
Yosep membersihkan diri lalu memakai baju andalannya kaos oblong putih dan celana training, tas punggungnya ia kenakan, uang Yosep tersisa 55 juta di dalam amplop merah.
Agradhafa yang menyetir mobil jeep milik Risadju karena ia yang tahu jalan menuju ke gua harta karun yang berada di Kecamatan Muara Tami, tepatnya desa koya barat.
"Aku sudah tak sabar untuk melihat harta karun itu?" Risadju raut wajahnya sugmringah dan tersenyum lebar. "Kira-kira berapa lama kak Dhafa kita sampai di gua itu?"
"Kemungkinan dua jam paling lama, jalan masuk ke guanya cukup terjal, untung saja membawa mobil tipe jeep off road seperti ini. Kamu memang hebat sebagai wanita!" puji Agradhafa tersenyum lebar.
"Cie-cie panggil kakak, tadinya marahan sekarang lengket. Mentang-mentang Agradhafa tampan sekarang, setelah meminum pil nawadewanata, cih!" Yosep menyebikan bibir.
Risadju yang duduk di samping Agradhafa terdiam dan tersipu malu, menundukan wajahnya. Agradhafa juga sama pipinya memerah dan tatapannya fokus ke depan. Kulit Agradhafa yang sawo matang, berubah putih pucat, hidungnya yang agak pesek mancung, rambutnya yang keriting hitam menjadi putih panjang lurus sepunggung, pupil matanya yang biru sedari awal menambah kesan pesona ketampanannya.
"Dasar babang tamvan! Tak mengerti hasrat seorang wanita cantik dan seksi sepertiku. Lagipula aku sudah berjanji juga pada babang tamvan untuk berhenti menjadi istri ketigamu. Kak Dhafa juga sangat baik padaku, dia jahat seperti itu karena ajian kalaseta yang memberikan kutukan iblis padanya," balas Risadju.
"Tenang saja pil nawadewanata sudah membersihkan semua kutukannya, dan kakak Agradhafa yang tampan ini, sekarang berada di tahap pendekar malaikat puncak," terang Yosep tersenyum lebar, "pil itu saya buat memang khusus untuk pendekar atau petarung yang menjadi anak buah saya."
___
___
___
Argadhafa sampai di jalan terjal menuju gua, jalan terjal itu dipenuhi pepohonan yang rimbun, suasananya cukup seram dan mencekam. Yosep merasakan hawa negatif menuju gua itu cukup pekat dan banyak, tekanan aura iblisnya juga membuat bulu kuduk berdiri serta bagi yang tidak kuat mentalnya akan mengalami halusinasi.
"Ingat! Jangan jauh-jauh dari saya, daerah ini cukup berbahaya." Yosep terus mengamati jalan dan pepohonan, semakin ke dalam hawa negatifnya semakin pekat, banyak sosok bayangan bersliweran hendak mengganggu mereka bertiga. "Formasi inti lebur sakheti!"
Tubuh mereka diselimuti aura berwarna emas dan membuat tubuh mereka bertiga bersinar terang, Argadhafa memberhentikan mobilnya, jarak menuju gua hanya tinggal 100 meter lagi dan sudah terlihat dari kejauhan, jalan menuju gua tidak bisa di lalui mobil hanya jalan setapak, gua itu sangat gelap dan menyeramkan.
__ADS_1
"Kak Argadhafa, babang tamvan! Aku takut banget, lebih baik kita pulang saja, disini snagat seram," Risadju bulu kuduknya meremang, wajahnya pucat pasi dan badannya agak gemetar, "Aku kira tak seseram ini!"
Arghadafa memegang tangan Risadju untuk menenangkannya, "Tenanglah sayang! Aku pasti akan melindungimu!"
"Hei! Kita lagi suasana mencekam malah mesra-mesraan, dasar kalian berdua ga ada akhlak!" Yosep menyeringai kesal lalu memukul kepala Risadju dan Argadhafa.
Bletak!
Bletak!
"'Awww'!" pekik Risadju dan Argadhafa serentak. "Ya big bos, maaf, ampun!"
"Hahahahaha!" suara tertawa jahat dari dalam gua. "Akhirnya kau kembali juga kaisar bangs*t! Aku tidak akan melepaskanmu lagi, akan kubunuh kau dan kujadikan makananku."
