
Yosep, Ryuna, Rany, Riku, dan Yura kembali ke rumah sakit Budi Asih Technology. Yura mengabari Kenshin dan Sasaki bahwa Ryuna mengalami kondisi kritis, mereka berdua langsung terbang Ke Indonesia. Yosep menyuruh Karno untuk menjemput Kenshin dan Sasaki di bandara Kertajati.
Ryuna masih tertidur pulas, pil kintamani berhasil meredakan rasa sakit di dalam dadanya sementara. "Sayang, sebaiknya pulang ke rumah mimi. Ini sudah malam, tadi mas sudah telfon mimi. Mimi bersama Chris akan jemput kamu sayang, maafin mas. Ada sesuatu hal yang harus mas lakukan untuk mengurangi efek penyakit Ryuna." Yosep mengelus lembut kepala Rany dan menciumnya.
"Ya sayang, jaga kondisi mas! Jangan terlalu diporsir!" Rany mencium bibir Yosep.
Dawi pun datang bersama Chris membawa mobil salah satu supercar Yosep yaitu W Lykan hypersoprt. Semua direksi yang sudah diberi mobil supercar dikembalikan pada garasi VJC 01 setelah mendengar Yosep jatuh miskin.
"Yos Ryuna tidak apa-apa?" tanya Dawi dengan raut muka khawatir.
"Tidak apa-apa mi. Sekarang Ryuna sedang istirahat. Yos sedang mengupayakan untuk menyembuhkan Ryuna mi. Untuk sementara Rany boleh tinggal di rumah mimi?" tanya Yosep.
"Boleh sayang! Rumah itu juga rumah Yos juga. Biar tambah ramai, mimi juga agak kesepian tapi semenjak ada Alice rumah jadi cukup ramai. Mimi tak sabar menantikan cucu mimi lahir." Dawi mengelus lembut perut Rany.
"Ryuna juga sedang hamil mi. Makanya Yos berusaha sekuat mungkin agar Ryuna bisa sehat kembali dan bisa melahirkan cucu mimi juga," ucap Yosep.
"Mantap! Ternyata anak mimi tokcer juga naganya kaya obat, mujarab, hehehe" Dawi mengacungkan dua jempol sambil tertawa ringan. "Hamil berapa bulan Una?"
"Empat bulan setengah," jawab Yosep. "Mi sudah malam, lebih baik mimi cepat pulang. Terima kasih mimi sudah mau jemput Rany."
"Ya sayang sama-sama." Dawi mencium kening Yosep lalu mencium kening Ryuna. "Mimi pamit ya! Chris Ayo!"
Chris menganggukan kepala, Dawi menggandeng lengan Rany dan mendudukannya pada kursi roda lalu Dawi mendorongnya menuju basemen parkir rumah sakit melalui lift.
"Yura! Riku! Jika kalian ingin beristirahat pulanglah ke VJC 01 bersama ibuku!" seru Yosep.
"Tidak tuan muda! Kami akan menunggu nona muda disini. Tapi maaf tuan muda kita berdua lapar, hehehe, belum makan," ucap Yura tertawa ringan dengan perut yang berbunyi.
"Ya sudah ini uangnya. Di depan rumah sakit ada warteg, warung bakso, warung nasi padang, ketoprak juga ada. Kalian pilih saja dan makan yang kenyang!" Yosep memberikan uang 300.000 pada Yura.
__ADS_1
Mereka berdua keluar dari rumah sakit menuju tempat makan yang diinformasikan Yosep. "Saya harus melakukan sesuatu, tapi apa? Yosep berpikirlah? Berpikir?" Yosep mondar-mandir di dalam kamar VVIP01 sambil memijat keningnya. "Akan aku coba cara itu. Reinka Aksa!"
Mata Yosep sudah berubah menjadi reinka aksa, pupil matanya berubah menjadi warna biru cerah dengan motif lotus berwarna silver. "Jurus padma siwa!" Yosep menempelkan telapak tangannya ke belahan gunung kembar Ryuna untuk mengalirkan hawa murni yang dimilikinya.
[Telolet]
[Majikan jangan memaksakan diri, tubuh juragan yang akan rusak sel-selnya dan tidak bisa beregenerasi kembali]
Barjo muncul dengan tubuh naganya. "Aaaaargh! Saya tak peduli Jo! Lebih baik aku mati Jo asal Ryuna bisa sehat kembali dan anaku juga bisa lahir! Aaaaargh!" Yosep terus mengalirkan hawa murninya, telinganya keluar darah.
