SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP

SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP
System Kekayaan Berkedip - 92 Keributan


__ADS_3

Yosep masih tertidur di pangkuan Rany, hari sudah siang pukul 09.00. Zahra, Ziva, Wulan dan Vanya mengantarkan makanan untuk rombongan Albert, Pancawijaya dan Hanoka. Wulan ingin bertemu Yosep untuk menandatangani beberapa berkas dan juga desain terbaru, Wulan sudah mengajukan ke Zahra namun Zahra tidak bisa menentukan desain itu untuk promosi selanjutnya.


Tim supercar sudah pulang ke rumah Yosep di VJC 01 di Jatibarang. Promo di cafe Raimu CRC foto dengan 10 supercar sudah berakhir, Wulan ingin mengajukan desain promo sekaligus mengusulkan pemberian voucher diskon 50% pembelian selanjutnya untuk pelanggan yang melakukan transaksi di atas 500.000 dan juga merchandise khusus Raimu CRC.


"Dokter Susan mas Yosep dimana?" tanya Zahra dengan raut muka berseri-seri, Ziva juga sama raut mukanya berseri-seri. Mereka berdua sudah berdandan maksimal demi bertemu calon suaminya.


"Kepala dokter Yosep ada di ruangannya," jawab dokter Susan.


"Terima kasih dok!" ujar Ziva dan Zahra serentak dengan raut muka tersenyum.


"Sama-sama, nona!" balas dokter Susan dengan raut muka tersenyum juga.


Zahra dan Ziva berjalan beriringan sedangkan Vanya bersama Wulan mengikuti mereka berdua di belakang. Mereka berempat masuk kamar dengan membulatkan mata karena Yosep masih tertidur di pangkuan Rany yang duduk tertidur.


Rany membungkuk membuat dua gunung kembar ukuran D cup itu menyentuh kepala Yosep. Yosep mengigau, "mantap empuk sekali bantal ini... hmm..." Yosep bermimpi sedang tidur di bantal hotel yang empuk dengan guling yang empuk menutupi kepalanya.


Ziva kesal raut mukanya memerah dan melipat lengan bajunya yang panjang lalu mengacungkan kepalan tangan. "Dasar mesum... hmmm..." ujar Ziva dengan mendengus kasar. "Zahra kita hajar saja laki-laki mesum ini!"


Zahra yang tadinya diam tersulut emosi oleh provokasi Ziva, Vanya juga ikutan, apalagi Wulan sudah menggebu-gebu ingin menghajar Yosep yang menurut mereka berbuat mesum. Yosep yang asyik tidur, kerahnya ditarik oleh Ziva lalu dipukul kepalanya.


"Buk...." Suara tangan Ziva memukul kepala Yosep.


"Aw...!" pekik Yosep yang langsung terbangun. "Kenapa mimpi ini jadi adegab baku hantam yang menimpa kepalaku?" tanya Yosep yang membuka matanya perlahan, Rany juga kaget dan ikut terbangun karena suara pekikan Yosep.


Sejurus kemudian tiga pukulan menghantam kepala Yosep secara bergantian. "Buk...! Buk...! Buk...!" Suara pukulan Zahra, Wulan, dan Vanya.

__ADS_1


"Aw...!" pekik Yosep dengan suara lebih keras. "Apa yang kalian lakukan padaku?" tanya Yosep dengan membulatkan mata karena tak mengerti apa yang sedang terjadi.


Rany mengucek matanya, "mas kenapa kamu berteriak?" tanya Rany yang berpikir ini adalah mimpi.


Dari luar Ryuna tiba-tiba menyerobot masuk ke ruangan Yosep setelah mendengar pekikan tuannya. "Apa yang kalian lakukan ada tuanku? Dinding energi!" tanya Ryuna dengan berteriak lalu mengarahkan tangannya ke arah Yosep dan membuat dinding berwarna biru untuk melindunginya.


Ryuna langsung melesat di depan Yosep dan mengacungkan pedang energi berwarna merah ke depan Ziva, Zahra, Wulan, Vanya, dan Rany. "Aku tak segan-segan melukai kalian. Jika berani melukai tuanku!" ancam Ryuna dengan sorot mata yang tajam, tingkatan Ryuna berada di tahap pendeka iblis Ziva dan Rany bukan tandingan Ryuna.


