SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP

SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP
System Kekayaan Berkedip -83 Tua-Tua Sok Imut


__ADS_3

Yosep bergegas membersihkan diri untuk pergi ke SMKN 1 Lelea. Kali ini Yosep berbaju formal dengan setelan jas hitam dan membawa mobil lamborghini veneno miliknya. Dawi sudah berangkat terlebih dahulu bersama tim supercar ke cafe.


Yosep memacu mobilnya sangat cepat, Anto memberi kabar melalui chat bahwa ia sudah sampai di SMKN 1 Lelea membawa 3 unit bus. Pak Budi juga memberikan kabar bahwa 100 calon karyawan dari seluruh sekolah di Indramayu sudah berkumpul di aula sekolah.


20 menit kemudian Yosep sampai di depan pintu gerbang sekolah. Suasananya jadi ramai ketika Yosep memasuki pintu gerbang. Para siswa dan siswi atau adik kelas Yosep sudah mengetahui jika mobil yang berada di depan mata mereka adalah babang tamvan yaitu Yosep kakak kelasnya yang sudah menjadi idola bagi mereka.


Randy dan kawan-kawannya juga sudah tak berani lagi membully Yosep karena sudah Yosep beri pelajaran. Yosep memasuki aula sekolah, dan berjalan dengan kerennya.


Banyak calon karyawati berdecak kagum dengan ketampanan Yosep yang seperti pangeran arab.


"Babang tamvan! Babang tamvan!" Panggil semua calon karyawati totalnya ada 85 orang dan 15 laki-laki. Yosep hanya menjawab panggilan mereka dengan senyuman khasnya yang manis. Membuat calon Karyawati meleleh hatinya.


"Selamat pagi teman-teman semua! Perkenalkan Saya Yosep Firmansyah perwakilan PT. Raimu CRC sekaligus direktur. Mohon kumpulkan Foto kopi KK, KTP, dan Ijazah teman-teman di atas meja ini!" Pinta Yosep.


"Kita akan segera berangkat ke tempat kerja teman-teman dan sudah kami sediakan tempat tinggal sekaligus. Jadi teman-teman sudah membawa baju ganti dan kami akan memberikan gaji di awal nanti hari senin." Imbuh Yosep.


Para calon karyawan dan karyawati matanya semakin berbinar-binar, belum pernah ada perusahaan yang membayar gajinya di awal dan menyediakan tempat tinggal sekaligus. Mereka mengumpulkan persyaratan dengan rapi ke meja yang sudah di sediakan. Pak Budi menginformasikan pada mereka untuk membawa baju ganti juga, karena mereka akam segera bekerja.


"100 orang, nampaknya akan kurang." Batin Yosep lalu menghampiri pak Budi dan memberikan uang 10 juta di dalam kantong kertas coklat. "Ini pak tolong diterima. Tolong carikan lagi ya pak!"


"Oalah apa ini?" Pak Budi menerima kantong kertas dan mengintipnya, matanya berbinar-binar. "Keren ini, makasih Yos. Siap bapak akan usahakan kembali, tenang saja masih banyak kok. Kebanyakan mereka ragu. Bapak boleh ikut ke sana? Ya bapak juga bertanggung jawab untuk mendampingi anak-anak, jadi hari ini bapak free, heheheh"


"Boleh! bapak ikut dengan saya nanti, mari!" Ajak Yosep, pak Budi mengikuti Yosep di belakang dan masuk ke dalam lamborghini veneno roadster milik Yosep.

__ADS_1


"Edan kamu Yos! Ternyata mobil supercar memang keren. Gaji saya seumur hidup juga mana mampu membeli mobil ini!" Ujar Pak Budi dengan mata berbinar-binar sambil mengelus-elus semua dalam mobil.


"Aduh! Punya guru seperti ini norak banget." Batin Yosep dengan menatap pak Budi dengan tatapan aneh.


"Jangan membatin, ya wajarlah bapak norak orang pertama kali lihat, hmph!" Ujar Pak Budi dengan menggembungkan pipinya.


"Tua-tua sok imut padahal amit-amit." Batin Yosep sambil menepuk jidatnya sendiri. Yosep memacu kendaraannya di belakang 3 unit bus yang berjalan pelan, Anto membawa mobil koyota Avanza dari kantor Wijaya Shield memimpin di depan.


