
100 setan tengkorak berjubah hitam membabi buta menebas kubah pertahanan Genbu, lapisan kubah bergetar, Byako berlari menuju ke arah Genbu. Meskipun ada 3 lapis kubah yang melindungi rumah Yosep tapi itu tidak cukup karena kekuatan setan tengkorak berjubah hitam telah meningkat tiga kali lipat.
"Gawat! Meskipun saya telah berhasil menggagalkan penyerapan energi aura kematian. Kekuatannya meningkat tiga kali lipat, saya harus menggunakan ajian itu! Ajian baladewa among slira!"
Yosep menangkupkan kedua tangannya, muncul 100 kembaran diri Yosep, mereka semua melesat cepat dan menyerang 600 setan tengkorak berjubah hitam dengan ajian inti lebur sakheti.
Bam!
Bam!
Duar!
Dalam beberapa menit 300 setan tengkorak berjubah hitam, berkurang jumlahnya. Mereka terkena pukulan yang dilesatkan kembaran diri Yosep. Byako menebas satu persatu setan tengkorak berjubah hitam yang menyerang kubah pertahanan Genbu.
Di alam nyata, darah mengalir perlahan dari hidung, telinga, dan mulut raga Yosep. Semua anak buahnya kembali pulih dari guna-guna busung lapar. Rany dan Ryuna sangat khawatir dengan keadaan Yosep seperti itu, "Mas!" Ryuna mendekati raga Yosep tapi di halangi oleh Argadhafa.
"Jangan nona muda! Itu bisa sangat berbahaya, jika sampai nona muda memegang sedikit pun tubuh tuan muda!" cegah Argadhafa. Dia sangat paham ilmu meraga sukma karena Argadhafa juga mantan penganut ilmu hitam, ajian kalamurka yang bisa melakukan raga sukma dengan bantuan iblis. Memegang tubuh atau raga pengguna yang sedang melakukan raga sukma bisa berakibat fatal bahkan kematian.
"Tapi ...," ucap Rany terpotong.
"Tenang nona muda! Percayalah tuan muda pasti baik-baik saja. Tuan muda juga berpesan tidak ada yang boleh keluar dari rumah ini, selama tuan muda belum mengizinkan!" balas Argadhafa.
Anak buah Yosep sangat paham karena mereka mengalami hal tersebut, jika berada di luar rumah kutukan guna-guna istri muda eh salah, guna-guna busung lapar dari dukun Kolok-kolok akan berkerja kembali dan menyerang mereka lagi.
Semua orang terdiam mendengar penjelasan Argadhafa dan tidak ada yang bisa dilakukan saat ini, sampai menunggu Yosep sadar. 9000 persatuan dukun dunia tewas seketika, karena tidak kuat menahan serangan Yosep dan kelima binatang suci. Dukun Kolok-Kolok mulai ketar-ketir menghadapi Yosep, pasukan dukunnya hanya dalam beberapa jam tersisa 999 orang. "Benar-benar gila! Pasukan yang sudah aku rekrut selama 6 bulan, mati sia-sia. Dewa kematian pun hanya tersisa 200, aku harus turun tangan sendiri." Dukun Kolok-Kolok menangkupkan tangan untuk menghubungi 999 pasukan dukunnya, untuk menyerang Yosep dengan meraga sukma. "Semua kawan-kawanku! Kita serang Yosep bersama-sama dan hancurkan hingga tak tersisa. Gunakan meraga sukma!"
999 dukun yang berada diseluruh dunia mulai bersemedi, komat-kamit membaca mantra untuk meraga sukma. 999 jiwa pasukan dukun yang dipimpin Dukun Kolok-Kolok melayang terbang lalu melesat cepat menuju dimensia alam gaib rumah Yosep.
Shua!
__ADS_1
"Bangs*t! Mereka mengirimkan pasukan lagi! Kali ini saya benar-benar murka! Buwana aksa!" mata Yosep berubah menjadi mata beriak air berwarna merah pekat. 1000 jiwa para dukun termasuk Dukun Kolok-Kolok muncul di wilayah langit rumah Yosep. "Pedang ksatria nusantara!"
Boom!
Boom!
