
Yosep sudah meminta izin ke sepupu iparnya, kini Yosep dan Rany sedang berada di rumah sakit Budi Asih Technology.
Yosep sudah tidak menjabat sebagai kepala dokter dan wakil direkur IT and program lagi. Yosep melepas jabatan itu setelah Yosep menjabat presiden UAA, dengan kondisinya sekarang Yosep tidak bisa memeriksa kondisi kandungan Rany meskipun reinka aksa masih bisa diaktifkan. Semua pengetahuan tentang kedokteran telah dikunci oleh Barjo sang sistem lucknut.
Ryuna bersama Yura pelayan pribadinya sedang memeriksakan kondisi kandungan Ryuna yang sudah berjalan 4.5 bulan atau 18 minggu. Alasan Ryuna ke Indonesia hanya ingin memeriksakan kandungannya, bukan untuk menemui Yosep.
Alasan lain Ryuna meninggalkan Yosep sebenarnya, bukan karena Yosep jatuh miskin. Tapi tubuh Ryuna mengalami kerusakan sel yang sangat berat karena efek penggunaan hawa murni secara berlebihan menggunakan pedang saber dan cyborg armor suit. Umur Ryuna cuma bertahan paling lama 6 bulan lagi.
"Yura percepat langkahnya, Una tidak mau bertemu dengan mas Yosep." Ryuna duduk di kursi roda, Yura mendorong kursi roda yang di duduki oleh Rany dengan cepat. Wajah Ryuna sangat pucat, cairan bening sesekali menetes dari sudut kelopak matanya, matanya sembab.
Ryuna selalu menganggap bahwa rumah sakit Budi Asih merupaka rumah sakit terbaik di dunia. Jadi Ryuna ke Indonesia untuk memeriksakan kandungan sekaligus penyakitnya, hampir setiap bulan Ryuna ke Indonesia untuk memeriksakan kandungannya. Tapi Ryuna bersikukuh tidak mau menemui Yosep.
Yosep dan Rany baru masuk ruangan dokter Salim untuk memeriksa kandungan Rany, Ryuna sudah masuk ke dalam mobil untuk pulang kembali ke Jepang. Ryuna juga meminta pihak rumah sakit untuk merahasiakan kedatangannya ke rumah sakit.
Deg!
Jantung Yosep berdetak kencang, seperti merasakan kehadiran Ryuna di dekatnya. Bagaimana pun juga Ryuna masih istrinya karena belum ada surat perceraian diantara mereka berdua.
"Kenapa aku merasakan Ryuna disini. Apakah memang Ryuna pernah kemari atau sedang kemari atau telah kemari? Perasaanku sangat aneh hari ini. Reinka aksa aktif!"
Yosep menundukan kepalanya mengedarkan pandangan dan benar saja Ryuna baru saja berada di rumah sakit dan sedang naik mobil untuk kembali ke Jepang. Rany yang berada di samping Yosep gelisah melirik Yosep menundukan wajah. "Dokter Salim bisa kita ulang jadwal cek kandungannya. Sepertinya mas Yosep sedang tidak enak badan," pinta Rany.
"Jangan sayang! Lanjutkan saja, mas tidak apa-apa. Bro dokter lanjutkan saja, saya izin keluar dari ruangan ya sayang," sela Yosep.
Yosep tak ingin memberitahukan jika Ryuna baru saja ke rumah sakit. Yosep sedang menjaga kondisi hati dan mental serta perasaan Ranya yang gampang berubah ketika hamil. Yosep keluar ruangan dokter salim dan menggunakan jurus melipat langit dan muncul di depan mobil Ryuna.
__ADS_1
Ciiit!
Riku supir pribadi sekaligus pengawal Ryuna, menginjak pedal rem kuat-kuat untuk memberhentikan mobil. "Aduh!" kepala Ryuna dan Yura terhantuk sandaran kursi. "Riku hati-hati donk!"
"Maaf Yura! Maaf nona muda, ada seorang pemuda tiba-tiba menghalangi mobil kita. Biarkan saya yang akan menegurnya." Riku melepas safety belt yang terpasang di badannya.
Tok!
Tok!
Deg!
Jantung Ryuna berdetak kencang, cairan bening di sudut kelopak matanya mengalir deras. Tatapan matanya menatap lekat Yosep yang sedang mengetuk kaca jendela mobil Ryuna.
