
[Selamat majikan telah menyelesaikan misi]
[Misi : Betulkan mobil praktek SMK N 1 Lelea yang rusak.
Hadiah : 100% Saham mobil Koyota
Batas waktu : 1 jam.
Hukuman : Majikan kehilangan burung
[Surat kepemilikan 100% saham mobil Koyota sudah ditransfer ke rumah majikan]
[Selamat menghabiskan uang majikan]
Di kantor pusat Kostra International, para petinggi Kostra Group sedang berdiskusi tentang orang yang telah membeli semua saham Koyota.
"Dengan berat hati, perusahaan yang sudah kita pegang lebih dari 7 dekade harus jatuh ke tangan orang lain yang bukan dari bagian Kostra Group." Kata Pak Michael CEO Kostra International.
"Tidak mungkin pak. Selama ini penjualan dan laba Koyota baik-baik saja tapi kenapa bisa dipindah tangankan. Di awal kuartal tahun pertama 2021 juga kami masih mendapatkan penjualan yang cukup signifikan, lalu alasan apa bapak menjualnya?" Kata Pak Simon Direktur Koyota.
Michael menggebrak meja dengan raut muka marah. "Brak!" Suara meja di gebrak. "Pak Simon, selama ini kita menyembunyikan rahasia besar kepada seluruh petinggi bahkan pelanggan. Prototype technology yang kita pasarkan merupakan buatan Ochobot Technology dan kita telah berhutang banyak pada mereka. Kita ini bisa apa tanpa mereka, kita selalu unggul dalam penjualan apapun karena pinjaman prototype tehcnology mereka. Paham itu!"
"Baik pak, saya meminta maaf. Lalu kita harus bagaimana pak, untuk melakukan langkah selanjutnya?" Tanya Simon.
"Kita tidak boleh menyinggung pemilik saham yang baru. Bila perlu kita harus tunduk dan patuh pada pemilik saham ini, karena kita tidak tahu dia akan melepaskan diri dari Kostra Group atau tidak. Jika melepaskan maka habislah kita, sebisa mungkin hindari konflik dengan pemilik saham yang baru. Aku akan segera menghubunginya." Kata Michael.
"Baik pak, kami akan menerima semua keputusan bapak. Kami tunggu kabar baiknya." Kata Simon lalu merela semua direksi keluar dari ruangan rapat Kostra Group.
Michael membuka smartpohne miliknya dan menekan tombol nomor untuk menghubungi Yosep. Nomor yang dihubungi Michael tersambung, Yosep yang sedang mencuci tangan dan kakinya di toilet sekolah tidak tahu karena smartphone miliknya ada di saku celananya.
Rany yang mendengar smartphone milik Yosep berbunyi segera mengambilnya dari saku Yosep. Ada nomor tidak dikenal yang tertera di layar smartphome Yosep dan Rany tidak mengangkatnya, tapi menuju toilet untuk memberitahukan Yosep.
Pak Budi sendiri sedang gembira, ia malah berjoget india karena mobil praktek SMK sudah diperbaiki oleh Yosep. "Aye! Aye! Aye! Aha! Aha! Aha!" Kata Pak Budi sambil menari-nari.
Rany memanggil dari luar toilet, "mas! ada telepon!"
__ADS_1
"Ya sebentar. Dari siapa?" Tanya Yosep dengan berteriak dari dalam toilet.
"Rany tidak tahu mas, nomornya tidak dikenal." Jawab Rany dengan berteriak. Rany berpikir takutnya itu nomor penting jadi segera memberitahukan Yosep.
"Ya aku keluar!" Yosep keluar dari toilet cuma memakai celana boxer sependek lutut. Rany yang melihat Yosep seperti itu menutup matanya dan pipinya merah merona. "Kenapa? Ya setelah menikah lagi juga Rany akan melihatnya, bahkan semuanya!" Goda Yosep.
"Mas mesum!" Kata Rany sambil mendorong dada Yosep, tangan Rany mengenai dada Yosep yang bidang. Pikiran Rany melayang dan membayangkan hal-hal yang membuatnya bahagia.
"Sudah ayo, jangan berpikiran hal yang aneh-aneh!" Kata Yosep sambil menyentil kening Rany.
"Aw sakit mas!" Pekik Rany sambil mengelus keningnya.