Seiryu, Suzaku, Byako, dam Qirin menembakan serangan bola energi secara serentak untuk menghncurkan 200 setan tengkorak berjubah hitam yang tersisa. Dimensi alam gaib bergetar hebat, setan-setan yang lemah berlari terbirit-birit meninggalkan dimensi alam gaib dekat rumah Yosep dalam radius 20 km.
Yosep melompat tinggi untuk menyerang 999 pasukan dukun yang dipimpin Dukun Kolok-Kolok. "Serang!" Dukun Kolok-Kolok yang melayang terbang melambaikan tangannya ke depan untuk menyerang Yosep.
100 kembaran diri Yosep sudah menghilang, tubuh Yosep diselimuti aura berwarna merah kehitaman beserta pedang ksatria langit nusantara.
Trang!
Tring!
Dentingan pedang Yosep beradu dengan tongkat penyihir milik anak buah Dukun Kolok-Kolok. Satu persatu pasukan Dukun Kolok-Kolok tumbang, jiwa mereka lenyap tertebas pedang ksatria langit nusantara, setiap pasukan Dukun Kolok-Kolok yang terkena tebasan pedang ksatria langit nusantara, jiwa.mereka terhisap ke dalam pedang dan raga mereka memuntahkan banyak darah hingga membuatnya tewas seketika.
Slash!
Swush!
Slurp!
Siluet gelombang kejut berwarna merah berbentuk bulatan muncul dan memotong pasukan Dukun Kolok-Kolok radius 50 meter, "Aaaakh!" 500 jiwa pasukan Dukun Kolok-Kolok memekik keras, jiwa mereka langsung terhisap ke dalam pedang ksatria langit nusantara.
Aura merah yang menyelimuti jiwa Yosep semakin pekat dan meningkatkan kekuatan Yosep menjadi sepuluh kali lipat. Dukun Kolok-Kolok menembakan petir dari tongkat sihirnya, diikuti 100 pasukannya.
Zrrt!
__ADS_1
Duar!
Duar!
Ratusan sambaran petir mengenai jiwa Yosep dan meledak, memunculkan kepulan asap tebal menutupi pandangan mereka "Hahaha, akhirnya mampus juga kau, hahahaha!" Dukun Kolok-Kolok tertawa jahat terbahak-bahak, karena sangat riang berhasil membunuh Yosep.
Tapi tertawa jahatnya itu berubah setelah melihat jiwa Yosep tak tergores sedikit pun. Yosep hilang dari pandangan dalam sekejap muncul di belakang salah satu anak buah Dukun Kolok-Kolok, dan menebas kepalanya.
Slash!
"Tebasan bulan purnama!"
Yosep kembali menebas memutar 360 derajat, Dukun Kolok-Kolok terbang cepat menjauh agar tak terkena gelombang kejut Yosep. Semua pasukan Dukun Kolok-Kolok jiwanya terserap ke dalam pedang ksatria langit nusantara dan hanya menyisakan Dukun Kolok-Kolok.
"'Huff' 'Huff' 'Huff' ... ternyata menguras tenaga juga menggunakan pedang ini, padahal hanya dua jurus, 'Huff' 'Huff' 'Huff'" nafas Yosep memburu, ia menyimpan kembali pedang ksatria langit nusantara ke inventori sistem dan berganti dengan belati kalamurka. Yosep belum terbiasa menggunakan artefak bedawang sangaresi tanpa ajian nawadewanata.
Dukun Kolok-Kolok merubah tongkat sihirnya menjadi tongkat trisula bilah ganda, lalu melesat cepat ke arah Yosep menusuknya.
Trang!
Trang!
Tongkat trisula bilah ganda beradu dengan belati kalamurka, percikan api muncul disekitar tubuh Yosep dan Dukun Kolok-Kolok. Mereka terus beradu hingga puluhan gerakan jurus namun belum ada tanda-tanda siapa yang akan kalah.
Bam!
Mereka berdua beradu pukulan, Yosep dan Dukun Kolok-Kolok terpundur melayang sejauh 100 meter. "Ledakan gelombang udara!" Yosep menebas secara vertikal, muncul siluet sirip hiu berwarna merah kehitaman memanjang ke arah Dukun Kolok-Kolok, setinggi 20 meter.
Slash!
__ADS_1
Boom!
Jiwa Dukun Kolok-Kolok terkena tebasan yang dilesatkan Yosep hingga membuatnya tewas seketika, tempat persemediannya juga meledak dan tubuhnya terbakar gosong.