
Yosep meminta izin pada Dawi untuk pergi ke rumah pak kades Haji Sutarma sehabis maghrib. "Mi aku mau pulang ke desa, ada keperluan. Nanti aku anter mimi pulang dulu ya ke Jatibarang!"
"Ya yos!" Balas Dawi.
Zahra dan Mala sudah pulang ke rumahnya di mandor estate. Mobil Koyota Alphard kini diberikan pada Mala untuk transportasi mereoa berdua. Rany, Ziva, Jayus, dan Setyo juga sudah pulang pada jam 11.00, mereka banyak kepentingan diperusahaan dan rumah sakit yang harus di urus.
Satu jam kemudian Yosep sampai di VJC 01 bersama Dawi. Yosep segera membersihkan diri dan shalat maghrib serta makan malam. Lalu pergi bersama Kasno membawa mobil Ferarri Laferarrari Aperta. Kasno yang mengemudi sedangkan Yosep menyiapkan file rencana produksi sawah yang akan diajukan ke pak kades.
45 menit kemudian Yosep sampai di desanya yang tercinta, Desa Mundakjaya. Yosep mengarahkan Kasno untuk menuju rumah pak kades.
Terlihat rumah lantai dua dengam gaya minimalis menghadap timur. Kasno memarkirkan mobilnya di samping pintu gerbang, Yosep keluar dari mobil ferari miliknya dan mengetuk-ngetuk pintu gerbang.
"Tang! tang! tang!" Suara pintu gerbang diketuk. "Assalamu 'alaikum!" Teriak Yosep. Pembantu pak kades mbok Srepeng keluar dari pintu samping.
"Ya walaikumussalam! cari siapa?" Tanya mbok Srepeng.
"Saya mau ketemu pak kades ada mbok. Saya Yosep anaknya ibu Dawi, masa mbok gak kenal!" Kata Yosep dengan muka tersenyum ramah.
"Oh ya ya. Mari masuk! Nanti mbok panggilkan bapak. Tunggu saja di dalam, bapak lagi ngaji sebentar." Kata Mbok Srepeng.
Mbok Srepeng membuka pintu gerbang agar Kasno bisa memarkirkan mobilnya di dalam. Yosep dan Kasno masuk ke ruang tamu menunggu pak kades keluar.
__ADS_1
5 menit kemudian pak kades keluar dengan memakai kopiah, sarung cap gajah bengkak dan baju koko warna biru. "Oh nak Yosep. Tumben kemari ada apa ini?" Kata pak Kades dengan muka tersenyum ramah.
"Begini pak calon mertua saya sedang mencari 30 karyawan dan karyawati. Kalau bapak berkenan saya ingin menawarkan kesempatan ini pada pemuda-pemudi disini yang belum bekerja. Kalau masalah gaji 4 juta/bulan dan bonus target 1 juta/orang dan juga ada tempat tinggal di ruko. Saya mohon bantuannya, kalau bisa besok atau lusa sudah siap bekerja." Jelas Yosep.
"Wah nak Yosep kemari membawa solusi buat pemuda-pemudi disini, mantap! Baik saya segera pak rw dan pak rt untuk memberitahukan pada warga sekarang." Kata pak Kades lalu mengirim informasi di grup desa aplikasi mangap.
"Terima kasih pak kades. Saya juga ingin memberikan proyek buat pak Kades dan para petani yang tidak mampu di desa. Saya punya tanah 10 hektar, saya mau mengelola bagi hasil dengan presentase saya 50% dan petani penggarap 50%. Biaya Pupuk dan Alat saya yang sediakan. Petani hanya mengambil keuntungan bersih 50% dari total panen." Jelas Yosep sambil memperlihatkan file rencana produksi di laptop Yosep.
"Wah keren ini nak Yosep." Pak Kades mengacungkan jempol. "Lalu saya harus bagaimana?"
"Begini pak, saya minta data orang miskin yang mau garap sawah saya. Saya akan mentransfer uang ke pak kades untuk membeli pupuk, traktor garap, traktor panen (comband), dan juga untuk pembayaran biaya menanam yang dilakukan para petani. Untuk rincian nanti filenya saya akan email ke pak kades. Saya kasih fee buat pak kades jika selesai dalam satu minggu 50 juta buat pak kades. Bagaimana pak?" Tanya Yosep.
