
Keesokan paginya...
Yosep seperti biasa bangun pagi di VJC 01. Setelah Yosep mendapatkan banyak uang ia tak segan lagi menunjukan bahwa dia adalah pemilik vila nomor 1 di Jatibarang.
Albert pun tinggal disana, Yosep memperlakukannya seperti ayahnya sendiri. Ketika Yosep datang, ibunya Dawi sudah tidur, Yosep tiba di VJC 01 tepat pukul 00.00 WIB.
Yosep sudah melakukan aktivitasnya yaitu latihan di pagi hari lalu membersihkan diri. Yosep memasak pisang goreng, ubi goreng, bubur ayam, dan menghidangkan kopi sesuai takaran Albert 2,5 sendok kopi serta 1 sendok gula.
Dawi juga sudah bangun ikut membantu Yosep memasak, semua bahan-bahannya masih sangat segar, ia beli langsung di pasar pagi Jatibarang. Yosep memasak buburnya sangat banyak cukup untuk makan semua karyawan yang mengurus vilanya. Yosep juga sudah mentransfer uang ke rekening Dawi 15 milyar.
Pagi ini rencananya Albert dan Yosep akan menemui Ibu Sarmila untuk membicarakan secara langsung pemesanan 10.000 ton pupuk ke Jepang. Ibu Sarmila juga ingin memberikan profit dividen pada Yosep juga penandatanganan sisa 40% saham yang telah dijanjikannya.
"Ayah bangunlah! kita sarapan bersama!" seru Yosep dengan mengelus lembut punggung tangan Albert.
"Hoooaaaaam ... rupanya sudah pagi. Ayah belum pernah tidur senyenyak ini, segar sekali bangunnya," ujar Albert sambil menguap lalu bangun dan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
"Ayah saya tunggu dibawah di meja makan ya!" seru Yosep lalu turun menuju meja makan.
"Ya!" sahut Albert singkat dari dalam kamar mandi.
Dawi sudah berada di meja makan bersama 39 orang lainnya. Semenjak kematian Kirno sisa karyawan Yosep yang mengurus rumah tinggal 19 orang laki-laki dan 20 orang perempuan. Yosep sudah mengeluarkan oleh-oleh dari mobilnya yang akan dibagi-bagikan oleh mereka.
Zahra, Rany, dan Ziva mendengar kabar Yosep pulang semalam mereka tidak bisa tidur, karena kangen ingin segera bertemu. Yosep juga sudah menyediakan hadiah untuk mereka meskipun itu Ryuna yang menyiapkan.
__ADS_1
Albert turun dari kamarnya menuju meja makan dan duduk disamping kanan Yosep sedangkan Dawi disamping kiri Yosep. "Selamat pagi semuanya!"
"Pagi tuan muda!" ujar serentak semua butler dan maid.
"Sebelum kita makan pagi ini, saya meminta maaf jika meninggalkan kalian terus dalam waktu yang lama. Ini adalah ayah angkat saya tuan Albert, pemilik Ochobot Tehnology, perusahaan nomor satu didunia. Beliau akan tinggal disini kurang lebihnya satu hingga dua bulan. Dan bulan depan juga saya juga akan menikah dengan empat wanita sekaligus, yaitu nona Zahra, nona Ziva, nona Rany dan juga nona Ryuna. Mohon kerjasamanya dengan baik untuk melayani tuan Albert," ujar Yosep.
"Siap tuan muda!" balas mereka serentak dengan menundukan kepala.
"Silahkan dinikmati bubur ayam, kopi, pisang goreng dan ubi gorengnya. Kalau masih belum kenyang nambah saja tidak usah sungkan! Berdoa dimulai!" titah Yosep.
Semua orang hening berdoa lalu mulai memakan bubur ayamnya, Albert langsung sumringah wajahnya manakala disuapan pertama makan bubur ayam ternyata makanan yang menurutnya aneh itu sangat enak dan lezat. "Benar-benar mantap. Makanan ini sungguh mantap, kalau kata anak gaul Indonesia mantul, mantap betul!" puji Albert sambil mengacungkan jempol. Saking lezatnya Albert makannya begitu lahap sampai nambah 3 mangkuk.
"Pelan-pelan ayah tenang saja! stok buburnya masih banyak," seru Yosep. Semua butler dan maid pun pada nambah ada yang nambah 2 mangkuk, 3 mangkuk bahkan sampai 5 mangkuk saking enaknya.
