SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP

SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP
System Kekayaan Berkedip 151


__ADS_3

Yosep masuk ruangan pak Darli lalu mengecek semua cctv kafe dari laptop pak Darli, "pak apakah sudah lapor polisi? Kejadiannya kapan?" tanya Yosep dengan sorot mata tajam.


"Kejadiannya sudah empat kali dan selalu di minggu yang sama, minggu pertama dan minggu terakhir. Minggu-minggu tersebut omset kita sedang naik-naiknya, plus pengunjung ramai jadi para securiti keamanannya sedikit longgar karena mengawasi pengunjung," jawab Darli. "Kejadian pertama di tanggal 7, kedua 28, ketiga 5 dan terakhir 26. Mereka selalu beraksi tujuh orang membawa senjata api!"


"Baik pak terima kasih, saya sudah mengecek cctv pada tanggal tersebut dan mengambil bagian-bagian penting," ucap Yosep sambil meretas cctv di seluruh Jakarta selatan. "Boleh tinggalkan saya pak sendiri? Saya akan melakukan penyelidikan!"


"Baik pak big bos!" balas Darli lalu meninggalkan Yosep sendirian di ruangan kerja Darli. Yosep tidak ingin identitasnya terungkap, sebagai hacker nomor satu di dunia terungkap yang bernama anynomous dewa naga.


"Mereka kabur ke arah Tangerang Selatan, mereka semua yang merampok mempunyai tato khusus di leher mereka, tato es krim. Aneh penjahat berkelompok kok tato identitasnya es krim. Mungkin saya harus mencari informasi ini ke kantor polisi kebayoran lama dimana pak Darli melaporkan kasus ini," gumam Yosep yang sudah menyimpan beberapa rekaman penting terkait markas perampok itu.


"Tapi saya harus ke sana naik apa? Masa lari dengan jurus moksala rudra, nanti dikira superhero lagi, hehehe," imbuh Yosep sambil tertawa dan menopang dagu dengan pungguh tangan kiri.


Yosep keluar dari ruangan Darli, "mba Cinta, sini!" panggil Yosep dengan melambaikan tangan pada salah satu karyawan bernama cinta yang terpampang di name tag miliknya. Yosep juga sudah melihat biodata cinta dari data cv miliknya di laptop pak Darli, kalau ia tinggal di kebayoran lama.


Cinta menghampiri Yosep, perempuan berumur 23 tahun, kulit putih, rambutnya panjang lurus sepinggang, matanya sipit dan hidungnya mancung, mirip artis Maria Vanya. Cinta menghampiri Yosep dan menyahuti panggilan Yosep, "bisa temani saya berbelanja. Saya tahu kamu warga sini, jadi saya butuh pemandu jalan, tenang saya tidak akan melakukan apa-apa, bagaimana?" tanya Yosep


"Bisa pak tapi setelah jam kerja selesai. Saya harus izin dahulu sama pak Darli," jawab Cinta sambil menundukan kepala.


"Tidak usah saya sudah meminta izin mba Cinta menemani saya, mba Cinta bisa gantu baju dahulu lalu antarkan saya ke ke mall sekitar sini!" pinta Yosep lalu keluar menunggu Cinta di halaman parkir kafe Raimu.

__ADS_1


Setelah 10 menit cinta keluar dari kafe memakai sweater rajut putih dan celana jeans berwarna biru, "sangat cantik!" puji Yosep yang tak sadar keluar dari mulutnya. Cinta yang mendengar pujian Yosep langsung tersipu malu, Yosep bonceng dan Cinta mengendarai motornya ke arah mall gandaria city.


Yosep membeli kaos putih dengan sweater hitam, celana jeans biru kehitaman dan sepatu sneakers ditemani Cinta, "mba Cinta maaf apakah pakaian ini cocok?" tanya Yosep yang keluar dari ruang ganti sambil berputar dengan gaya model.


Cinta yang melihatnya terpana oleh pesona Yosep, "ternyata pak big bos sangat tampan!" puji Cinta dalam hati yang terus menatap Yosep dengan lekat.


"Mba cinta, jangan lama-lama menatap saya nanti jatuh cinta lho!" goda Yosep.


"gak apa-apa pak big bos, saya rela jadi pacar pak big bos, apalagi istri pak big bos!" ucap Cinta dengan mulut tanpa sadar, ketika Cinta sadar langsung menutup mulutnya dengan tangan kanannya dan menundukan kepala. "maaf pak big bos saya berbicara asal."