"Siapa kamu, wanita barbar?" tanya Ziva dengan berteriak.


"Aku adalah pengawal pribadi tuan Yosep, namaku Ryuna. Jika kau ingin bertarung denganku aku siap meladenimu," jawab Ryuna dengan menyeringai jahat.


"Hentikan!" teriak Yosep lalu memukul meja hingga hancur berkeping-keping. "Turunkan pedangmu, kapten Kaizo!" ujar Yosep dengan suara meninggi aura membunuhnya keluar dan tatapan matanya sangat tajam.


Yosep menarik kembali aura membunuhnya, "kalian ini selalu memperlakukanku seperti ini. Apa kalian pikir aku ini mainan, aku capek ingin istirahat malah kalian mengganggu waktu tidurku. Jangan temui aku lagi," teriak Yosep lalu pergi meninggalkan mereka berlima dengan menutup pintu ruangannya sangat keras.


"Bang...!" Suara pintu dibanting Yosep dengan raut muka kesal. "Mau istirahat saja susah," keluh Yosep yang langsung berlari menuju ke luar rumah sakit.


"Mas tunggu, mas!" teriak Ziva, Rany, Vanya, dan Wulan lalu mengejar Yosep.


"Tuan ... tuan ... tunggu tuan!" panggil Ryuna yang ikut mengejar.


"Memanggil system R4, pengendali jarak jauh!" perintah Yosep pada jam tangan G-shock miliknya.


[Perintah suara di terima. Mobil lamborghini veneno Roadster akan tiba dalam 15 menit]

__ADS_1


Yosep lalu berlari secepatnya menjauh dari rumah sakit, tiba-tiba perutnya berbunyi, "rupanya aku lupa, kalau aku belum makan dari semalam, hehehe...." ujar Yosep sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal lalu tertawa.


Yosep melihat ada gerobak ketoprak, sambil menunggu mobilnya datang Yosep ingin makaj ketoprak. "Bang! ketopraknya tiga porsi!" seru Yosep.


Abang ketoprak terkejut, ia memandangi Yosep dari atas sampai bawah lalu menjawab dengan nada terbata-bata, "i-iya tu-tuan!" balas abang ketoprak. "Pedas tuan?"


"Jangan panggil tuan bang, panggil saja Yosep. Sedang saja, kalau bisa 3 porsi jadiin satu porsi saja, hehehe .... maaf bang soalnya saya lapar sekali," ujar Yosep dengan raut muka tertawa manis.


Abang ketoprak mulai menyiapkan ketoprak untuk Yosep dan menghidangkannya di baskom yang cukup besar.


"Ini mas ketopraknya!"


Abang ketoprak menaruh baskom di meja depan Yosep lalu menghidangkan segelas teh hambar. Yosep makan dengan lahapnya dalam 10 menit ia menghabiskan 3 porsi ketoprak lalu meneguk satu gelas teh hambar secara cepat. "Berapa bang?" tanya Yosep.


"30.000, mas Yosep!" jawab abang ketoprak. Yosep memberikan uang pecahan 100.000 pada abang ketoprak. "Maaf mas, tidak ada kembaliannya, saya baru buka," ujar abang ketoprak lalu matanya berkeliling melihat sekitar, siapa tahu ada pedagang lain yang sudah mangkal, ternyata tidak ada.


"Ya sudah, buat abang saja kembaliannya. Oh ya, abang bisa membuatkan 100 porsi lalu hantarkan ke rumah sakit di sana!" pinta Yosep sambil menunjuk rumah sakit budi Asih Technology. "Berapa totalnya bang?"


"1 juta mas Yosep," jawab abang ketoprak.


"Ini uangnya 1,5 juta, 500 ribunya buat abang. Nanti cari saja tuan Raiden di dalam rumah sakit!" ujar Yosep sambil memberikan uang 1.500.000 pada abang ketoprak, Mobil lamborghini miliknya sudah datang Yosep bergegas meninggalkan abang ketoprak.


"Terima kasih mas, terima kasih banyak!" teriak abang ketoprak dengan raut muka berseri-seri.


Yosep masuk ke dalam mobilnya, "aku ingin tahu, bagaimana ketika bule makan ketoprak?" pikir Yosep.

__ADS_1


__ADS_2