SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP

SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP
System Kekayaan Berkedip - 19 Pelaporan


__ADS_3

Yosep hanya tidur satu jam, dan tak bisa memejamkan mata. Terlalu banyak memikirkan gubuk. Apalagi itu adalah satu-satunya peninggalan warisan ayahnya.


Sekarang Yosep memang punya uang, tapi jika meninggalkan Dawi seorang diri. Tentu akan sangat berbahaya. Bagaimana jika itu adalah sengaja dibakar dan memang pembunuh tersebut menargetkan Yosep dan Dawi.


Selama belum ada kejelasan gubukny terbakar dan ada yang membakar. Hati Yosep tidak tenang. Namun pikiran Yosep malam ini tak bisa berpikir jernih.


Yosep terduduk di depan teras rumah Mala sambil melamun, Dawi sudah tertidur pulas karena kelelahan dan syok ringan.


Mala tiba-tiba terbangun dan melihat sekelebat bayangan di depan terasnya. Ternyata itu Yosep, "Andai saja nak Yosep jadi menantu saya!" Gumam Mala dalam batinnya.


Saat pandangan pertama, Mala memang sudah menyukai Yosep dan ingin Yosep menjadi menantunya.


[Telolet]


[Status]


[Nama : Yosep Firmansyah


Umur : 19 tahun


Skill : Dokter lv max. Direktur lv max. Paranormal lv2. Pialang saham lv max


Property : Sawah 10 hektar, ruko 2 lantai]


[Skill experience : Dokter level max (10.000/10.000)


Direktur level max (10.000/10.000)


Pialang saham level max (10.000/10.000)


Paranormal level 2 (5/100]


[Level majikan : menengah (42.500.000/1.000.000.000).]


[Majikan berkedip sebanyak 28.800 kali selama 24 jam mendapatkan uang dari berkedip Rp.1.440.000. Uang sudah ditransfer ke nomor rekening majikan]


[Saldo : 4.008.464.000]

__ADS_1


[Level konversi pemula setiap kali berkedip di hargai 50 rupiah]


[Cara menaikan level dengan menghabiskan uang. Semakin tinggi level semakin tinggi nilai konversi]


[Misi yang belum terselesaikan]


[Misi : Bantu ibu Mala menjual nasi box catering omset 100.000.000]


Hadiah : Lamborghini Veneno limited edition dan skill chef lv 1


Batas waktu : 1 bulan sisa waktu 27 hari 18 jam


Hukuman : Kehilangan uang di dalam rekening majikan dan berhutang 10 milyar pada Barjo system.


Status : progres 0% (0/100.000.000)


[Selamat menghabiskan uang majikan]


"Progres misinya harus aku percepat tapi bagaimana dengan rumah? Apakah aku harus memberikan seluruh tugas di ruko pada tante Mala dan Zahra serta mimi ya?" Pikir Yosep sambil mengelus dagunya.


Yosep kondisi hatinya gelisah dan bimbang setelah gubuknya terbakar. Saat ini Yosep tidak terpikir jika gubuknya memang sengaja dibakar.


[Telolet]


[Misi : Selidiki penyebab kebakaran gubuk majikan.


Hadiah : Rumah di perumahan elite kawasan utama Jatibarang City dan skill detektif lv 1.


Batas Waktu : 3 hari


Hukuman : Semua skill yang telah mencapai level max dihapus. Ingatan Zahra dan Rany tentang majikan akan dihapus.


[Selamat menyelesaikan misi majikan]


"Ada misi yang terpicu lagi. Hadiahnya sangat bagus punya rumah meskipun hukumannya bikin gurih-gurih nyoi, tapi kalau kehilangan ingatan tentangku bisa bikin hatiku ini merana. Bayanginnya aja ngeri!" gumam Yosep.


Yosep pulang ke rumah Zahra dan membicarakan semuanya tentang ruko kepada Zahra serta Mala. Mereka sangat paham dan mengerti akan kondisi Yosep dan Dawi sekarang.

__ADS_1


"Mi, nanti ikut tante Mala dan Zahra ke ruko, bantu-bantu persiapan. Biar nanti hari senin kita bisa buka restoran dan kafenya. Aku mau ke kantor polisi dan pulang ke gubuk untuk mencari petunjuk, mungkin aku bisa menemukan petunjuk gubuk kita terbakar atau dibakar!" Pinta Yosep tersenyum tipis. Walau hatinya sedang gundah gulana. Yosep tak ingin memperlihatkan kesedihannya di depan ibunya.


