SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP

SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP
System Kekayaan Berkedip 183


__ADS_3

Tok!


Tok!


Tok!


Pintu rumah kediaman keluarga Silk, diketuk oleh Gweny. Tarung berada di belakang Gweny, ekspresi mukanya sangat gugup, keringat dingin keluar dari dahinya. "Pah! Mah! Gweny pulang!" panggil Gweny.


"Pah! Sepertinya ada yang mengetuk pintu rumah kita." Glucen keluar dari kamarnya dan memanggil asisten rumah tangganya. "Hazal! Tolong bukakan pintu!"


"Ya nyonya!" sahut Hazal dari dapur kediaman keluarga Silk dan langsung menuju pintu utama rumah, lalu membukakan pintu. "Nona Gweny! Nona sehat?"


"Ya bibi Hazal, Gweny sehat kok," jawab Gweny dan mencium pipi kanan dan kiri Hazal. "Papah dan mamah mana, bi?"


"Ada, nona di rumah. Ayo mari masuk!" ajak Hazal sambil menunjuk Tarung. "Dan itu!"


"Kenalkan ini calon suami saya bibi, namanya Tarung Brave dari Amerika tapi sekarang tinggal di Indonesia," jawab Gweny. "Dan kami akan segera menikah, bi!"


Tarung menunduk hormat, "Saya Tarung ibu!" sapa Tarung.


"Hazal suruh tamunya masuk!" Glucen kembali lagi ke kamar untuk merapikan rambutnya dan berdandan. "Pah! Temui dahulu tamunya, mamah dandan dahulu."


Sechmir keluar dari kamarnya, menuju ruang tamu. Glucen dan Sechmir tidak tahu, jika yang datang adalah Gweny putrinya bersama Tarung. Sebelumnya Tarung juga sudah meminta izin untuk membawa Gweny operasi mata di Indonesia, kedua orang tua Gweny mengizinkan tapi menatap dengan tatapan sinis pada Tarung.


"Silahkan duduk tuan!" seru Hazal.


Sechmir menghampiri Gweny, "Papah! Gweny sudah bisa melihat sekarang, lihatlah!" Gweny memeluk erat ayahnya, Sechmir Silk dan Sechmir membalas pelukan erat anak semata wayangnya itu dengan pelukan hangat. "Semua ini berkat mas Tarung dan big bosnya pah!"

__ADS_1


Sechmir bahagia melihat Gweny sudah bisa melihat lagi. Glucen keluar dari kamarnya lalu terdiam menatap lekat Gweny yang sudah dilepaskan pelukannya oleh Sechmir. "Gweny ...!" Glucen langsung memeluk erat Gweny. "Bagaimana operasi mata kamu? Kok sudah pulang? Bukannya kamu pulang minimal satu bulan lagi?"


"Tidak bu, big bos mas Tarung adalah dokter super yang sangat terkenal di Indonesia, tuan Dokter Yosep menyembuhkan mata Gweny, tanpa operasi sama sekali dan itu prosenya 2 jam. Jadi Gweny sudah bisa pulang, benarkan mas Tarung?" jawab Gweny melirik Tarung.


"I-iya, p-pak, b-bu!" jawab Tarung dengan nada terbata-bata, karena masih gugup bertemu calon mertua.


"Terima kasih tuan Tarung, anda telah berjasa membantu menyembuhkan mata putri saya Gweny. Tapi ...." ucap Sechmir lalu terdiam sesaat.


"Tapi apa pah? Gweny sudah menemukan solusi, untuk membayar hutang-hutang keluarga Silk pada keluarga Gurucen. Setelah Gweny bisa melihat, Gweny tak ingin melanjutkan perjodohan ini. Gweny hanya ingin menikah dengan tuan Tarung dan itu 5 hari lagi, esok hari Gweny akan kembali ke Indonesia untuk fiting baju pengantin. Jika papah dan mamah tetap tidak mengizinkan, Gweny tetap akan pergi," ucap Gweny berapi-api.


"Sayang, jangan begitu pada bapak dan ibu. Kita bisa bicarakan ini baik-baik," cegah Tarung sambil memegang lembut punggung tangan kiri Gweny.


"Memamgnya, tuan Tarung ini bisa apa? untuk menyelesaikan masalah keluarga kita," sindir Sechmir. "Hutang kita pada keluarga Gurucev itu bukan hal yang kecil 200 juta lira. Kalau hanya punya gaji 1000 lira/bulan, mana sanggup melunasi keluarga kita."