"Suruh siapa berpikiran mesum, belum waktunya! kalau sudah sah baru!" Kata Yosep.
Yosep dan Rany menuju workshop untuk mengambil bajunya yang Yosep tinggalkan di meja workshop. Yosep memakai baju serba hitam miliknya lagi, melihat pak Budi yang seperti gak waras membatim. "Guru Somplak!"
"Mas ini handphonenya!" Rany memberikan smartphone milik Yosep.
"Sebentar ya aku akan menelepon dulu." Kata Yosep
"Ya mas aku tunggu!" Kata Rany
Yosep menelepon balik nomor Michael. "Ternyata tuan Yosep menelepon balik." Batin Michael sambil mengangkat telepon dari Yosep.
"Halo maaf ini dengan siapa?" Tanya Yosep.
"Saya Michael CEO Kostra Group, tuan Yosep. Ingin menanyakan tentang saham Koyota." Jawab Michael.
"Oh pak Michael CEO Kostra Group. Ya pak bagaimana?" Tanya Yosep.
Pakk Budi berhenti menari-menari setelah mendengar percakapan Yosep. "CEO Kostra Group? Pak Michael? Wah keren ini Yosep punya relasi petinggi Kostra. Kalau sekolah bisa memperkerjaka lulusan siswa atau siswinya di sana, sekolah akan punya nilai suprlus di mata orangtua siswa. Aku harus membujuk Yosep agar bisa sekolah menjalin kerjasama dengan pihak Kostra Group." Batin Pak Budi.
"Begini tuan Yosep, saham Koyota semuanya sudah anda beli. Apakah tuan akan melepaskan diri dari Kostra group?" Tanya Michael.
"Oh tentu tidak pak. Saya akan tetap merger dengan Kostra Group, apakah ada kendala dengan penjualan Koyota atau pihak Kostra Group. Jika ada saya akan senang hati membantu." Jawab Yosep.
__ADS_1
"Oh tidak tuan, semua penjualan aman. Cuma jika Koyota keluar dari Kostra Group itu akan membuat pukulan telak bagi kami." Kata Michael.
"Tidak pak, sama sekali tidak. Saya akan tetap memberikan kepengurusan dibawah Kostra group, saya hanya ingin profit dividennya saja. Tapi jika ada kendala saya siap membantu." Kata Yosep.
"Terima kasih banyak tuan, terima kasih. Apakah ada yang perlu dibantu tuan, kami siap membantu dengan senang hati?" Tanya Michael.
"Oh ya saya juga lagi butuh kendaraan 10 unit mini van dan 10 unit truck box. Masalah harga bisa dinegosiasikan pak?" Tanya Yosep.
"Tidak perlu bayar tuan, saya akan segera menyiapkan semua unit yang tuan inginkan. Sekarang pun siap, cukup kirim alamatnya saja, nanti saya sendiri yang akan hantar. Tuan juga kan pemilik Koyota, jadi tak perlu bayar." Kata Michael.
"Oh terima kasih. Kalau bisa hantarnya hari sabtu saja, nanti saya kirimkan alatnya pada pak michael di nomor mangap bapak." Kata Yosep.
"Terima kasih tuan. Besok lusa akan saya kirim unit yang tuan pesan." Kata Michael.
"Baik pak, tapi tolong nanti jangan panggil tuan terlalu formal. Panggil saja Bro!" Kata Yosep.
"Oke tuan, eh Bro hehehehe!" Kata Micahel laku tertawa.
"Dah!" Yosep mematikan teleponnya.
"Ah selamat! selamat! Kostra Group akhirnya selamat." Kata Michael sambil mengelap keningnya yang penuh keringat dingin.
Di workshop Yosep dan Rany akan pulang ke rumah Rany, tapi dicegat oleh pak Budi. "Yos tunggu! kamu tadi berbicara dengan CEO Kostra Group?"
"Ya pak, ada apa?"
"Saya boleh meminta bantuan lagi?"
"Boleh, apa pak?"
"Minta sekolah untuk bekerja sama dengan pihak Kostra Group."
"Bisa diatur asal bapak tahu kan bayarannya."
"Ya beres, es teh manis tiga gelas."
__ADS_1
"Siip!"
Rany menepuk jidatnya sendiri, mendengar pernyataan mereka berdua, sebuah kerjasama imbalannya hanya es teh manis tiga gelas.