"Tidak apa-apa, beneran pun tidak apa. Perasaan itu harus diungkapkan agar tidak menjadi penyakit, dan harus siap menerima jawabannya. Mari kita cari tempat makan!" ajak Yosep yang sudah membayar barang belanjaanya.


Yosep dan Cinta yang grogi duduk berhadapan di salah satu restoran bernama ayam bacok sedang makan. Yosep makan dengan lahapnya tiga porsi sudah ia habiskan.


Tiba-tiba ada seorang lelaki seumuran Cinta yang bertato di tangan kanannya dan wajah cukup tampan serta berkulit putih menghampiri mereka berdua, "oh jadi selama ini kamu selalu menghindar, gara-gara laki ini, dasar cewek murahan!" ejek pria yang bernama Jodi pacar Cinta.


"Tidak mas, aku sibuk kerja. Dan laki-laki ini adalah bos saya tidak ada hubungannya dengan kita," sanggah Cinta yang langsung ditampar Jodi.


Plak

__ADS_1


Jodi akan menampar lagi namun ditangkap tangannya oleh Yosep, "maaf abang yang terhormat. Kita bisa menyelesaikan masalah ini tanpa kekerasan duduklah. Jangan kasar terhadap wanita," cegah Yosep yang melihat leher Jodi ternyata ada tato es krim.


"ternyata dia bagian dari perampok itu, dan kemungkinan besar Cinta juga terlibat secara sadar atau dimanfaatkan oleh pria ini untuk mencari informasi tentang kafe," batin Yosep sambil menatap lekat Jodi dengan sorot mata yanh tajam dan meremas tangannya.


Krak!


"Baiklah saya akan melepaskanya lalu menyelidikinya untuk mengetahui dimana markas komplotan mereka," imbuh Yosep dalam batinnya karena menemui jalan buntu ketika meretas cctv hanya sampai cctv stasiun Cisauk tangerang mobil perampok es krim itu terlihat.


Ketika mau meretas satelit juga tidak ada yang mengudara di lintasan jalur pelarian para perampok sehingga Yosep menemui jalan buntu. "Aaakh! Persetan tidak usah ikut campur, lepaskan tangan saya bangsat!" pekik Jodi yang berontak tangannya ingin dilepaskan.


Dengan secepat kilat Yosep memasang penyadap pada tubuh Jodi dan mendorongnya hingga jatuh ke lantai, "pergilah! Kali ini saya mengampunimu, lain kali jangan harap!" teriak Yosep mengusir Jodi yang langsung lari tunggang langgang karena takut dengan aura membunuh Yosep.


Cinta meringis kesakitan setelah ditampar oleh Jodi sambil memegangi pipinya, ia mengeluarkan cairan bening dari kelopak matanya. "Asyik dapat kesempatan dalam kesempitan, yes!" batin Yosep yang langsung duduk di samping Cinta dan mengelus lembut pipinya yang sakit.


"Sudahlah jangan menangis lagi, buat apa menangisi laki-laki yang kasar seperti itu. Masih banyak duda-duda yang mau mencintai wanita secantik kamu!" ledek Yosep, tak sadar Cinta memeluk Yosep dan membenamkan kepalanya pada dada Yosep lalu menangis sejadi-jadinya hingga baju Yosep penuh dengan cairan kental dari hidung Cinta.


"Ya saya paham, lanjutkan nangisnya sampai dua periode oke!" canda Yosep membuat Cinta berhenti menangis lalu tertawa.


"Hahaha ... apaan sih pak big bos masa nangis dua periode," Cinta melepaskan pelukannya dan menyeka cairan bening di kelopak mata dan cairan kental dihidungnya dengan tisu, setelah di elus lembut dan memeluk Yosep, perasaan cinta menjadi tenang. "Maaf membuat baju pak big bos kotor, saya akan belikan baju buat pak big bos!"

__ADS_1


"Sudah tidak perlu nanti di cuci pakai air juga sudah bersih. Lanjutkan makannya, jangan di pikirkan lagi masalah itu, kalau saya punya cowok seperti itu sudah tak putusin anunya, hmph! Dan tak geprek, hmph!" canda Yosep sambil mendengus kesal.


__ADS_2