
Plak!
Argadhafa menampar pipi PM Stark Mute, "Ini untuk balas dendamku! Dan ini atas atas perbuatanmu merencanakan pembunuhanku!" Argadhafa menampar lagi kedua pipi PM Stark Mute dengan sangat keras hingga semua giginya rontok. "Dan ini pembalasan dendam atas semua rakyat Belanda yang kau tipu!"
Muka PM Stark Mute di taruh pada depan pantat Argadhafa, lalu ia kentut dengan suara keras dan baunya sangat busuk, hingga rambut PM Stark Mute terdorong kuat seperti terkena angin kencang.
Broooot!
PM Stark Mute yang terkena kentut Argadhafa langsung pingsan. Yosep menyimpan semua artefak bedawang sangaresi miliknya, termasuk belati kalamurka yang terbang ke arah Yosep dan masuk inventori sistem.
Argadhafa menaruh tubuh PM Stark Mute ke bahunya, seperti memikul karung beras. Yosep turun perlahan ke arah Argadhafa, lalu memegang tangannya, "Jurus melipat langit!"
Cwuszh!
Yosep muncul di depan istana Belanda, lalu menelanjangi PM Stark Mute, hanya menyisakan underwear yang ia pakai dan mengikatnya di tiang bendera dimana bendera Belanda berkibar.
Semua rakyat Belanda yang berhasil masuk ke Istana mendirikan tenda menunggu Yosep menangkap PM Stark Mute sesuai janjinya. Mereka ingin membalaskan dendam pada perdana menteri bengal itu, atas semua perbuatannya merugikan Belanda.
***
Keesokan paginya.
[Selamat majikan mendapatkan uang dari berkedip selama 28.800 kali dalam satu hari senilai Rp.1.440.000.000]
Rakyat Belanda berbondong-bondong ke alun-alun istana, memukuli PM Stark Mute satu persatu, hakim agung Belanda hanya memperbolehkan satu orang memukul satu pukulan.
Media nasional dan internasional menayangkan hukuman PM Stark Mute secara langsung, untuk memberika efek jera bagi para koruptor, pemberitahu berita hoaks dan juga rezim diktator.
Yosep sendiri sedang berada di rumah Risadju bersama Argadhafa. Tujuan utamanya penandatangan kontrak pertambangan gua harta karun, sekaligus melamar Risadju untuk Argadhafa.
Setelah menikah Argadhafa akan diangkat menjadi CEO Wijaya Shield yang lama kosong. "Bagaimana tuan Yanto dan Nyonya Sukaki? Apakah saudara saya Argadhafa boleh meminang putri anda Risadju?" tanya Yosep.
"Saya menyerahkan semuanya pada Risadju sepenuhnya," jawab Yanto melirik Risadju.
"Kawinin saja pah Risadju secepatnya, sudah gak tahan soalnya, hehehe," Risadju menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
__ADS_1
"Ya sudah satu minggu lagi, nak Argadhafa dan Risadju akan menikah. Sementara ini nak Argadhafa akan tinggal di apartemen milik kami, sambil menunggu persiapan satu minggu lagi jelang nikah, agar nak Argadhafa tidak bolak-balik!" tegas Yanto.
"Tuan muda!" Argadhafa matanya berkedip cepat, memberi isyarat untuk meminta uang untuk persiapan dan mahar pernikahannya. "Itunya?"
"Sudah saya transfer 10 milyar, cek rekeningmu! Kalau kurang hubungi aku lagi, saya harus pergi ke laut mediterania sekarang," ucap Yosep. "Terima kasih tuan Yanto, semoga hubungan yang baik ini terus berlanjut, baik dari segi keluarga dan juga segi bisnis, hehehe."
Yosep dan Yanto berjabat tangan, keduanya tersenyum bahagia. "Risadju kalau calon suamimu matanya jelalatan tusuk saja kedua matanya, hehehehe," ledek Yosep sambik tertawa ringan.
"Sssst! Tuan muda, jangan bongkar kartu!" lirik Argadhafa sambil menaruh telunjuk di kedua bibirnya.
[Telolet]
[Misi : Hasilkan 10.000 euro dari mengemis di pantai Sorento, Italia untuk membuat gerobak bakso dan Hasilkan 100.000 dari jualan bakso.
Hadiah : Ajian saifi pamungkas
Batas waktu : 30 hari
Status misi : 0% (0/10.000)
[Selamat menjalankan misi dari Barjo si sistem lintah darat, hahahaha]
Lagi-lagi Yosep hanya menghela nafas panjang, mendapatkan misi-misi aneh dari 6Barjo.
