SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP

SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP
System Kekayaan Berkedip - 34 Membuat Rencana


__ADS_3

Penculik sarung tangan runcing baju dan celana panjangnya robek, terlihat otot-otonya yang besar lalu melesat cepat menyerang Yosep. Pukulan demi pukulan dilancarkan ke arah Yosep dengan sangat cepat dan keras. Yosep hanya menghindar dengan memiringkan kepala sesekali badannya, karena pola serangan penculik bersarung tangan adalah kepala dan titik vital jantung Yosep.


Yosep dengan wajah datar menghindari pukulan penculik bersarung tangan runcing. Pukulannya mengenai tiang listrik, kursi taman dan juga tong sampah. Tak ada satu pun pukulannya mengenai tubuh Yosep bahkan seujung rambut pun tak mengenainya.


"Sial kau bocah ingusan! kau seperti ayam sayur hanya bisa menghindar saja!" Cibir penculik bersarung tangan runcing untuk memprovokasi Yosep yang masih terus memukul-mukul Yosep tanpa henti, ke segala arah karena Yosep hanya menghindari pukulannya.


"Sorry ya layau! pendekar sampah sepertimu bukan tandinganku. Pukulan Gada brahma!" Yosep mengepalkan tangannya erat lalu beradu pukulan dengan pukulan penculik bersarung tangan runcing.


Sarung tangan penculik hancur sebelum menyentuh kepalan tangan Yosep dan akhirnya terpental jauh 20 meter lalu menabrak tiang listrik. Pukulan Yosep yang mementalkan penculik bersarung tangan itu membuat tiang listrik yang terkena hantaman tubuh penculik jadi bengkok, kabelnya langsung putus.


Yosep melesat cepat untuk membuat lumpuh keempat penculik dengan jurus seribu jari bumi. Lalu Yosep menelepon pak Wawan polisi sektor Cikedung bahwa Yosep telah menangkap penjahat di jalan by pass gatot subroto indramayu kota yang telah dilumpuhkannya.


Meskipun kantor polisi sektor cikedung jauh dari polres Indaramayu, Yosep menghubungi nomor polisi yang ia kenal supaya cepat dan pak Wawan menyambungkan laporan Yosep ke polres Indramayu.


10 menit kemudian mobil polisi datang membawa 6 orang polisi, Yosep menceritakan semua kronologi kejadian secara mendetail ke Bu Siska.


"Terima kasih mas Yosep telah melumpuhkan semua penculik ini. Kami akan segera membawanya ke kantor, jika ada informasi tambahan kami akan menghubungi mas Yosep kembali." Kata Bu Siska kanit reserse polres Indramayu.


"Baik bu, terima kasih. Saya izin pamit!" Kata Yosep lalu mengendarai motornya menuju Raimu CRC. Setiap ada hal yang berbahaya Yosep tak pernah menceritakannya pada Dawi, karena tak ingin membuat ibunda kesayangannya itu khawatir. Begitu Polisi datang Yosep sudah membuka totokan jari bumi yang ia lepaskan ke empat penculik.


"Dari luka yang diterima oleh para penculik sepertinya mas Yosep bukan orang biasa. Aku cek nadi setiap penculik organ dalamnya cukup terluka parah. Masih muda sudah menjadi pendekar di atas level pendekar tanpa tanding yaitu pendekar tingkat malaikat. Jika mas Yosep melepaskan satu persen tenaga dalamnya, bisa dipastikan keempat penculik ini pasti tewas." Batin Siska dengan sorot mata yang tajam.

__ADS_1


Pendekar dibagi atas pendekar tanding, pilih tanding, tanpa tanding, iblis, malaikat, dan dewa. Setiap level pendekar terbagi atas 1 sampai dengan sembilan.


Yosep sudah sampai di Raimu CRC dan rombongan karyawan juga sudah kembali dari berbelanja di Dharmayu Mall.


Yosep memasuki ruangan VVIP khusus pelanggan yang telah disediakan oleh Raimu CRC, untuk membuat brosur digital yang akan ia iklankan di akun Raimu CRC dan akun Zahra Catering melalui media sosial raimubook, twitwiw, dan juga Kagagram.


Yosep membuat setingan target market pada 3 akun media sosial yaitu usia 18-35 tahun, lokasi Indramayu, dan beberapa setting mendasar untuk beriklan supaya iklan yang diluncurkan tepat sasaran. Yosep menggunakan aplikasi searchisback.com untuk melihat perkembangan pasar saat ini. Tidak lupa juga Yosep menjebol data survey bisnis dan ekonomi dari pemerintah Indramayu untuk melihat analisis pasar restoran di indramayu.


