SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP

SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP
System Kekayaan Berkedip 298


__ADS_3

Bayanaka melepaskan bola gelombang kejut dari dalam tubuhnya semakin lama semakin membesar dan menghempaskan Yosep. "Rasakan itu, sebentar lagi kau akan masuk perangkapku," gumam Bayanaka menyeringai licik.


Swiing!


Bayanaka terus terbang cepat ke arah kutub selatan dan baru sampai di wilayah Kanada. Yosep tertinggal jauh dan sudah tak melihat Bayanaka, "Sial! Jurus melipat langit!" teriak Yosep, tubuhnya berkedip.


Cwuszh!


Dan muncul di belakang Bayanaka, "Naga mendaki langit!" Yosep menendang punggung Bayanaka hingga terpental jauh ke arah gunungan es.


Swiing!


Boom!


Yosep melesat cepat ke arah Bayanaka dan siap menghantamkan pukulan, "Ajian serat Netra Dahana!" kepalan tangan Yosep berhasil mengenai dada Bayanaka, dan terus terdorong hingga menembus tiga gunung es lalu berhenti dengan banyak darah mengalir di mulut Bayanaka.


Bang!


Swing!


Boom!


Tangan Yosep yang mengepal dilebarkan dan masih menyentuh dada Bayanaka, lama kelamaan kekuatan Bayanaka terhisap ke dalam tubuh Yosep. "Aaaargh! Aaaargh! Aaaargh!" Bayanaka meraung keras hingga memekakan telinga. "Hahaha, percuma kau melakukan itu bodoh!" Hahahaha!"


Bam!


Boom!


Bayanaka menghantamkan pukulan ke muka Yosep hingga terpental menabrak bukit es. Warga Kanada yang bermukim di dekat pegunungan es panik, karena ada banyak getaran di sekitar wilayah mereka. Semua warga berhambura untuk mengungsi dari wilayah pegunungan es di kutub utara.


"Haaaargh!" Yosep meraung keras hingga menggetarkan es disekitarnya. lalu terbang melesat ke arah Bayanaka. "Ajian serat Netra Dahana!"


Swing!


Bam!


Bayanaka berhasil menangkis pukulan Yosep, tapi tinju Yosep terus beruntun mengarah Bayanaka. "Siapa sebenarnya dia? Kenapa mukanya mirip denganku, dan juga mirip dengan kaisar Wijaya Kusuma yang galak itu?" pikir Yosep.

__ADS_1


{Dia adalah saudara kembarku yang lahir bersama dari batu bintang bharatayudha. Ibunda Shintadewi menyegel jiwanya pada tubuhku, namun setelah aku dewasa jiwanya keluar dan merasuki semua kaisar di benua nusantara. Sehingga pecah perang antar bimanatala atau kepulauan, kini jiwanya bangkit dan akan berbuat keonaran kembali. Kamu harus menghentikannya}


Bam!


Bam!


Ribuan gerakan jurus Yosep dan Bayanaka lancarkan masing-masing untuk saling menyerang. Bayanaka yang mulai kehabisan stamina karena menggunakan tubuh Dokter Yadna, mulai letih. "Sial, tubuh ini sudah tak mampu lagi menahan kekuatanku!" gumam Bayanaka. "Apakah aku harus masuk ke dalam tubuh anak ini?"


Bam!


Bam!


Boom!


Pukulan menghantam di muka Bayanaka, lalu sejurus kemudian front kick melesat ke perut Bayanaka hingga membuatnya terpental menabrak gunungan es.


"Cepat serahkan jiwa kedua anaku! Kalau tidak aku akan membunuhmu!" teriak Yosep berapi-api. Tangan Yosep sudah muncul siluet naga emas lalu memutari tubuhnya, "Naga mendaki galaksi!"


Tubuh Bayanaka yang terkapar di permukaan es, matanya berkeliling mengamati keadaan sekitar. "Akhirnya makam nawadewanata ketemu." Bayanaka menyeringai licik. "Tunggu, aku ada hadiah untukmu. Aku akan berikan kedua jiwa anakmu, aku menyerah!"


Yosep mendekati Bayanaka dan mencengkik lehernya, lalu mengangkat tinggi-tinggi. "Jangan berbohong padaku!" teriak Yosep, "Atau aku habisi kau!"


Ctak!