Boof!
Energi jurus padma siwa hilang, Yosep sudah tak bisa lagi menggunakan jurus padma siwa. "Angkusa sangkara!" Yosep mengalirkan energi hawa murni berwarna hijau ke dalam tubuh Ryuna.
Boof!
Wajah Ryuna yang pucat kembali segar, organ vitalnya sudah kembali pulih tapi masih lemah, sel-selnya beregenerasi tapi sangat lambat, energi jurus angkusa sangkara hilang, Yosep sudah tak bisa lagi menggunakan jurus angkusa sangkara. Cairan merah keluar dari dalam hidungnya.
"Kalau begitu buka kunci skill dokter Jo!"
[Majikan sekalipun skill dokter dibuka penyakit nona Ryuna tidak bisa disembuhkan]
"Kalau begitu saya akan terus mengalirkan hawa murni 7 ajian nawadewanata lagi sampai habis!"
"Mahadewa nagapasa!" hawa murni berwarna kuning masuk ke dalam tubuh Ryuna, "Masih belum cukup, moksala rudra!" hawa murni yang masuk ke dalam tubuh Ryuna berubah menjadi warna jingga.
Boof!
Boof!
__ADS_1
"Guhak!" Yosep memuntahkan seteguk darah. "Aku harus kuat! Aaaargh! Gada brahma! Mahesora dupa! Bajra Isvara! Trisula sambhu! Chakram visnu!" Yosep terus mengalirkan hawa murni dari warna jingga ke merah, warna energi hawa murninya terus berubah dari merah ke merah muda dan terus putih serta biru lalu ke hitam.
Boof!
Boof!
"Guhak!" Yosep memuntahkan darah sangat banyak, dari telinga, mata, dan hidung darah itu mengalir pelan. "Hanya ini yang bisa mas lakukan sayang," lirih Yosep perlahan matanya terpejam lalu pingsan.
[Majikan]
[Majikan]
[Majikan]
[Majikan! Bangun majikan!]
Yura dan Riku masuk ke dalam ruangan melihat Yosep terlentang lemas, bersimbah darah panik. "Tuan muda! Tuan muda!" Yura menyeka darahnya Yosep dengan tisu dan menepuk-nepuk pelan pipinya. "Riku angkat tuan muda ke sofa dan panggilkan dokter cepat Riku."
Riku dan Yura mengangkat tubuh Yosep yang cukup berat ke sofa, lalu Riku berlari keluar mencari dokter. Ryuna sudah kembali sehat, organ vitalnya sudah kembali seperti semula dan maksimal, sel-selnya juga beregenerasi dengan cepat.
Wajah Ryuna kembali berseri-seri karena efek energi ajian nawadewanata, rambut Ryuna yang jarang-jarang kembali tubuh lebat bahkan lebih panjang sepantat, tubuhnya berkilau semulus giok.
Ryuna terbangun setelah mendengar teriakan Yura dan langsung membulatkan mata melihat Yura sedang membersihkan darah di seluruh wajah Yosep. Ryuna bangkit dan langsung bergegas memeluk Yosep, "Mas! Mas! Bangun mas, hiks, hiks, hiks! Bangun mas! Jangan tinggalin Ryuna mas! Hiks, hiks, hiks" Ryuna menangis sejadi-jadinya.
Riku datang bersama kepala dokter Boyke yang sedang jaga malam hari ini. "Dok! Tolong dok! Tuan muda Dok! Tolong dok!" Riku panik dan menarik lengan kepala dokter Boyke.
"Tenang anak muda! Dokter yang awet muda dan tampan sekali yang ini, biar yang mengurusnya!" kepala dokter Boyke menepuk-nepuk dadanya lalu memeriksa kondisi Yosep dengan stetoskop.
Suster Feriska masuk membawakan ranjang tidur di samping Ryuna. Kepala dokter Boyke dan Riku mengangkat Yosep ke ranjang. Suster Feriska membawakan 3 butir pil kelabang darah untuk Yosep, kepala dokter Boyke meminumkan 3 pil kelabang darah pada mulut Yosep.
__ADS_1
"Hiks, hiks, hiks, bagaimana kondisi mas Yosep dok? hiks, hiks, hiks," Ryuna masih menangis dan tak henti-hentinya cairan bening mengucur deras dari sudut kelopak matanya.