"Tuan kemana lagi ini? Aku sudah bingung dan kehabisan kata-kata, untuk melunasi hutang sebesar itu gaji pensiunku pun hanya seperempatnya," batin Tarung, raut wajahnya lesu, tak ada semangat terpancar dari sorot matanya.


Tiba-tiba Yosep mengetuk pintu, "Permisi! Tuan Sechmir, saya Yosep saudara Tarung! Permisi!"


"Hazal! Coba buka pintunya!" titah Glucen.


"Baik, nyonya!"


Hazal membukakan pintu dan menyuruh Yosep masuk. "Syukurlah masalah keuangan teratasi, hah" batin Tarung menghela nafas panjang.


"Permisi tuan Sechmir, maaf saya menggangu waktu anda. Perkenalkan saya Yosep Firmansyah saudara angkat Tarung!" Yosep menyodorkan tangan, namun tak disambut dengan baik oleh Sechmir dan Glucen, Yosep menepukan tangan. "Bawa masuk uangnya!"


20 bodyguard Ochobot Technology membawakan 20 koper besar berisi 10 juta, masing-masing koper.

__ADS_1


Sechmir dan Glucen matanya langsung berkilau melihat tumpukan koper berisi uang dan ingin segera memegangnya, namun dicegah oleh Yosep."Eits! Tunggu dulu! Jangan diambil dulu! Bukankah keluarga Gurucev sudaj bangkrut hari ini?"


"Darimana kamu tahu? Kalau dari media televisi nasional, bisa jadi hoax," jawab Sechmir dengan tatapan sinis.


"Hahahaha." Yosep tertawa terbahak-bahak. "Tidak, karena aku sendiri yang menghancurkan perusahaan sombong itu, meskipun gara-gara sekuritinya yang teledor."


Yosep memperlihatkan rekaman di smartphone miliknya, tentang ia meretas gedung Gurucev Group dan meledakan komputernya. "Tidak mungkin?!" Mata Sechmir dan Glucen membulat. "Siapa kau sebenarnya?!"


"Dan saya menemukan fakta, bahwa Keluarga Silk tidak pernah berhutang kepada keluarga Gurucev 100 juta lira dan harus dibayar 200 juta lira. Itu Alasan anda dan tuan Yzir untuk menjodohkan Gweny dan Santo Gurucev bukan?" Yosep kembali memberikan rekaman videp percakapan antara Sechmir dan Yzir untuk menjodohkan Gweny bersama Santo, dengan alasan hutang.


[Selamat majikan mendapatkan 10 poin skill detektif]


"Papah! Mamah! Kenapa tega dengan Gweny?" sungut Gweny berapi-api.


Tarung hanya diam saja, dan tak ingin menanggapi masalah antara Sechmir, Glucen serta Gweny. "Kenapa masalahnya malah semakin runyam?" batin Tarung.


Yosep mengotak-atik smartphone miliknya untuk meretas beberapa aset perusahaan keluarga Silk. "Saya bisa membekukan aset keluarga Silk, hanya dengan satu klik!" ancam Yosep.


"Jadi anda ingin mengancam keluraga kami, hah?!" ucap Sechmir berapi-api.


"Tidak juga. Saya hanya ingin anda merestui Gweny dan saudara saya Tarung untuk menikah. Tentu saja ada kompensai dari saya," Yosep menyilangkan kakinya lalu duduk santai, bersandar pada penyangga sofa. "Asal keluarga Silk menyerahkan 90% sahamnya pada Ochobot Technology, dan tunduk patuh pada kami. Kami menjamin dalam satu bulan keluarga Silk akan menjadi keluarga nomor satu di Istanbul, tidak Turki."


"Ochobot Technology?!" Sechmir membulatkan mata. "Baiklah tuan Yosep, kami menerimanya dan detik ini juga saya berikan 90% saham Silk Group pada anda."


Setelah menyebut naman Ochobit Technology, hati Sechmir menjadi lunak. Karena sebagai investor dan pengusaha, Ochobot Technology adalah perusahaan yang terus melambung tinggi, tapi seluruh sahamnya tidak pernah diperjual belikan ke bursa saham internasional.


Cara Ochobot Technology adalah berinvestasi di perusahaan berkembang dan merubah seluruh sistemnya dan menjadikan perusahaan tersebut mempunyai laba yang besar setiap hari. Tentu saja Sechmir tidak akan melewatkan kesempatan untuk bekerja sama dengan Ochobot Technology.

__ADS_1


__ADS_2