
Mereka bertujuh berubah hanya dalam perubahan bentuk pertama, yaitu kutukan gadis naga. Kutukan ini meningkatkan reflek tubuh, kecepatan dan kekuatan bagi penggunanya. Kekuatan fisik mereka akan meningkat 5 kali lipat atau setara 50 orang, karena penduduk wanita kerajaan nagadewatari kekuatannya 1 orang sama dengan 10 orang.
"Ih, serem amat coy! Wanita cantik kok jadi ada taringnya, ogah amat! Yayi yeeet!" Yosep terbang lebih cepat lebih tinggi dan ia merasakan jika kedua artefak berada di dalam istana kerajaan nagadewatari. "Ternyata di sana!"
"Aaaaargh!" ketujuh bersaudara mengaum keras, suaranya menggetarkan pepohonan radius 500 meter. 20 pengawal kerajaan segera terbang ke arah mereka, "Tangkap laki-laki itu, dia harus bertanggung jawab untuk menikahi kita bertujuh!"
"Baik, tuan putri!" dua puluh pengawal menundukan kepala, lalu mereka berubah menjadi kutukan gadis naga bentuk kedua menjadi ular naga berwarna merah dengan panjang 10 meter, terbang mengejar Yosep. "Berhenti kau laki-laki penggangu!"
Yosep tidak menggubris peringatan mereka, malah terus terbang ke arah istana nagadewatari. "Bodo amat, saya tak peduli! Jika ingin menangkapku, tangkap jika bisa, hahahaha!" Yosep berteriak sambil menoleh ke belakang, memprovokasi para pengawal naga.
Shua!
Shua!
Swiiiing!
Para pengawal naga menembkan bola api le arah Yosep secara bertubi-tubi, Yosep menghindari dengan menggerakan tubuhnya ke kiri dan kekanan. Instensitas serangannya semakin lama semakin cepat membuat Yosep jengkel, lalu mengeluarkan pedang ksatria nusantara, "Kalian membuatku kesal saja! Rasakan ini!" Yosep mengembalikan bola-bola itu dengan tebasan pedang ksatria nusantara.
Plang!
Plang!
Duar!
Bola-bola api yang dikembalikan Yosep mengenai 5 pengawal naga dan jatuh menabrak pepohonan. "Jangan biarkan lolos, serang terus!" teriak kepala pengawal naga, kali ini ia mengeluarkan bola api yang lebih besar dengan diameter 20 meter dan dilesatkan begitu cepat ke arah Yosep.
__ADS_1
Swush!
Plang!
Duar!
Yosep membalikan bola api itu ke kawanan pengawal naga dan mengenai mereka. Bola itu meledak dan membuat mereka terluka parah hingga jatuh menabrak pepohonan. Ratu Pulu-Pulu penguasa kerajaan nagadewatari yang melihat ledakan di udara, bangkit dari singgasana yang digunakan untuk bersantai lalu terbang ke arah ledakan.
"Tunggu yang mulia ratu!" lima puluh pengawalnya juga ikut terbang mengikutinya. Ratu Pulu-Pulu terbang secepat mungkin dan sampai di tempat ledakan, matanya berkeliling mengamati apa yang terjadi sebenarnya. Ratu Pulu-Pulu berhenti mengamati, ketika ia melihat laki-laki tanpa baju sedang melayang membawa pedang yang tak asing baginya.
Ratu Pulu-Pulu mendekati Yosep dan tersenyum lalu menundukan kepala, "Mohon maaf tuan, anda sedang apa di pulau nagadewatari ini? Aku pemimpin di pulau ini, namaku Ratu Pulu-Pulu," tanya Ratu Pulu-Pulu.
Ketujuh bersaudara menghampiri Ratu Pulu-Pulu, "Mohon maaf ibunda ratu, laki-laki ini telah melihat semua tubuh kami ketika kami sedang mandi di danau tirta kencana. Jadi dia harus bertanggung jawab menikahi kami," ucap Blaka-Bluku dengan nada sedikit meninggi dan menunjuk Yosep penuh emosi.
"Apa benar tuan?" tanya Ratu Pulu-Pulu dengan raut muka menelisik.
"Lancang!" Ratu Pulu-Pulu menyeringai geram. "Peraturan di pulau ini jika laki-laki melihat tubuh perempuan penduduk kami memang harus menikahinya. Apa buktinya jika kamu keturunan kaisar wijaya kusuma?!"
