
Yosep jualan agak menjauh, 300 meter ke selatan Grage mall, tepatnya di depan kantor Yoo and Ra grup. Dua orang berpakaian jas hitam dan kacamata hitam mendekati Yosep yang memakai topi untuk menutupi bagian dahi wajahnya, "Bang kopi bang!" pinta salah satu laki-laki berjas hitam.
"Baik, tuan!" Yosep mulai meracik kopi hitam bergaya ala-ala bartender, lalu menaruhnya di gelas plastik. "Ini tuan, kopinya sudah jadi!"
Salah satu pria berjas hitam, menerima satu gelas plastik kecil yang diberikan oleh Yosep. Sedangkan satu pria berjas hitam sedang menelepon, "Bos kami sudah ditempat yang bos perintahkan dan sedang menunggu sasaran."
"Baik, aku tunggu kabar baiknya dan jangan sampai lolos!" balas suar pria dalam sambungan telepon dengan pria berjs hitam.
Vroom!
Sylvia keluar dengan membawa mobil BMW i8 Roadster berwarna orange metalic. Baru 10 meter berjalan mobil Sylvia sudah dipepet untuk berhenti, lima orang berjas hitam keluar dari mobil dan dua orang yang sedang membeli kopi Yosep menyusul mendekati mereka. "Keluar dan jangan bergerak! Atau aku tembak!" teriak salah satu pria berjas hitam.
Yosep yang melihat kejadian itu hanya tersenyum licik, karena sudah tahu dengan kemampuan Sylvia. Pintu mobil terbuka, Sylivia keluar dengan memakai setelan baju dan celana casual berwarna biru dongker.
Semua anak buah Raka bergerak untuk menculik semua CEO perusahaan Yoo and Ra grup di Indramayu kecuali Cinta.
***
Menara Truna Jaya Guard Losari, Brebes.
Tim Throne Army yang dipimpin oleh Chris semuanya memakai topeng mister nine. "Naga mendaki gunung!" Chris menembakan siluet naga merah untuk menghancurkan pintu gerbang menara JTG.
Wush!
Boom!
Pintu gerbang beserta taman air mancur dan pintu lobi otama menara JTG hancur berkeping-keping, 10 penjaga keamanan termasuk 6 orang karyawati terluka parah. Menara JTG bergetar selama 5 detik, membuat karyawan dan karyawati yang sedang bekerja panik lalu berhamburan keluar dari ruangan masing-masing.
Penjaga keamanan gedung berhamburan keluar membawa tongkat tonfa, ada juga yang membawa pistol magnum di pinggangnya. CEO JTG Budianto menyeringai kesal, "Bangsat! Siapa yang berani mengacau ditempatku?!"
Kardawi melompat sangat tinggi, "Jurus sayap malaikat!" tubuh Kardawi sampai di lantai paling atas menara JTG dan melayang di depan ruangan CEO Budianto. "Jurus angling kusuma!"
Swush!
Prang!
Boom!
Siluet angin bebentuk huruf x melesat dan menghantam dinding kaca ruangan CEO Budianto. Tangannya disilangkan untuk menangkis siluet angin huruf x itu, tubuh Budianto terpundur dan menabrak dinding hingga jebol.
"Guhak!" tangan Budianto masih disilangkan dan memuntahkan banyak darah, setelan jas mahalnya hancur compang-camping, badannya penuh luka sayatan, beberapa organ vitalnya terluka parah. "Monster, mo-monster!"
Bruk!
"Tendangan pamungkas!" Kardawi melayang, lalu mengangkat kakinya tinggi-tinggi dan dihantamkan bagian dinding rooftop dilantai 20 dan terus sampai ke lantai paling dasar.
Brak!
Brak!
Boom!
Menara JTG bergetar hebat, semua kaca pecah. Untung saja semua karyawan dan karyawati, termasuk para penjaga sudah keluar gedung.
__ADS_1
Prang!
Prang!
Di depan lobi, penjaga keamanan berdatangan mengepung Steve, "Langkah bayangan!" Steve bergerak cepat dan membentuk sepuluh bayangan dirinya.
Dor!
Dor!
Dor!
Sepuluh anak buah langsung Budianto menembaki Steve, tak ada satu pun peluru yang berhasil mengenai Steve. "Tendangan tanpa bayangan!" sepuluh bayangan Steve menyatu ke tubub Steve yang asli, secepat kilat Steve melompat dan menghantamkan tendangan ke sepuluh penjaga satu persatu.
Bang!