Di perjalanan pak Budi terus-terusan berswafoto di dalam mobil, membuat Yosep agak risih dengan kelakuan gurunya yang ga ada akhlak itu. "Pak maaf! Tolong selfienya sudah ya pak, bahaya kita lagi di jalan. Nanti kalau bapak mau eksis di kafe saja masih ada 10 mobil supercar yang lain. Saya traktir bapak makan, minum, dan selfie sepuasnya." Ujar Yosep.


"Oh ya, ya. Maaf! Maaf! Maaf!" Ujar pak Budi sambil mengangguk-anggukan kepalanya dan duduk dengan tenang.


"Akhirnya berakhir juga masa es teh tiga gelas." Batin pak Budi.


Yosep dan Anto mengarahkan ke gedung sebelahnya yang cukup tinggi. "Mari masuk! Disini kalian akan tinggal dan bekerja, semoga betah!"


"Kalau begini kita semua akan betah banget tinggal di sini." Batin Puspa melihat gedung yang cukup tinggi dan mewah. Mereka menuju ruang meeting karyawan di lantai dasar.


Zahra, Vanya dan Bondan juga sudah berada di sana membawakan 100 set seragam berwarna biru dan celana hitam untuk 100 karyawan. "Silahkan ambil seragamnya sesuai size masing-masing dan memilih kamar. Untuk sementara 1 kamar 1 orang, tapi jika sudah ada penambahan karyawan lagi aka di atur ulang." Jelas Yosep.


"Siap pak bos!" Ujar mereka serentak.


"Perkenalkan ini adalah Ibu Zahra direktur yang baru dan Ibu Vanya sekretaris di perusahaan ini. Ini ibu Wulan dan Pak Kadro dari divisi marketing. Pak Bondan supervisor kalian dan Ibu Ranty dari divisi HRD. Mereka semua akan membantu teman-teman jadi jika ada yang kurang paham bisa di tanyakan pada mereka." Jelas Yosep.

__ADS_1


"Baik pak!" Ujar mereka serentak. Mereka bubar untuk memilih kamar dan berganti pakaian lalu memulai bekerja membuat gudoudama cake yang akan di pandu Zahra dan Vanya dibantu Bondan bersama Ranty sementara sampai mereka mahir.


Pak Budi menuju cafe di kamar VVIP 01 sedang menyesap kopi madara. "Benar-benar mantap. Pantas saja cafe ini selalu ramai." Gumam pak Budi.


Rany dan Ziva juga sudah berada di ruangan managemen cafe menunggu Yosep bersama Zahra yang sedang berjalan menuju ruangan managemen. Di luar kafe suasana seperti biasa sangat ramai.


"Maaf membuat sayang-sayangku menunggu lama, hmm!" Ujar Yosep sambil menghela nafas panjang karena Rany dan Ziva mukanya cemberut.


"Mas minta maaf! Tidak bisa membawa kalian bertiga ke Ocohobot Technology (OT). Perjalanan kali ini sangat berbahaya karena saya aka pergi ke segitiga bermuda. Kantor pusat OT berada di sana, mas tidak ingin membahayakan kalian." Jelas Yosep.


"Apa! Segitiga bermuda?" Teriak mereka serentak.


"Tapi mas akan pulangkan, janji!" Pinta Zahra sambil memeluk Yosep dengan raut muka sedih karena seperti Yosep tak akan kembali lagi.


"Ya mas janji, pasti akan kembali." Balas Yosep.


Rany bahkan menangis, "hiks! hiks! hiks! Ya mas, Rany tak bisa hidup tanpa mas. Rany takut banget kehilangan mas. Mas janji harus kembali."


"Ya sudah jangan menangis, mas janji akan kembali!" Ujar Yosep sambil menyeka air mata Rany.


Ziva juga memeluk Yosep dari belakang dan hanya diam dengan air mata menetes, Yosep melepaskan pelukan Zahra dan pelukan Ziva. Lalu memeluk Ziva dengan eratnya dan membelai lembut, tatapan mata Ziva tak rela jika Yosep harus pergi jauh ke tempat antah berantah itu.


"Mas janji akan kembali!" Ujar Yosep sambil mengacungkan jari kelingkingnya.

__ADS_1


__ADS_2