
"Hidup babang tamvan! Hidup babang tamvan! Hidup babang tamvan! Hore!"
Sorak sorai pengunjung pantai memuji keberanian Yosep, menyelamatkan kesepuluh anak panti dan memulihkan mereka langsung. Mereka semua mengenali muka Yosep sebagai babang tamvan, setelah Yosep memulihkan kesepuluh anak panti dengan pil ajaibnya.
Salah satu Vloger yang sedang mengulas pantai Balongan Indah merekam aksi Yosep dan mereka mengunggahnya di kanal akun Koutub miliknya, bertuliskan judul babang tamvan seorang pahlawan.
Video aksi Yosep itu viral hanya dalam waktu 5 menit setelah diunggah, sudah 1 juta orang menonton dan dibagikan ke seluruh media sosial.
Banyak pengunjung pantai ingin berswafoto dengan Yosep, namun penjaga pantai yang tahu identitas Yosep, adalah pemilik kawasan bisnis distrik di Balongan, sebagai penerus Setyo, langsung mengamankan Yosep dan meminta pengunjung untuk tidak berswafoto dengannya. Jika tidak para penjaga pantai bisa di pecat oleh Setyo karena sudah membuat Yosep kerepotam.
Yosep dari balik pagar kerumunan penjaga pantai, menangkupkan tangan dan membungkuk hormat pada para pengunjung, sebagai permintaan maaf.
"Bapak-bapak dan ibu-ibu sebagai permintaan maaf, saya akan mentraktir semua pengunjung makan di restoran hotel mewah kami, hotel Balongan. Silahkan bapak dan ibu semuanya makan sepuasnya, saya yang traktir!" ucap Yosep dengan nada meninggi, mengumumkan sesuatu pada pengunjung pantai agar mereka tidak kecewa berat.
Kekecewaan dari wajah pengunjung pantai berubah sumringah, setelah Yosep mengumumkan bahwa mereka akan ditraktir makan sepuasnya di restoran mewah hotel Balongan.
Mereka berbondong-bondong masuk restoran hotel, Yosep juga ikut masuk dan berbicara pada manajer hotel, "pak tolong layani mereka dengan baik. Berikan mereka makan sepuasnya, jika mereka ingin nambah makanan, berikan saja, semuanya saya yang bayar. Ini kartu atm saya!"
"Tapi pak big bos ...," bantah Sutaro terpotong sambil mendorong tangan Yosep, menolak kartu atm yang Yosep berikan.
"Sudah terima saja, ini kan saya yang bayar, masa gratis. Kalau hotel memberikan makan gratis kepada orang sebanyak itu bisa bangkrut hotel ini," ucap Yosep lalu menyelipkan paksa kartu atm pada telapak tangan Sutaro. "Masukan saja angka 1 milyar, jika lebih masukan untuk biaya perbaikan hotel dan lain-lain jika kurang yang hubungi say nanti."
"Sudah pak big bos 1 milyar itu terlalu banyak malah, memberikan makan kepada 200 pengunjung." Sutaro lalu menggesek kartu SVIP milik Yosep di mesin EDC pada atas meja kasir. "Ini pak big bos, sudah saya transaksikan sesuai permintaan pak big bos."
"Terima kasih pak Sutaro, saya izin pamit!"
__ADS_1
Yosep menuju parkiran pantai Balongan Indah yang hanya bersebelahan dengan Hotel Balongan yang dibangun menjulang tinggi 10 lantai dengan pemandangan laut pantai utara.
"Miss, kenapa miss?" tanya Aldo salah satu anak panti pada Sylvia dari jendela mobil, Sylvia sedang mengecek ban depan mobil Suzuki EVP milik panti yang bocor di sebelah kanan dan kiri.
"Ini anak-anak, kedua ban mobil depannya bocor. Miss bingung tidak bisa menggantinya, kalian lebih baik keluar dahulu, miss telepon orang bengkel dahulu agar kemari untuk memasangkan bannya," jawab Sylvia dengan raut muka bingung, karena ia tidak bisa mengganti kedua ban yang bocor itu sendirian. Ditambah Sylvia menelepon mekanik tapi tidak diangkat-angkat, membuat Sylvia semakin panik.
