
Pukul 04.00 di pesawat Lockheed C-130 Hercules yang mengangkut 30 personil Black Assasin.
"Semua bersiap kita akan terjun dari sini menuju rumah Yosep, misi kita menghabisi Yosep dan keluarganya. Kita sudah berada di wilayah udara Indramayu, menurut map sudah dekat dengan rumah Yosep," titah Komandan Arco, komandan pasukan operasi ini.
"Siap komandan!" 29 personil Black Assasin.
bangkut dan berteriak serentak dengan sikap hormat tentara.
Mereka memakai tas perlengkapan berisi parasut dan menuju anjungan pesawat Lockheed C-130 Hercules yang sudah terbuka. "Semuanya siap meluncur! Ayo!" titah Komandan Arco.
Satu persatu personil Black Assasin terjun hingga yang terakhir Komandan Arco sendiri. Mereka melayang di udara pada ketinggian 5.500 meter diatas permukaan tanah, mereka sudah memasuki wilayah udara Jatibarang.
Setelah beberapa lama berjibaku dengan udara dingin di atas ketinggian 5.500 meter, mereka berhasil sampai di ketinggian 850 meter, dan mereka semua menarik parasutnya.
30 personil Black Assasin berhasil mendarat di bagian luar komplek VJC, penjaga keamanan yang berjaga di pintu utama sedang tertidur pulas. Mereka mengendap-ngendap lalu melumpuhkan semua penjaga keamana diseluruh komplek.
Komandan Arco melambaikan tangan ke atas, memberi isyarat untuk segera masuk ke rumah Yosep yang berada di VJC 01. Semua personil Black Assasin sudah masuk ke pintu gerbang VJC 01 yang tak dijaga oleh penjaga kemanan satu pun karena terkena guna-guna Dukun Kolok-Kolok dan kawan-kawan.
Setan tengkorak tidak yang berani mendekati 30 personil Black Assasin, karena memakai kalung hitam yang diberikan Dukun Kolok-Kolok.
"Kita bergerak cepat, habisi Albert, Ibu Yose0 dan kedua istrinya. Biarkan saja anak buahny, mereka tak lama lagi juga menyusul ke alam baka," titah Komandan Arco melalui sambungan handsfree. "Raizel! Matikan sumber listrik mereka!"
Raizel segera menuju kotak sumber listrik rumah Yosep yang berada di bagian belakang rumah lalu mematikannya. Rany, Ryuna, Albert dan Dawi terkejut, "Sayang, listriknya mati, kenapa ini?" tanya Dawi
"Tenang aku akan melihatnya, kalian bertiga jangan keluar dari kamar! Kita harus bertahan dua jam lagi sampai matahari muncul!" Albert keluar kamar dan jalan mengendap, telinganya cukup tajam masih mendengar derap langkah kaki dan bayangan hitam lalu bergumam. "Sial, rupanya kita diserang! Jangan kalian pikir bisa masuk seenaknya ke rumah anaku, twin raiser armor!"
"Maafkan ayah anaku, jika rumahmu harus aku rusak. Ayah janji akan memberikan rumah yang lebih besar lagi."
Albert menekan jam tangan miliknya lalu armor berwarna putih dengan corak kebiruan seperti gundam 00 raiser, dengan dua pedang terpasang di seluruh badannya. "Akhirnya setelah penyakitku sembuh dan memakan pil nawadewanata aku bisa menggunakan armor yang sudah lama aku impikan," ucap Albert membuat 10 personil Black Assasin mendekatinya lalu menembaki Albert dengan senapan Uzi yang sudah dipasang peredam.
Cug!
Cug!
__ADS_1
Klang!
Albert terdiam terkena ratusan peluru yang mengenai armor miliknya, "Kalian memang bodoh, matilah kalian semua!" turbin power di belakang armor twin raiser berbunyi kencang dan mendorong Albert ke arah salah satu personil Black Assasin.
Prang!
Slash!
Jleb!
