
Jangan lupa like, koment, gift, dan vote agar author semangat menulis lanjutan chapter novel ini.
Mohon kritik dan saran yang membangun agar novel ini lebih baik lagi, jangan sungkan langsung berikan komentar cabe sahabat readers di kolom komentar.
Jam di smartphone Yosep sudah menunjukan pukul 20.30 WIB. Yosep segera menuju basement rumah sakit untuk mengambil motornya dan pulang ke ruko menjemput ibunya.
10 menit Yosep akhirnya sampai di ruko dengan menarik gas motor adv miliknya dengan kencang agar cepar sampai. Ruko sudah sangat elegan, lampu kafe yang berada di taman begitu indah dipandang.
Yosep menyapa dengan salam, Dawi sudah berada di depan ruko menunggu Yosep. Pak Sudaryanto juga sudah datang untuk berjaga di ruko. Yosep datang dengan wajah yang murung, "kenapa Yos mukamu ditekuk begitu seperti kertas lusuh?" Tanya Dawi.
"........" Yosep hanya terdiam harus ngomong darimana sampai ia lupa untuk membuat kejutan untuk ibunya yang tersayang. Bahwa Yosep punya rumah seharga 1 triliun dari Barjo.
"Apa karena tuan Setyo yang meminta Ziva menikah denganmu?" Tanya Lagi Dawi.
"Uhuk, uhuk, uhuk!" Yosep tersedak karena terkejut. "Mimi tahu darimana? padahal Yos belum mengatakannya."
"Dari berita di TV barusan mimi lihat sama Ranty!" Jawab Dawi. "Kalau mimi pribadi sebagai orang miskin kita harus sadar diri, kita tak pantas untuk mereka."
"Ya mi Yos mengerti. Yos sebenarnya juga dari waktu sekolah sudah suka sama Rany mi, tapi Yos urungkan untuk mengatakan perasaan Yos ke Rany karena Yos sadar diri." Ucap Yosep dengan raut wajah murung. "Yos sekarang bingung karena sepertinya Zahra juga suka sama Yos."
"Mimi akan dukung keputusan Yos apapun itu, apa Yos juga sama Zahra?" Tanya Dawi menelisik.
"Entahlah mi, Yos juga bingung. Tapi kalau melihat Zahra juga perempuan yang baik dan sangat lembut. Sebenarnya Yos juga untuk sekarang tak ingin menikah dahulu, hamya ingin membuat mimi bahagia saja." Jawab Yosep masih dengan wajah yang murung.
"Kalau mimi terserah Yos saja, kalau Yos bahagia mimi juga bahagia. Oh, ya! lalu kita akan pulang kemana?"
Yosep menepuk jidatnya. "Maaf mimi sampai Yos lupa. Nanti mimi tahu, Yos mau biki kejutan buat mimi, hehehehe." Ucap Yosep sambil terkekeh. "Sebentar mi Yos ngomong dulu sama pak Sudaryanto dan Jatma!"
Yosep meninggalkan pesan ke Jatma dan Sudaryanto untuk menjaga ruko baik-baik, jika terjadi apa-apa untuk segera menghubungi Yosep.
"Ayo mi mari kita pulang!" Ajak Yosep untuk segera menaiki motornya menuju VJC 01 di kawasan Jatibarang City jaraknya kurang lebih 1 jam dari ruko.
Setelah satu jam perjalanan Yosep akhirnya sampai di pintu gerbang VJCD (Vila Jatibarang City Districk). Yosep membuka helmnya, Dawi yang bonceng menepuk pundak Yosep. "Yos, kita tidak salah alamat kan? masa kita kesini. Ini kan rumahnya orang-orang kaya, kita tak pantas berada disini!"
"Mimi tenang saja, serahkan sama Yos!" Ucap Yosep sambil menepuk-nepuk dadanya.
__ADS_1
"Selamat malam tuan Yosep, selamat datang." Ucap Sarta dengan tersenyum lalu membungkuk hormat dan membukakan pintu gerbang masuk VJCD. Dawi yang melihat perlakuan Sarta ke Yosep jadi terheran-heran karena memanggil Yosep tuan.
"Terima kasih pak Sarta." Ucap Yosep tersenyum ramah. Yosep bergegas menuju VJC 01 miliknya, 5 menit kemudian sampai. Rumah dengan pintu gerbang yang sangat besar dan dijaga beberapa petugas kemanan dari system.
"Selamat datang tuan muda!" Ucap keempat petugas keamanan yang sudah berbaris di depan dan membungkuk hormat, lalu salah satu petugas kemanan membuka pintu gerbang dengan menekan remote control.
