SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP

SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP
System Kekayaan Berkedip -79 Aku Ini Punya Calon Istri Tiga


__ADS_3

Keesokan paginya seperti biasa Yosep bangun sangat awal, melakukan aktivitas seperti biasanya sampai pukul 06.30 WIB. Kali ini ia mengelilingi jalan rumah sakit bolak-balik sampai 10 kali, Vanya masih tertidur.


[Telolet]


[Selamat majikan mendapatkan 20 poin skill otot super]


[Selamat majikan telah menaikan skill otot super ke level 2. Kekuatan majikan sekatang setara 1.000 orang]


[Selamat majikan mendapatkan uang dari berkedip selama 28.800 kali dalam satu hari senilai Rp. 288.000.000]


Status]


[Nama : Yosep Firmansyah


Umur : 19 tahun


Property : Sawah 10 hektar, ruko 2 lantai sewa, perumahan elite Jatibarang City (VJC 01), 1% saham Ochobot Technology, 60% saham Wijaya Group, PT. Wijaya Shield, saham 100% sam'ung elektronik, 10% saham Alkimia Bharata Jaya, 100% saham mobil koyota]


Fitur >> Shop >> potion


>> skill


>> seed (Locked)


>> roulete


[Skill experience : Masterpiece level max (10.000/10.000)


Direktur level max (10.000/10.000)


Pialang saham level max (10.000/10.000)


Paranormal level max (10.000/10.000)


Detektif level 1 (20/50)


Otot super level 1 (10/1.000)]


Chef level 1 (10/50)


suara merdu level 1 (30/50)


Bertani level 1 (0/50)]


[Level majikan : grandmaster (10.000.000.000/1.000.000.000.000).

__ADS_1


[Saldo : 941.794.000]


[Misi yang belum terselesaikan]


[Misi : jadikan Zahra, Ziva, dan Rany sebagai istri majikan.


Hadiah : 100% saham Villa Jatibarang City.


Batas Waktu : 12 bulan


Sisa waktu : 358 hari 18 jam


Hukuman : Majikan akan kehilangan mereka bertiga]


Status : progres 90%]


[Misi : hasilkan panen 100 ton padi


Hadiah : 20 hektar tanah haji Suli sebelah utara, 10 traktor canggih yang bisa memanen, membajak dan menanam kemudi automatis, 10 mesin canggih untuk mengolah padi menjadi beras.


Batas waktu : 25 hari


Hukuman : anunya majikan jadi besi.


Status : progres 0% (0/100)]


Hadiah : fitur seed terbuka, 50% saham Alkimia Bharata Jaya, dan 1000 poin skill.


Batas Waktu : 30hari


Hukuman : Majikan kehilangan skill dokter


Status : progres 0% (0/30.000.000.000)]


[Sisa waktu penggunaan kartu 10 kali experience : 2 hari 18 jam ]


[Inventory : 9 kartu 10 kali lipat pengalaman, peta artefak bedawang sangaresi, ****** ***** cu pat kay, tungku Wijayanaga, mahkota kurusetra, batu mustika semesta, pedang ksatria nusantara, batu mustika harimau putih, batu mustika naga biru, batu mustika garuda merah, batu mustika kura-kura hijau, batu mustika qirin emas]


[Level konversi Grandmaster setiap kali berkedip di hargai 10.000 rupiah]


[Cara menaikan level dengan menghabiskan uang. Semakin tinggi level semakin tinggi nilai konversi]


[Selamat menghabiskan uang majikan]


"Ini luar biasa naik ke level grandmaster sungguh menyenangkan. Sehari saja aku bisa mendapatkan banyak uang." Pikir Yosep.

__ADS_1


Yosep berjalan di lorong rumah sakit menuju kamar VVIP nomor 01. Di depan pintu kamar sudah ada Rany yang menunggu Yosep dalam keadaan cemberut. Rany pagi-pagi sekali sudah sampai di rumah sakit, dokter Salim semalam mengabari Rany kalau Yosep tidur di rumah sakit dan menemani pasien perempuan yang sangat cantik.


Rany yang mendengar kabar tersebut langsung terbakar cemburu hatinya, dan susah untuk tidur. Setelah pagi ia akhirnya bergegas menuju rumah sakit, jika Yosep berbagi cinta dengan Ziva dan Zahra, Rany bisa memaklukinya. Namun kalau ada wanita lain lagi, tentu saja membuat Rany meradang.


"Eh sayangku! Kok pagi-pagi ini sudah ada di rumah sakit. Rindukah denganku?" Goda Yosep sambil menarik pipi Rany.


Vanya yang di dalam kamar mendengar suara itu terbangun dan mengucek-ngucek matanya. "Mas dokter kemana ya? Tapi itu seperti suaranya mas dokter namun berbicara dengan siapa?" Gumam Vanya dengan suara lirih dengan raut muka penasaran.


"Lepaskan mas! Bodo amat, hmph!" Ujar Rany sambil melepaskan tarikan tangan Yosep yang berada di pipinya, Rany juga membuang muka dengan menggembungkan pipinya.


