
5 menit kemudian Yosep dan Pak Awi sampai dirumah pak Awi. "Mari masuk! mau minum apa?" Tanya pak Awi.
"Tak perlu repot-repot pak saya juga tidak lama. Saya mau menawarkan proyek untuk pak Awi, untuk membangun gudang di tanah bekas gubuk itu, ukurannya 50 meter persegi tingginya 8 meter. Gudang itu untuk menyimpan padi, pupuk, dan traktor. Untuk lapangannya 20 meter x 30 meter, nanti buat jemur padi. Kira-kira berapa ya pak?" Tanya Yosep.
"Kalau begitu saya bisanya system borongan 500 juta Yos." Jawab Pak Awi dengan raut muka serius.
"Baik pak, tapi saya mau satu minggu selesai. Begini saja, besok saya kemari bawa uang 500 juta. Kita ketemu di haji Jono untuk membeli bahan bangunannya. Kalau hari ini saya tidak bawa uang cash pak." Kata Yosep lalu memberikan surat kontrak. "Kalau tepat waktu saya tambahkan bonus pak, 50 juta."
"Baik Yos. Bapak sekarang hubungi teman-teman bapak." Kata Awi dengan wajah berbinar-binar. Yosep memberikan nomor telephon pada Pak Awi. Lalu pergi menuju Wulan untuk menjemputnya dirumah.
Yosep sudah menjemput Wulan dan pergi menuju ruko untuk menghantarkan Wulan kembali ke ruko. Rany menelepon bahwa rumah sakit sedang butuh bantuannya, anak laki-laki seorang jendral di Indonesia terkena penyakit aneh. Seluruh tubuhnya melepuh seperti terkena cacar air namun lama kelamaan bernanah.
Setelah mengantarkan Wulan Yosep langsung menuju rumah sakit Budi Asih Technology. Yosep berjalan melewati bangsal rumah sakit. "Dokter Yosep, untung saja dokter cepat datang. Gawat pasien mengalami penurunan kesadaran, jantungnya melemah." Kata Dokter Susan yang berjaga malam ini.
Yosep segera masuk ke kamar VVIP 02, seperti biasa Yosep memakai kacamata hitam untuk mengaktifkan byakugan guna mengecek penyakit anak jendral tersebut.
"Dokter susan nama pemuda ini siapa?" Tanya Yosep. "Diagnosa awal bagaimana?"
"Namanya Jonathan, diagnosa awal cacar air. Lalu kami memberikan obat pereda cacar, agar cacarnya berhenti semakin menyebar. Namun cacarnya semakin banyak dan bernanah." Jawab Dokter Susan.
"Pantas, penyakit ini namanya pyroskin. Gejalanya memang seperti cacar namun jika penanganannya salah, maka akan membuat kulit tubuh pasien semakin parah."
"Gejala pyroskin ini akan meningkatkan suhu tubuh manusia melebihi ambang batas normal standar temperatur suhu tubuh manusia. Cepat siapkan bak mandi berisi air es, dan turunkan temperatur ruangan serendah mungkin. Saya sudah menotok aliran yang tersumbat dan hanya mampu bertahan 30 menit. Saya akan membuat pil hima dan pil Tirta Sari untuk mengembalikan kondisi kulitnya." Jelas Yosep lalu pergi meninggalkan kamar menuju ruangan rahasia bawah tanah.
"Baik dok!" Kata Dokter Susan dengan menganggukan kepala.
Jendral Atmojo masuk ke ruangan VVIP 02, "Dokter Susan bagaimana keadaan anak saya?" Tanya Atmojo dengan raut muka panik.
__ADS_1
"Tenang pak! tuan Jonathan sedang ditangani kepala dokter Yosep, beliau sangat ahli. Jadi bapak menunggu saja diluar!" Jawab Dokter Susan.
"Brak!" Atmojo menendang pintu kamar VVIP 02. "Awas saja! kalau tidak becus rumah sakit ini akan aku bekukan!"
Dokter Susan ketakutan dan membatin. "Ayo dokter Yosep cepatlah! rumah sakit ini masa depannya berada ditanganmu."
Rany juga mencoba menenangkan Jendral Atmojo. "Tuan harap tenang, disini rumah sakit. Tuan bisa mengganggu proses penyembuhan anak tuan."
"Ya bos, calm down!" Kata Komandan Sapri.
Atmojo kembali duduk, ada 10 ajudan yang menjaga dirinya. Atmojo menghela nafas panjang untuk menurunkan emosinya yang meledak-ledak tadi.
20 menit Kemudiam Yosep kembali dari ruangan rahasia. "Kenapa kalau aku kemari selalu membuat pil jenis baru?" Batin Yosep.
