
Cinta langsung mengambil tasnya, lalu pergi meninggalkan Yosep yang masih duduk di meja makan. Dengan perasaan tak menentu, Cinta keluar dari Hotel Mulia mencari ojek online di depan hotel.
"Aku salah mencintai seseorang, hiks, hiks, hiks," gumam Cinta sambil menyeka cairan bening di kelopak matanya. "Bang anterin aku ke kafe Raimu di ruko grand safara!"
Cinta pun pergi naik ojek online ke arah kafe Raimu CRC. Yosep mengejar Cinta keluar karena perasaan bersalah sudah membuat Cinta sakit hati tapi dia tidak menemukan Cinta yang sudah pergi naik ojek online.
"Begini amat ya," ucap Yosep sambil memukul-mukul mulutnya dengan telapak tangan kanan. "Salah ngomong, salah ngomong, salah ngomong!"
Taksi online yang dipesan Yosep sudah datang, dan menuju bank Abc cabang Kebayoran Lama.
___
___
___
Yosep sampai di depan halaman parkir bank Abc membawa 10 koper besar berisi uang 2 milyar/koper dan satu koper kecil berisi uang 100 juta. Yosep dibantu supir taksi online memindahkan 10 koper itu ke dalam bank Abc.
"Terima kasih pak, ini ongkosnya dan teria kasih juga sudah membantu saya memindahkan koper-koper ini." Yosep memberikan 5 selebaran uang berwarna merah.
"Pak ini kan ongkosnya cuma 35.000, ini terlalu banyak," tolak supir taksi online.
"Tidak apa-apa pak. Anggap saja bonus dari saya karena membantu memindahkan koper-koper ini yang berisi uang 18,9 milyar. Ambil saja ya pak!" ucap Yosep.
"Hah?! 18,9 milyar?!" ucap supir taksi online membulatkan mata. "Ya sudah terima kasih ya pak semoga bapak sehat selalu, saya izin pamit!"
"Aamiin. Ya pak sama-sama, Titi DJ!"
__ADS_1
Yosep langsung disambut dengan ramah oleh para karyawan bank. "Selamat datang pak big bos! Ada yang bisa kami bantu?"
"Begini pak, tolong saya mau menabung, ini semua uangnya disini!" jawab Yosep sambil menunjuk 10 koper. "Dan tolong masukan uangnya di masukan ke rekening kafe Raimu CRC pusat, bukan cabang Jakarta."
"Siap pak big bos, siap!" ucap teler bank. "Ada yang bisa kami bantu lagi?"
"Tolong tarikan 1 milyar dari rekening pribadi saya, dan masukan ke dalam koper!" jawab Yosep memberikan kartu SVIP miliknya berwarna gold.
"Baik pak big bos, tunggu sebentar!" ucap teler bank.
Yosep menunggu di ruangan VVIP, "uang memang tidak bisa membeli kebahagiaan Cinta. Tapi hanya ini yang bisa saya berikan kepada Cinta sebagai kompensasi atas kesalahan yang saya buat, hingga Cinta salah paham. Saya yang salah bukan Cinta yang Salah," batin Yosep sambil menopang dagunya dengan punggung tangan kiri.
___
___
___
"Syukurlah akhirnya kami bisa lega. Terima kasih pak big bos, Cinta juga sudah cerita semuanya, kalau pak big bos yang menangkap perampok-perampok itu," ucap Darli sambil menundukan kepala.
"Sama-sama pak, ini sudah menjadi kewajiban saya melindungi dan menjaga semua perusahaan dibawah naungan saya," ucap Yosep. "Pak tolong panggilkan mba Cinta untuk menemui saya!"
Darli mengangguk pelan lalu keluar dari ruangannya untuk memanggil Cinta. Setelah beberapa saat Darli membawa Cinta di ruangannya, Yosep memberi kode agar Darli keluar dari ruangan dan meninggalkan mereka berdua.
"Ada apa pak big bos memanggil saya, bukankah urusan kita sudah selesai," ucap Cinta dengan nada ketus. "Tidak ada yang perlu dibicarakan lagi, bukan?"
