
Angga segera melesat cepat memasuki jalanan pusat kota Indramayu yang sangat padat. Angga menyalip setiap kendaraan dengan lincah, Yosep mengikutinya dari belakang dan melakukan hal yang sama dengan Angga. Yosep berhasil mengejar Angga mobil Nehan dan mobil Angga kini sejajar.
Angga dari dalam mobilnya membuka jendela lalu menodongkan pistol magnum ke arah mobil Nehan. Kemudian menembakan tiga kali tembakan, "Merunduk!" Teriak Yosep lalu mengerem mobil Nehan mendadak.
"Dor! dor! dor!" Tembakan Angga meleset mengenai tiang listrik, karena mobil Yosep mengerem. "Hampir saja! bagaimana denganmu apa baik-baik saja?" Tanya Yosep.
"Tidak apa-apa. You are crazy man! (Kamu orang gila)" Kata Nehan sambil mengacungkan jari metal.
"Lets party baby! (Ayo kita berpesta)" Kata Yosep lalu menekan pedal gas mobil dengan kencang. Mobil Angga semakin menjauh, namun Yosep bukan pengemedi sembarangan. Lagi-lagi Yosep berhasil mengejar mobil Angga, kali ini Angga membuka kap atas mobilnya dan mengacungkan pistol magnum miliknya lagi.
"Mati kau bodoh!" Teriak Angga lalu menembakan beberapa tembakan secara membabi buta.
"Dor! dor! dor!" Suara tembakan pistol Angga. Yosep segera mengerem dan memundurkan mobil Nehan lalu membanting kemudi ke arah kiri untuk menghindari arah peluru tembakan Angga.
Tembakan Angga meleset. "Kau pegang kemudi dan dekatkan ke arah mobilnya!" Seru Yosep lalu membuka kap atap mobil jaguar sport Nehan dan berpindah ke kursi penumpang, sedangkan Nehan yang duduk di kursi kemudi.
"You are crazy man. But i like it! (Kamu orang gila. Tapi aku menyukainya)" Kata Nehan lalu menyetir mobilnya dan mengejar mobil Angga.
Yosep berdiri dan salah satunya menginjak jendela mobil Nehan. "Lebih dekat lagi aku akan melompat. Aku yakin pelurunya sudah habis setelah menambak tadi!" Teriak Yosep, lalu Nehan mendekatkan mobilnya ke samping mobil Angga.
Angga mencoba menembak namun pistolnya tak mengeluarkan satu peluru pun. "Sial! pelurunya habis." Batin Angga lalu menekan pedal gas mobilnya dengan kencang. Nehan juga tak mau kalah menekan gas mobilnya juga untuk mengimbangi mobil miliknya dan mobil Angga supaya sejajar.
"Sekarang!"Teriak Nehan, lalu Yosep melompat ke arah mobil Angga tepat di jendela depan mobil milik Angga. Dengan sigap menotok leher Angga agar ia mematung tak bisa mengendalikan mobil lagi.
__ADS_1
"Sial!" Teriak Angga yang mematung. Yosep langsung memukul muka Angga agar bepindah tempat ke kursi penumpang dan Yosep lalu masuk ke kursi kemudi lalu mengerem mobil Angga secara mendadak.
"Ciiiit!" Suara mobil Angga yang mengerem. Angga keluar dari mobilnya dengan Yosep menggendongnya lalu meletakannya di tepi jalan. Nehan juga memberhentikan mobilnya, polwan Siska dan juga 10 anggota polisi yang lain tiba.
"Terima kasih mas Yosep dan tuan Nehan telah menangkap Angga!" Kata Siska.
"Sama-sama bu!" Kata Yosep dan Nehan serentak. "Kami pamit undur diri!"
Jalanan yang diterangi lampu jalan jalan provinsi Jawa Barat, Antara Indramayu dan Cirebon menjadi saksi tertangkapnya Angga.
"Mas Yosep bisa datang esok hari ke kantor untuk memberikan keterangan?" Tanya Siska. Yosep yang mau pergi membalikan badannya dan kembali menemui Siska.
