
Yosep mengaktifkan reinka aksa untuk melihat mobil koyota hitam itu pergi arah mana. "Ketemu! Rupanya kalian membawa wanita barbar kelas berat itu ke markas di dalam hutan." Yosep terus mengedarkan pandangannya lebih terperinci, dan menemukan sebuah peta harta karun di dalam markas organisasi rahasia White Jayapura. "Sepertinya itu adalah peta menuju baju zirah gatot kaca, saya harus mengambilnya meskipun dengan cara paksa."
Yosep melompat tinggi untuk mengambil tas punggung yang tersangkut di ranting pohon, Yosep sangat sayang dengan isi di dalamnya karena berisi 2 setel baju dan amplop coklat berisi uang 100 juta.
Yosep berpikir kalau di Papua itu daerah yang terisolir dan susah untuk mengambil uang di atm, nyatanya tidak Papua sudah menjadi sebuah kota metropolitan dan sedang bertumbuh.
Yosep berlari ke arah utara menuju markas White Jayapura untuk menyelamatkan Rasidju, organisasi Jayapura meskipun organisasi rahasia mereka cukup terbuka dengan dunia luar dan memberikan jasa mereka untuk membunuh orang, menculik, atau bahkan merampok.
Yosep sampai pintu perbatasan markas Whita Jayapura, dan melihat pintu itu dijaga banyak sekali penjaga bersenjata lengkap memakai pakaian ninja putih. 10 menara pengawas ada gatling dan satu orang penembak jitu di masing-masing menawar pengawas.
Yosep dengan raut muka bodohnya mendekati pintu perbatasan. "Hai anak muda! Area ini terlarang dan tidak ada yang boleh masuk kesini," ucap salah satu ninja white menodongkan senjata AK-47.
"Maaf, paman layanganku putus dan terbangnya ke arah sana!" Yosep menunjuk jalan ke arah markas White Jayapura dengan raut muka mengiba. "Tolonglah paman! Kalau tidak keponakanku Budi akan menangis."
"Pergi dari sini! Aku sudah bilang ini area terlarang! Atau aku tembak!" White ninja menodongkan senjata ke arah kepala Yosep.
"Tembak saja paman! Tembak! Lagipula hidupku sudah tak lagi berharga setelah layangan saya putus." Yosep mengambil senjata magnum yang berada dipinggang white ninja dan menodongkannya pada kepalanya sendiri. "Jika paman tidak mau, saya akan akhiri hidup ini sendiri!"
Dor!
Dor!
Klang!
Yosep menarik pelatuknya dan peluru itu mengenai kepalanya, namun peluru itu seperti mengenai kulit baja yang sangat kuat tak mampu menembusnya.
"Keren juga ajian serat wadag brajawesi seperti jurus chakram visnu rupanya, bisa membuat kebal terhadap ledakan bom, peluru maupun senjata tajam, tapi sayang tidak bisa membuat kebal dari godaan mantan istri."
25 white ninja yang berjaga menjatuhkan rahangnya, badannya bergetar, bulu kuduknya berdiri seperti melihat hantu valak yang sangat seram. Mereka semua belum pernah melihat manusia yang tak mempan ditembak. "Ah sial! Ternyata hidupku juga tak bisa direnggut oleh pistol ini. Bagaiamana kalau paman semua saja yang mencobanya." Yosep menyeringai jahat, secepat kilat menembakan pistol ke lima penjaga yang berada di dekat pintu masuk.
Dor!
Dor!
__ADS_1
Kelima peluru bersarang di kepala mereka. Yosep mengambil senjata AK-46 lalu melompat tinggi, pistol magnum yang tersisa 4 peluru lagi Yosep tembakan dan berhasil mengenai jantung 4 ninja white yang memegang gatlin gun di menara pengawas. Yosep yang melayang membuang pistol magnum lalu menembakan senjata AK-47 hingga pelurunya habis.
Dor!
Dor!
6 ninja white tumbang, masih tersisa 4, mereka menembaki Yosep dengan gatling gun, peluru-peluru itu beruntun mengenai tubuh Yosep hingga muncul percikan api.