Cinta yang mau keluar dari ruangan Darli langsung dicegah oleh Yosep. "Masih ada hal yang harus saya bicarakan dengan mba Cinta. Saya meminta maaf jika kata-kata saya dan sikap saya melukai hati mba Cinta."
__ADS_1
Cinta terpana sesaat, ia tak menyangka seorang big bos mau mengakui kesalahan dan meminta maaf padanya. Cinta berpikir Yosep adalah orang yang diktator tidak mau mengakui kesalahan yang dibuatnya pada Cinta. "Cinta sudah maafkan, sudahkan?" ucap Cinta masih dengan nada yang ketus.
"Saya tahu uang ini tidak bisa menambal hati mba Cinta yang sudah saya lubangi, tapi saya memohon terimalah sebagai hadiah, karena memberikan informasi tentang perampok itu. Saya sekali lagi meminta maaf secara pribadi," ucap Yosep memberikan koper berisi uang 1 milyar lalu membungkuk hormat pada Cinta.
"Itu tidak perlu pak big bos, Cinta ikhlas membantu pak big bos dan kafe ini. Uang itu tidak perlu, Cinta sudah memaafkan pak big bos dan itu juga bukan kesalahan pak big bos, Cinta yang salah," balas Cinta menahan cairan bening di sudut kelopak matanya agar tidak jatuh, mata Cinta sudah berkaca-kaca. Setiap kali Cinta melihat Yosep hatinya malah bertambah sakit.
"Sudah terima saja, kalau mba Cinta tidak menerimanya dengan berat hati mba Cinta saya pecat!" ancam Yosep, dan hanya satu cara ini yang bisa Yosep lakukan agar Cinta mau menerima uang itu.
Cinta menghela nafas panjang, dia tak menyangka Yosep akan mengancamnya. Saat ini Cinta tidak mau kehilangan pekerjaannya karena butuh banyak biaya untuk hidup dan cicilan rumah di Pakubowono Residence, jika Cinta dipecat kemana lagi ia harus mencari pekerjaan.
Cinta sudah kerasan bekerja di kafe, selain gajinya besar yaitu 8 juta, tunjangan 1 juta, dan bonus pencapaian 2 juta total 11 juta. Cinta juga sudah mendapatkan banyak teman yang baik di kafe.
"Baiklah Cinta terima, sudah tidak ada lagi yang perlu dibicarakan lagi pak big bos?" tanya Cinta masih dengan nada ketus.
"Ada, saya ingin memeluk terakhir kalinya mba Cinta, agar saya tidak menyesal. Hari ini saya akan pulang, plus saya akan memberikan jabatan General manager Raimu Building Group pada mba Cinta mulai sekarang, untuk mengelola semua apartemen, hotel, dan perumahan di kawasan Kebayoran lama, mau?" tanya Yosep sambil mengedipkan matanya berulang-ulang.
"Hah?! General Manager?!" ucap Cinta menjatuhkan rahangnya dan membulatkan mata. "Apa tidak salah pak big bos?!"
"Tidak, saya tidak mungkin mengurusi semua perusahaan saya. Tadi pagi juga saya sudah menghubungi beberapa direktur untuk menjadikan salah satu gedung mereka menjadi kantor Raimu building group sebagai kantor mba Cinta," jawab Yosep dengan bibir melengkung membentuk senyuman.
Cinta langsung memeluk Yosep dengan erat dan cairan bening di kelopak matanya mengalir dengan deras, "terima kasih pal big bos, terima kasih, hiks, hiks, hiks!"
"Loh, loh, loh, ko malah nyosor duluan. Eh nanti baju saya banyak ingusnya lagi, seperti kemarin," canda Yosep.
"Maaf pak big bos maaf," balas Cinta melepaskan pelukannya pada Yosep. Tapi Yosep malah memeluk erat kembali Cinta.
"Hanya ini yang bisa saya lakukan sebagai buah Cinta yang tak bisa saya miliki. Saya tidak ingin melukai perasaan tim ZZRR lagi," batin Yosep.
__ADS_1