keluar dari hidungnya.


"Kita harus bergegas, gejalanya akan naik ke level selanjutnya!" Yosep mulai menyuntikan vaksin dengan pistol injection, menggunakan jurus moksala rudra. 200 warga langsung sembuh, dalam 5 menit penduduk satu desa langsung sembuh totalnya 1537 warga baik laki-laki, perempuan, remaja dan anak-anak maupun balita.


Langit provinsi Aceh, seluruh sungai di kabupaten Aceh Timur sudah di netralkan. Tim relawan mulai bergerak cepat untuk memberikan vaksin dengan setiap mengunjungi desa. Berkat tembakan rudal vaksin anti flow di udara dan penetralan di seluruh sungai pada kab. Aceh Timur, seluruh penduduk di provinsi Aceh hanya bertahan di fase pertama virus Flow.


Warga laki-laki dewasa di setiap desa yang telah sembuh juga ikut membantu menjadi relawan logistik pada warga yang membutuhkan makanan di setiap desa. Para warga bahu membahu dan menguatkan mereka yang terkena virus flow dan belum mendapatkan vaksin.


Dukungan datang dari media sosial melalui video dan juga dalam bentuk barang baik pakaian, bahan makanan dan makanan. Proses penyembuhan melalui vaksin anti flow di kab. Aceh Timur berhasil dalam waktu 3 jam, semua warga berhasil di vaksin.


"Syukurlah tidak sampai ada jatuh korban di kabupaten ini, tapi entahlah dikabupaten lain." Yosep terduduk lemas karena kehabisan stamina, ia harus pergi dari satu desa ke desa lain. "Semua tim relawan di kabupaten lain, bergerak cepat."

__ADS_1


Empat jam berlalu, tim relawan dan dokter terus datamg dari penjuru negeri demi menuntaskan masalah virus flow di provinsi Aceh. TNI, POLRI, dan pasukan super elite terus bertambah bahu membahu mengirimkan dosis vaksin dan logistik ke 22 kabupaten yang tersisa.


Detik demi detik mereka terus berjibaku dengan waktu, 2 kabupaten, 3 kapupaten, hingga 18 kabupaten semua virus flow berhasil ditaklukan dalam waktu 18 jam.


Rudal misil vaksin anti flow kembali di tembakan di langit provinsi Aceh, tertinggal kota Banda Aceh, Langsa, Sabang, Lhokseumawe, dan Subulussalam.


***


Di pulau Biawak.


"Sis, mas Yosep tidak menghubungimu?" Ryuna duduk dalam keadaan gelisah dikuarsinya, berdiri lagi duduk lagi, Ryuna bertanya pada Rany. "Aku sudah menelepon tapi tak dijawab."


"Belum, Una sayang. Aku juga sudah coba menghubungi mas Yosep tapi memang tidak menjawab juga." Rany mendekati Ryuna dan mengelus rambutnya. "Tenanglah, mas Yosep mungkin sibuk. Bagaimanapun juga mas Yosep seorang dokter, ia harus mengutamakan pasiennya. Dan sekarang pasiennya orang banyak, kita kan sudah melihatnya di televisi."


"Apa kita menyusulnya saja kesana!" usul Ziva sambil menyesap tehnya. Zahra menggelengkan kepalanya pada Ziva. "Apakah ideku salah?"


"Setuju! Ayo kita bawa keluar di dekat pantai!" Ryuna sangat bersemangat dan mulai mengangkat setiap alat yang dibutuhkan untuk melakukan kegiatan barbequan.


"Anak itu selalu saja menggemaskan, aku saja gemas melihatnya. Dia itu seperti adikku sendiri," gumam Ziva sambil menyesap air teh terakhirnya.


Mereka berempat membawa alat-alat dan irisan daging serta sayur, lalu menempatkannya pada meja dekat pantai yang berdekatan dengan 3 paviliun kepala kebersihan.


Rany mulai membakar daging dan mengoleskan kecap, Zahra membuat sambal, Ziva membuat sate daging sapi dicampur dengan sayur.

__ADS_1


Dari dalam paviliun, terdengar suara erangan dan desisan perempuan yang sangat menikmati bermantap-mantap. Pil kuda bertanduk membuat Kirmin, Soring, dan Zori sudah hampir 12 jam tak keluar kamar. Ketiga istri mereka juga betah, selama ini mereka merasa pelayanan ranjang para suami kendo, 5 menit sudah keluar.


"Sis itu suara apa sih ko serem-serem tapi nikmat?" tanya Ziva.


"Entahlah dari suaranya itu seperti istri pak Kirmin, bu Zuhala," jawab Rany sedikit terkekeh mendengar suara erangan Ibu Zuhala, Ibu Suminten dan Ibu Sanipen.


"Malah tertawa sih sis, emangnya ada yang lucu?" Ryuna makan daging barbeque itu dengan pelan, ya kerjaan Ryuna memang suka makan. "Apa? Kok sister bertiga melihatku seperti itu."


"Tidak, kamu lucu saja, ngemesin!" jawab Ziva, Zahra, dan Rany.


Rany sudah membakar semua daging dan sate yang disiapkan oleh Ziva bersama Zahra.


Mereka makan dibawah nuangan sinar rembulan ditemani suara musik mantap-mantap yang keluar dari paviliun. Mereka berempat terkekeh pelan makan sambil mendengarkan suara erangan dan ******* yang begitu kuat sampai di telinga mereka.


***


Kota Banda Aceh.


Yosep masih terus melayani warga yang masih ingin di vaksin. Keringat mengucur deras dari dahinya tertutup shield helmet sebagai pelindung muka dari kontaminasi virus flow. "Maafkan mas sayang hari ini mas tak bisa pulang, harus menyelesaikan semua vaksin di provinsi Aceh," batin Yosep dengan raut muka bersedih dari balik shield helmet.


"Tuan Yosep, lebih baik anda beristirahat. sudah 24 jam anda bekerja tanpa henti." Guavani memberikan Yosep roti selai kacang dan teh hangat 3 gelas untuk Yosep. "Minumlah tuan!"


"Terima kasih Guavani!" ucap Yosep. "Berapa kecamatan lagi yang tersisa?"

__ADS_1


"Tinggal satu desa ini saja tuan, tim relawan, TNI, Polri dan pasukan super elit kita bergerak sangat cepat hampir 99,1% seluruh warga provinsi Aceh berhasil divaksin dan sembuh." Guavani tersenyum lebar.


"Syukurlah!" Yosep mengangkat tangannya, untuk meminta pergantian penyuntik vaksin sesaat agar ia bisa beristirahat sebentar. Yosep memulai sarapan paginya dengan memakan roti selai kacang dan tiga gelas teh hangat.


__ADS_2