
"Siap, ayah! Aku siap mengamuk!" balas Kokoci melalui sambungan radio. " Mode Dark Anmon armor! Kali ini aku terpaksa menggunakan mode ini!"
Swing!
Kokoci yang berada di tepi pantai bagian barat pulau, berubah armornya, tubuhnya tetap besar, bahkan dua kali lipat lebih besar dari mode armor juggernaut, dengan bagian kepala bertanduk banteng dan bersayap iblis besar, serta tiga cakar yang besar.
Swush!
Kokoci terbang ke arah pasukan faksi Tenshin, satu kapal induk tiba lagi. "Haaa! Cakar kegelapan!" keenam cakar di kedua tangannya berubah merah membara.
Swush!
Slash!
Kokoci melesat cepat ke arah kapal induk yang baru tiba, untuk menghentikan bantuan unit yang dikirim dari markas pusat organisasi Tenshin di Sydney. Kokoci memotong kapal induk sedikit demi sedikit, rudal kendali, misil dan peluru ditembakan ke arah Kokoci untuk menghentikannya.
Shua!
Shua!
Duar!
Kokoci menghindarinya dengan sangat mudah, meskipun armor itu sangat besar tapi Kokoci mudah saja mengendalikannya. Semua serangan itu tak ada yang mengenai Kokoci, malah mengenai landasan pesawat jet di kapal induk. "Meriam iblis!" Kokoci membuka bagian armor bagian dada dan muncul lubang besar, dari dalam lubang muncul siluet bola berwarna kuning, semakin lama semakin membesar dan menembakannya.
Swush!
Boom!
Kapal induk meledak dan tenggelam ke dasar laut, moral pasukan faksi Tenshin menurun. Kokoci melesat cepat dan menebas satu persatu unit tempur pasukan faksi Tenshin yang tersisa.
Slash!
Slash!
Duar!
Jendral Atmojoyo kabur ke arah markas pusat Tenshin di Sydney, Australia, menggunakan jet tempur Andromeda. "Bedebah! Meskipun Ochobot City sudah tidak ada tapi kekuatan keluarga Yosep tetap tak bisa diruntuhkan. Di tambah senjata Xerga sudah hancur bersama kehancuran Ochobot City!" teriak Jendral Atmojoyo dengan menyeringai geram.
__ADS_1
Semua pasukan faksi Tenshin dibantai habis tak tersisa oleh Kokoci dan Albert, Devi yang ingin mengirimkan bantuan unit tempur pun dari New Singapura ditolak oleh Yosep, karena menurutnya tidak perlu, cukup hanya dirinya sendiri pun sanggup menghancurkan satu bumi.
Di sebelah pulau bagian utara Yosep terus mempermainkan pasukan faksi USF hingga membuat mereka kesal dengan terus menembaki Yosep membabi buta. "Dasar kalian tak becus sudah lima puluh kapal perang, aku hancurkan sendirian, hahahaha!" Yosep mengejek komandan Vargoba sambil menunggingkan pantat lalu menepuk-nepuknya, ke arah kapal induk pasukan faksi USF.
Pasukan unit netral yang berada di bagian timur pulau, berhasil menyandarkan dua unit kapal perang di bibir pantai. 300 pasukan infantri keluar dari dalam geladak kapal, dan siap menyerbu pulau Komodo dengan membawa senapan M173 berhulu ledak.
Pasukan faksi netral tidak mengetahui jika setiap sisi pulau Komodo telah dipasang jebakan. "Unit infantri meriam! Siapkan meriam panzerfaust dan RPG! Bidik mansion itu!" sepuluh unit infantri pembawa meriam panzerfaust dan sepuluh unit pembawa meriam RPG sudah dalam posisi berlutut satu kaki, serta meriam di taruh pada bahu kanan, dengan arah moncong dibidikan ke mansion Yosep. "Tembak!"
Shua!
Shua!
Krak!
Dua puluh misi di tembakan, begitu menyentuh lapisan pelindung hulu ledak misil membatu lalu luruh menjadi debu. "Apa-apaan ini?!" Kapten Gonohom membulatkan mata. "Maju!"