"Saya sudah menjelaskan dengan baik, tapi kalian masih ingin memaksa pria yang sudah berisitri untuj menikah lagi." Yosep mengeluarkan semua artefak bedawang sangaresi dan memakainya. Tongkat dewa kera terus berputar-putar mengelilingi tubuh Yosep yang sudah memakai mahkota kurusetra, baju zirah gatot kaca, sepatu kuda sembrani, belati kalamurka berubah menjadi jubah emas. "Bangkitlah! Sarung tangan Kalimasada!"
Boom!
Grrr!
Istana nagadewatari bergetar, setelah ruangan rahasia bawah tanah yang menyimpan sarung tangan kalimasada meledak. Sarung tangan itu terbang ke arah Yosep dengan sangat cepat lalu terpakai di kedua tangan Yosep.
__ADS_1
Slurp!
Aura kaisar Yosep keluar dan mendominasi, tubuhnya bercahaya, pulau nagadewatari bergetar hebat. Laut Mediterania juga bergejolak hebat, ombak membumbung tinggi hingga terjadi sunami menghempaskan Mesir dan Italia.
"Aaaaargh!" Yosep meraung keras, tubuhnya mengeluarkan petir berwarna kuning, satu pulau terkena petir itu. Bunyi ledakan dimana-mana, bahkan istana nagadewatari sedikit retak di berbagai sisi. "Apa masih belum cukup hah?!"
Semua penghuni pulau nagadewatari ketakutan, semuanya berlarian tanpa arah, "Dewa telah mengutuk kami! Dewa telah mengutuk kami!" teriak salah satu penduduk dengan raut wajah pucat pasi lalu bersujud. "Dewa maafkan kami! Dewa maafkan kami!"
Semua penghuni pulau nagadewatari bersujud setelah melihat cahaya Yosep. Ratu Pulu-Pulu dan ketujuh bersaudara serta semua pengawalnya juga bersujud, "Maafkan kami yang mulia, maafkan kami! Ampuni kami, jangan bunuh kami!" ucap Ratu Pulu-Pulu dengan ruat muka mengiba.
"Saya maafkan, tapi saya harus pergi. Ingat ubah peraturan itu, jangan diteruskan dan saya akan membuka pulau ini agar tidak terisolasi lagi, bye!" Yosep menyimpan kembali semua artefaknya. "Jurus melipat dimensi, buka portal!"
Krak!
Prang!
Langit-langit pulau nagadewatari pecah berganti malam langit bumi, di pulau nagadewatari tidak ada malam setiap saat selalu siang. Yosep menghilang dari pandangan, "Yang mulia ibunda Ratu Pulu-Pulu, kenapa gelap? Apa yang terjadi?" tanya Qiu-Qiu dengsn raut muka pucat pasi.
"Tenang putriku, ini tanda kutukan gadis naga kita telah berakhir, sekarang kita bisa hidup normal sebagai manusia." Ratu Pulu-Pulu mengelus lembut rambut Qiu-Qiu.
Di Mesir dan Italia semua daratan luluh lantak terkena gelombang Tsunami, untung saja semua penduduk sudah di evakuasi setelah terjadi perang di Italia dan Mesir. Namun kesedihan berat bagi Yosep Del Piero tersapu gelombang sunami.
"Tinggal satu artefak terakhir untuk bisa menyembuhkan Ryuna. Saya harap Ryuna baik-baik saja sampai melahirkan, dua bulan lagi Ryuna melahirkan dan empat bulan lagi bagi Rany melahirkan. Saya harus pulang, untuk sementara bertani itu lebih baik. Saya akan pulang kerumah kedua di desaku, sambil menunggu rumah yang Ayah Albert bangun," batin Yosep.
"Sayang mas kembali!" teriak Yosep di depan istana, Rany dan Ryuna keluar istana sambil berjalan agak cepat, tangannya memegangi pinggang.
__ADS_1
Rany dan Ryuna menangis lalu menyeka air matanya, membuat Yosep bingung, "Mas Komandan Lontong dan Komandan Gerome telah tewas dalam perang dengan Italia!" ucap serentak Rany dan Ryuna.
Dalam keluarga istana semua yang sangat dekat dengan Yosep selalu dianggap keluarga, karena Yosep tidak pernah membeda-bedakan status mereka dan menganggap mereka seperti keluarga.