
"Om, memangnya ayah sakit apa?" tanya polos Alice. "Ayah tidak apa-apa kan?"
"Tenang saja, ayah Alice pasti tidak apa-apa, om janji akan bantu ayah Alice sampai sembuh." Yosep menyolek hidung Alice.
"Pak big bos, bukannya anda ini dokter super, kenapa harus ke rumah sakit? Pak big bos kan punya pil-pil yang sangat hebat dan mujarab," sela Chris.
"Kondisinya sedang tidak memungkinkan Chris, sekarang. Saya banyak kehilangan hawa murni setelah melawan pria itu, dia cukup sangat kuat, dalam sekejap kekuatannya bisa meningkat sampai tahap pendekar malaikat. Meskipun saya sudah di tahap pendekar dewa, tapi jurus baru yang aku ciptakan cukup menguras tenaga. Tuan Myke harus dibawa ke rumah sakit segera, cepat Chris!" jawab Yosep.
"Benar-benar gila nih orang. Dokter, pengusaha, petarung, lalu sebenarnya apa lagi identitas yang belum aku ketahui tentang Yosep ini?" batin Myke.
___
___
___
Chris sudah membawa Myke ke rumah sakit terdekat agar Myke dirawat, Alice dibawa ke hotel Winstringham tempat Yosep menginap bersama keempat istrinya.
Hotel Winstringham sebenarnya 90% sahamnya milik Ochobot City. Namun karena kebijakan yang tidak adil dari PM Kone Di Blangbir dengan berat hati Ochobit City melepas semua sahamnya dari Hotel Winstringham. Kebijakannya Ochobot City tidak diperbolehkan memiliki saham apapun dan bekerja sama dengan perusahaan manapun di Inggris.
Ting!
Pintu lift terbuka di lantai paling atas dengan fasilitas presidential suit room. Satu lantai itu sudah disewa semua oleh Yosep untuk semua tim pasukan super elit dibawah kepemimpinannya. Yosep melatih pasukan khusus sendiri terdiri dari 10 orang dan termasuk Chris.
Tok!
Tok!
Yosep mengetu kamarnya, "Sayang mas pulang, bawa hadiah nih!" Yosep berteriak memanggil tim ZZRR.
Zahra membukakan pintu dan mencium punggung tangan kanan Yosep, tangan kiri Yosep menggendong Alice. "Ini anak siapa mas? Sangat imut dan ngemesin. Jangan bilang dari selingkuhanmu mas." Zahra mengerucutkan bibirnya.
__ADS_1
"Hust! Ngomong apa sih kamu sayang? Ini Alice anak tuan Myke, temen mas. Tuan Myke lagi di rumah sakit sedang dirawat, sementara Alice akan tinggal bersama kita selama seminggu ini. Tolong ya jaga Alice baik-baik!" Yosep mengelus rambut Zahra.
"Ya mas!" Zahra menganggukan kepala. "Alice gendong yuk, sama tante! Nanti tante kasih cake chocolate, mau?"
"Hmm!" Alice menganggukan kepalanya. "Alice sangat suka coklat tante."
Zahra menggendong Alice, Yosep membersihkan diri di kamar Mandi. "Sis, ini anak siapa? Lucu banget sih!" Rany menarik lembut pipi Alice yang chubby.
"Aku Alice tante, om tampan jujur ya. Istri-istri om tampan sangat cantik," ucap Alice polos.
"Eh, kecil-kecil sudah pandai gombal ya, awas ya tante cium nih!" Ziva bergantian menggendong Alice dan menciumi pipinya yang menggemaskan. "Alice sudah makan?"
"Belum tante, Alice belum makan," ucap Alice polos.
"Ya sudah. Ayo tante suapin Alice makan ya, Alice mau makan apa?" Ziva membawa Alice ke meja makan bersama Rany dan Zahra.
Ryuna sedang duduk cemberut sambil menonton televisi, Ryuna sedang ngambek karena sudah hampir dua bulan belum juga hamil. Padahal setiap malam Yosep bermantap-mantap dengan mereka berempat. "Sister sini! Main sama Alice sekalian makan!" Rany memanggil Ryuna.
"Sister ayo makan!" Panggil lagi Zahra pada Ryuna. "Ini Alice ingin berkenalan denganmu sister Una."
