
"Putri, tidak semua masalah cinta diselesaikan dengan berhubungan intim. Apakah putri tidak tahu jika Kaisar telah menyuruh untuk membantai semua anggota sekte Bulan Darah hari ini?" tanya Feng Xin tatapannya sangat tajam dan penuh dendam.
"Ma-maaf, aku-aku tidak tahu." Yuan Shi menunduk ketakutan, tatapan Feng Xin sangat menakutkan.
Belum pernah ia melihat tatapan mata Feng Xin yang semenakutkan itu sebelumnya.
"Itu artinya kita bermusuhan. Aku juga punya misi untuk mengambil pedang Qinglong yang berada di tangan ayahmu. Apakah sekarang cintamu berubah?"
Feng Xin mengeluarkan pedang iblis darah dari cincin semesta. Rasa dendamnya sudah penuh menyelimuti hatinya.
Ia menyelamatkan Yuan Shi sebelumnya karena misi. Tapi sekarang Feng Xin punya kesempatan untuk membalas dendam kakak seperguruannya yang dibantai sangat kejam oleh pasukan kekaisaran.
Yuan Shi melepaskan topengnya dan menjatuhkan ke tanah. Semua bajunya ia lucuti hingga tubuhnya tanpa sehelai benang, nampak putih bersih seperti giok kaca.
"Jika itu bisa membuatmu senang dan emosimu mereda dengan membalaskan dendam pada keturunan Kaisar Yuan Shao, lakukan!"
Yuan Shi menggenggam bilah pedang tersebut hingga telapak tangannya mengeluarkan darah dan menetes ke topeng Harimau Belang.
Ujung bilah pedang tersebut ditujukan ke dada kanan tepat di jantung Yuan Shi, "Ayo lakukan!"
Feng Xin agak gemetar, entah mengapa di dalam pikirannya seperti melihat bayangan-bayangan seseorang yang pernah ia kenal sebelumnya.
Wajah itu sama persis dengan wajah Yuan Shi, tapi mengenakan pakaian yang berbeda.
"Kenapa kamu diam? Apakah kamu tahu pengorbananku untuk mencarimu? Aku rela membuang semua statusku demi kamu."
"Bahkan aku diburu beberapa kali oleh bandit dan hampir diperkosa. Apakah itu belum cukup membuktikan rasa cintaku padamu lebih besar daripada rasa cinta dan sayangku pada orang tuaku?"
Ujung bilah itu pun ditusukan perlahan oleh Yuan Shi sendiri ke jantungnya, darah itu merembes perlahan mengalir ke biji jagung merah muda miliknya.
Feng Xin sama sekali tidak tega dan menjatuhkan pedang iblis darah ke permukaan tanah.
"Maafkan aku. Tapi aku harus memilih dan kamu juga telah memilih."
Feng Xin memeluk Yuan Shi dan menotok bagian jantung untuk menghentikan pendarahannya.
Yuan Shi menangis sesenggukan, ia tak menyangka gara-gara dirinya kabur, Kaisar Yuan Shao memerintahkan pasukan kekaisaran untuk membumi hanguskan sekte Bulan Darah.
Feng Xin akan memaafkan dirinya, tapi bagaimana dengan yang lain dan juga Jia Xu? Apakah akan memaafkannya? Itu yang sedang berkecamuk di dalam pikiran Yuan Shi.
"Hiks ... hiks ... be-berapa orang yang masih hidup?" tanya Yuan Shi penuh dengan penyesalan, "Aku meminta maaf, semua ini salahku."
"Sudahlah, ini sudah takdir. Guru Jia Xu, Penatua Yu Ji, Oung Ji, Nia Nia, Zan Ning dan Niu Shi serta aku," jawab Feng Xin mengelus lembut rambut Yuan Shi.
__ADS_1
"Tapi aku tidak bisa mencegah jika guru akan balas dendam padamu atau pada Kaisar. Masalah ini terlalu rumit, jika kamu ingin berdiri di seberangku sekarang, pulanglah ke kekaisaran. Kita akan bertemu dan bertarung sampai mati," sambungnya melepaskan pelukannya pada Yuan Shi.
"Tidak, lebih baik aku mati jika harus kehilanganmu." Yuan Shi menggeleng cepat dengan air mata yang kembali membanjiri pipinya.
Kemudian melanjutkan dengan memeluk Feng Xin, "Aku rela jika harus mati ditanganmu, aku juga rela jika harus mati di tangan Jendral Jia Xu. Aku rela jika menjadi pengkhianat kekaisaran Han dan dihukum mati jika tertangkap. Tapi sebelum itu terjadi, biarkan mataku ini selalu melihat wajahmu dan berada disisimu."