"Mas kamu kembali!" Kata Rany dengan wajah sumringah.
"Ya bagaiaman pula juga mas kan nanti jadi Calon suami Rany. Masa tidak sopan panggil nama saja." Kata Rany dengan pipi merah merona.
"Ya sudah makasih." Kata Yosep sambil mengelus rambut Rany dengan lembut lalu masuk ke kamar VVIP 02.
Atmojo berdiri setelah melihat Yosep. Ya karena Yosep tidak seperti seorang dokter, selalu memakai sandal jepit dan kaos oblong berwarna putih. Di ruko juga begitu kecuali waktu kerja selalu memakai cosplay anime sasuke. "Ini dokter apa pengemis cih!" Batin Atmojo.
"Dokter Susan apakah semuanya sudah siap?" Tanya Yosep.
"Sudah dok! semuanya sudah siap!"
"Are you ready?" Kata Yosep dengan gaya anak metal. Yosep mengecek temperatur suhu Jonathan masih belum turun malah makin naik. Yosep meminumkan pil tirtasari pada mulut Jonathan.
__ADS_1
Yosep mengalirkan tenanga dalamnya agar membantu penyerapan pil tirtasari, untuk mengembalikan kulit Jonathan yang melepuh dan bernanah.
"Fyuh! akhirnya kembali juga kulitnya meskipun sisa sisa kotorannya sangat bau!" Yosep mengelap keningnya yang penuh dengan keringat.
"Dokter Susan, Suster Fatma, tolong bantu tuan Jonathan masuk ke dalam bak mandi es ini. Usahakan jangan sampai tenggelam kepalanya!" Seru Yosep
"Baik dok!" Kata Susan dan Fatma. Mereka berdua mengangkat Jonathan dan meletakannya pada bak mandi yang sudah diisi air es. Hanya kepalanya saja yang terlihat, Jonathan kesadarannya pulih namun ia tak merasakan dingin karena suhu tubuhnya sangat panas.
Bahkan air es di dalam bak pun langsung normal ketika tubuh Jonathan dimasukan ke dalam bak. "Dokter susan tambahkan lagi esnya!" Seru Yosep lalu meminumkan pil hima ke dalam tubuh jonathan.
"Baik dok!" Dokter Susan keluar untuk mengambil batu es yang banyak dan segera kembali dan menuangkan batu es ke dalam bak mandi.
"Kalian semua keluar dari sini, turunkan suhu ruangan disini. Saya takut kalian tak akan mampu menahan suhu ruangan dibawah 0 derajat celcius. Tolong kunci dari luar!" Seru Yosep.
Dokter Susan dan suster Fatma keluar ruangan, meninggalkan Yosep serta Jonathan didalam. Jonathan suhu tubuhnya mulai menurun dan memuntahkan banyak darah merah pekat tapi panas.
Suhu ruangan juga begitu dingin, efek pil hima juga membuat ruangan dalam lingkup radius 5 meter membeku. Yosep mengeluarkan hawa murni dari ajian brajamusti untuk menyetabilkan suhu tubuh Jonathan agar suhunya normal.
Suhu ruangan juga kembali normal, es di dalam ruangan juga sudah mencair. Yosep menggendong Jonathan ala bridal style, meskipun tubuh Jonathan lebih besar darinya, Yosep tak masalah. Lalu menaruhnya di tempat tidurnya lagi, Yosep juga meminumkan pil kelabang merah untuk menggantikan darahnya yang banyak keluar.
Yosep mengetuk pintu, beberapa dat kemudian dokter Susan membukakan pintu. "Dokter mohon segera tindak lanjuti perawatan tuan jonathan. Berikan pil hima ini satu kali sehari, dalam 3 hari tuan Jonathan bisa pulang."
Atmojo yang bermuram durja langsung sumringah wajahnya. "Dokter Yoseo bagaimana tentang kulit anak saya, apakah akan membekas. Jika perlu operasi plastik, berapa pun akan saya bayar."
"Oh benarkah tuan Atmojo. Kalau begitu saya minta 20 milyar. Bagaimana?" Canda Yosep sambil menggesek-gesek telapak tangannya.
"Baik dok ini ceknya! Silahkan dokter tulis berapapun yang dokter mau!" Kata Atmojo sambil memberikan kertas cek.
__ADS_1
"Tidak perlu tuan Atmojo, saya hanya ngeprank saja, hahahaha!" Kata Yosep lalu tertawa. "Tuan Jonathan 3 hari lagi boleh pulang, kami hanya memastikan saja, takut gejalanya akan timbul lagi. Karena hanya saya yang bisa menanganinya. Silahkan tuan boleh melihat tuan Jonathan!"