Dor!
Klang!
Klang!
"Ajian tapak saketi!" Yosep mengumpulkan energi hawa murni di kedua telapak tangannya, lama kelamaan telapak tangan itu bersinar terang, kedua telapak tangannya di kepalkan lalu diarahkan ke arah empat white ninja yang masih tersisa di menara pengawas.
Swush!
Boom!
Kakinya ia ayunkan dengan cepat menuju markas rahasia White Jayapura, untuk sesegara mungkin menyelamatkan Risadju. Di dalam markas, tepatnya ruang penyekapan Risadju, tubuh Risadju di dudukan di atas kursi dan diikat dengan tali besar, mulutnya di sumpal dengan sapu tangan.
Plak!
Plak!
Pria paruh baya dengan kumis tebal, memakai setelan jas hitam, dasi hitam, dan kemeja putih menampar pipi Risadju bolak-balik, "Hei gadis kecil bangu! Aku ingin menyiksamu sebelum kau kubunuh!"
Risadju membuka matanya perlahan dan langsung membulatkan mata, "Mmmmm, mmmmm, mmmmm! (tolong lepaskan aku paman!)"
Plak!
Plak!
__ADS_1
Pria berjas hitam bernama Rado adik ipar dari ayahnya Risadju itu, kembali menampar Risadju. "Maaf aku tak mendengarnya. Aku akan menyiksa dan membunuhmu, seperti ayahmu yang mengusirku dari rumahku sendiri!" Rado menyeringai jahat, lalu memukul perut Risadju.
Kroeeek!
Rado mengambil pisau dan merobek dres merah Risadju yang selutut, baju itu ia sobek dari belahan gunung kembar Risadju sampai ke bagian bawah, hingga nampak gunung kembar Risadju dan underwear miliknya yang berwarna merah muda.
Nafsu birahi Rado memuncak melihat keponakannya setengah telanjang dengan baju robek, lidahnya ia julurkan dan menyapu kedua bibirnya. "Mmmmm, mmmm, mmmm! (Jangan paman! Jangan lakukan!)
Plak!
Plak!
Buk!
Rado kembali menampar Risadju dan memukul perutnya hingga Risadju meringis kesakitan. Underwear Risadju, Rado lepas dengan paksa hingga nampak hutan belantaranya. Sudut kelopak mata Risadju mengalir deras cairan bening dan pasrah total tidak bisa melakukan apa-apa.
Di luar markas suara ledakan terus menerus terdengar, Yosep sedang membantai habis-habisan pasukan ninja White Jayapura dengan ajian serat lawang saketeng.
Boom!
Boom!
Yosep tanpa ampum membantai pasukan ninja white Jayapura dan berhasil masuk.ke dalam markas, karena harus bergegas menyelamatkan Risadju yang akan di perkosa oleh Rado sang paman ipar bejat. Yosep sudah menemukan Risadju yang disekap oleh white ninja.
Bam!
Yosep menendang pintu ruangan dimana Risadju di sekap. "Rasakan ini, tendangan menendang cacing hitam!" Yosep melesat cepat dan menendang bagian ************ Rado hingga membuat telor cacing hitamnya pecah.
Buak!
"Aaaaaaaarkh!" Rado memekik lalu pingsan terkena tendangan keras Yosep tepat du bagian cacing hitam miliknya. Badan Yosep ia balikan setelah melihat Risadju terikat dalam keadaan telanjang, lalu membuka tas punggungnya dan memberikan setelan baju andalannya.
"Mmmmm, mmmm, mmmmm (tolong lepaskan aku! Mana bisa aku memakai pakaiannya)"
__ADS_1
Yosep mengerti dengan perkataan Risadju menepuk jidatnya sendiri, "Goblok! Saya ini benar-benae goblok. Tangannya kan terikat, mana mungkin bisa memakai pakaian yang saya berikan. Goblok! Goblok! Goblok!" Yosep menutup matanya dan berjalan mundur, lalu membuka ikatan Risadju.