Keromantisan ini berakhir setelah topeng Harimau Belang diselimuti petir merah kecil dan melayang.
[Witwiiw! Topeng Harimau Belang telah dibangkitkan]
---------------¤---------------
[Nama Artefak: Topeng Harimau Belang]
[Level Artefak: Sangat langka]
[Pengendalian: 100%]
[Efek: Hilang ingatan jika digunakan]
[Deskripsi: Topeng Harimau Belang adalah pusaka sangat langka yang dimiliki sekte Harimau Belang. Didalamnya ada set pakaian Harimau Belang, dan belati taring Harimau Belang]
---------------¤---------------
Yuan Shi diselimuti aura merah yang membentuk kedua sarung tangan, kedua sepatu armor hingga ke paha, rok pendek, pelindung bahu, dan kimono pendek.
Kedua belati bersarung hitam berada di belakang pinggang Yuan Shi. Tatapan matanya begitu kosong.
"Hormat pada tuan Naga Darah."
Yuan Shi langsung berlutut satu kaki dan menunduk hormat pada Feng Xin.
[Witwiiw! Tuan telah mendapatkan sekutu baru]
---------------¤---------------
[Nama: Yuan Shi(Harimau Belang)]
[Level kultivasi: Golden Core ⭐5 (Nascent Soul⭐1)]
[Status: Hilang ingatan dan hanya patuh pada tuan (efek topeng Harimau Belang)]
---------------¤---------------
__ADS_1
"Baguslah, aku punya sekutu yang bisa aku manfaatkan," gumam Feng Xin tersenyum licik.
"Hamba siap menerima perintah!"
Yuan Shi masih berlutut satu kaki dan menunduk hormat pada Feng Xin.
"Cari dan kumpulkan binatang spiritual tingkatan emas sebanyak mungkin dalam satu jam!" titah Feng Xin.
"Baik, tuan Naga Darah." Satu detik kemudian, tubuh Yuan Shi berkedip hilang dari pandangan Feng Xin.
"Dengan begini juga aku bisa mengendalikan Yuan Shi sekaligus menyelamatkannya dari amukan guru jika harus bertatap muka dengannya," gumam Feng Xin tersenyum puas.
Hua Xin yang menunggu lama, akhirnya menyusul ke belakang pohon, "Tuan muda, lama sekali. Kemana wanita itu?" tanyanya pura-pura padahal ingin berdekatan dengan Feng Xin.
"Syukurlah wanita itu tidak ada, aku bisa berduaan dengan tuan muda," batin Hua Xin tersenyum licik.
"Sekarang aku harus terbiasa menggauli banyak wanita. Ini yang harus aku lakukan agar bisa membebaskan kakek dan nenek," batin Feng Xin menguatkan tekad.
Demi membuka segel kultivasinya, dalam 15 hari ia harus melakukan kultivasi ganda dengan 3 wanita.
Kali ini dengan tatapan buas, Feng Xin langsung mencium bibir Hua Xin.
"Uuhm ... huff ... huff ...." Hua Xin kehabisan nafas dan melepas paksa ciuman Feng Xin.
"Kenapa? Tak suka?" Feng Xin menyembunyikan tangan kirinya untuk menjetikan jari.
Ia menciptakan beberapa kembaran diri dari seni bayangan darah untuk mengejar Yuan Shi dan mengawasinya.
Tentu saja memperbanyak buruan binatang spiritual, dan mulai memupuk kekayaan dengan menjual daging binatang spiritual tingkat emas ke atas.
"Bukan, aku sangat menyukainya. Aku hanya ---"
Feng Xin menjambak rambut Hua Xin dan menubrukan mukanya ke bagian terong XXXL miliknya yang sudah ia keluarkan dengan tegak.
"Nikmat bukan. Inikan yang kamu inginkan?"
Hua Xin tak bisa menjawab, ia hanya bisa meracau dengan gumaman yang tidak jelas.
Tapi, Hua Xin pintar dan mengeratkan mulut hingga membuat terong XXXL milik Feng Xin terjepit sempit dan mengeluarkan cairan surgawi di mulut Hua Xin.
"Aaakh ... huff ... huff .... Kamu hebat, sayang." Feng Xin memundurkan tubuhnya dan terduduk lemas.
Terong XXXL miliknya mengecil menjadi terong L.
__ADS_1
Cairan surgawi yang hangat itu, Hua Xin telan dengan penuh rasa nikmat.