Bang!
Brak!
Kesepuluh penjaga terpental dan menabrak dinding, tiang, tong sampah, bahkan teralis. Kesepuluh anak buah Budianto terluka parah, terkapar dan tak sadarkan diri.
"Amukan beruang merah!"
Satrio mengumpulkan energi di kedua tangannya, membentuk pusaran bola berwarna kuning. "Semuanya minggir, kalian pergilah!" tubuh Chris, Jin, Kardawi dan Steve berkedip serta hilang dari pandangan.
Swush!
Boom!
Satrio melepaskan bola energi ke arah gedung, dan meledakannya. Menara JTG meledak, roboh dan hancur berkeping-keping, CEO Budianto tewas dalam penyerangan ini. "Misi selesai!" ucap Satrio dalam sambungan komunikasi scoud pada Chris, Jin, Kardawi dan Steve.
***
Di depan gedung kantor PT. JAL depan terminal Harjamukti Cirebon.
Slash!
Slash!
Raiden menebas anak buah Raka yang menyerangnya dengan pedang ninjato miliknya. Satu persatu anak buah Raka yang berencana menculiknya tumbang, "Bedebah, ternyata dia bukan orang sembarangan. Tembak dia, jangan sampai lolos!" Sepuluh orang berjas hitam keluar dari mobil Suzuki APV, membawa senapan M173 dilengkapi pelontar hulu ledak.
Bloom!
Duar!
Raiden ditembak oleh salah satu anak buah Raka dengan tembakan hulu ledak granat. Secepat kilat Raiden melesat dan membelah dua hulu ledak hingga terbelah dua serta meledak di kiri juga kanan Raiden. "Aku akhiri semuanya, cakar srigala!"
Slash!
Slash!
Duar!
__ADS_1
Raiden memotong senapan M173 itu menjadi dua bagian, dan juga memotong dua mobil Suzuki APV, hingga membuatnya meledak. Tebasan Raiden tidak berhenti disitu, ia terus menebas kesepuluh anak buah Raka satu persatu hingga membuatnya tumbang dan tergeletak di tanah.
Shua!
Shua!
Jleb!
Anthony melempar belati kecil ke arah Raiden, tubuh Raiden menjadi bayangan, belati-belati itu hanya mengenai pohon beringin di belakang Raiden. "Cih, menyerang musuh dalam keadaan tak siap sungguh pengecut! Cakar naga!"
Shua!
Trang!
Raiden melesat cepat dan mengayunkan ninjato miliknya ke arah Anthony. Kedua tangan Anthony yang sudah memegang belati kecil, menangkis tebasan Raiden. Muncul percikan api disekitar mereka berdua, mereka terus beradu senjata hingga ratusan gerakan jurus mereka berdua lontarkan tanpa henti.
Bam!
Jleb!
Anthony terpundur, secepat kilat Raiden memanfaatkan kesempatan ketika Anthony hilang keseimbangan dan berhasil menusuk perut Anthony.
"Guhak!" Anthony memuntahkan banyak darah, terduduk lemas dengan kedua lututnya menempel pada permukaan aspal.
"Katakan siapa yang menyuruhmu!" teriak Raiden. "Cepat katakan siapa yang menyuruhmu?!"
Jleb!
Anthony tidak menjawab malah langsung menikam jantungnya dengan belati di tangan kanannya. "Aaakh! Aku tidak akan mengatakannya!" Anthony tewas dalam keadaan lidahnya menjulur keluar.
***
Jalan Raya Pantura Eretan kulon.
Dor!
Dor!
Trang!
Kadro yang sedang menaiki mobil Nissan Sky Evolution berwarna biru, ditembaki oleh anak buak Raka yang menggunakan senapan Uzi. "Bangsat! Mau macam-macam dengan anak buah kaisar rich rupanya!" Kadro yang sedang menyetir, mengeluarkan tangannya dari jendela lalu mengumpulkan energi hawa murni berwarna biru. Mobilnya berada di depan dan mobil anak buah Raka berada di belakangnya.
Shua!
Shua!
Duar!
Bola-bola energi yang dilesatkan, oleh Kadro beruntun mengenai mobil Koyota Alphard berwarna hitam, mobil itu hilang keseimbangan dan terguling lalu masuk ke dalam sungai. Kadro melihat ke kaca spion, mobilnya dipelankan, jari telunjuknya diacungkan dan mengumpulkan energi dengan menjadikannya bola berwarna biru sebesar bola sepak.
Swush!
Boom!
__ADS_1