Semua furniture di lantai satu rumah Yosep hancur luluh lantak, ketika Albert terbang dengan cukup cepat di dorong turbin power. Albert berhasil menebas kepala salah satu personil Black Assasin dan menusuk personil Black Assasin di sebelahnya.
"Habisi dia, jangan sampai lolos!" titah Komandan Arco yang mendengar suara furnitur di dalam ruang tengah yang pecah.
Para butler dan maid semuanya masuk ke kamar masing-masing dibantu oleh Rany, Dawi, Ryuna, dan Albert di lantai dua. Mereka semua sudah tidak histeris lagi dan tertidur pulas dalam keadaan perut membengkak.
Saah satu personil Black Assasin, melempar granat ke arah Albert dan berhasil di belokan kembali ke arah utara dimana empat personil Black Assasin sedang menembaki Albert.
Klang!
Boom!
"Siap komandan!" jawab serentak Roxie, Jano, Krugger melalui sambungan handsfree. Mereka bertiga naik ke lantai dua melalui tangga, tapi Albert tiba-tiba muncul di dekat mereka dengan melayang.
"Tak akan aku biarkan! Matilah kalian semua!" Albert menyodongkan kedua pedangnya ke depan, dari gagang pedang mekanik muncuk moncong senapan dan peluru meluncur dengan cepat ke bagian dada Roxie, Jano, Krugger.
Dor!
Dor!
"Aaakh!" Roxie, Jano, Krugger memekik keras lalu tumbang dan tubuh mereka bertiga berguling turun ke bawah melewati anak tangga. Albert melihat personil Black Assasin yang tersisa dari dalam layar monitor di dalam helm kaca armor.
Albert tidak bisa keluar ruangan, dia melayang di udara dekat anjungan lantai dua VJC 01 dan terus menembaki semua personil Black Assasin yang tersisa agar tidak bisa naik ke lantai dua.
__ADS_1
Dor!
Dor!
Adu tembak terus beradu, antara Albert dan 19 personil Black Assasin. Mereka tedus menyudutkan Albert dengan terus menembakinya ratusan peluru berjatuhan, Albertt bingung tidak bisa bergerak bebas karena memikirkan keselamatan Dawi dan kedua istri Yosep. "Haaaa! Aku habisi kalian semua, meski harus membuat rumah anaku rusak! Hyper burst!" Albert menyatukan kedua pedangnya menjadi satu, siluet sinar laser keluar beberapa kali dari Raiser Canon.
Swush!
Boom!
"Aaakh!" pekikan terdengar keras 19 personil Black Assasin yang tersisa hanya tinggal 5, 14 lainnya tewas seketika. "Semuanya! Siapkan meriam panzerfaust! Kita akan habisi si tua bangka itu, demi teman-teman kita dan demi negara kita, hidup belanda!"
Regal membidik meriam panzerfaust ke arah sayap armor Albert dan menguncinya. Regal menarik pelatuk meriam panzerfaust, misil melesat cepat dan menghantam sayap kanan armor Albert.
Swush!
Boom!
Albert terpental dan menabrak dinding lantai dua dekat kamar Yosep, untung saja tidak ada orang yang berada di dalam. Frost juga ikut menyerang membidik dan menembakan misil pada Albert yang masih terkapar.
Swush!
Boom!
Tiga personil Black Assasin lainnya juga bersiap melepaskan 3 misil dari meriam panzerfaust. "Tamat riwayatmu kakek tua bangka!" teriak komandang Arco menyeringai jahat.
Swush!
Boom!"
Kamar Yosep hancur namun tidak roboh, semua isi di dalamnya terbakar dan rusak parah. Armor Albert juga mengalami kerusakan parah, semua tubuhnya tidak dapat digerakan.
Lima personil Black Assasin naik ke lantai dua melalui lift, Raizel sudah menyalakan kembali listrik, karena tangga menuju lantai dua sudah rusak parah dan tidak bisa di naiki.
__ADS_1
Ting!
Pintu lift terbuka dan alangkah kagetnya komandan Arco melihat jebakan pedang saber yang dipasang oleh Albert beberapa saat yang lalu, membunuh 3 personil Black Assasin.