"Akhirnya sudah satu jam selesai juga, tinggal menunggu waktu esok. Aku yakin dengan penerapan ilmu dan informasi data, firasatku mengatakan besok pasti ramai." Kata Yosep sambil meregangkan tubuhnya.


Zahra tiba-tiba mengetuk pintu ruangan Yosep dan mempersilahkan Zahra untuk masuk. Zahra membawa secangkir teh susu hangat dan juga strawbaery cake buatan Zahra sendiri.


"Zahra juga duduk disini!" Ajak Yosep sambil menepuk-nepuk sofa, agar Zahra duduk di samping Yosep.


Zahra dengan pipi merah merona duduk di samping Yosep memakai gamis dan hijab berwarna aquamarine. Semenjak kenal dan jatuh cinta sama Yosep, Zahra merubah penampilan dengan menutup auratnya dari memakai pakaian seksi ke pakaian tertutup (gamis dan hijab).


Yosep mulai memotong strawbery cake yang Zahra buat dan melahapnya dengan perlahan untuk mengetahui rasa dari strawbery cake itu. "Hmmm, sungguh sangat enak. Zahra memang sangat hebat dalam membuat cake, sangat lembut di mulut, tidak membuat seret di tenggorokan dan juga manisnya sangat pas." Puji Yosep dengan muka berseri-seri.


"Makasih mas Yosep. Zahra juga meminta saran, bagaimana jika menu cake ini dijadikan menu utama desert di Raimu CRC ini? Untuk variannya ada strawbery, kiwi, lemon, chocolate, keju dan juga apel." Pinta Zahra dengan pipi merah merona.


"Kalau saya sih yes. Pokoknya saya percayakan pada Zahra tentang menu dan harga desert yang akan kita jual di Raimu CRC." Jawab Yosep sambil menyubit hidung Zahra karena gemas.

__ADS_1


"Aw sakit mas!" Teriak Zahra. Membuat semua orang yang berada di dalam restoran berpikir mesum. Dawi yang mendengar juga berpikiran aneh pada Zahra dan Yosep yang berduaan di dalam ruangan VVIP.


Dawi menerobos pintu kamar VVIP bersama Mala. "Yos apa-apaan ini!" Bentak Dawi dengan raut muka marah.


"Zahra apa yang sedang kamu lakukan!" Bentak Mala.


Yosep dan Zahra hanya bengong melihat ekspresi Dawi dan Mala yang marah. "Kami tidak sedang berbuat apa-apa mi, Yos hanya mencubit hidung Zahra karena gemas, hehehehe!" Yosep sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Ya bu! Ya bunda kami tidak sedang berbuat asusila kok. Cuma mas Yosep nakal mencubit hidung Zahra keras banget, jadi Zahra berteriak." Jelas Zahra.


"Maaf, maaf kami salah paham dan membayangkan yang tidak-tidak pada kalian berdua. Habisnya kalian lama sekali keluarnya, hehehehe." Kata Dawi lalu tertawa.


"Memangnya kalian sedang melakukan apa? sampai berlama-lama di ruangan ini. Kalau khilaf kan bahaya, apalagi kalian cuma berdua yang ketiganya pasti setan." Kata Mala penuh raut muka dengan penuh tanda tanya.


"Kami lagi membahas tentang menu desert untuk Raimu CRC yang akan dijual besok sebagai perkenalan pada pelanggan. Kita harus memberikan kesan pertama yang terbaik pada pelanggan supaya bisa menjadi customer yang very hot market nantinya. Pelanggan yang akan terus membeli produk kita dan merekomendasikannya ke orang lain."


"Jadi kita tidak perlu menambah biaya promosu selanjutnya, karena pemasaran lewat mulut ke mulut (Mouth marketing/viral marketing) itu jauh lebih efektif dan sangat efektif mengurangi biaya promosi kita." Jelas lagi Yosep.


"Baik sebelum kita pulang, karyawan dan karyawati akan menyiapkan seterbaik mungkin bahan-bahan apa saja yang kita butuhkan dan akan diolah buat besok. Untuk membuat hasil yang berkualitas dibutuhkan rencana dan kerja keras dengan penuh sukacita." Kata Mala dengan semangat menggebu-gebu.


Mala, Dawi dan Zahra kembali ke dapur untuk mempersiapkan bahan-bahan makanan dan minuman untuk grand opening besok. Yosep membuat syukuran kecil-kecilan hari ini sebagai rasa syukur karena esok hari Raimu CRC akan segera dibuka.

__ADS_1


__ADS_2