
"Bos, kapan kita beraksi untuk membunuh laki-laki b*ngs*t itu? Aku sudah tak sabar meledakan kepala cecunguk itu pakai senjata ini," ucap Barmov anak buah Skiv yang sudah memakai penutup kepala hitam.
"Lihat mereka bertiga keluar! Berarti hanya ada cecunguk itu di dalam rumah. Persiapkan diri kalian, kita bunuh cecunguk jahanam itu." Skiv memakai penutup kepala hitam dan menarik pelatuk otomatis senapan UZI. "Tunggu aba-abaku, kita bantai bersama!"
Taksi online yang membawa Vera, Myke, dan Argadhafa berjalan ke arah pasar di sebelah barat. Barton dan anak buahnya sudah siap menunggu, Vera lewat untuk disergapnya jika ada kesempatan. "Bos mereka sudah lewat, ayo kita kejar dan bersiap menculik nona Vera!" ucap Brizle anak buah Barton.
"Cepat kejar! Tapi jangan sampai ketahuan oleh Vera!" titah Barton lalu memakai penutup kepala, Brizle mengemudikan mobilnya agak pelan menjaga jarak agar tidak diketahui oleh Vera, bahwa ia sedang diikuti.
Di luar rumah Vera ada 15 orang termasuk Skiv memakai pakaian hitam dan penutup kepala hitam serta setiap orang membawa senapan UZI juga SMG. Yosep yang sedang menjaga Alice dan berbalas pesan dengan kedua istrinya Ryuna serta Alice mendapat firasat buruk lalu mengakhiri pesannya.
"Rupanya ada tamu tak diundang, saya akan buat mereka kapok!" Yosep menyeringai licik lalu bergerak cepat ke setiap pintu yang mengarah keluar dari rumah, ada 3 pintu yang mengarah keluar rumah Vera. "Jurus jari petir tingkat dua! Jurus jari api tingkat tiga! Jurus jari bumi tingkat lima!"
Yosep memasang energi petir 300 volt pada pintu utama yang mengarah ke halaman, Yosep memasang energi panas api 45 derajat pada pintu samping yang mengarah ke samping, dan Yosep juga memasang energi berat bumi 200 kg pada pintu belakang yang mengarah ke gudang.
"Menyebar!" Skiv melambaikan tangannya. membagi 14 anak buahnya menjadi 3 tim, Skiv dan 4 anak buahnya menyerang dari depan, 5 anak buah lainnya menyerang dari samping, dan 5 anak buah lainnya menyerang dari belakang.
Zrrrt!
Jdar!
Salah satu anak buah Skiv yang berada di depan pintu utama mencoba memegang gagang pintu dan meledak lalu terpental cukup jauh, 30 meter ke halaman rumah Vera. Dua orang anak buah lainnya mencoba
juga dan hasilnya sama saja tersetrum aliran listrik 300 volt, terpental dan langsung pingsan.
Zrrrt!
Jdar!
Skiv bingung sudah dua anak buahnya terpental, gosong lalu pingsan seperti terkena setruman listrik. "Kita tunggu yang lain, apakah merasakan hal yang sama atau tidak!" Skiv bersama anak buahnya tetap bersiaga dengan menodongkan senapan Uzi dan SMG ke arah pintu.
Di pintu belakang, lima anak buah Skiv mulai mencoba masuk, namun nahas baru memegang gagang pintu kelima anak buah Skiv tubuhnya langsung diselimuti batu runcing yang menjebak mereka berlima, pintu belakang itu tiba-tiba lepas dan membesar menimpa kelima anak buah Skiv yang terjebak di gundukan batu.
Krak!
__ADS_1
Boom!
Suaranya terdengar sangat keras sampai ke bagian depan rumah Vera, Yosep tertawa terpingkal-pingkal membayangkan anak buah Skiv yang tersetrum, terbakar, hingga tertimpa beban berat 200 kg. "Hahahaha, anak bodoh, anak bodoh! Rasakan, hahahaha!"
