SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP

SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP
System Kekayaan Berkedip 273


__ADS_3

Pemilik restoran bernama Veduchi yang mendengar suara gaduh, langsung keluar dari ruangannya lalu menuju pintu masuk restoran Sambalado "Ada apa ini?" tanya Veduchi dengan nada sedikit meninggi.


"Saya mau makan tuan, tapi sekuriti anda tidak memperbolehkan kami berdua masuk. Dan tuan tahu ini kan kartu apa?" Yosep memberikan kartu SVIP miliknya pada Veduchi, membuat Veduchi bersimpuh di kaki Yosep, badannya gemetar dan raut mukanya pucat pasi.


"A-ampun tu-tuan, maafkan saya yang buta, tidak bisa melihat terangnya matahari. Maafkan saya tuan, mari tuan! Mari!" Veduchi berdiri lalu menuntun Yosep dan Del piero ke ruangan khusus SVIP, "Silahkan tuan! Atas permintaan maaf kami, silahkan tuan boleh makan gratis sepuasnya, di restoran Sambalado ini."


Semua pelanggan menatap heran dengan pemilik restoran, tak biasanya ia bersikap seperti itu, apalagi sampai memohon dan bersimpuh di kaki Yosep.


"Tidak perlu segitunya, sebagai orang terkaya dibumi ini saya bayar semua makanan di restoran lima kali lipat. Saya pesan semua makanan yang paling enak dan rekomendasi di restoran ini, cepat siapkan!" Yosep mengibaskan tangan dengan menyipitkan mata.


"Ba-baik, tuan!" Veduchi membungkuk hormat, lalu keluar ruangan untuk menyiapkan pesanan Yosep. "Maldini cepat siapkan makanan yang paling enak dan rekomendasi di restoran kita!"


"Siap bos!" Maldini segera menyiapkan menu masakan andalan di restoran Sambalado.


Veduchi keluar dapur dengan wajah menyeringai geram, dia berjalan ke arah pintu utama, matanya menatap lekat sekuriti yang menghina Yosep.


Plak!


Veduchi menampar keras sekuriti, "Goblok! Lain kali itu harus bertindak sopan, jangan selalu menilai orang dari bajunya. Kamu tahu siapa orang yang kamu hina tadi? Goblok!" bentak Veduchi lalu menampar lagi sekuriti dengan tamparan yang sangat keras.


Plak!


"Bukannya dia itu gelandangan bos." Sekuriti memegangi kedua pipinya yang sakit, raut mukanya meringis, tapi matanya tetap sinis ketika membicarakan Yosep. "Ya wajar saja kalau aku usir, dia kan gelandangan, cuih!"


Plak!


Veduchi menampar lagi sekuriti lebih keras lagi. "Tolol, dia itu pemilik Ochobot City perusahaan raksasa nomor satu didunia, otak dungu!" Veduchi memperlihatkan foto Yosep yang sangat rapih memakai setelan jas merah. Meskipun Yosep sudah memakai baju compang-camping dan muka di baluri pasir pantai, tetap saja aura kaisarnya tidak lenyap. Apalagi Yosep memberikan kartu atm SVIP yang pernah dipublikasikan kedunia hanya ada dua orang yang memilikinya, Yosep dan Albert. "Mulai sekarang kamu di pecat!"


"Ampun bos, jangan pecat aku bos, ampun bos!" sekuriti bersimpuh di kaki dan memeluknya. "Hiks ... hiks ... jangan pecat saya bos!"

__ADS_1


Buak!


Veduchi mendorong kakinya yang dipegang oleh sekuriti bernama Batistuta, "Pergi sana! Saya tak butuh orang yang kerjanya cuma bisa nyinyir, kampret!" bentak Veduchi lalu meninggalkan Batistuta yang menangis sambi bersimpuh di depan pintu utama menangisi nasibnya.


Maldini kepala chef restoran Sambalado dibantu asistennya Gionardo, masuk ruangan SVIP untuk menghidangkan makanan yang Yosep pesan. Suasana tegang dan gugup menghinggapi Maldini dan Gionardo, "Si-si-silahkan tuan!" Maldini dan Gionardo sudah selesai menaruh semua makanan di meja Yosep.


"Jangan terlalu tegang, mari duduk kita nikmati makanannya. Saya kira kamu mau menyanyi lagu dangdut, bilang si-si-si, yang lagunya siapa yang mau menghuni gedung tua, hahahaha," canda Yosep mencairkan suasana. "Ayo duduk, tenang semua makanan ini sudah saya bayar. Belum pernah kan sebagai kepala chef disini makan, makanan semahal ini?"


