SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP

SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP
System Kekayaan Berkedip 115 Kesembuhan Nana


__ADS_3

Tubuh Nana menguap dan mengeluarkan hawa panas berwarna merah kekuningan. Seluruh organ dalamnya serasa sedang di operasi lalu dibentuk ulang.


"Sakiiiit ... ayaaaaaah ...!" jerit Nana menahan rasa sakit di tubuhnya dan itu bertahan sampai 10 menit, Nana terus menjerit.


"Jaga kesadaranmu nona Nana, jangan sampai pingsan. Ingat tekadmu yang ingin sembuh," titah Yosep.


"Aku harus kuat, aku harus kuat, aku bisa melewatinya," batin Nana dan terus menjerit sampai suara Nana menjadi serak dan parau.


20 menit kemudian Yosep tumbang dengan nafas terengah-engah, " hah ... hah ... hah ... syukurlah kita bisa melewati masa kritis ini," ujar Yosep.


Yosep mencoba duduk namun tak kuat, "sudah tuan Yosep istirahat saja dahulu!" seru Yamada, Ryuna yang khawatir mondar-mandir di depan pintu Nana karena ia menyelinap masuk.


"Tuan Yamada silahkan check up ke rumah sakit. Saya sudah menghilangkan semua sel kanker nona Nana, dalam 3 hari sampai 1 minggu nona Nana sudah beraktivitas seperti biasa dan ini pil kelabag merah serta pil kintamani," ujar Yosep sambil memberikan 1 butir pil kelabang merah dan 7 butir pil Kintamani. "Minumlah pil kelabang merah itu sebelum tidur malam dan satu butir pil kintamani satu butir satu hari setelah makan pagi."


"Baik tuan Yosep, kami akan memeriksakan Nana sekarang untuk memastikan seluruh sel kankernya. Tapi terima kasih tuan Yosep, dari wajahnya saja kami yakin nona Nana sudah sembuh," ujar Yamada karena melihat wajah Nana kembali cantik dan berseri-seri.


Nana segera dibawa ke rumah sakit menggunakan kursi roda untuk penanganan medical check up. Ryuna masuk ke dalam kamar Nana, ia melihat Yosep terlentang lemas di tempat tidur Nana. Ryuna langsung menghampiri Yosep dan memapahnya, "mas kamu tidak apa-apa?" tanya Ryuna dengan raut muka khawatir.


"Tidak apa-apa, mas hanya kelelahan saja, hehehe ...," ujar Yosep sambil tertawa manis. Ryuna memapah Yosep ke aula mansion Tokugawa, Albert dan Kenshin serta Sasaki menunggunya, sedangkan trip wind direction army menunggu di dalam mobil.


"Bagaimana tuan Yosep, apakah pengobatannya berhasil?" tanya Kenshin dengan raut muka cemas.


Yosep tersenyum lebar sambil mengacungkan jempolnya dan berujar, "beres ayah mertua. Mari kita pulang, biarkan tuan Yamada untuk berpikir."


"Maafkan saya tuan-tuan kami akan segera ke rumah sakit untuk memeriksakan nona Nana," ujar Yamada yang sudah melunak, lalu membungkuk hormat.

__ADS_1


"Baik tuan Yamada, kami juga akan segera pulang," ujar Kenshin juga membungkuk hormat.


"Ayah mertua dan paman Albert kembalilah, saya akan menemani tuan Yamada kerumah sakit bersama Ryuna," pinta Yosep.


"Baik hati-hati di jalan. Jika ada apa-apa segera kabari kami," ujar Albert.


"Siap paman bro!" balas Yosep yang dipapah Ryuna ke mobil Lambhorgini miliknya yang ia parkirkan di luar pintu gerbang.


"Jadi tuan Yosep sudah menikah," batin Nana sedikit sedih karena patah hati.


Ryuna yang mengemudi karena Yosep kelelahan, " ternyata mobil ini sangat nyaman ya mas. Bolehkan nanti jika sudah menikah mobil ini jadi milik Ryuna?" pinta Ryuna.


"Boleh sayang, silahkan pilih saja. Mas masih punya 10 mobil sport lagi kok," jawab Yosep. "Nanti Ryuna tinggal pilih saja mana yang Ryuna mau."