"......." Yosep hanya diam dan tersenyum membalas salam mereka. Dawi yang mendengar perkataan keempat security tambah heran dan bingung karena Yosep dipanggil tuan muda serta hanya bisa diam.
Yosep sampai di pintu depan VJC 01 Kasno dan para maid sudah berbaris rapi untuk menyambut Yosep dengan wajah yang ceria. "Selamat datang tuan muda!" Ucap serentak semua pelayan lalu membungkuk hormat.
"Ya terima kasih." Balas Yosep dengan tersenyum ramah.
Dawi hampir pingsan dibuatnya, lalu mencubit-cubit pipinya sendiri. "Yos ini bukan mimpi kan?"
"Tidak mi. Ini bukan mimpi, hehehe. Sudah mi ayo masuk mari kita makan dahulu! nanti aku perkenalkan mimi ke mereka semua. Mereka adalah keluarga kita yang baru!" Ucap Yosep.
Yosep dan Dawi pergi ke ruang makan, para pelayan juga ikut makan tanpa rasa malu karena takut Yosep marah. Yosep menceritakan semuanya pada Dawi bahwa Rumah ini adalah hadiah dari system.
Yosep dan Dawi akhirnya bergegas ke kamar-masing untuk membersihkan diri serta beristirahat.
Keesokan paginya Yosep dan Dawi seperti biasa bangun jam 03.30 untuk shalat tahajud serta shalat witir. Lalu shalat shubuh berjamaah bersama Dawi di masjid sekitar VJC menggunakan motornya, Kasno memaksa untuk menghantarkan Yosep dan Dawi ke masjid terdekat namun Yosep menolak.
[Telolet]
[Status]
[Nama : Yosep Firmansyah
Umur : 19 tahun
Skill : Dokter lv max. Direktur lv max. Paranormal lv2. Pialang saham lv max
Property : Sawah 10 hektar, ruko 2 lantai, perumahan elite Jatibarang City]
[Skill experience : Dokter level max (10.000/10.000)
__ADS_1
Direktur level max (10.000/10.000)
Pialang saham level max (10.000/10.000)
Paranormal level 2 (13/100)
Detektif level 1 (10/50)]
[Level majikan : menengah (85.500.000/1.000.000.000).]
[Majikan berkedip sebanyak 28.800 kali selama 24 jam mendapatkan uang dari berkedip Rp.1.440.000. Uang sudah ditransfer ke nomor rekening majikan]
[Saldo : 4.008.464.000]
[Level konversi pemula setiap kali berkedip di hargai 50 rupiah]
[Cara menaikan level dengan menghabiskan uang. Semakin tinggi level semakin tinggi nilai konversi]
[Misi yang belum terselesaikan]
[Misi : Bantu ibu Mala menjual nasi box catering omset 100.000.000]
Hadiah : Lamborghini Veneno limited edition dan skill chef lv 1
Batas waktu : 1 bulan sisa waktu 27 hari 18 jam
Hukuman : Kehilangan uang di dalam rekening majikan dan berhutang 10 milyar pada Barjo system.
Status : progres 0% (0/100.000.000)
[Selamat menghabiskan uang majikan]
Yosep selesai shalat dhuha di masjid. "Aku sudah lama tak olaharaga sekalian latihan untuk meningkatkan stamina, aku akan berkeliling disini sekalian mengambil uang cash!" Ucap Yosep yang keluar dari masjid dan mulai berlari sambil menuju ke bank terdekat untuk mencari mesin ATM.
Yosep sudah mengambil dari kartu atm miliknya uang 10 juta yang ia simpan di tas. Kemana-mana Yosep selalu membawa tas kecil yang selalu diselempangkan di punggung kanannya. "Nampaknya hari minggu di sini sangat ramai ya!" Ucap Yosep dengan raut wajah ceria sambil berlari ke taman indah Jatibarang City (TIJC) dekat stasiun Jatibarang.
__ADS_1
Yosep mulai berlari mengelilingi taman 5 kali yang luasnya 5 kali lapangan bola, lalu sit up 50 kali, push up 50 kali, pull up 50 kali dan juga scout jump 50 kali. Lalu di lapangan luas itu Yosep mendemonstrasikan gerakan taichi yang begitu lembut.
Membuat semua orang disana berkumpul melihat Yosep, ada yang coba mengikuti gerakan Yosep dan ada pula yang berfoto selfie dengan gerakan-gerakan Yosep. Yosep tak menyadari jika dirinya sedang menjadi pusat perhatian.