"Ya yos. Tapi kita kan bertiga ke rukonya bagaimana? masa bertiga boncengan, sudah kaya cabe-cabean donk, pffft," ucap Dawi sambil tertawa menutup mulutnya.


"Wadaw, mimi tahu juga cabe-cabean?" balas Yosep sambil menepuk jidatnya sendiri.


Rany menelepon Yosep dan mengangkat smartphonenya, Yosep menceritakan semua kejadian semalam tentang gubuknya. Dan bermaksud meminjam mobil lain yang Rany punya untuk transport sementara Zahra, Mala dan Dawi. Namun Rany malah memberinya mobil Koyota Alphard buat Dawi dan atas nama Dawi sendiri.


Awalnya Yosep menolak tapi dengan sikap Rany yang tak mau ditolak atau dibantah akhirnya Yosep mengiyakan.


1 jam kemudian Rany dengan mobil mercedes bens CLK 500 sudah sampai bersama driver dari dealer Koyota membawa Koyota Alphard. Mereka ingin segera pergi ke ruko, namun bingung nanti siapa yang akan menyetir mobilnya. Sedangkan Yosep mau ke kantor polisi.


"Tenang saja Zahra juga bisa nyetir kok bu, bunda!" ucap Zahra memecah keheningan. "Ya, Zahra juga waktu masih jadi SPG sering diajari sama supervisor Zahra, untuk menyetir agar tahu spesifikasi mobil yang Zahra akan jual."


Zahra bersama Mala dan Dawi mengendarai Koyota Alphard. Sedangkan Rany dan driver dealer Koyota mengendarai Mercedes Benz CLK 500 menuju ruko restoran dan cafe yang sedang di tata ruangannya oleh pak Sudaryawan. Zahra juga sekalian menjemput 20 anak gelandangan yang akan dipekerjakan di ruko.


Yosep pergi membawa laptop di tasnya mengendarai motor Yamaha R15 menuju kantor polisi sektor Cikedung. Dalam 15 menit Yosep sudah sampai di kantor polisi sektor Cikedung.


"Selamat pagi, pak!" sapa Yosep dengan senyum ramah.


"Ada yang bisa dibantu mas?" tannya Wawan salah satu polisi yang berjaga di depan penerimaan laporan masyarakat.


"Begini pak, perkenalkan nama saya Yosep. Saya mau melaporkan dan meminta bantuan pak polisi untuk menyelidiki kasus kebakaran gubuk saya semalam. Apakah memang terbakar sendiri atau sengaja ada yang membakar?" jelas Yosep.


"Terima kasih mas Yosep atas laporannya. Kami akan segera tindaklanjuti. Mohon mas Yosep mengisi formulir pelaporan ini, agar kami bisa menghubungi mas Yosep jika ada petunjuk tentang gubuk mas Yosep yang terbakar," balas Wawan sambil memberikan formulir pelaporan.


Yosep memberikan keterangan pada formulir sejelas-jelasnya. Lalu izin pamit untuk ke bekas gubuk yang terbakar. Jarak antara rumah Yosep dan kantor polisi sektor Cikedung cukup dekat hanya 20 menit perjalanan.


Di bekas gubuk Yosep yang terbakar sudah ada kepala desa Mundakjaya bapak kades Haji Sutarma dan perangkat desa yang lain sedang berbincang.


"Pagi pak kades dan bapak semuanya!" ucap Yosep sambil mencium punggung tangan pak Kades dan bapak perangkat desa yang lain satu persatu


Pak kades tersenyum dan menepuk pundak Yosep. "Bagaimana ibu dan kamu? Gak apa-apa?" tanya Pak Kades dengan nada simpati.


"Gak apa-apa pak. saya juga barusan ke kantor polisi untuk melaporkan kejadian ini!" Ucap Yosep.


"Ya kami juga akan berusaha menyelidiki kebakaran ini," ucap pak Kades.

__ADS_1


"Ya, yos tenang saja!" timpal pak Awi dan pak Lurah Sutedja serentak.


__ADS_2