
Yosep memasuki dealer, dan disambut dengan wajah-wajah yang ramah.
"Silahkan tuan!"
"Mari tuan silahkan dipilih motornya!"
"Permisi tuan ada yang bisa dibantu?" Ucap Manager dealer bernama pak Darmin, dia sudah melihat jika pemuda berkaos oblong dan memakai sandal jepit yang ada di depannya adalah seorang tuan muda kaya raya yang keluar dari mobil Bugati Chiron pure sport.
Manager sendiri yang melayaninya agar jangan sampai menyinggungnya.
"Maaf pak Darmin, saya Yosep salam kenal!" Yosep menyodorkan tangannya untuk berjabat tangan dan pak Darmin menyambut tangan Yosep untuk berjabat tangan. "Saya mau mencari motor matic tapi tipe sport untuk ibu saya, yang cocok yang mana ya pak?"
"Oh baik tuan Yosep, untuk matic sport ada 3 jenis, ada beat street, PCX dan advance. Tuan mau pilih yang mana? Semuanya sangat cocok dengan ibu tuan Yosep." Jawab Darmin dengan senyum ramah.
Yosep melihat-lihat 3 motor yang di informasikan pak Darmin. "Yang ini saja pak, honda Advance. Bisa langsung saya bawa kan pak? saya mau beli cash!"
"Kenapa tidak pembayaran kredit saja tuan kan lebih murah pembayarannya, uang mukanya juga ringan tuan!" bujuk Darmin.
"Tidak pak, maaf kalau bisa beli cash kenapa dicicil? Ini kartunya, saya mau bayar debit." Yosep memberikan kartu platinum VVIP dari bank ABC.
"Orang super kaya kartunya saja berbeda, setahu saya hanya ada 10 orang di indramayu yang punya kartu ini." Batin Darmin. "Baik tuan, saya akan proses sebentar! harga motor Advance 33.5 juta, tuan dapat bonus helm, jaket, dan potongan diskon 500.000 dan kartu member VVIP dari kami. Jadi tuan hanya membayar 33 juta," icap Darmin sambil mengambil kartu ATM Yosep.
"Terima kasih pak Darmin. Tolong jangan panggil tuan, tak enak di dengar. Panggil saja Yosep pak!" Pinta Yosep.
"Maaf, tuan kan orang super kaya. Kami tidak berani," ucap Darmin dengan raut wajah takut.
"Tidak apa-apa, santai saja. Saya juga manusia seperti biasa seperti bapak, sama-sama makan nasi. Derajat kemuliaan itu ada di depan tuhan bukan di mata manusia," jelas Yosep
"Ba-baik mas Yosep," ucap Darmin dengan nada terbata-bata
__ADS_1
"Nah itu kan enak di dengar," balas Yosep sambil tersenyum.
"Ya mas, tunggu sebentar ya!" ucap Darmin sambil tersenyum dan menuju meja kasir sambil membawa kartu ATM Yosep.
Yosep sedang menunggu pak Darmin di ruang tunggu customer di sampingnya ada ruangan khusus service banyak motor yang sedang dicek oleh mekanik.
"Padahal aku ini Sekolah di SMK Jurusan mekanik, malah jadi dokter sungguh tidak jelas nasibku ini," gumam Yosep sambil mengacak-acak rambutnya dengan tersenyum.
Tiba-tiba Yosep mendengar sesuatu yang aneh dari salah satu motor yang akan di test drive oleh salah satu mekanik. Ketajaman pendengaran telinga Yosep meningkat, sekecil apapun akan terdengar jelas di telinga Yosep. "Tunggu! Motor itu remnya rusak, bahaya jika akan di test drive," batin Yosep dengan raut muka khawatir.
Yosep bergegas keluar dari ruang tunggu pembeli dengan berjalan cepat. Namun sayangnya motor sudah dibawa oleh mekanik untuk di uji coba dan benar saja motor itu remnya rusak, motor tidak bisa dikendalikan. Yosep berlari sangat cepat menghentikan motor yang melaju cukup cepat.
"Tolong! Tolong!" teriak mekanik dengan raut muka panik.
