
Waktu sudah menunjukan pukul 17.10, matahari sudah siap pulang ke ufuk barat. "Wulan, kamu tunggu disini. Aku mau masuk ke dalam, ambil mobil sahabatku dulu ya. Aku mau minjem mobil miliknya." Kata Yosep dengan raut muka tersenyum.
"Ya mas. Tapi bukannya ini perumahan elite di kawasan jawa barat mas. Disini banyak para pejabat dan orang super kaya tinggal." Kata Wulan.
"Ya bukan masalah sahabatku orang yang terpandang disini, jadi Wulan jangan khawatir." Kata Yosep dengan nada berbisik-bisik. Yosep tidak mau kebohongannya terbongkar, pokoknya tidak ada satu orang pun yang boleh tahu kalau yosep tinggal di VJC ini.
Yosep melewati pintu utama VJC dan di sapa semua security dengan sopan, Yosep hanya membalas dengan senyuman dan memberikan uang 200.000 pada security untuk membeli rokok. Lalu pergi terus berjalan menuju VJC 01 untuk mengambil mobil miliknya. Hanya uang itu yang tersisa karena Yosep tadi memberikan ongkos untuk taxi online 100.000 padahal ongkos yang tertera hanya 50.000.
Yosep selalu punya keyakinan bahwa uang yang ia dapat hanya sebuah titipan. Mumpung banyak uang bisa dibagi-bagikan untuk menolong atau membantu orang. Yosep sudah sampai di basement parkirnya, lalu menuju mobil lamborghini Veneno miliknya. "Mobil yang keren, mobil berwarna emas ini sungguh mendominasi." Puji Yosep.
Yosep masuk ke mobil dan menyalakan mesin lalu berangkat meninggalkan VJC 01. Yosep sampai dipintu gerbang utama, security membukakan pintu gerbang, Yosep membuka kaca pintu mobil dan tersenyum lalu membunyikan klakson. Namun anehnya mobil sekeren itu klaksonnya berbunyi telolet, semua security yang mendengar bunyi klakson tertawa terpingkal-pingkal. Wulan juga ikut tertawa di samping pintu gerbang.
"Ayo masuk!" Seru Yosep.
"Mas ini kan mobil mahal. Kenapa mas Yosep pinjam mobil seperti ini?" Tany Wulan dengan mata terbelalak.
"Ya bagaimana lagi, sahabatku punyanya mobil supercar semua. Mobil yang di ruko juga sama punya dia juga yang aku sewa, hehehe." Kata Yosep sambil menggaruk pipinya yang tidak gatal.
Wulan pun masuk ke dalam mobil. Yosep melajukan mobilnya dengan cukup cepat di jalan raya Jatibarang-Larangan. "Mas jangan cepat-cepat wulan takut!" Kata Wulan dengan raut muka pucat pasi sambil memeluk lengan kiri Yosep.
"Maaf!" Kata Yosep dengan raut muka tersenyum.
30 menit kemudian Yosep sampai di rumah pak kades. "Aku ke Masjid dulu mau shalat maghrib, nanti kalau sudah selesai hubungi saya ya!" Seru Yosep. "Aku juga mau ke rumah pak Awi dulu ada yang mau di bicarakan!"
"Ya mas. Hati-hati dijalan." Kata Wulan sambil melambaikan tangan, lalu Wulan masuk ke rumahnya. Sedangkan Yosep menuju masjid untuk shalat maghrib
Yosep keluar dari mobilnya dan menuju tempat air wudhu untuk mengambil air wudhu. Kemudian masuk ke dalam masjid hanya ada beberapa orang yang hadi untuk mengikuti shalat maghrib berjamaah, itu pun umurnya sudah sepuh.
"Kok jam segini belum ada yang Adzan. Mbah min, mang Tarjo kemana kok belum datang?" Tanya Yosep.
"Lagi sakit nak Yosep. Nak Yosep saja yang adzan." Seru mbah min.
"Baik mbah!" Jawab Yosep lalu memegang microphone untuk Adzan. Yosep adzan dengan nada muhammad thaha al junayd, suaranya begitu merdu dan melengking.
Semua orang yang mendengarkan, merinding dan tersentuh hatinya, sehingga datang berbondong-bondong ke masjid untuk ikut shalat.
"Ini yang adzan siapa ya, tapi suaranya seperti familiar?" Tanya Mahmud. "Ya jadi kepingin shalat di masjid. Mon ayu shalat di masjid."