"Baik mas, saya setuju. Maksimal satu minggu saya bereskan. Lalu untuk menaruh pupuknya dimana? Soalnya pupuknya pasti banyak." Pak kades Tanya balik.
Handphone pak kades berbunyi. "Loh kok ada uang masuk ke rekening saya?" Kata pak kades dengan raut muka bingung.
"Itu uang dari saya pak kades, uang untuk mondar-mandir. "Kata Yosep dengan raut muka tersenyum.
"Makasih nak Yosep." Kata Pak kades dengan raut muka berseri-seri. "Nak Wulan nak kemari hidangkan minuman untuk tamu ayah" Panggil Pak kades.
"Ya ayah!" Wulan bergegas ke ruang tamu. "Maaf mas saya Wulan. Mas berdua mau minum apa?" Tanya Wulan kembang desa Mundakjaya, Wulan punya kulit yang putih meskipun hanya gadis desa, mata agak sipit dan hidung sedikit mancung serta pipi agak chubby dengan tahi lalat dibawah bibir sebelah kanan.
__ADS_1
"Saya teh!" Kata Yosep.
"Saya susu!" Kata Kasno yang sedari diam melihat tuan mudanya yang menjelaskan ke pak kades.
Wulan ke dapur menyiapkan kopi lalu kembali lagi ke ruang tamu dan menyajikan Kopi untuk pak kades, teh untuk Yosep dan susu untuk Kasno. Wulan akan kembali ke kamarnya namun di tahan oleh pak kades. "Mau kemana nak? Duduk dulu sini!" Seru pak kades lalu menepuk sofa disampingnya.
Wulan pun duduk dan memperkenalkan diri, Wulan menyukai Yosep pada pandangan pertama, ia masuk ke kamar karena malu. "Perkenalkan ini anak saya nak Yosep namanya Wulan Kusuma Sari." Kata pak kades. "Wulan sudah satu tahun menganggur, disuruh kuliah tidak mau. Maunya jadi marketing bisnis online katanya."
"Saya Yosep dan ini saudara saya Kasno." Kata Yosep sambil menunjuk arah ke Kasno lalu menyodorkan tangan ke arah Wulan.
"Saya Wulan! pfffft!" Kata Wulan menyambut tangan Yosep untuk berjabat tangan lalu menutup mulutnya karena ingin tertawa, melihat bule yang ganteng namanya Kasno seharusnya steve atau robert pikir Wulan.
"Kenapa ada yang lucu ya? Pasti gara-gara Kasno, heheheh!" Kata Yosep lalu menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Ya Kasno ini saudara jauh saya, bapaknya german ibunya dari Jatibarang. Makanya mukanya mirip bapaknya bule hehehe."
"Makanya itu nak Yosep saya juga ingin ketawa mendengarnya, hehehe." Kata pak Kades. "Wulan anaku mau tidak kerja direstoran ibu mertua nak Yosep gajinya gede 4 juta. Kalau mau besok bisa langsung kerja, coba hubungi teman-teman Wulan juga siapa tahu ada yanh mau kerja."
"Mau sih pak asal marketing online. Nanti Wulan hubungi teman-teman Wulan sekarang." Kata Wulan.
"Ya sudah kalau Wulan mau sekarang berkemas kita akan berangkat, besok bisa langsung kerja. Bagaimana?" Tanya Yosep.
"Baik mas Yosep. Ternyata mas Yosep sudah punya istri ya, kok restoran ibu mertua hehehe. Ini Wulan juga ada 20 teman yang mau ikut kerja. 15 laki-laki dan 5 perempuan." Jelas Wulan.
__ADS_1
"Ini nak Yosep ada 9 orang dari rt 6 dan rt 7. 5 perempuan dan 4 laki-laki. Apa mau sekarang kumpul disini?" Tanya Pak kades.
"Kumpul saja mereka disini pak. Lebih cepat lebih baik, bawa juga data-data seperti kartu keluarga dan kartu tanda penduduk nanti untuk membuat kartu atm." Seru Yosep dengan raut muka tersenyum. Yosep lalu menelepon zahra untuk ke desa Mundakjaya dan menyuruh Kasno untuk mendatangkan tim driver Supercar agar menjemput semua orang disini takut tidak kebagian tempat.