Yosep melesat sangat cepat dan berhasil mengejar motor yang terus melaju cepat dan menghadangnya dari depan. Motor berhasil dihentikan Yosep dengan sekuat tenaga. Sandal jepitnya putus karena bergesekan dengan permukaan tanah, untung saja tidak ada yang terluka.
"Hah ... hah ... hah ... mas tidak apa-apa?" tanya Yosep dengan nafas terengah-engah.
Begini nasibnya, karena aku sudah jarang berlatih, staminaku cepat terkuras," imbuh Yosep dalam batinnya.
"Tidak apa-apa mas. Mas sendiri bagaimana?" tanya balik mekanik.
"Tidak apa-ap cuma anu saya putus!" Yosep sambil memperlihatkan sandalnya yang putus dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Maksud saya sandalnya putus, hehehe ...."
"Maaf ya mas, jadi membuat repot mas, saya Katin. Terima kasih sudah menyelamatkan saya, kalau tidak ada mas mungkin saya sudah luka berat!" ucap Katin.
"Sama-sama mas. Jangan sungkan, sesama manusia wajib tolong menolong!" ucap Yosep.
Semua orang sudah berkerumun melihat apa yang sebenarnya terjadi, para saksi mata yang melihat sudah berteriak kencang ketika Katin tidak bisa mengendalikan motornya.
__ADS_1
Katin menuntun motor milik pelanggan di temani Yosep. Pak Darmin bingung mencari keberadaan Yosep yang tidak berada di ruang tunggu. "Mas Yosep kemana saja?" tanya Darmin melihat Katin dan Yosep menuntun motor pelanggan dan masuk ruang khusus service di samping ruang tunggu customer.
"Oh ... maaf pak. Saya tadi habis menolong mas Katin, motornya remnya blong!" jawab Yosep.
"Katin, lain kali hati-hati cek kembali motor yang mau di uji coba!" titah Darmin.
"Pak mohon maaf, ini bukan kesalahan mas Katin. Saya juga lulusan teknik mesin dan melihat apa yang sudah mas Katin lakukan sesuai dengan prosedur service. Saya memperhatikan dari balik kaca pembatas ini. Namun ketika mas Katin mulai mengendarai motor untuk diuji coba, saya mendengar dengan telinga saya, kabel remnya tiba-tiba terputus."
"Kalau bapak tidak percaya mari kita buka bersama apa benar atau tidak System CBS di motor ini rusak dan juga kabel rem depan dan belakangnya putus," jelas Yosep.
Yosep mengambil drill impact (alat automatis untuk membuka dan menutup sekrup). Lalu mengecek kabel depan dan belakang rem serta balast driver (mesin pengatur CBS (combine brake system) ternyata rusak.
"Ini pak lihatlah! Dari bentuk kabel yang putus ini bukan sengaja dipotong tapi putus sendiri karena tidak kuat menahan beban tarikan handle!" Yosep menunjukan kabel rem yang putus pada pak Darmin.
"........." Darmin hanya terdiam dan manggut-manggut saja seperti burung mematuk makanan.
Yosep langsung mengganti kabel rem depan dan belakang serta memperbaiki balast driver CBS motor yang rusak.
Yosep menguji coba motor itu sendiri seperti mekanik yang bekerja di dealer anunya motor. 5 menit kemudian Yosep kembali ke ruangan bengkel, "Pak semuanya sudah aman silahkan!" Yosep turun dari motor lalu memberikannya lagi pada Katin.
"Terima kasih mas! Kalau mas Yosep jadi mekanik disini, dealer ini pasti ramai!" goda pak Darmin.
"Ya mas, kami juga bisa menimba ilmu sama mas Yosep!" ucap Katin.
"Ah bapak bisa saja! Maaf pak sebenarnya saya mau tapi waktu saya yang lagi sibuk untuk saat ini. Jika ada masalah hubungi saya, ini nomornya!" Yosep memberikan nompr smarthponenya pada Katin dan Darmin.
"Ya mas makasih!" ucap serentak Katin dan Darmin.
Yosep mengambil motor Advance 150 yang sudah dibelinya lalu berangkat menuju pom bensin untuk mengisi bensin, dan melanjutkan perjalan ke ruko. Yosep memakai jaket bertuliskan Anunya motor dan helm, serta tidak memakai alas kaki karena sendal jepitnya putus.
__ADS_1