"Kok marah sih! Memangnya saya salah apa? Ngomong donk jelasin, jangan marah-marah terus, nanti cantiknya luntur!" Ujar Yosep dengan nada lembut dan membelai rambut Rany.


Vanya yang penasaran keluar dari kamarnya. "Dia mas masalahnya, Rany gak mau jika harus berbagi cinta lagi dengan wanita ini." Ujar Rany sambil menunjuk Vanya.


"Oh Vanya? Bukan sayang ini salah paham, Vanya pasien saya kok. Dia kecelakaan kakinya patah, saya membawanya dari Cirebon. Orang tuanya sakit juga, jadi aku membawa Vanya sendiri ke sini dan bertanggung jawab atas Vanya. Saya tidak apa-apa dengan Vanya kok sayang, suer lah rela jika aku berbohong di cium wewe gombel." Jelas Yosep.


"Ya mba, aku hanya pasien mas dokter kok! Kami tidak ada hubungan apa-apa. Aku juga akan bekerja di perusahaan mas dokter sebagai sekretarisnya ibu Zahra." Imbuh Vanya.


"Jadi kamu mas mengangkat jadi sekretaris juga. Kenapa kamu tidak bilang dulu padaku mas? Aku kan bisa memberikan sekretaris untuk Zahra mas atau minta sama Ziva." Tanya Rany dengan nada sedikit meninggi.


"Maaf! Bukan maksud saya tidak mau meminta bantuan, namun saya juga tidak sengaja mengangkat Vanya menjadi sekretaris Zahra. Keluarganya pailit, saya berniat menolongnya dengan bekerjasa sama dengan perusahaan Vanya P.T. Jaya Abadi Logistik dan menjadikan Vanya sekretaris Zahra karena PT. Raimu CRC sudah banyak orderannya, Rany juga tahu itu kan?" Sanggah Yosep.


"Ya Rany tahu. Tapi keputusan mas Yosep sangat tepat bekerja sama dengan P.T. JAL. Papah sudah lama mengincar perusahaan itu, meskipun kondisinya sekarang pailit, tapi papah tahu masalah internalnya dan sudah lama menyelidikinya untuk memastikan. Kita bisa membuat Tarub Logistik bangkrut dengan memegang kendali PT JAL." Ujar Rany.


"Saya tidak menyesal sekarang karena kemarin tarub logistik menolak kerjasama proposal kami. Jadi mas dokter juga bagian dari Pratama group?" Tanya Vanya.


Dalam hati Vanya sangat senang, karena perusahaan yang membackup PT. JAL ternyata bagian dari Pratama group, meskipun secara tidak langsung.


"Tidak, Raimu CRC pemiliknya adalah Calon mertua saya, Ibu Mala bundanya Zahra. Saya hanya investor sekaligus direktur Raimu CRC, yang akan saya lepas jabatan itu dan memberikannya pada Zahra." Ujar Yosep.


"Lalu dengan mba Rany ini? Jangan-jangan selingkuhan mas dokter gitu?" Tanya Vanya dengan nada ketus. "Semua laki-laki sama, saya pikir mas dokter laki-laki yang setia dan gentleman ternyata sama saja, sudah punya calon istri malah selingkuh." Batin Vanya.


"Bukan! Dia juga calon istri saya, nanti saya perkenalkan dengan calon istri saya ketiga namanya Ziva." Jawab Yosep.


"Apa! tiga calon istri! Aduh jantungku mau copot rasanya, oh my my my!" Teriak Vanya dengan mata terbelalak.


Rany segera mengirimkan pesan pada Zahra dan Ziva, bahwa ada perempuan yang sedang dekat dengan Yosep. Ziva dan Zahra juga terbakar api cemburu, mereka berdua menuju rumah sakit juga. "Rasakan kau mas! Kami akan amankan dirimu jangan sampai jelalatan lagi. Di cafe jelalatan dengan Wulan, disini dengan Vanya."Batin Rany menyeringai jahat.


"Ya sudah sana mandi! kita akan ke Mundakjaya untuk melihat proyek, katanya mau ikut. Kamu kan sudah bisa berjalan, jadi jangan manja lagi minta di gendong." Ujar Yosep.


Rany menggenggam kedua jari jemarinya dan membunyikan jari jemarinya, raut mukanya marah. "Pretek! Pretek! Pretek!" Suara jari jemari Rany yang diremas-remas. "Jadi kamu juga menggendongnya, hmm!" Ujar Rany lalu memukul kepala Yosep.


"Buk!" Suara tangan Rany memukul kepala Yosep. "Ampun! Ampun neng jago! Saya kapok dan gak sengaja! Ampun!"


"Lain kali anumu mas saya potong dan tak cincang-cincang! Hmm!" Ujar Rany dengan mendengus kasar.

__ADS_1


"Sib! Nasib! tadi di tampar dua kali sekarang di pukul. Author sialan! awas saja nanti aku akan balas, hmm!" Batin Yosep.


__ADS_2