SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP

SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP
SKB 324


__ADS_3

"Ha-ha-ha .... Semua orang punya kesempatan. Aku yang pertama!" Bandit berbadan besar itu menampar Zhia Ji dan menindih perutnya.


"Aku yang kedua!"


"Aku yang ketiga!"


Bandit-bandit yang lain saling bersahutan untuk menentukan giliran.


"Nona, maafkan aku." Feng Xin kalah oleh rasa takutnya dan merayap menjauh dari desa sambil membatin. Kemudian melanjutkan, "Aku baru saja selamat. Aku harus menghargai hidupku."


"Kau akan menikmati ini." Bandit berbadan besar itu membuka bajunya, menunjukan dadanya yang bidang dan kekar.


"Tolong, jangan!" Mendengar teriakan Zhia ji Feng Xin tidak tega dan melompat untuk menusuk tengkuk bandit berbadan besar.


Namun tangan kanan Feng Xin yang mau menusuk berhasil ditangkap oleh bandit berbadan besar.


Ternyata dia sengaja menjebak Feng Xin untuk keluar, karena sedari tadi ia sudah merasakan keberadaan Feng Xin dengan kesadaran ilahi, walau hanya mampu mendeteksi 10 meter saja.


BAM!


Perut Feng Xin dipukul oleh bandit berbadan besar dan terpental di udara, "Sial, aku meleset," batin Feng Xin meringis kesakitan.


"Brengsek! Bajingan!" Ternyata bilah pedang iblis darah berhasil menembus telapak tangan kiri bandit besar.


Feng Xin terjatuh beberapa meter dari bandit berbadan besar dan langsung bangkit, "Nona, tunggu apa lagi? Cepat pergi!"


"Awas di belakangmu!" Zhia Ji memperingatkan di belakang Feng Xin ada bandit lain yang siap menusuknya.


Dan ....


JLEB!

__ADS_1


"Guhak!" Feng Xin berhasil ditusuk dan memuntahkan darah. Level kultivasi yang menusuk Feng Xin di fase Gathering Qi bintang 6. Pantas saja, Feng Xin tidak bisa merasakan hawa keberadaannya, "Aaakh ... darimana datangnya orang ini?"


Tubuh Feng Xin terjatuh dan masih sedikit sadar, pandangannya mulai buram. Kepalanya diinjak oleh bandit yang menusuknya. Dia adalah pemimpin bandit, "Yun, tanganmu tidak apa-apa?"


"Tidak apa-apa. Hanya luka kecil." Yun Jing melepaskan bilah pedang iblis darah dari telapak tangan kanannya. Tangan kirinya menjambak rambut Zhia Ji yang mau kabur, "J*l*ng kemana kau akan pergi, hah?!"


"Ah ...." Zhia Ji meringis kesakitan. Sakit sakitnya jambakan rambut Yun Jing, air mata tumpah di kedua pipinya.


Yun Jing mendorong keras punggung Zhia Ji hingga tertelungkup di depannya. Lalu menendang pipinya, hingga membalikan badan dalam keadaan terbaring dengan sudut bibir mengeluarkan darah.


"No-nona, si-sial!" Feng Xin tangan kanannya mengulur ke arah Zhia Ji yang bersiap diperkosa Yun Jing dan beberapa saat kemudian pandangannya benar-benar gelap. "Maafkan aku nona. Aku tidak ...."


"Tuan, tolong!" Suara teriakan Zhia Ji tak lagi terdengar oleh Feng Xin yang sudah memejamkan mata.


Jiwa Feng Xin tiba di depan sebuah pintu merah bermotif kutukan Naga Darah, "Dimana ini?" kata Feng Xin menyipitkan mata.


Pintu merah itu terbuka lebar setelah terdengar suara ledakan beruntun dibalik pintu merah seperti suara dentuman meriam.


Tubuh Feng Xin perlahan pulih dengan motif kutukan Naga Darah di dadanya. Ternyata kutukan itu tidak benar-benar hilang, tubuh Feng Xin dikendalikan oleh energi Yin dan Yang dari Naga Darah.


Tubuh Feng Xin melayang disertai fluktuasi udara disekitarnya berupa angin merah darah yang menderu-deru.


"J*l*ng! Cepat buka kakimu! Biar naga kecil ini masuk sarangnya, ha-ha-ha ...." Sambil tertawa Yun Jing membuka paksa tautan paha Zhia Ji yang menutup bagian vitalnya hingga membentuk huruf M.