Kesepuluh anak panti keluar dari mobil dan duduk di warung dekat parkiran. Sylvia mondar-mandir dengan raut muka panik, terus menelepon mekanik tapi tetap saja masih belum di angkat.
Yosep yang melihat Sylvia mondar-mandir dengan raut muka panik, menghampirinya.
"Om pahlawan!"
Kesepuluh anak panti berkata dengan nada tinggi, memanggil Yosep yang berjalan ke arahnya dengan raut muka polos. "Eh anak-anak ada apa? Kenapa ibu kalian panik?" tanya Yosep.
"Itu om pahlawan, kedua ban mobil kami bocor. Miss Sylvia tidak bisa menggantinya, sudah menelepon mekanik tapi sepertinya tidak diangkat-angkat," jawab Suki. "Tolong om pahlawan, kalau tidak kami bisa kemalaman di sini."
"Terima kasih om pahlawan! Yeay, om pahlawan bisa mengganti ban mobil kita. Jadi kita bisa pulang dech," ucap polos Reyna.
Yosep hanya menganggukan kepala membalas kata-kata terima kasih Reyna, lalu menghampiri Sylvia. "Maaf bu, sebaiknya ibu duduk saja! Menjaga anak-anak, biar kedua ban mobil yang bocor saya yang menggantinya," ucap Yosep.
Sylvia yang berdiri tenang, sudah tidak mondar-mandir lagi, dan masih terus menghubungi mekanik, dikejutkan oleh suara Yosep. Sylvia menginjak batu kerikil dan terpeselet hingga membuat ia roboh ke permukaan tanah, Yosep dengan sigap langsung memeluk pinggang Sylvia agar tidak jatuh. Mata Yosep dan Sylvia saling berpandangan, Sylvia menatap lekat muka Yosep hingga membuatnya terpaku.
"Sangat tampan, seperti pangeran tampan dalam mimpiku," batin Sylvia.
"Amsyong, kenapa selalu terjadi seperti ini? Kode danger ini mah," batin Yosep dan membayangkan jika Sylvia pasti akan terpesona dengan ketampanannya.
__ADS_1
Yosep menarik pinggang Sylvia untuk membantunya berdiri, "te-terima kasih mas pahlawan," ucap Sylvia dengan nada terbata-bata karena hatinya telah hilang dicuri oleh Yosep.
"Sama-sama ibu, jangan panggil saya mas pahlawan, nama saya Yosep Firmansyah. Panggil saja Yosep," balas Yosep dengan raut bibir melengkung membentuk senyuman.
"Ak-aku Sylvia Maharani, pe-penanggung jawab yayasan yatim piatu Al madani Ka-karangampel," ucap Sylvia masih dengan nada terbata bata.
"Baik, ibu Sylvia duduk saja di warung menunggu bersama anak-anak, saya akan mengganti kedua ban mobil yang bocor!" pinta Yosep.
Sylvia menuju warung dan duduk menemani anak-anak panti, Yosep membuka pintu belakang mobil, untuk mengambil dua ban pengganti yang tersedia. Lalu mengganti ban di kiri dan kanan mobil tanpa dongkrak, Yosep hanya mengangkat mobil dengan satu tangannya, dan melepaskan baut yang mengunci ban satu persatu. Lalu memasukan ban pengganti dan menguncinya dengan kunci inggris.
"Wow! Om pahlawan kuat sekali seperti superman!" puji Aldo polos.
"Ya, om pahlawan sangat kuat. Jika Suki besar, Suki ingin punya suami seperti om pahlawan yang kuat dan tampan," imbuh Suki polos.
Sylvia yang mendengar pujian polos dari anak-anak panti pada Yosep, hanya bisa tersenyum lebar.
"Bagaimana kalau om pahlawan jadi suami miss Sylvia? Pasti cocok, miss Sylvia kan sangat cantik seperti princes snow white, dan jomblo pula" usul Reyna polos.
"Ya Amin setuju!"
"Ya Revi juga setuju!"
"Ya Shinta juga setuju!"
"Yeay! Om pahlawan jadi suami miss Sylvia!"
__ADS_1
Kesepuluh anak panti mengekspresikan kegembiraannya dengan melompat-lompat kegirangan, Sylvia yang menyaksikannya, mukanya memerah semerah tomat karena malu sekali.