Karena terkejut anak buah Skiv yang sedang bersama Skiv memegang gagang pintu secara reflek dan hasilnya sudah pasti bisa ditebak tersetrum gosong, terpental lalu pingsan.
Zrrrt!
Jdar!
Kelima anak buah Skiv yang berada di pintu samping mulai berhati-hati dan waspada setelah mendengar banyak suara ledakan. Salah satu anak buah Skiv menodongkan senjata Uzi ke gagang pintu samping, dan menarik pelatuknya.
Dor!
Dor!
Swush!
Gagang pintu itu ditembak beruntun, bukannya rusak malah pintu itu menyemburkan api hingga membuat gosong kelima anak buah Skiv. Tersisa hanya Skiv seorang ia berkeliling rumah mencari celah untuk masuk rumah, namun setelah Skiv melihat 14 anak buahnya pingsan langsung lari terbirit-birit ketakutan.
***
Di jalan dekat pasar.
Jalan raya agak cukuo sepi siang ini, mobil Barton bersama 5 mobil mercedes benz S-class mengejar mobil taksi online dan berhenti di depannya mendadak.
Ciiit!
Barton dan 25 anak buahnya keluar dari mobil dengan menodongkan pistol magnum ke arah mobil taksi online yang ditumpangi Vera, Myke, dan Agradhafa. "Ah sial! Selalu saja ada pengganggu!" Argadhafa berteriak dengan menyeringai kesal. "Bro Myke jaga nona Vera, biar aku yang mengurus b*j*ng*n-b*j*ng*n tengik itu. Dan pak supir jangan sampai keluar, jika mereka memaksa masuk jangan buka pintu.
"B-b-baik t-t-tuan!" balas supir taksi online bernama Mukidi dengan raut wajah oucat pasi, dan keringat dingin mengucur di tengkuknya.
Agradhafa keluar dari mobil taksi online dengan kedua tangan mengangkat ke atas lalu ditautkan kedua jari jemarinya dan ditaruh ditengkuk. Agradhafa menatap satu persatu anak buah Barton dengan tersenyum licik, "Aku menyerah, biarkan mobil ini pergi!" teriak Agradhafa.
__ADS_1
Barton berteriak, "Tembak dia, habisi!"Barton dan 25 anak buah menembaki Agradhafa. Mobil taksi online segera mundur secepat mungkin agar tidak terkena tembakan 25 anak buah Barton.
Dor!
Dor!
Dor!
Agradhafa bergerak cepat tanpa suara seperti hantu lalu muncul di belakang salah satu anak buah, dan menghantam tengkuknya dengan keras hingga membuatnya pingsan seketika.
Bam!
"Ini adalah ajian seta kalagondang, aku bisa bergerak cepat tanpa suara seperti hantu, hahahaha," ucap Agradhafa sambil tertawa terbahak-bahak lalu tubuhnya menghilang lagi dari pandangan. "Percuma kalian menyerangku, peluru itu tak akan bisa mengenaiku."
"Pertapa tua dukun ilmu hitam itu sangat sakti telah menurunkan semua ilmunya padaku. Ya meskipun big bos sudah menetralisir energi negatifnya, tapi berkat itu ilmu dari dukun gigi hitam itu kekuatannya malah bertambah 10 kali lipat," batin Agradhafa.
Dor!
Dor!
Dor!
Barton dan 24 anak buahnya terus menembaki Agradhafa dimana pun ia muncul. Satu persatu anak buah Barton tumbang terkena hantaman pukulan dan tendangan Agradhafa, membuat mereka pingsan.
Bam!
Bam!
Bam!
"Mati kau k*p*r*t!" Barton mengambil dua senapan SMG dari pinggangnya, lalu menembak Agradhafa dimana pun ia muncul. Kadang di dekat mobil, di atap mobil bahkan sampai di atas kabel tiang listrik. Tapi tak ada satu pun tembakan Barton yang mengenai Agradhafa.
Tinggal 10 orang yang tersisa dari anak buah Barton, kesepuluhnya merasakan putus asa dan ketakutan dengan wajah pucat pasi.
__ADS_1
.