"Be-belum tuan," ucap Gionardo terbata-bata.


"Ya sudah ayo makan, jangan sungkan!" seru Yosep. "Del piero kamu juga makan yang banyak, biar anunya cepat gede. Maksudnya tubuhmu cepat besar, hehehe."


Tok!


Tok!


Veduchi mengetuk pintu ruangan Yosep, lalu masuk, ia ingin melihat penilaian Yosep terhadap restorannya. "Maaf tuan mengganggu waktu makan ...," ucap Veduchi terpotong dan ditarik oleh tangan Yosep untuk duduk.


Mereka berlima makan dengan lahapnya, seperti manusia yang belum makan satu minggu, semua makanan sudah habis tak tersisa.


"Khooooo!" Yosep bersendawa keras, "Enak tuan makanannya. Mantap betul!"


"Terima kasih tuan, dan ini kartu atmnya tuan, sudah saya bayarkan sesuai perintah tuan." Veduchi menganggukan kepala. "Tapi saya boleh meminta bantuan pada tuan?"


"Katakan saja, tidak usah sungkan. Kalau saya bisa, pasti saya bantu," balas Yosep. "Tapi harus ada timbal baliknya."


"Apapun tuan, saya laksanakan, asal restoran ini aman dari gangguan para preman dan pungutan liar juga mafia. Meskipun restoran ini terkenal tapi selalu ada saja yang ingin mengganggu dengan meminta jatah uang keamanan," jelas Veduchi.


"Ya benar tuan, kami juga jadi tak tenang sewaktu memasak. Beberapa hari yang lalu, para mafia meminta uang pada tuan Veduchi, bukan hanya itu beberapa peralatan dirusak," timpal Maldini.

__ADS_1


"Tenang semua itu bisa diatur, saya jamin pasti aman. Jangankan preman mafia satu negara juga pasti saya bereskan." Yosep menepuk-nepuk dadanya berlagak sombong. "Semua itu tidak gratis, saya hanya butuh satu gerobak plus tempat saya untuk berjualan."


"Tenang semua itu bisa kami siapkan, tuan Yosep mau jualan apa? Kok pakai gerobak?" tanya Veduchi.


"Jualan bakso, tuan Veduchi, makanan khas orang Indonesia," jawab Yosep.


"Baik tuan, kami akan siapkan, esok hari tuan bisa berjualan. Kalau bisa berikan juga catatan bahan-bahan apa saja yang perlu kami siapkan," ucap Veduchi. "Giordino dan Maldini kembali ke dapur!"


"Tidak usah, saya hanya butuh tempat dan gerobak untuk jualan," balas Yosep menolak bantuan Veduchi.


Prang!


Suara gelas pecah terdengar dari meja di luar ruangan SVIP, "Dimana bos kalian Veduchi? Waktunya bayar uang keamanan!" bentak Frederico, anak buah Mastuchi mafia penguasa wilayah Sorento.


"Sepertinya kekesalanku ada obatnya hari ini, bisa menghajar para preman kampret!" batin Yosep.


Veduchi keluar ruangan, "Del Piero kamu diam disini ya. Kalau mau makan lagi pesan saja, om ada urusan sebentar di luar, nanti kembali pasti." Yosep mengelus lembut kepala Del Piero lalu keluar dari ruangan.


"Maaf tuan Frederico, uang yang tuan minta belum ada jika jumlahnya 100.000 euro/minggu," jelas Veduchi dengan raut muka mengiba.


"Kami tidak peduli!" bentak Frederico berapi-api. "Kalau kau tidak bisa memenuhi permintaan kami, restoran ini akan kami hancurkan!"


Prok!


Prok!


Prok!


Yosep bertepuk tangan, "Sungguh hebat!Sungguh hebat, berani berulah di wilayah kekuasaanku! Sekarang semua di wilayah Sorento adalah milikku, jika kalian keberatan. Ayo lawan maju, kita buktikan siapa yang kuat dan siapa yang sampah. Kita selesaikan di luar!" tegas Yosep.

__ADS_1


Author meminta maaf karena hanya up cuma satu, author lagi sakit dan anak author juga lagi sakit. Besok diusahakan up seperti biasa 4 chapter. Terima kasih.


__ADS_2