Groaaar!
Swush!
Boom!
Maung Ireng keluar dari dalam gua, tubuhnya kecil, tiba-tiba membesar dengan panjang 20 meter dan tinggi 10 meter, bulunya hitam legam dengan mata merah memancar terang. "Cepat lari! Binatang setan ini tak mempan serangan fisik, kalian tidak bisa menyerangnya, hanya saya yang bisa. Ayo cepat pergi!" Yosep berteriak menyuruh Risadju dan Argadhafa untuk bergegas pergi, mereka berdua lari menuju mobil jeep ofd road. "Jangan ganggu mereka! Lawanmu adalah aku!"
"Baguslah, aku bisa mengunyahmu pelan-pelan, hahahaha!" Maung Ireng tertawa jahat lalu tubuhnya berubah menjadi siluet bayangan hitam dan hanya kepalanya saja yang terlihat. Kepala itu terbang cepat ke arah Yosep dan mengelilinginya.
Swush!
Slash!
__ADS_1
Maung Ireng muncul di belakang Yosep dengan tubuh sempurna lalu menebaskan cakaran, Yosep yang berhasil mengaktifkan buwana aksa berhasil menghindari serangan Maung Ireng dengan melompat harimau k depan.
Tubuh Maung Ireng kembali, menjadi siluet bayangan kembali dan menghilang dRi pandangan Yosep, "Setan alas! Benar-benar dedemit yang menyusahkan," gerutu Yosep. "Saya akan mengunci pergerakanmu, setan alas! Formasi Adanu sayuta!"
Sriing!
Tangan kanan Yosep diangkat ke atas, dan bersinar terang, tubuh Maung Ireng langsung berubah ke bentuk aslinya, dan terperangkap di dalam kubah berwarna emas. Tangsn Yosep ditempelkan pada lapisan kubah, "Matilah kau setan alas, ajian bajra sayuta!"
Crak!
Krak!
Jleb!
Dari lapisan dalam kubah muncul rantai yang sangat banyak dengan ujung bilah tombak, dan menusuk Maung Ireng. Tubuhnya sudah tak bisa digerakan 100 bilah tombak menusuk tubuhnya, "Kaisar sial! Lagi-lagi kau membuatku kesal, aaaaargh! Lepaskan aku! Lepaskan!" Maung Ireng berontak namun tidak bisa berbuat apa-apa karena terkunci oleh rantai berwarna kuning.
Lama kelamaan tubuh Maung Ireng hilang perlahan beserta kubah dan rantai kuning itu. "Akhirnya kau mati juga setan alas!" Yosep berjalan ke dalam gua, matanya berkeliling mencari baju zirah gatot kaca, reinka aksa ia aktifkan untuk melihat keberadaan baju zirah gatot kaca. "Banyak juga harta disini, pantas saja di jaga dedemit setan alas yang begitu mengerikan," gumam Yosep.
Suasana mencekam di sekitar gua juga sudah hilang, hawa negatifnya sudah lenyap berganti dengan energi positif yang membuat segar keadaan sekitar. "Kak! Apa babang tamvan baik-baik saja? Lebih baik kita kembali untuk melihatnya!" seru Risadju.
Mereka berjalan perlahan ke arah gua dan tetap waspada mengamati sekeliling. "Big bos kau di dalam?" panggil Argadhafa berteriak. "Sayang sepertinya makhluk menyeramkan itu sudah big bos kalahkan. Ayo kita masuk!"
"Tapi aku takut!" Risadju memeluk lengan Argadhafa.
"Tidak apa-apa. Tenanglah ada aku sayang," ucap Argadhafa mengelus lembut rambut Risadju.
"Sepertinya mereka berdua memanggilku," gumam Yosep lalu menjawab panggilan Argadhafa dengan berteriak. "Ya aku di dalam, masuklah tidak apa-apa! Setan alas itu sudah aku musnahkan!"
__ADS_1
Yosep menyusuri ke dalam gua dan menemukan baju zirah gatot kaca, "Akhirnya saya menemukanmu sayang!" Yosep mengelus-elus baju zirah itu dengan pipinya dan menyimpan pada inventori sistem.