
"Mari masuk!" titah Yosep.
"Baik tuan," sahut Ryuna yang kemudian masuk ke dalam mobil Lambhorgini Veneno Roadster, betapa bingungnya Ziva dan Rany yang melihat dari luar mobil, ternyata tidak ada supir yang mengemudi. Tapi tidak bagi Ryuna yang sudah sering melihat banyak teknologi canggih di Ochobot Technology.
"Mobil yang aneh," ujar Rany.
"Jangan-jangan itu mobil berhantu yang masuk berita waktu itu," imbuh Ziva.
"Ya sesuai ciri-cirinya seperti itu yang diberitakan media. Jangan-jangan memang mas Yosep yang punya mobil berhantu itu, ih seram," ujar Rany sambil memegang tengkuk yang meremang karena bulu kuduknya berdiri.
Yosep melambaikan tangan pada Ziva dan Rany lalu masuk mobil, "tuan mobil ini bukan mobil biasa bukan? Mobil ini sedang dikembangkan oleh teknologi kami, tuan mendapatkan mobil ini darimana?" tanya Ryuna.
"Sudah jangan banyak tanya, saya sendiri tak paham yang jelas mobil ini saya beli dari showroom mobil," jawab Yosep dengan raut muka datar. "Kita akan terbang dengan mobil ini, untuk mencari keluarga kamu di Jepang kapten Kaizo, saya ingin meminta restu untuk menikahimu."
"Sungguh tuan? Tapi aku sendiri tak tahu dimana keluargaku sendiri. Karena aku terlantar sedari kecil bersama Raiden, Kokoci, dan Tarung lalu dipungut oleh tuan Albert," jelas Ryuna. "Nama Kaizo itu hanya kode militer dalam Ochobot City, nama asliku sendiri Ryuna Himura itu yang saya tahu."
"Baiklah itu bisa jadi petunjuk, tenang saja itu masalah mudah untukku yang jelas sebelum mencari orangtua Ryuna, kita akan membereskan masalah orang yang telah menyerang kita di wilayah udara samudra pasifik waktu itu," ujar Yosep. "Tapi Ryuna tak menyesal kalau menikah denganku?"
"Tidak tuan, aku juga sangat mencintai tuan apalagi tuan adalah orang yang dibalik topeng mister nine. Aku sangat mengagumi mister nine, dan ternyata itu adalah tuan sendiri," jawab Ryuna.
"Sudahlah mulai sekarang jangan panggil lagu saya tuan, panggil saja seperti yang lain mas atau namaku sendiri Yosep, sayang juga tidak apa-apa," pinta Yosep.
__ADS_1
"Baik mas," balas Ryuna sambil memegang punggung tangan Yosep yang sedang mengendalikan perseneling gigi mobil.
Yosep mengendalikan mobilnya sangat cepat menuju arah pantai Tirtamaya, "sistem R4 aktifkan, mode terbang!" ujar Yosep pada jam tangan berwarna emas di tangan kirinya.
[Perintah suara diterima, mobil akan mulai mengudara dalam 10 detik, hitung mundur dimulai 10 ... 9 ... 8 ... 7... 6 ... 5 ... 3 ... 2 ... 1... ]
Mobil Lambhorgini Yosep mengeluarkan sayap dan terdorong oleh air jump yang terpasang di bagian bawah. Mobil terlontar ke atas secara perlahan lalu mengeluarkan pendorong tambahan untuk melaju ke depan dan sayap sebagai penyeimbang mobil agar tidak oleng ke kanan dan ke kiri. Yosep menekan tombol nitrous oxide agar mobil bisa melaju dengan sangat cepat yaitu di atas kecepatan 500 km/jam.
"Aaaaaaaa ...!" teriak Ryuna yang kaget karena mobil melaju dengan cepat ke arah pantai Tirtamaya lalu berbelok ke arah kalimantan. Kemudi mobil juga agak berubah sedikit seperti kemudi pesawat jet, Yosep menaikkan mobil itu ke atas sampai di ketinggian 5000 meter di atas permukaan laut.
