SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP

SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP
System Kekayaan Berkedip 255


__ADS_3

"Baik, aku akan memberimu 5000 euro, asal kamu bisa membuat tuan Van Amblas puas terhadap pertunjukanmu," jawab Adila menatap dengan sorot mata yang tajam pada Yosep.


"Tenang serahkan saja padaku." Yosep menepuk-nepuk dadanya, sambil tersenyum manis. "Terus kita mau kemana setelah ini?"


"Tentu saja merubah penampilanmu, ayo!" seru Adila.


"Demi uang saya rela seperti ini, padahal uang di kartu atm dan kekayaanku tak terbatas. Ini semua gara-gara si onoh, hadeuh, buat badanku meriang saja, brrrr!" batin Yosep.


[Jangan mencoba untuk mencela Barjo sistem, atau sistem akan memberikan hukuman, majikan kampret]


Yosep hanya diam diingatkan oleh Barjo dan tak berani mencelanya lagi. Yosep naik mobil milik Alida menuju mall di pusat kota Amsterdam untuk merubah penampilan Yosep yang nampak kucel dan gelandangan meskipun sangat tampan.


___


___


___


Yosep dan Alida masuk ke salah satu toko pakaian bernama Vechtue, banyak pelanggan lain menatap sinis pada mereka berdua terutama Yosep yang dipandang sebelah mata.


"Bukankah itu nona Alida pemilik cafe mewah dan terkenal Arrabelas? Kenapa dia bersama pria gelandangan itu? Apakah itu kekasihnya?" tanya pelanggan wanita paruh baya lirih pada temannya dengan tatapan sinis.


"Entahlah!" pelanggan wanita paruh baya berambut pirang mengangkat kedua bahunya. "Tapi nona Alida seleranya sangat rendah, cih!"


"Sudahlah, tak usah dipedulikan itu bukan urusan kita. Jika itu terjadi juga akan berdampak buruk pada usaha cafenya itu yang sering dikunjungi para bangsawan dan pejabat kelas atas, bahkan pengusaha paling sukses di kota Amsterdam tuan Van Amblas," timpal pelanggan wanita paruh baya berambut coklat.


Yosep sudah tahu dengan semua pelanggan yang menatap sinis pada dirinya, ia sama sekali tak memperdulikannya. Status Yosep yang pernah miskin dan direndahkan membuatnya kebal terhadap tatapan sinis dan juga gunjingan-gunjingan mulut netizen apalagi cocotnya tetangga.


Alida nampak kesal pada pelanggan lain yang menatap Yosep dengan sinis, "Kalian tidak usah ikut campur! Lebih baik urus diri kalian sendiri!" bentak Alida berapi-api.


Semua pelanggan terdiam dan kembali memilah serta memilih baju dengan menundukan wajah, karena takut dengan Alida. Bagaimanapun juga Alida adalah bagian dari keluarga Arrabela, keluarga nomor satu di Amsterdam.

__ADS_1


Yosep memilih tuxedo dan dasi kupu-kupu dengan kemeja putih lalu mencobanya di ruang ganti. Kemudian Yosep keluar dengan tuxedo hitam itu dengan aura wibawa yang sangat mendominasi, semua pelanggan yang tadinya sinis dan merendahkan kini berubah terkagum-kagum.


"Bagaimana nona Adila? Apakah ini cocok?" Yosep berputar dan bergaya bak super model pria. "Menurutku sendiri pasti cocok dan membuatku sangat tampan."


Adila menjatuhkan rahangnya dan matanya berbinar-binar melihat Yosep, "Sangat tampan sekali bro Yosep ini, pasti tuan Van Amblas akan terpukau dengan penampilannya. Sepertinya aku juga terpesona," puji Alida dengan bergumam. "Ya sangat cocok. Ayo bungkus!"


Yosep masuk kembali ke ruang ganti dan memakai bajunya semula, lalu memberikannya pada pelayan wanita untuk membungkus pakaian tuxedo pilihannya. Mereka berdua selesai membeli baju untuk pertunjukan Yosep nanti malam di cafe Arrabelas. Alida sudah membayar pakaian yang dipilih Yosep, lalu keluar dari toko Vechtue diikuti Yosep di belakangnya.


Byur!


Plak!


Tiba-tiba pria cukup tampan dengan raut muka geram menyiramkan kopi ke kepala Yosep dan menamparnya. Pria itu bernama Elmo Sculd, anak dari Nero Sculd keluarga terkaya ketiga di kota Amsterdam. "Jauhi Adila, dia milikku! Paham!" sungut Elmo.