Yosep menepuk jidatnya sendiri, "benar-benar pada maniak makan," batin Yosep yang sedang memakan suapan pertamanya. "tapi memang enak juga sih, hahahaha!"
Selesai makan Yosep membagi-bagikan oleh-oleh untuk butler dan maid satu persatu. Sedangkan Ryuna memberikan oleh-oleh khusus untuk Dawi yaitu kalung berlian dan cincin berlian. "Mi ini oleh-oleh buat mimi, sebenarnya Ryuna yang memilihnya semoga mimi suka. Yos juga sudah mentransfer uang ke rekening mimi 15 milyar," ujar Yosep.
Dawi yang sedang menyesap tehnya terbatuk, "pffft, uhuk, uhuk, uhuk ... apa 15 milyar?!" ujar Dawi dengan membulatkan mata.
"Gak perlu Yos. Lebih baik buat modal pernikahanmu saja, kamu kan saklek menikahi empat orang pasti butuh biaya yang sangat banyak," ledek Dawi.
"Hahahaha ...," tawa Yosep sambil menggaruk tengkuk kepalanya yang tidak gatal. "Ya bagaimana lagi mi, pesona ketampanan anakmu ini membuat mereka jatuh cinta, hahahaha ...."
__ADS_1
"Mimi tenang saja, hari ini Ibu Sarmila mau memberikan profit dividen 100 milyar padaku. Kita menang tender pupuk diseluruh pulau Jawa dari mulai Jawa Timur sampai Banten. Total omsetnya 2-3 triliun, 100 milyar itu baru permulaan. Semua perusahaan yang Yos investasi omsetnya lagi gila-gilaan."
"Belum juga Kafe beberapa hari yang lalu Zahra memberi kabar omsetnya tembus 400 milyar. Ayah setyo pagi ini memberikan uang profit dividen Wijaya Group 60 milyar dan Ayah Jayus memberikan uang juga hari ini dari pratama Group 80 milyar. Yang di Cirebon juga ayahny Vanya mengabari sudah mentransfer uang 5 milyar," jelas Yosep.
Dawi yang mendengarnya malah pusing, Yosep mendapatkan uang yang sangat banyak, "mimi pusing Yos. Ya sudahlah pokoknya pergunakan uangnya sebaik mungkin."
"Apalagi kalau mimi tahu. Yos mendapatkan 100% saham Ochobot Technology, 1% saja nilainya fantastis yaitu 10.000 triliun tambah pusing mi. Yos juga yang dapat tambah pusing, hahaha ...," ujar Yosep.
"Oh ya Yos kemarin ada orang dari pemerintahan Indramayu Ibu Bupati mengundangmu ke kantor Bupati," ujar Dawi sambil memberikan surat. "Terima ksih sama Ryuna yang sudah memberikan oleh-oleh."
"Ada apa ya mereka ingin menemuiku, sekalian saya mau berbicara dengan ibu Bupati untuk membangun kawasan supermall di Patrol," batin Yosep.
Yosep seperti biasa memakai kaos oblong berwarna putih, sandal jepit hijau merk skyboat dan celana training. Yosep mengajak Albert untuk menemui ibu Sarmila di VJC 011. Mereka berdua berjalan kaki menuju rumah ibu Sarmila, Ibu Sarmila sudah menunggunya di depan gerbang dan mempersilahkan Yosep masuk.
"Apa kabar mas dokter?" tanya Ibu Sarmila yang sudah duduk di sofa bersama Krista.
"Baik ibu. Perkenalkan ini ayah angkat saya namanya pak Albert dari Amerika," jawab Yosep.
Albert menyodorkan tangan, "Saya albert, senang berkenalan dengan anda," ujar Albert.
Sarmila menyambut tangan Albert dengan lembut, "senang juga berkenalan dengan anda. Saya Sarmila, ini anak saya Krista!"
"Krista om!"
__ADS_1
"Senang juga berkenalan dengan Krista."
"Baik mas, takut saya menggangu waktu mas dokter. Ini surat 40% saham dan cek 100 milyar untuk mas dokter," ujar Sarmila sambil memberikan cek berisi nominal 100 milyar dan surat pemindahan 40% saham PT. Alkimia Bharata Jaya.