Ryuna berjalan ke arah meja makan dengan langkah gontai dan mengerucutkan bibirnya. "Sudahlah sis, tidak usah dipikirkan. Kalau sudah waktunya juga kita akan hamil, lebih baik kita main sama Alice, siapa tahu bisa mengobati rasa kangen kita yang ingin punya bayi." Rany memegang tangan Ryuna untuk menenangkannya.
Mereka berlima pun makan bersama Alice, Yosep baru menyusul setelah ia membersihkan diri.
***
Keesokan pagi.
[Selamat majikan mendapatkan uang dari berkedip selama 28.800 kali dalam satu hari senilai Rp. 288.000.000]
Yosep sudah berpakaian rapi, tim ZZRR sedang memandikan Alice bersama.
__ADS_1
Smartphone Yosep berbunyi, "Pak big bos ada yang mau bertemu dengan anda!" telepon itu dari Lin yang sedang memeriksa Don Telo di lobi hotel.
"Siapa?" tanya Yosep.
"Tuan Don Telo, pak big bos!" jawab Lin.
"Persilahkan masuk!" titah Yosep.
"Siap pak big bos!" Lin memutuskan panggilan telepon.
Beberapa saat kemudian Don Telo bersama Wong Kam Feng dan juga Jack, tiba di balkon lantai yang disewa oleh Yosep. "Selamat datang tuan Don Telo!" Yosep menyambut hangat dan menjabat tangan Don Telo, Jack, serta Wong Kam Feng. "Silahkan duduk!"
Jin menghidangkan kopi dan cake chocolate di meja. "Silahkan tuan diminum!" Jin pun pamit undur diri.
"To the point saja, jangan basa-basi. Kenapa anda mengundangku kemari?" tanya Don Telo sambil menyesap kopi yang dihidangkan Jin.
"Anda orang yang sangat terus terang tuan Don Telo. Saya mau berbisnis dengan anda, kalau anda bersedia dan berhasil mempertemukan saya dengan PM Kone Di Blangbir sebelum pertemuan saya dengan para pemimpin USF, saham hotel ini akan menjadi milik anda. Bagaimana?" Yosep mulai melancarkan jurus negosiasi miliknya.
"Tawaran yang menarik. Tapi aku mau yang lebih besar lagi." Don Telo menyunggingkan senyumnya.
"Apa? Saya bisa melakukan apapun, asal saya bisa bertemu dengan PM Kone Di Blangbir, paling lambat malam ini. Saya tahu anda punya hubungan yang sangat dekat dengan perdana menteri." Yosep memperilhatkan foto-foto Don Telo dan Kone Di Blangbir begitu sangat hangat dan akrab dari laptopnya. "Kalau anda tanya, saya tahu darimana itu tidak penting. Tujuan saya anda bersedia dan saya akan memberi imbalan apapun yang anda inginkan."
"Bagaimana kalau anda memberikanku 1 juta liter XNP yang cair dan 10.000 box besar baterai NXP. Apakah anda bisa?" tanya Don Telo.
"Itu sangat mudah, sekarang pun bisa. Bahkan jika anda ingin menjadi distrinuror tangan pertama XNP, saya bisa mengabulkannya. Asal anda bujuk perdana menteri untuk mau menerima Ochobot Citu dan bergabung dengan kami atau pertemukan saya dan perdana menteri." Yosep menyeruput kopi, kaki kanannya disilangkan ke kaki kiri, tubuhnya ia sandarkan pada sandaran sofa.
"Jangan membual, kamu ini siapa bisa melakukan hal seperti itu!" bentak Wong Kam Feng sambil menggebrak meja.
"Chris katakan siapa saya!" Yosep melirik Chris.
"Pak big bos adalah pewaris Ochobot City, sekaligus presiden Uni Asian and Afrikan. Anda paham?" jelas Chris dengan tatapan mata yang tajam pada Wong Kam Feng, karena ia tidak suka Yosep dibentak.
__ADS_1
"Berarti kau dalang dibalik pembunuhan kakakku, jendral Wong Kam Fung di China. Aku akan habisi kau sekarang juga!" raut muka Wong Kam Feng merah padam dan tatapannya tajam pada Yosep.