"Elmo! Apa yang kau lakukan?" Adila membulatkan mata, lalu mendorong Elmo. "Aku tegaskan, aku bukan pacarmu, apalagi milikmu."


[Jangan membalas perbuatannya]


"Ingat Adila! Kedua orang tua kita telah sepakt menjodohkan kita berdua, sampai kapan pun kau tetap milikku dan tak ada yang boleh memilikinya selain diriku, paham itu!" bentak Elmo.


"Maaf tuan, sepertinya anda salah paham." Yosep membuka bajunya, nampak badannya yang kekar dan perut berbentu eight pack lalu mengambil smartphone di sakunya dan memperlihatkan foto Yosep, Ryuna dan Rany dengan pakaian gaun pengantin. "Saya sudah beristri. Ini kedua istri saya!"


Jleb!


Hati Adila terasa tertusuk ribuan pisau, Adila yang menyukai Yosep dan melayang ke langit tiba-tiba dijatuhkan dari ketinggian 10.000 meter jiwanya.


"Ternyata aku menaruh hati pada orang yang salah, bodoh, bodoh, bodoh," batin Adila.


Buak!


Elmo memukul perut Yosep, "Aku tak percaya. Mana mungkin gelandangan sepertimu punya istri dua dan istrinya cantik bak bidadari, tidak mungkin," bentak Elmo, "Aku tak mau lagi melihatmu berjalan lagi bersama Adila, camkan itu. Jika aku melihatnya aku patahkan kedua kakimu!"

__ADS_1


"Baiklah, baiklah." Yosep berpura-pura merasakan sakit dengan raut mukanya meringis kesakitan. Padahal pukulan Elmo tidak berasa apa-apa. "Maaf nona Adila, sepertinya saya tidak bisa ikut anda ke kafe untuk memberikan pertunjukan pada tuan Van Amblas.


Plak!


Plak!


Setelah mendengar pernyataan Yosep, membuat Adila marah pada Elmo dan menamparnya bolak-balik dengan keras, jiwa barbarnya muncul. "B*d*b*h kau Elmo! Kau mau merusak rencanaku, hah!" sungut Adila, "Jika cara pelan tidak bisa membuat ketololan otakmu hilang, maka ototku ini yang berbicara!"


Buak!


Buak!


Adila memukul Elmo hingga babak belur, Elmo yang tidak bisa berkelahi di hajar habis-habisan oleh Adila. Yosep menarik tangan Adila, "Sudah nona Adila! Sudah, anda bisa membuat tuan Elmo mati!"


"Hmph!" Adila mendengus kesal. "Baiklah, ayo pergi! Lain kali aku melihatmu lagi di hadapanku, aku habisi kau Elmo. Aku tak peduli lagi dengan perjodohan omong kosong keluarga kita."


***


Di rumah Vera.


Tok!


Tok!


Sepuluh anak buah Van Amblas mendatangi rumah Vera untuk meminta hutang Vera yang sudah jatuh tempo. Barton mengetuk pintu dengan cepat, "Vera keluarlah!" teriak Barton, "Atau aku dobrak pintu ini!"


Krieet!


Argadhafa membukakan pintu, "Ya tuan ada yang bisa dibantu. Nyonya Vera sedang istirahat, beliau masih belum pulih dari sakitnya," jelas Argadhafa.


"Tidak peduli! Dia harus membayar hutang-hutangnya sekarang, totalnya 400.000 euro! Atau kami sita rumahnya!" Barton berteriak keras lalu masuk paksa dengan mendorong Argadhafa, kesembilan anak buahnya ikut masuk ke dalam. "Vera keluarlah! Aku tahu kamu di dalam, Vera keluar! Atau aku sita rumahmu!"

__ADS_1


Myke dan Alice sedang keluar ke pasar untuk membeli sembako, hanya ada Argadhafa sendiri yang sedang menjaga Vera. "Tuan-tuan tenanglah, aku sudah katakan nona Vera sedang istrihat dan belum puliha dari sakitnya," Argadhafa mencoba menenangkan Barton dan anak buahnya dengan memberikan uang 95.000 euro. "Tuan, terimalah uang ini dahulu. Esok baru datang lagi ya, aku janji akan melunasi hutang-hutang nyonya Vera, esok hari."


__ADS_2