"Ya suaranya bagus banget. Ayo ikut shalat juga." Kata Darmon.
Yosep melantunkan iqamah sebagai tanda untuk segera melaksanakan shalat maghrib. "Mbah Min, silahkan!" Seru Yosep.
"Ah tidak! nak Yosep saja yang jadi imam, silahkan!" Kata mbah Min.
__ADS_1
"Saya tidak enak mbah Min. Saya kan masih muda, bagusnya yang sudah berpengalaman kaya mbah min." Tolak Yosep.
"Tidak apa-apa. Ayo mas! yang penting suaranya nganu" Teriak para jamaah dibelakang serentak.
Dengan berat hati Yosep mengimami
shalat maghrib berjamaah. Setelah selesai shalat berjamaah banyak jamaah yang menangis karena suara merdu Yosep.
[Telolet]
[Majikan memicu skill baru. Majikan mendapatkan skill suara merdu level 1]
[Selamat majikan mendapatkan poin skill suara merdu pengalaman 10 poin]
[Telolet]
[Status]
[Nama : Yosep Firmansyah
Umur : 19 tahun
Skill : Dokter lv max. Direktur lv max. Paranormal lv2. Pialang saham lv max
[Skill experience : Dokter level max (10.000/10.000)
Direktur level max (10.000/10.000)
Pialang saham level max (10.000/10.000)
Paranormal level 2 (13/100)
Detektif level 1 (10/50)
Otot kuat level 1 (15/50)]
Chef level 1 (0/50)
suara merdu level 1 (10/50)]
[Level majikan : tinggi (215.975.000/10.000.000.000). Untuk menaikan level selanjutnya majikan harus menghasilkan uang 10.000.000.000.
[Majikan mendapatkan uang dari berkedip
__ADS_1
selama satu hari 28.800 kali total Rp.2.880.000. Uang sudah ditransfer ke nomor rekening majikan]
[Saldo : 1.430.764.000]
[Misi yang belum terselesaikan]
[Misi : jadikan Zahra, Ziva, dan Rany sebagai istri majikan.
Hadiah : 100% saham Villa Jatibarang City.
Batas Waktu : 12 bulan
Sisa waktu : 363 hari 18 jam
Hukuman : Majikan akan kehilangan mereka bertiga]
Status : progres 35%]
[Sisa waktu penggunaan kartu 10 kali experience : 6 hari 12 jam]
[Inventory : Kitab ajian nawadewanata, kitab alkimia semesta, 9 kartu 10 kali lipat pengalaman, peta artefak bedawang sangaresi, 10 kartu undian roulete, ****** ***** cu pat kay, kantong plastik ajaib]
[Level konversi tinggi setiap kali berkedip di hargai 100 rupiah]
[Cara menaikan level dengan menghabiskan uang. Semakin tinggi level semakin tinggi nilai konversi]
[Selamat menghabiskan uang majikan]
Yosep yang sedang berlajan ke arah mobilnya tiba-tiba berhenti, setelah mendengar suara pemberitahuan system. Lagi-lagi jamaah juga ramai melihat mobil supercar terparkir di halaman masjid.
"Jadi muncul skill baru lagi. Mungkin besok aku mau akan memulai trading dan buat akun, skill pialang saham belum pernah aku gunakan sama sekali. Tabunganku menipis setelah upgrade system R3 pada motor yamaha R15 ku. Ya meski pendapatan omset Raimu CRC sudah cukup besar, tapi juga harus diatur sedemekian rupa." Batin Yosep sambil mengelus dagunya.
"Yos!" Panggil pak Awi.
Yosep menoleh lalu membalikan badan. " Pucuk dicinta ulam pun tiba. Tadinya Yos mau kerumah bapak, eh malah ketemu dimasjid, tumben shalat di masjid biasanya di musholla."
"Ya penasaran saja. Ada Yos yang adzan jadi terpaut hati bapak mau shalat ke masjid, hehehe." Kata Pak Awi. "Bagaimana Ambar disana betah?"
"Alhamdulillah betah pak. Ya sudah ayo pak saya antar pulang ke rumah, saya mau bicara hal penting sama bapak!" Pinta Yosep lalu membukakan pintu mobil lamborghini Veneno miliknya.
"Wah ini mah mobil mahal. Sekarang Yosep sudah sukses ya!" Puji Pak Awi.
"Ah tidak pak. Ini cuma mobil sahabat saya saja yang saya pinjam." Kata Yosep dengan raut muka sopan.
__ADS_1