
12 hari kemudian setelah tragedi pembantaian oleh Wind Direction Army dan kematian 3 teman sejawat yaitu Serena, Gendhis, serta Kirno.
Yosep sedang melihat panen sawah miliknya, ia di temani Rany, Ryuna dan Ziva. Zahra sibuk mengurusi PT. Raimu CRC yang setiap hari orderannya tambah membludak, sudah menambah lagi 500 karyawan total karyawan PT. Raimu CRC adalah 770 orang. Dalam kurun waktu 13 hari omset perusahaan Raimu CRC hampir 500 milyar karena orderan gudodama cake yang sudah merambah ke seluruh nusantara.
Yosep juga sudah bekerjasama dengan Jayus untuk pengadaan tanaman herbal sebagai bahan dasar pembuatan pil tirta sari. Barjo sistem masih belum bisa digunakan, masih tersisa waktu 15 hari lagi agar Barjo bisa aktif karena sedang upgrade.
"Tuan, padi milik tuan sangat bagus. Bulir padinya panjang dari bentuk padi pada umumnya, kulitnya juga kuning bersih," tunjuk Ryuna memperlihatkan padi dalam karung yang belum dijahit tertutup oleh para tim petani. Yosep menggunakan mesin traktor combhand untuk memanen padi. Mesin Combhand memanen padi secara automatis tapi dikendalikan oleh satu orang petani.
"Bos, panen kita begitu melimpah. Satu hektar saja bisa dapat 15 sampai 16 ton, ditambah padinya juga sangat bagus," ujar pak Sumadi yang sedang menjahit karung untuk menutup padi.
"Ya pak, syukurlah! Saya akan membagi hasil panen pada bapak-bapak semua dan bonus 100 juta/orang sesuai di surat perjanjian kontrak dengan PT.Raimu Farm," balas Yosep.
"Syukurlah!" batin tim petani serentak dengan mata berbinar-binar. Tim petani sudah sangat setia pada Yosep, mereka dengan senang hati akan rela mengurusi sawah Yosep kembali.
Ribuan karung berjejer rapi dan menjulang ke atas di lapangan depan gudang pupuk, para tetangga banyak yang menyaksikan dengan raut muka terperangah. Yosep memecahkan rekor panen padi hanya 15 hari, sedangkan dalam keadaan normal padi biasanya masa panennya 90-110 hari.
"Bapak-bapak total panen kita semuanya ada 158 ton. Sesuai perjanjian bapak semua mendapatkan setengahnya 79 ton dan dibagi 10 orang jadi 7.9 ton/orang, silahkan ditimbang serta di bagi rata!" seru Yosep.
"Bos saya mau dijual saja, kerepotan jika saya harus membawa karung sebanyak itu," ujar pak Samud.
"Ya bos saya juga!" imbuh 8 petani serentak kecuali pak Awi.
"Yos saya cuma mau menjual 5 ton saja sisanya saya masukan ke rumah buat bekal nanti, agar bisa memenuhi kebutuhan beras untuk satu tahun," imbuh pak Awi.
"Baik pak, saya juga sudah mentransfer uang 100 juta ke nomor rekening bapak-bapak sekalian. Nanti saya akan ke rumah haji Muhaemin setelah ini untuk menegosiasikan harga padi basahnya," ujar Yosep.
__ADS_1
Mata semua petani berkilau setelah mendengar kata 100 juta yang sudah ditransfer dari mulut Yosep. "Siap bos!" ujar serentak semua tim petani.
"Ya sudah terima kasih banyak, kita akan libur dahulu menanam padi sampai satu minggu agar bapak-bapak bisa istirahat dan menikmati uang hasil jerih payah bapak-bapak sekalian," ujar Yosep.
"Mas apa kamu tidak rugi? Kamu sudah banyak mengeluarkan modal untuk menanam padi ini, aku mengkalkulasi semua traktor dan pupuknya sekitar 3 milyar lebih," sanggah Rany.