"Ajian saifi angin pamungkas? Apakah ajian yang sangat hebat sampai hukumannya mau membunuh kedua anaku, sial!" gerutu Yosep dalam batinnya.
{Halo, penerusku yang bodoh dan gendeng}
"Kampret, dasar kaisar galak dan bukannya menyelesaikan masalah yang tanyakan malah terus mengejekku, dasar kaisar gendeng, hmph!" batin Yosep mendengus kesal.
{Kamu ini terlalu bodoh sebagai pendekar, ilmu saja sakti tapi otak dungu. Masa tidak tahu tentang ajian saifi pamungkas?}
"Meneketehe, kampret!"
{Ah sudahlah, aku malas berurusan dengan penerus yang otaknya dungu. Baik, biarlah kaisar tampan ini yang menjelaskan}
__ADS_1
{Ajian saifi pamungkas terdiri dari dari lima tingkat, tingkat pertama ajian saifi agni, pendekar yang memiliki ajian ini tidak mempan dibakar bahkan dicelupkan ke dalam lahar sampai ratuasan ribu derajat pun tidak terasa panas, intinya kebal terhadap segal jenis api atau panas}
{Tingkat kedua ajian saifi banu, pendekar yang memiliki ajian ini mampu berjalan di atas air bahkan menyelam berapapun lamaya tak terbatas, intinya kuat di dalam laut sekalipun yang paling dalam tanpa perlu bernafas dengan oksigen}
{Tingkat ketiga ajian saifi bayu atau angin, pendekar yang memiliki ajian ini mampu terbang, tubuhnya ringan dan berjalan sangat cepat dari satu tempat ke tempat lain}
{Tingkat keempat ajian saifi bantala,
pendekar yang memiliki ajian ini kebal terhadap semua jenis batu logam sampai yang paling keras sekalipun. Kebal terhadap ledakan sampai tahap bom yang paling kuat ledakannya}
{Tingkat kelima ajian saifi bajra, pendekar yang memiliki ajian ini mampu mengendalikan petir yang paling tinggi tegangannnya, tubuhnya juga bisa bergerak secepat kilat. Jika menguasai kelima ajian itu maka mampu menguasai ajian saifi pamungkas}
"Ya, ya, ya," Yosep mengangguk-anggukan kepala. "Terima kasih banyak, bye!"
Yosep langsung berteleportasi ke pantai Sorento, Italia untuk melaksanakan misi yang aneh dari sistem kampret yaitu mengemis.
Yosep merobek baju dan celananya sedikit di beberapa bagian supaya terkesan lebih gelandangan. Mukanya yang putih bersih dibaluri pasir pantai supaya terkesan sangat kucel, lalu membawa kaleng kecil menyusuri jalan dekat pantai Sorento.
"Pak tolong pak, sudah 168 jam pak, saya belum makan pak, kasihanilah pak!" lirih Yosep sambil duduk di depan kaleng kecil dengan raut muka mengiba.
Klontang!
Seorang wanita muda menaruh uang 50 sen euro ke kaleng di depan Yosep. "Terima kasih nona, semoga enteng jodohnya, dapat suami yang kaya raya, tidak pelit dan rajin bersedekah!" ucap Yosep mendoakan wanita muda itu.
"Aaamiiin!" wanita muda membalas lalu pergi meninggalkan Yosep.
Klontang!
Pria tua memberikan uang dua koin 50 sen ke kaleng di depan Yosep. "Terima kasih tuan, semoga awet muda, kuat luar dalam, banyak rezekinya, dan sehat selalu!" ucap Yosep mendoakan pria tua itu.
"Aaamiiin!" pria tua membalas lalu memberikan sebungkus roti dan pergi meninggalkan Yosep.
"Sib nasib, begini amat ya. Seorang kaisar rich harus mengemis. Ini demi kamu sayang mas rela, demi mendapatkan ajian saifi pamungkas agar mas bisa menyelam lama di dalam laut, untuk mendapatkan satung tabgan kalimasada itu."
Lalu lalang orang-orang di jalan setapak dekat pantai, kadang ada yang memberi pada Yosep, ada juga yang melewatinya saja. Bahkan ada yang meludahi Yosep, kesabaran Yosep benar-benar diuji dalam menjalankan misi mengemis ini.
__ADS_1
"Woy, jangan mengemis disini!" petugas keamanan pantai meneriaki Yosep lalu berlari cepat ke arah Yosep untuk menangkapnya.