Bayanaka menjentikan jarinya, Yosep yang sedang mengaktifkan Reinka aksa melihat makam nawadewanata yang berbentuk peti emas dan atasnya ada lubang-lubang untuk menaruh sembilan artefak nawadewanata. "I-itu makam nawadewanata!" Yosep membulatkan mata. "Tapi kenapa saya tidak bisa melihatnya, padahal saya sudah mencari keseluruh tempat?"


"Jawabannya, karena hanya aku yang bisa membuka segelnya. Apakah kau ingin bekerja sama denganku untuk mengambil makam itu, bukankah kau sangat menginginkannya untuk menyembuhkan istrimu?" bujuk Bayanaka.


"Kali ini kau akan masuk jebakanku, hahahaha. Ayo terima saja, setelah ini kau akan mati, hahahaha."


[Jangan lakukan! Dia hanya ingin menjebakmu}


"Tenang saja, saya ini kaisar rich. Mana mungkin bisa terbujuk rayuan gombal setan yang terkutuk, hehehe."


"Baiklah, tapi ...." Yosep berhenti berkata tapi melempar tubuh Bayanaka ke permukaan es, yang dibawahnya ada pintu menuju makam nawadewanata dan pintu itu di pasang segel penghancur. "Jangan kau pikir bisa menjebakku, bodoh!"


Swiing!

__ADS_1


"Sialan!" tubuh Bayanaka terlempar ke arah permukaan es dan menabrak, lalu setengah kekuatannya terhisap ke dalam makam nawadewanata. "Aku akan kembali! Jurus melipat dimensi!"


Prang!


Di atas tubuh Bayanaka yang sedang terkapar di permukaan es muncul portal hitam, lalu Bayanaka tersedot ke dalam portal. Setelah tubuh Bayanaka masuk ke dalamnya, portal itu lenyap dan hilang dari pandangan Yosep.


"Bedebah dia berhasil kabur!" Yosep menyeringai kesal dan menembakan bola energi dari telapak tangannya ke arah permukaan es yang memiliki segel penghancur. "Saya tak bisa mengejarnya! Makam nawadewanata lebih penting dan kondisi Rany dan Ryuna jauh lebih penting!"


Bang!


Prang!


Segel penghancur lenyap, pintu menuju tempat makam nawadewanata muncul keluar dari permukaan es. Yosep turun perlahan ke arah pintu masu menuju lorong makam nawadewanata.


Di atas pintu tertulis, "Cahaya dan kegelapan tidak dapat bersatu selalu tolak menolak. Jalan akan terbuka jika cahaya dan kegelapan menjaga keseimbangan," gumam Yosep sambil mengelus dagunya. "Maksudnya apa?"


{Coba kamu tempelkan telapak tanganmu pada pintu itu!}


Jiwa Kaisar Wijaya Kusuma muncul di samping Yosep, dan ikut menempelkan telapak tangannya ke pintu.


{Terima kasih kau sudah menjaga pecahan jiwaku, selama ini. Selamat tinggal, cucuku!}


Bayangan jiwa Kaisar Wijaya Kusuma terhisap masuk ke dalam pintu dan masuk ke dalam makam nawadewanata. Pintu itu bergerak, lalu terbuka lebar, nampak anak tangga menurun ke bawah, obor yang menempel di kiri kanan dinding menyala.


Yosep perlahan menuruni anak tangga satu persatu, ia sangat waspada jika ada jebakan yang terpasang di setiap anak tangga yang diinjak oleh Yosep.


Klag!


Shua!


Yosep menginjak anak tangga, dan membuatnya menjorok ke dalam. "Sial aku menginjak jebakan!" sisi kanan dan kiri dinding, muncul banyak lubang dengan anak panah secara cepat melesat ke arah Yosep. "Ajian serat wadag brajawesi!"


Klang!


Klang!


Ratusan anak panah menyentuh kulit Yosep, namun tak ada satu pun yang berhasil melukainya. "Kulitku ini keras, sekeras cintaku padamu tau, blee!" Yosep menepuk-nepuk dadanya dan menjulurkan lidah pada lubang anak panah di dining kiri dan kanan, lalu melanjutkan langkah kakinya.

__ADS_1


Yosep sampai di sebuah ruangan dengan banyak patung, totalnya ada sembilan puluh sembilan patung. "Jiwa yang mati tetap abadi, sekalipun dibakar di dalam tujuh api neraka. Dan akan berbentuk kembali meskipun jiwa itu hancur berulang kali," gumam Yosep membaca tulisan di sebuah prasasti dengan tulisan aksara san sekerta di bagian tengah ruangan.


__ADS_2