"Memang rugi, tapi dari hasil penjualan pupuk alkimia aku untung besar, hehehehe ...," ujar Yosep sambil tertawa dan memperlihatkan pesan dari ibu Sarmila yang telah menandatangi kontrak dengan 10 kabupaten. Nilai kontraknya fantastis 500 milyar dengan rata-rata perkabupaten 50 milyar pembelian untuk pembelian pupuk alkimia.
"Apa?!" teriak Rany, Ryuna dan Ziva serentak.
"Biasa saja keles," ujar Yosep dengan raut muka mencibir. "Ayo kita ke rumah haji Muhaemin!"
Di desa Mundakjaya heboh dan gempar setelah Yosep membuat proyek penanaman padinya berhasil panen ditambah panennya begitu cepat, bagus dan juga sangat banyak. 3 orang yang bertaruh pun telanjang bulat mengelilingi kampung dan terlihat oleh Yosep yang sedang menyetir mobil Koyota Alphard ke arah rumah haji Muhaemin.
"Mas, gara-gara kamu banyak orang gila, lihatlah!" seru Ziva dengan pipi merah merona sambil menunjuk 3 orang yang telanjang bulat berlarian.
Ryuna sudah mengetahui jika Yosep mempunyai 3 calon istri dan coba membujuk Rany, Ziva, dan Zahra agar Ryuna juga dijadikan yang keempat tapi trio ZZR masih belum menyetujui. Albert dan tim Wind Direction Army sudah kembali ke segitiga bermuda, serta mengizinkan Ryuna untuk tinggal bersama Yosep.
"Tuan, apakah tuan juga tidak tergila-gila padaku juga?" tanya Ryuna dengan raut muka polos.
"Ya sebenarnya aku juga tergila-gila pada Ryuna juga, tapi nunggu izin dari trio ZZR dahulu," jawab Yosep
"Tidak!" teriak Rany dan Ziva serentak dengan nada singkat. Yosep sampai di depan rumah haji Muhaemin dan memarkirkan mobilnya tepat di samping pintu gerbang rumah haji Muhaemin.
Yosep menekan bel dan berteriak lembut, "permisi!"
__ADS_1
"Ya sebentar!" jawab istri haji Muhaemin yaitu haji Dariyah. "Oh kamu Yos, mari masuk. Pasti cari bapak haji ya."
"Ya bu haji, bapak haji ada?" tanya Yosep.
"Itu siapa mereka bertiga? cantik-cantik sekali," puji haji Dariyah.
"Oh ini ketiganya calon istri saya bu haji," jawab Yosep yang langsung dicubit oleh Rany, "aw ...! Apa yang Rany lakukan?"
"Mas ingat," ujar Rany dengan nada lirih.
"Hebat juga ya, masih muda calon istrinya tiga, mantap!" puji Haji Dariyah.
"Ya bagaimana lagi bu haji ini resiko orang ganteng, hahahaha!" ujar Yosep sambil tertawa jahat.
"Mari masuk! Nanti saya panggilkan bapak haji!" ajak Haji Dariyah.
Yosep dan trio RZR masuk ke dalam rumah haji Muhaemin lalu di suguhi hidangan brownies dan teh hangat, "silahkan di santap! jangan malu-malu, lebih bagus malu-maluin saja!" canda haji Dariyah.
Haji Muhaemin keluar dari kamarnya dan duduk di depan Yosep. "Ada apa nih babang tamvan kemari?" tanya haji Muhaemin.
"Kok tahu pak haji. Jangan-jangan FBBT ya pak haji," jawab Yosep.
"Apaan tuh!" ujar haji Muhaemin sambil mengedipkan satu matanya.
"Fans berat babang tamvan," jawab Yosep.
__ADS_1
"Oh ... ya. Tentu saja, kamu kan terkenal Yos. Yosep sebagai babang tamvan," ujar haji Muhaemin. Trio RZR serasa ingin memuntahkan semua asam lambungnya karena melihat gaya bicara haji Muhaemin yang terlalu berlebihan alias lebay.
"saya mau menjual semua padi saya totalnya 155 ton. Pak haji bisa memastikan sendiri untuk menimbang ulang, padinya masih basah dan ini contoh padinya!" ujar Yosep sambil memberikan 10 butir padi IR 33 ke haji Muhaemin.