"Tapi nanti yang lain marah sama Ryuna," ujar Ryuna yang cemberut.


"Ya mas, Ryuna juga sempat berbincang dengannya. Tapi berkat mas Yosep kehidupan Zahra juga berubah, bahkan ia mau berhenti kuliah katanya," balas Ryuna sambil menyetir mobil mengikuti mobil Yamada dan para bodyguardnya.


Yosep langsung rindu dengan Zahra, karena ia jarang memperhatikan calon istrinya yang satu ini. Yosep langsung menelepon Zahra, dan langsung di angkat oleh Zahra, "halo mas, tumben telpon," ledek Zahra.


"Maafkan mas ya jika jarang perhatiin Zahra, mas lagi ada di Jepang satu minggu lagi kemungkinan pulang. Zahra mau oleh-oleh apa?" tanya Yosep dengan nada lembut.


"Apa saja dech mas asal mas yang membelikan pasti Zahra suka," balas Zahra.


"Kata Ryuna Zahra mau berhenti kuliah?" tanya Yosep.

__ADS_1


"Ya mas, soalnya sekarang padat banget dan sibuk banget di kafe. Pesanan gudoudama cake sudah membludak terus. Kami juga menambah karyawan lago omset perhari sudah menyentuh 100 milyar untuk gudoudama cake saja. Padahal Zahra sudah menaikan harga gudoudama cake jadi 20 juta/porsi untuk mengurangi orderan yang terus membludak malah semakin banyak yang memesan," jelas Zahra.


"Zahra nanti tetap kuliah, nanti mas akan bantu mengurus cafe. Kuliah Zahra tidak boleh putus ya. Kita juga akan menikah mungkin awal bulan maret, mas akan siapkan semuanya," ujar Yosep.


"Baik mas terima kasih, i love you mas," ujar Zahra dengan nada mesra.


"I love you too, sayang," balas Yosep lalu menutup sambungan telponnya.


Setelah 20 menit mereka akhirnya sampai di Akihabara Hospital. Yamada langsung diperlakukan sangat spesial di Akibahara Hospital, ia langsung masuk ke kamar Vvip nomor 1. Nana langsung menjalani serangkaian tes, Yosep menunggu bersama Ryuna di depan kamar Nana. Sedangkan Yamada ditemani Jasuke menemani Nana.


Yosep hanya memastikan jika pengobatannya memang sangat mujarab. Sudah 4 orang yang menderita sakit parah dan selalu berhasil disembuhkan oleh Yosep.


Yosep tertidur di pangkuan Ryuna karena lelah menunggu hasil tes Nana, "mas kamu sangat tampan," gumam Ryuna sambil mengelus pelan rambut Yosep lalu mencium keningnya. "Ryuna sungguh tak percaya mas, jika Ryuna akan mendapatkan jodoh. Padahal Ryuna selalu berpikir pembunuh seperti Ryuna apa pantas mendapatkan jodoh yang baik?"


Satu jam kemudian, Nana sudah masuk kamarnya. Yamada membawa hasil tes dengan wajah berseri-seri dan sangat senang, "tuan Yosep! Tuan!" panggil Yamada.


"Hoooooaaaaaam ...!" Yosep menguap lalu mengucek matanya, "ya tuan Yamada bagaimana hasilnya sudah keluar?" tanya Yosep.


"Sudah tuan. Terima kasih tuan Nana sudah sembuh hanya butuh pemulihan saja," balas Yamada lalu bersimpuh di kaki Yosep.


"Jangan begini tuan. Kita sama-sam manusia, jangan sungkan seperti itu," ujar Yosep sambil memegang bahu Yamada untuk membuatnya tetap berdiri.


"Apapun tuan yang inginkan, saya kepala klan Tokugawa akan memenuhinya dan bersumpah setia pada tuan," ujar Yamada dengan tatapan mata yang tajam.


"Kami hanya ingin kalian bergabung dengan Xerox Corporate dan tidak berperang dengan Xerox Corporat," pinta Yosep.

__ADS_1


"Baik tuan kami seluruh Yakuza di Jepang berjanji tidak akan menyentuh Xerox Corporate. Tapi untuk bergabung kami tidak bisa tuan, karena kami berhutang banyak Zero enterprise," tolak Yamada dengan raut muka yang murung.


__ADS_2