Pemandangan dari atas mobil Lambhorgini terbang sangat indah, hamparan laut yang sangat indah dan juga hijaunya hutan pulau kalimantan terbentang luas dari ujung timur sampai ujung barat pulau kalimantan. "Mas ternyata pulau-pulau di Indonesia sangat indah ya mas," ujar Ryuna dengan raut wajah kagum.
"Tidak mas, Ryuna hanya ingin melihat-lihat pemandangan sekitar yang sangat indah, sayang kalau dilewatkan," balas Ryuna.
Yosep kembali menambah kecepatan mobil terbangnya menjadi 790 km/jam tujuan utamanya adalah tempat yang landai dekat bandara Tokyo international airport. Yosep akan masuk ke jepang secara ilegal, makanya ia sudah merencanakan pendaratannya yang tersembunyi agar tidak diketahui pihak otoritas setempat.
Tokyo sudah terlihat, "sistem sesuaikan nomor plat mobil ini," ujar Yosep pada jam tangan emas miliknya.
[Perintah suara diterima, sistem akan menyesuaikan plat nomor mobil sesuai negara yang dituju]
Nomor plat mobil Yosep menyesuaikan sesuai nomor plat di jepang, Yosep mendaratkan mobilnya di jalanan kosong dekat bandara Tokyo Internasional. Mobil itu perlahan turun dengan sistem break air agar mobil mendarat dengan mulus ke tanah.
__ADS_1
"Ciit ...!" suara ban mobil mengerem automatis dan bergesekan dengan permukaan jalan. "Kita sudah sampai di jepang, kita akan memulai pencarian dari Tokyo dahulu," ujar Yosep.
"Baik mas, tapi nanti kita tidur sekamar ya mas, tidak apa-apa kan?" tanya Ryuna yang memerah wajahnya. "Kita juga akan segera menikah, menurutku wajar saja."
"Tidak boleh Ryuna, mas tidak bisa takut kita melakukan itu. Jika memang harus satu kamar di penginapan, saya akan tidur dibawah," jawab Yosep sambil mengemudikan ke arah distrik Shinjuku melewati distrik Meguro dan Shibuya.
"Apa Ryuna ingat sesuatu setelah sampai Tokyo?" imbuh Yosep dengan bertanya.
"Belum tuan, tapi aku ingat suatu tempat mall yang mempunyai jam besar," jawab Ryuna.
"Baiklah nanti kita akan cari, kita ke salah satu mall terlebih dahulu untuk membeli laptop untuk melakukan peretasan demi mencari informasi orang yang telah menyerang kita tempo hari," ujar Yosep.
"Sepertinya tidak perlu mas, tuan Albert ada di Jepang sepertinya, dan baru tiba di bandara Tokyo, lihatlah!" seru Ryuna agar Yosep melihat jam tangan di tangan kiri Ryuna yang memberikan proyeksi bahwa Alberta telah tiba di bandara Tokyo Internasional bersama Raiden, Kokoci, dan Tarung serta beberapa pasukan elit yang menyamar menjadi bodyguard dengan setelan jas hitam.
"Ada urusan apa paman kemari?" tanya Yosep.
"Sepertinya Zero enterprise berulah lagi dengan menekan mitra dagang Ochobot Technology yaitu Xerox Corporate," jawab Ryuna.
Tiba-tiba Yosep mengerem mendadak karena melihat seorang laki-laki memakai kemeja putih berguling tepat di depan mobil Yosep, untung saja Yosep cepat mengerem. Laki-laki itu terbangun dan menggedor pintu Yosep, untuk meminta tolong.
"Tolong selamatkan saya!" teriak laki-laki berkemeja putih. 10 shuriken mengenai bagian depan mobil Yosep dan terpental ke arah tiang listrik, Ryuna bergegas keluar dari mobil dan menghalau serangan 10 shuriken lanjutan yang dilemparkan 5 orang ninja berbaju putih. Ryuna menekan jam tangannya untuk mengeluarkan katana dengan bilah berwarna merah, lalu menangkis semua katanya yang mengarah pada laki-laki itu.
__ADS_1