Tok!
Tok!
Ryuna menempelkan telapak tangannya ke kaca jendela mobil lalu tersenyum, "Maafkan Una mas. Aku sangat mencintaimu mas! lirih Ryuna. "Riku jalan cepat!"
Riku melajukan mobil dengan menekan pedal gas sekuat-kuatnya. "Nona bukankah itu suami nona," ucap Yura. Setelah melihat wajah Yosep dari dekat Yura sangat kenal dengan babang tamvan itu. "Jika ada masalah selesaikan nona muda. Jangan membuat masalah baru lagi! Setidaknya berilah kejelasan padanya, Jangan dipendam. Maaf bukan aku menggurui atau berlaku tidak sopan pada nona muda."
Yosep tidak mengejar Ryuna lagi, namun ia kembali ke rumah sakit dengan wajah tersenyum dan menyeka air matanya. Yosep melihat dengan jelas gerak bibir Ryuna bahwa ia sangat mencintai Yosep. "Mas kamu menangis kenapa?" Rany menyeka air mata Yosep yang masih tersisa di sudut kelopak matanya.
"Mas hanya kelilipan sayang, mas tidak apa-apa." Yosep mencubit pelan hidung Rany.
__ADS_1
"Jangan bohong mas!" Rany menyeringai kesal dan menggembungkan pipinya. "Katakan sejujurnya mas! Atau Rany gak mau makan!"
"Jangan begitu sayang! Jangan marah begitu! Duduklah!" Yosep mengelus lembut Rany untuk menenangkannya. "Kalau marah sayang tambah cantik, mas jadi ingin cium!"
Cup!
Yosep mencium pipi Rany, "Malu mas ini kan ditempat umum. Tapi Rany masih ngambek, hmm!" Rany mendengus kesal dan menggembungkan pipinya. "Cepat katakan dengan jujur! Ada apa sebenarnya?"
"Haaaaaah!" Yosep menghela nafas panjang. "Ryuna baru saja kemari, tapi sepertinya pihak rumah sakit diminta Ryuna untuk menutupi semua informasi tentangnya jika ia berada dirumah sakit."
"Lalu mas sempat bertemu dengannya dan berbicara dengan Ryuna?" tanya Rany menelisik.
"Mas sempat menghentikan mobilnya tapi tak sempat berbicara karena Ryuna di dalam mobil dengan wajah yang sangat pucat. Firasat mas mengatakan jika Ryuna sedang hamil anak mas, mungkin dokter Salim tahu informasi ini."
Yosep tidak mungkin mengatakan jika ia mengetahui Ryuna hamil dari reinka aksa karena itu adalah rahasia terbesar Yosep. Bahkan Dawi ibunya dihilangkan ingatannya tentang Barjo si sistem lucknut.
Rany membulatkan mata, "Mas Rany tahu sesuatu tentang Una. Rany pikir itu bercak darah binatang, Rany pernah melihat bercak darah di westafel kamar mandi rumah kedua mas Yosep, setelah Ryuna masuk kamar mandi. Rany juga sebelumnya mendengar Ryuna sedang muntah, Rany pikir Una memang sedang hamil satu minggu setelah kita menikah," jelas Rany.
Yosep terduduk lemas, "Jadi Ryuna memamg sakit sudah lama, tanpa mas tahu. Tapi mas tidak bisa mengobati penyakit Ryuna." Yosep memijat keningnya, tidak mungkin Yosep katakan jika skill dokternya dikunci oleh Barjo. Sekalipun sudah terbuka skill dokter Yosep, kondisi Ryuna juga akan semakin memburuk.
Yosep juga belum tentu bisa mengobati penurunan jumlah sel dan tidak bisa regenerasi sel milik Ryuna karena berbeda dengan HIV AIDS.
"Mas kita harus ke Jepang untuk melihat Ryuna dan memastikannya baik-baik saja. Kita bisa membawanya kemari, mas juga sudah lebih baik kehidupannya," pinta Rany.
"Tapi apa tidak apa-apa sayang?" Yosep meragukan permintaan Rany, karena ia tak mau membuat Rany kecewa dan menurunkan kondisi mentalnya.
__ADS_1