Zrrrt!
Duar!
Lima puluh pasukan infantri masuk ke dalam lapisan kubah pelindung langsung di sambar listrik tegangan 500.000 volt, tubuh mereka gosong lalu luruh menjadi debu. "Jangan takut! putar arah cari jalan lain ke selatan!" titah kapten Gonohom.
Krak!
Prang!
Baru saja kaki mereka melangkah melewati kubah pelindung yang tak terlihat, tubuh mereka membeku menjadi es lalu pecah dan menguap. 150 pasukan infantri di bagian barat pantai pun sama nasibnya, mereka membatu dan luruh setelah melewati kubah pelindung yang tak terlihat.
Krak!
Krak!
Krak!
"Mode katana!" tongkat dewa kera milik Yosep berubah menjadi pedang katana dengan bilah emas. "Ledakan gelombang udara!"
Swush!
__ADS_1
Boom!
Yosep menebas secara vertikal dari atas ke bawah, muncul siluet dinding setinggi 100 meter dan lebar 50 meter, berwarna merah kehitaman serta memanjang hingga 5 km. Laut terbelah dua, semua kapal perang, helikopter, kapal induk, dan pesawat jet milik pasukan USF lenyap seketika terkena tebasan tingkat dewa.
Bekas tebasan membuat laut mengering, dan cekungan bekas tebasan semakin dalam, air laut mulai menyatu kembali, tak ada yang tersisa dari pasukan aliansi USF. Pasukan faksi UAA dan faksi netral dibuat ketar-ketir setelah melihat keganasan serangan Yosep.
Tarung dengan mode bearimaunya menyerang pasukan faksi netral yang berada di bagian timur. Dari jarak jauh Jayus menembakan destiny buster membantu Tarung yang melompat dari satu kapal perang ke kapal perang lain.
Unit tempur pasukan UAA terus bertambah banyak, Presiden Nakowi memerintahkan untuk menambag armada bala bantuan untuk membumi hanguskan Yosep. Karena menganggap Yosep adalah racun dan duri dalam daging didalam Indonesia, dicap sebagai pengkhianat dan peneror.
Dua puluh jet tempur meluncur dari kapal induk milik faksi netral, di susul 100 drone jet Byakmok di belakangnya yang sudah dipersenjatai gatling gun dan rudal kendali.
Shua!
Shua!
Shua!
Puluhan misil ditembakan dari 50 jet drone dan 20 rudal kendali ditembakan dari pesawat jet Rafale, sasarannya Jayus dan Tarung. "Bedebah! Mereka tiada hentinya!" Jayus menaruh meriam laser di punggung kanannya, lalu menarik pedang laser besar di punggung kirinya.
Swush!
Slash!
Jdar!
Jayus terbang melesat cepat dan memotong satu persatu misil yang di arahkan ke mansion, Kokoci dan dirinya, semua misil tak ada yang luput dari tebasan kilat Jayus, semua meledak di udara. "Keren, bro ayah! Cocok memang jadi duda keren, hahahaha!" puji Tarung dari sambungan radio pada Jayus. "Bagaimana kalau kita akhiri saja, semua pasukan semut itu! Mode dragonduck!"
"Ashiyap!" Jayus menaruh pedang laser besar ke punggung kirinya dan menarik meriam laser. "Tembakan kentut naga beracun!"
Swush!
"Nafas jengkol naga!" armor Tarung berubah menjadi bentuk naga bersayap dengan kepala bebek, lalu menembakan laser dari mulutnya
Swush!
Boom!
__ADS_1
Dua siluet laser berwarna merah kebiruan melesat cepat dan menyatu, semua unit tempur yang berada di jalurnya habisa tak tersisa, hancur luruh menjadi debu. "Mantap!" Jayus mengacungkan jempol pada Tarung yang terbang melayang di sampingnya.
"Ayo! Bro ayah Jayus, kita ngopi-ngopi!" balas Tarung melalui sambungan radio. "Biarkan saja, Bro Raiden dan Bro ayah kenshin mengurusi pasukan-pasukan lucknut itu!"