"Jangan tuan, jangan! Bedebah!" Tangan kiri Yun Jing melepas paksa c*l*n* d*l*m Zhia Ji yang berwarna merah muda dan menampakan hutan rimbanya yang gelap gulita.


"Hei, apa itu?" Bandit yang lain yang sedang menunggu antrian untuk menikmati Zhia Ji menunjuk Feng Xin yang sudah hilang dari pandangannya.


Feng Xin melompat ke arah Yun Jing, tingkat kultivasinya naik sementara di fase Foundation bintang satu. Tangan kanannya memegang muka Yun Jing dan meremasnya kuat-kuat.


ZRASH!

__ADS_1


Kepala Yun Jing hancur menjadi bubur darah dan Feng Xin yang dikendalikan Naga Darah mukanya menyeringai menikmati pembantaian Yun Jing.


"Yun!" Semua anggota bandit berteriak memanggil Yun Jing yang dihancurkan kepalanya hanya dalam satu remasan.


Dengan menyeringa Feng Xin berkata, "Aku takan membiarkan kalian lolos satu orang pun."


"Siapa yang berani mengancam kami bandit Angin Timur, hah? Semuanya serang!" titah pemimpin bandit mengacungkan pedangnya ke arah Feng Xin.


Sementara itu jiwa Feng Xin bertemu Naga Darah, tubuhnya yang panjang meliuk-liuk di dalam ruangan dibalik pintu merah besar.


Tubuhnya dirantai dengan rantai emas, rantai emas itu melilit tubuhnya dan setiap ujung rantainya memiliki bilah tombak yang menancap pada setiap dinding ruangan yang memenjarakannya.


"Feng Xin, akhirnya kita ketemu." Naga Darah itu menyapa Feng Xin dengan suara menggelegar.


Tentu saja membuat Feng Xin terkejut bukan main dengan raut muka kaget bodohnya, "Aaargh ...!" Feng Xin berlari ke arah pintu merah besar, "Jangan panggil jiwaku. Aku tidak ingin mati sekarang. Aku masih muda dan belum menikmati satu wanita pun. Aku menikmatinya itu pun hanya mimpi!"


"Aku Naga Darah, bukan raja neraka. Kau belum mati, Feng Xin." Naga Darah memperjelas lagi bahwa Feng Xin bukan di neraka dan itu membuat Feng Xin menghentikan larinya.


Dengan menoleh dan membulatkan mata, Feng Xin membalikan badan, "Hmm?! Apakah aku masih hidup?"


Kepala Naga Darah mendekat ke arah Feng Xin dan berkata, "Ya, kamu masih hidup. Selama ribuan tahun aku menunggumu untuk menerima tugas dari Mahadewa leluhurmu dan ini hanya kesempatan sekali seumur hidup. Terima aku atau tidak?"


"Jika kau tidak menerimaku kau akan mati oleh kutukanku. Jika kau menerimaku aku akan memberikanku sesuatu yang menarik."


"Apa maksudmu peluang satu kali seumur hidup? Dan siapa itu Mahadewa leluhur? Aku tidak mengerti dengan yang tuan Naga Darah katakan," jawab Feng Xin benar-benar bingung.


"Untuk sementara kau tidak perlu tahu. Kau hanya perlu menjawab satu pertanyan dariku," kata Naga Darah dengan tatapan mata darah yang tajam dan aura yang mendominasi. Kemudian melanjutkan hingga membuat Feng Xin gugup sambil meneguk saliva dalam-dalam dan takut, "Bocah tengik, apakah kau haus akan dada wanita yang besar dan pantat wanita yang aduhai?"


"Hah?!" Feng Xin melebarkan mata dengan muka jeleknya dan melanjutkan, "Cukup! Aku tidak akan menjawab pertanyaan kotor seperti itu!"


"Hmph! Dasar munafik! Kau telah melakukan hal yang kotor dan mesum. Lalu kau menganggap dirimu polos? Yang kau lakukan dengan wanita itu bukan mimpi bodoh, aku melihatnya dan kau payah. Benar-benar payah sebagai lelaki yang dikalahkan oleh wanita. Bocah tengik sialan!" Naga Darah berteriak dengan suara menggelegar hingga Feng Xin menutup telinga kiri dan kanannya dengan jari telunjuk rapat-rapat.

__ADS_1


__ADS_2