"Mohon maaf bu, saya tidak bisa! kalau ibu berkenan ibu bisa datang ke Restoran saya besok, soalnya mau grand opening. Insyaa Allah saya siap memberi keterangan sambil ngopi-ngopi tenang saja saya traktir makam dan minum sepuasnya, bawa juga teman-teman polisi ibu. Anggap saja rasa terima kasih saya ke polisi karena berhasil mengungkap siapa dalangnya." Kata Yosep dengan tersenyum ramah.
"Tentu saja. Anggap saja biaya sewa mobilmu dan kalau ada yang rusak dan lecet bilang saja berapa, aku akan membayarnya!" Kata Yosep dengan nada ramah.
"Baik, mas Yosep!" Kata Siska dengan senyum ramah.
"Saya juga meminta bantuan polisi untuk mengamankan jalannya kondisi grand opening besok, agar tidak terjadi kericuhan. Bisa kan bu?" Pinta Yosep.
"Tentu saja bisa mas Yosep. Kami akan dengan senang hati membantu." Kata Siska.
Yosep dan Nehan kembali ke mansion Wijaya sedangkan Siska bersama anggota polisi yang lain kembali ke polres Indramayu untuk menginterogasi Angga.
__ADS_1
"Hai bro kamu sungguh hebat. Sekarang aku ingat, kamu orang yang mengendarai motor advance yang adu balap dengan mobilku ini." Kata Nehan sambil menyetir mobilnya.
"Tunggu! jadi kamu yang waktu itu! ah sial, ternyata dunia tak selebar daun kelor." Kata Yosep sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Makasih tidak membuat mobilku babak belur! hehehe." Ucap Nehan lalu tertawa. "Lain kali kita balapan pakai mobil man. kamu tak tahu Ziva calon istrimu itu Queen of street (Ratu jalanan)?"
"Saya tidak tahu karena baru mengenalnya. Tapi dari mobil yang ia kendarai aku paham, kalau Ziva suka balap jalanan. Untuk masalah balapan maaf aku tak bisa, hehehe." Tolak Yosep lalu tertawa.
"Kamu itu berbakat man. Pasti kamu akan jadi King of Street, gaya menyetirmu seperti pembalap misterius yang pernah aku lawan di jalanan 2 tahun yang lalu." Puji Nehan.
"Ah tidak, kurasa itu hanya keberuntungan saja. Memangnya siapa pembalap itu, aku jadi penasaran?" Tanya Yosep dengan raut muka menelisik.
"Kalau namanya aku tak paham, tapi aku sekilas melihat mobilnya waktu itu berwarna hitam dan sering dijuluki Night God (Dewa malam)!" Jawab Nehan.
"Gluk!" Yosep menelan salivanya dengan raut wajah pucat pasi. "Aku tidak tahu dengan nama itu, maklum aku ini baru satu tahun lulus sekolah, hehehee."
Night God sendiri itu adalah sisi liar dari Yosep 3 tahun yang lalu. Yosep adalah pemuda misterius penuh teka-teki hidupnya, bahkan ibunya sendiri pun tidak tahu. Karena setiap malam Yosep selalu pergi bersama sahabatnya Asep yang telah meninggal, untuk ikut balap jalanan menggunakan mobil dan motor Asep.
Bagi Yosep, Asep adalah sahabat sekaligus sponsornya. Karena Asep sudah menyediakan semuanya untuk Yosep balapan. Namun Yosep harus kehilangan Asep setahun yang lalu karena kanker usus yang dideritanya. Nama Night God adalah nama yang disematkan Asep pada Yosep sebagai pembalap yang merajai jalanan malam. Yosep sudah mengubur semua masa lalunya yang liar itu.
Nehan dan Yosep akhirnya sampai di mansion Wijaya. Lalu melanjutkan pesta kembali, Setyo bermuram durja karena tingkah laku Angga pada Yosep. Ia tak menyangka tangan kanannya menjadi dalang dibalik penyerangan Yosep.
"Sudahlah yah. Aku juga sudah memaafkan dia, aku tak tahu motif Angga apa. Namun kemungkinan dari raut wajah Angga, aku menduga jika Angga menyukai Ziva dan tak terima jika Ziva dijodohkan denganku." Kata Yosep sambil mengelus pundak Setyo untuk menenangkannya.
__ADS_1
"Makasih nak Yosep. Ayah akan membuatnya membusuk di penjara, Ayah janji!"Kata Setyo dengan nada suara tegas.